
Nabilla dan Amran langsung menuju villa dengan helikopter yang sudah menjemput mereka di bandara. Sementara tuan presiden menemui orang nomor satu di Indonesia sebelum bertolak kembali ke negaranya.
Awalnya presiden meminta Nabilla untuk ikut bersama tuan presiden ke istana negara, namun alasan bayinya yang membuat RI satu itu memaklumi penolakan Nabilla.
Sementara itu, Gwen, Pedro dan Javier saling menyalahkan satu sama lain hingga ketiganya saling berantem. Pedro merasa Gwen telah menipunya karena uang rekening yang telah ditransfer oleh pihak Gwen tidak mendapatkan uang pembayaran mereka dan Gwen memarahi Pedro karena benda berharga yang mereka beli justru menghilang karena diambil oleh Nabilla lagi oleh Nabilla. Keduanya menatap Javier yang mengijinkan Nabilla masuk ke kamar mereka.
"Apakah negaramu sedang menipuku, hah?" tanya Pedro pada Gwen.
Apa maksudmu?" tanya Gwen panik.
"Tidak ada uang yang masuk ke rekeningku," sahut Pedro.
"Hah...? tidak mungkin, uang itu sudah di transfer di rekeningmu. Ini bukti transaksinya," ucap Gwen seraya menyerahkan ponselnya pada Pedro.
"Mana mungkin aku membohongimu, tidak ada uang itu dalam rekeningku," bantah Pedro.
"Itu urusanmu. Lagi pula barangnya juga tidak adakan? apa yang harus aku katakan kepada negaraku?" semprot Gwen dengan amarah yang sudah membuncah.
Keduanya lalu melihat Javier. Amarah mereka mulai meledak pada Javier yang mundur berapa langkah menjauhi Gwen dan Pedro.
"Ini semua gara-gara pria bodoh sepertimu. Kalau kamu tidak tergiur dengan kecantikannya, kita tidak akan mengalami kesialan seperti ini," semprot Gwen.
"Aku tidak tahu. Kalau dia itu adalah agen rahasia," ucap Javier memberi alasan.
Keduanya menyerang Javier secara bersamaan. Awalnya ketiganya adalah pasangan yang saling berbagi kehangatan diranjang dan kini saling menumpahkan darah diantara mereka.
Tentu saja uang milik Pedro raib dari rekeningnya karena uang itu sudah dialokasikan Nabilla ke sejumlah beberapa negara yang menjadi korban perang yang membutuhkan uluran tangan Nabilla tersenyum puas melihat uang milik Pedro yang akan ia serahkan kepada tuan Almero kini raib begitu saja dari rekening miliknya.
__ADS_1
Nabilla dan Amran begitu bahagia saat sudah mencapai lagi villa. Helikopter itu mendarat dengan sempurna di landasan pacu yang ada di villa tersebut. Anggota keluarga dibawah sana sudah menunggu dengan senyum cerah di wajah mereka. Empat hari di tinggal Nabilla dan Amran membuat mereka sangat merindukan pasangan itu.
Amran dan Nabilla berlari cepat menjauhi helikopter karena Co-pilot kembali mengudara seraya memberi hormat pada Amran yang ikut menunjukkan kedua jempolnya sebagai ucapan terimakasih.
Sementara Nadin, Lira dan Celia menggendong ketiga bayi lucu itu mengarahkan ke orangtua mereka.
Ketiganya mengenali kedua orangtua mereka hingga tubuh mereka condong ke depan sambil mengangkat tangan hendak minta di gendong. Wajah ceria ketiga bayinya itu terlihat sangat menggemaskan. Wajah lelah suami istri itu tergantikan dengan senyum binar belahan jiwa mereka.
"Assalamualaikum!" sapa pasangan itu pada semuanya seraya mengulurkan tangan menggendong bayi mereka.
Adam yang ingin di gendong oleh ayahnya berebutan dengan Bunga. Sementara Cintami meminta ibunya menggendongnya.
"Bagaimana misi kalian, apakah berhasil?" tanya tuan Rusli pada putrinya Nabilla.
"Alhamdullilah ayah. Berkat doa ayah dan semuanya di sini kami bisa melewatinya dengan mudah," ucap Nabilla lalu menciumi punggung tangan ayahnya. Dan beralih ke dokter Mariska, nenek Anisa, ummi Ambar, tuan Reky, dan kakek Abdullah. Selebihnya pada keempat adik iparnya.
"Ayolah. Kita ke dalam! Mungkin Nabilla mau menyusui bayinya dulu. Biar Amran yang akan menceritakan pengalamannya bertemu dengan tuan presiden di gedung putih," ucap nenek Anisa.
"Kita boleh ikut ke kamar kakak Nabilla nggak?" tanya Lea yang sangat penasaran dengan istri kakak tirinya itu.
"Boleh sayang. Ayo ke kamar kakak!" ajak Nabilla pada keempat iparnya yang sangat girang.
Setibanya di kamar Nabilla, istri Amran ini menggantikan gamisnya dengan baju santai hingga menampilkan kecantikan Nabilla yang sangat luar biasa. Keempat gadis itu menatap penuh kagum pada Nabilla.
"Masya Allah. Betapa sempurnanya wajah kak Nabilla. Pantas kak Amran begitu bucin," puji Lea.
"Benar. Kita yang cewek saja deman lihat wajah kak Nabilla apalagi cowok. Pantas saja kak Nabilla pakai cadar untuk melindungi kecantikannya agar terhindar dari fitnah," celetuk Lira penuh kagum.
__ADS_1
"Kalian semuanya cantik. Bersyukurlah dengan apa yang kita miliki. Dengan begitu kita tidak pernah berpikir buruk pada perasaan sendiri. Setan senang menggoda kalian jika kalian berani mengagumi kecantikan wanita lain didepan sang suami. Jangan pernah membanggakan kecantikan siapapun pada suami karena akan membuka pintu perselingkuhan," nasehat Nabilla.
Sambil bergantian menyusui ketiga bayinya yang kembali terlelap dalam kehangatan sang ibu. Ketiganya bisa melepaskan rindu mereka melalui ASI yang mereka hisap langsung dari dada sang ibu. Ketiganya bisa merasakan kehangatan cinta penuh kasih dari ibu yang telah melahirkan mereka.
Setelah memastikan ketiga bayinya sudah tidur, Nabilla beranjak ke kopernya memberikan hadiah untuk keempat adik iparnya dari tuan presiden berupa buku biografi presiden yang didalamnya ada tanda tangan langsung milik orang nomor satu negara adi kuasa itu. Ada juga lencana emas berbentuk Bros yang diberikan oleh presiden yang cukup banyak pada Nabilla dan iapun membagikan lagi untuk keempat iparnya.
"Mbak Nabilla. Ini sangat bagus. Terimakasih ya untuk oleh-olehnya," ucap Nadine.
"Sama-sama Nadine. Tapi, jangan ceritakan pada orang lain tentang lencana itu dari siapa karena itu adalah hadiah tuan presiden Amerika serikat," ucap Nabilla.
"Insya Allah kak. Kami akan jaga rahasia ini. Tapi, apa saja yang dilakukan kak Nabilla di Amerika? kenapa lama sekali perginya? apakah mereka sudah kehabisan stok orang jenius hingga melibatkan kak Nabilla?" tanya Celia secara beruntun.
Degggg...
"Mafianya sulit untuk ditemukan dan benar stok SDM mereka tidak bisa menyaingi kemampuan kakak, jadi kakak harus membantu mereka untuk menemukan para mafia negara itu dan semuanya sudah tertangkap," ucap Nabilla memberi alasan.
Namun tidak dengan Amran yang kebablasan menceritakan semuanya dari awal hingga akhir tanpa ia tutupi membuat semuanya bengong kecuali tuan Rusli yang terlihat sangat gelisah. Bagi Amran pengalamannya mendampingi istrinya sebuah petualangan seru. Dan itu adalah suatu kebanggaan dan kehormatan besar bagi Amran.
Namun tuan Rusli sangat ragu pada anggota keluarga putrinya ini apakah bisa amanah atau tidak karena keselamatan Nabilla di atas segala-galanya bagi dirinya.
"Masya Allah. Jadi Nabilla itu adalah agen FBI?" sentak Reno penuh kagum mendengar kisah hebat Nabilla.
"Aku baru mengetahuinya setelah kami sudah masuk ke markas FBI dan istriku sangat dihormati di sana. Ia bisa menciptakan alat-alat canggih untuk agen rahasia yang ditugaskan oleh negara adikuasa itu. Pokoknya, Nabillaku istri yang tak ada duanya di dunia ini setelah istri Sholehah para nabi," ucap Amran.
Tuan Abdullah dan nenek Anisa begitu terharu. Rasanya mereka yang paling bahagia mendapatkan cucu menantu seperti Nabilla." Feeling ku sangat kuat saat pertama kali melihat Nabilla. Gadis itu memiliki sesuatu yang lain daripada wanita manapun yang pernah aku temui selama menjadi seorang mafia. Jadi ini jawabannya. Alhamdullilah ya Allah, menjodohkan cucuku dengan wanita hebat seperti Nabilla. Semoga cicit-cicit ku akan mewarisi kehebatan ibu mereka," doa kakek Abdullah.
Vote dan like nya, Cinta. please!"
__ADS_1