Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
183. Keracunan!


__ADS_3

Pelacakan kejahatan yang dilakukan oleh pihak dari nyonya Milano dilakukan secara acak oleh Adam. Adam mengikuti setiap pergerakan nyonya Milano yang berusia 30 tahun ini di setiap tempat yang wanita itu kunjungi.


Kini Adam lebih leluasa melakukan penyamarannya demi untuk menangkap bukti kejahatan nyonya Milano dan ibunya yang selalu berpergian berdua jika tuan Sean sedang keluar kota atau keluar negeri.


Di sebuah klub malam, kedua wanita beda generasi ini berada. Adam ikut masuk ke tempat itu hanya ingin menempelkan alat penyadap di tas milik nyonya Carla untuk mengetahui rencana busuk nyonya Milano dan ibunya yaitu nyonya Carla.


"Mengapa gadis sialan itu belum mati juga?" tanya nyonya Carla yang sudah menghabiskan uang untuk menyewa orang membunuh Syakira.


"Kenapa harus menyuruh pihak ke tiga untuk membunuh gadis itu mommy? Kenapa kita tidak melakukan seperti kita membunuh ibunya saat itu?" tanya Milano.


"Tutup mulutmu! Dasar anak tak berguna. Kamu tidak pernah membaca situasi saat melihat bagaimana seorang Syakira sangat anti dengan obat tidur karena traumanya pada kematian ibunya. Untung saja gadis itu tidak melihat wajah ibu saat membunuh ibunya, kalau tidak, mommy masih mendekam di penjara sampai saat ini," sungut nyonya Carla.


"Racunin dia saja mom! Apa susahnya?" timpal Milano yang ingin membunuh Syakira secara instan.


"Apakah kamu gila hah? Bagaimana kalau ketahuan siapa yang meracuni gadis itu, bukankah urusannya lebih runyam? Alih-alih dapat warisan, justru yang ada kita akan berakhir di penjara," gerutu nyonya Carla.


"Terus, maunya mommy apa? bagaimana lagi cara kita untuk melenyapkan gadis sialan itu? Bukankah kita sudah mencoba berbagai cara untuk membuat gadis itu terbunuh?" tanya Milano.


"Buat dia mati seperti seorang yang mengalami kecelakaan. Akan mommy kasih tahu caranya nanti," ucap nyonya Carla membuat Adam yang sedang mendengarkan interaksi kedua wanita itu yang duduk di meja bar nampak kesal karena tidak tahu rencana jahat selanjutnya yang bakal dilakukan oleh Nyonya Carla.


"Sial...! Dasar perempuan keparat! Bagaimana mungkin kamu ingin melenyapkan seorang gadis yang telah kalian bunuh ibunya dan sekarang kalian ingin membunuh putrinya demi harta.


Aku harus melakukan sesuatu untuk membuat kalian tidak lagi berharap akan mendapatkan sepeserpun dari kekayaan tuan Sean maupun Syakira," seringai Adam lalu melajukan mobilnya kembali ke studio rekaman milik Syakira untuk menjemput gadis itu pulang.


"Syakira..! Sepertinya pangeranmu menjemputmu. Itu dia!" ujar salah satu staff Syakira yang ada di studio rekaman milik gadis itu.


"Biar saja dia menungguku!" balas Syakira.


Cherry yang melihat kedatangan Adam langsung mengeong di depan Adam lalu melakukan atraksi melompat dan berputar seakan sedang menari. Adam memahami kemauan kucing manja itu lalu menggendongnya.


"Di mana mommy kamu? Apakah dia sudah memberimu makan hari ini?" tanya Adam disahuti chery dengan mengeong.


"Iya sudah. Tapi, mommyku sedang main pianonya. Dengarkanlah, Adam! Dia sedang memainkan musik yang sangat indah untukmu," begitu kira-kira ucapan Cherry pada Adam.


Lagu


"Kala malam mulai ditaburi bintang. Hanya saja hatiku tak pernah tersentuh oleh kata rayuan seorang kekasih. Adakah dia mau mengatakannya? Walau ku tahu itu tak akan mungkin terjadi.


Apa yang harus aku berikan padamu? jika semuanya dibatasi dengan norma. Apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu jatuh cinta kepadaku selain rasa pedulimu? Rupanya yang aku miliki tak dapat menyentuh hatimu.


Bagaimana hidupku jika semua yang kita lewati akan berakhir? Apakah kamu akan merindukanku seperti apa yang kulakukan padamu saat ini? Semuanya akan berlalu pergi hanya meninggalkan sepenggal kisah yang tak akan terulang lagi."


Untaian lagu yang dinyanyiin oleh Syakira mampu menyusup ke dalam relung hatinya Adam. Ia merasakan gadis itu sedang menyindirnya lewat sebuah lagu.


"Apakah lagu itu untukku? Apakah dia menyukaiku?" batin Adam yang mulai merasakan getaran asmara dihatinya.


"Tidak. Aku akan mencintai wanita yang juga mencintai Tuhanku Allah dan Rasulullah. Aku tidak boleh melibatkan perasaan dalam pekerjaanku.


Jika dia mencintai Tuhanku, aku akan mencintai dia sebagai hamba Allah. Tapi, aku akan selalu mendoakanmu Syakira, semoga Allah memberikanmu hidayah," batin Adam menegaskan pilihannya.


"Hai Adam!" sapa Syakira usai menyelesaikan rekamannya.


"Apakah sudah selesai rekamannya?" tanya Adam.

__ADS_1


"Hmm!" Syakira mengambil Cherry dari gendongan Adam.


"Kita pulang sekarang?" tanya Adam sambil memakaikan mantelnya Syakira ke tubuh gadis itu.


"Iya. Kamu habis dari mana?" tanya Syakira.


"Mengunjungi temanku," sahut Adam asal.


"Apakah dia seorang wanita?" selidik Syakira.


"Teman pria."


Syakira menarik nafas lega mendengar jawaban Adam. Keduanya sudah berada di mobil saat ini. Adam mulai mengoreksi informasi tentang ibu sambungnya Syakira. Gadis ini menceritakan sejauh yang ia tahu.


"Syakira. Apakah kamu tidak mengunjungi ayahmu?" tanya Adam.


"Kalau aku mau bertemu daddy, pastinya di restoran, bukan di rumahnya," jawab Syakira.


"Kapan kamu mau ketemu dengan daddymu lagi?" tanya Adam.


"Paling Minggu depan," ujar Syakira.


"Apakah kamu mau melakukan apa yang aku rencanakan untuk menjebak seseorang, Syakira?" tanya Adam.


"Menjebak siapa, Adam?" tanya Syakira tidak mengerti.


"Ibu tirimu."


"Milano?"


Syakira mengangguk paham dan mendukung rencana pria tampan itu. Apa lagi selama ini, ia begitu membenci ibu tiri dan nenek tirinya itu.


"Itu yang aku tunggu Adam, mengirim mereka ke penjara," batin Syakira yang sudah mengetahui jika nyonya Carla yang telah membunuh ibunya.


Hanya saja nyonya Carla tidak mengetahui jika Syakira kecil sedang bersembunyi dibalik gorden.


"Mengapa tidak ingin makan siang atau makan malam di rumah daddymu?" tanya Adam.


"Para pelayan itu sudah dikendalikan oleh nyonya perampok itu. Aku tidak mau jika hidupku berakhir tragis di rumah daddyku," ujar Syakira.


Tiba di apartemen, Syakira langsung masuk ke kamarnya dan melakukan ritual sebelum berangkat tidur. Seperti biasa, Adam juga memasang perangkap untuk menjebak ibu tirinya Syakira di dalam kamarnya.


*


*


Undangan makan malam Syakira yang kebetulan merayakan ulang tahunnya disebuah restoran mewah itu dihadiri oleh tuan Sean, istrinya dan juga ibu mertuanya.


Semua menu makanan ditentukan oleh Syakira. Adam menemani Syakira dan keduanya menunggu kedatangan ketiga tamunya Syakira.


"Syakira. Lama tidak bertemu, kamu makin cantik saja, sayang," basa-basi Carla membuat Syakira memutar matanya malas.


"Terimakasih nyonya!" jawab Syakira yang tidak sudi memanggil Carla dengan sebutan Oma.

__ADS_1


"Ini hadiah untukmu sayang!" tuan Sean memberikan kalung berlian untuk putrinya keluaran terbaru.


"Terimakasih daddy! Harusnya Daddy tidak perlu repot-repot memberiku hadiah mahal ini, Daddy. Aku sudah punya segalanya dari hasil usahaku sendiri agar aku tidak menyusahkan suamiku nanti apa lagi mengharapkan warisannya," sarkas Syakira ditujukan kepada kedua nenek sihir yang duduk disamping daddy-nya.


"Kamu memang putri Daddy yang paling hebat. Selalu mandiri dan tidak mengandalkan harta orangtua," puji tuan Sean.


"Daddy. Aku boleh tidak, meminta sesuatu pada daddy di hari ulang tahun aku yang ke 21 tahun ini?" tanya Syakira.


"Apakah kamu ingin menikah, sayang?" tanya tuan Sean sambil mengunyah makanannya.


"Itu nanti saja daddy karena aku masih menunggu seseorang yang mencintaiku sepenuh hatinya bukan karena hartaku saja," ucap Syakira.


"Lalu. Kamu mau apa sayang?" tanya tuan Sean.


"Daddy. Syakira memiliki pekerjaan yang memilki resiko yang berujung pada kematian. Jadi, Syakira sudah menulis surat wasiat untuk menyalurkan semua harta Syakira untuk dana sosial dengan begitu uang Syakira berguna untuk orang banyak.


Syakira harap, Daddy juga mau melakukan hal yang sama seperti Syakira lakukan. Alihkan semua warisan Daddy untuk Syakira ke dana sosial," ucap Syakira.


"Baiklah sayang. Kalau itu maumu, Daddy akan melakukannya untukmu," ucap tuan Sean membuat nyonya Carla hampir menyemburkan makanannya begitu pula Milano yang tersedak ketika baru saja meloloskan air putih itu ke dalam tenggorokannya.


"Kamu tidak apa sayang?" tanya tuan Sean pada istri mudanya itu.


Tuan Sean mengusap punggung istrinya yang terlihat syok. Ibu dan anak itu langsung berdiri hendak ke toilet. Syakira menyeringai puas sambil melirik Adam yang mengerlingkan matanya sebagai apreasiasi pada Syakira yang berhasil membuat kedua nenek sihir ini hampir mati mendadak.


"Aku mau ke toilet dulu, hubby!" pamit Milano.


"Mommy juga sayang!" ucap nyonya Carla.


Keduanya berjalan sambil menghentakkan kaki mereka dengan terus mengumpat memakai Syakira." Dasar gadis sialan! Dia kira dia siapa?" Sumpah serapah itu dilayangkan pada Syakira.


"Kita harus membunuh keduanya secepatnya sebelum tua bangka itu mengalihkan kekayaannya untuk dana sosial," ucap Carla yang merupakan otak dari semua ini.


"Iya mommy. Lakukan dengan cepat karena aku tidak sabar menjadi seorang janda milyuner!" pinta Milano.


Adam pamit pada Syakira dan tuan Sean untuk menerima telepon masuk. Syakira dan ayahnya ngobrol seperti biasa. Syakira memanggil pelayan untuk memesan wine untuk mereka berduanya ingin minum wine malam ini karena udaranya sangat dingin.


Dari kejauhan, Adam melihat interaksi kedua wanita sihir itu dengan pelayan restoran yang sedang membawakan botol anggur yang sudah terbuka segel penutupnya.


Pelayan itu bergegas untuk mengantarkan sebotol wine itu ke meja Syakira." Apakah wine-nya dituangkan sekarang, tuan?" tanya pelayan itu.


"Boleh," jawab Syakira.


"Sayang. Daddy mau ke toilet sebentar. Kamu minum saja duluan!" pamit tuan Sean.


"Iya daddy!"


Saat tuan Sean sudah menjauh, Syakira mengangkat gelas tangkai itu lalu mengantarkan ke mulutnya.


"No...! Jangan di minum Syakiraaaa.....!" pekik Adam tertahan.


Doorrrr.....


Seseorang menembak ke arah Adam yang berlari ingin menyelamatkan Syakira agar tidak meminum anggur beracun itu.

__ADS_1


......................


Vote dan likenya, cinta please!


__ADS_2