Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
278. Seratus Pertama Hari Kerja


__ADS_3

Tiga bulan pertama masa pemerintahannya Amran, rakyat mulai merasakan dampak kepemimpinan mantan mafia itu. Bagaimana tidak, harga sembako dibuat teratur dengan penghasilan masyarakat yang meningkat pesat.


Para petani, nelayan dan beberapa pengusaha kecil lainnya merasakan hasil dari kerja keras mereka saat ini benar-benar terbayar impas. Mereka tidak pernah lagi berurusan dengan para tengkulak yang mematok harga asal jadi untuk mengeruk keuntungan dari para petani, nelayan maupun industri pengrajin apapun yang selama ini nampak pasrah menerima nasib.


Dalam tiga bulan itu, mereka mewujudkan impian kecil mereka memiliki rumah besar dan mobil bermerek standar untuk bisa mereka nikmati. Rasa syukur mereka atas apa yang mereka dapatkan saat ini semuanya atas ijin Allah yang telah mengirimkan pemimpin hebat seperti Amran untuk memperjuangkan nasib mereka.


Bahkan para generasi muda yang sedari awal hanya ingin berniat kerja untuk menghasilkan lebih cepat mendapatkan uang karena


ketidakmampuan mereka untuk mengenyam jenjang pendidikan yang lebih tinggi yang selalu terbentur biaya maupun intelektual mereka yang standar.


Amran memperhatikan itu semua terutama mencerdaskan bangsa melalui generasi muda dari tingkat bawah hingga tingkat akhir untuk siap bersaing saat terjun ke dunia kerja.


Mereka benar-benar diarahkan sesuai dengan skill mereka yang memiliki bakat dan minat di bidang mereka masing-masing.


Saat ini Amran meminta hasil kerja dari setiap menterinya untuk dilaporkan kepadanya bukan hanya berdasarkan laporan tertulis saja tapi bukti akan kinerja mereka yang sudah dinikmati langsung oleh segala kalangan masyarakat tanpa membedakan strata sosial.


"Apakah kalian sudah siap dengan meeting kita pagi ini?" tanya Amran pada menteri kabinetnya.


"Sudah bapak presiden," ucap mereka kompak.


"Kalau begitu mulai dari menteri perekonomian lalu di ikuti menteri perdagangan dan menteri pendidikan. Setelah itu akan diikuti laporan menteri yang lain yang sudah saya fokuskan pada kalian untuk mengejar pencapaian target yang sesuai harapan kita di tiga bulan pertama kita melayani rakyat," tutur Amran.


"Baik tuan. Saya yang menjadi orang pertama yang sudah membuktikan kinerja bawahan saya yang bersentuhan langsung dengan para pedagang pasar dan juga masyarakat yang merasakan langsung sistem perekonomian yang kita terapkan di tiga bulan pertama periode awal ini," ucap menteri keuangan dan perekonomian.


Masing-masing mereka diberikan waktu sepuluh menit untuk membahas laporan mereka dari lapangan.

__ADS_1


"Apa masih ada keluhan dari masyarakat kita? terutama menteri komunikasi yang selalu bersentuhan dengan media. Pasti perbincangan di dunia maya dari laporan masyarakat lebih real ketimbang dari laporan yang sudah masuk saat ini," tanya Amran pada menteri komunikasi.


"Dari hasil survei yang kami lakukan, tidak ada satu keluhan pun yang kami dengar dan kami lihat di setiap medsos yang diunggah oleh masyarakat kecuali pujian kepada anda, bapak presiden," ucap menteri terkait.


"Kalau begitu lakukan pemeriksaan silang pada masyarakat yang tidak memiliki akses langsung dengan alat komunikasi yang ada di desa-desa terpencil. Terutama desa-desa yang memiliki infrastruktur yang sangat buruk. Baik itu jalanan yang selalu menghambat tranportasi untuk mereka lalui.


Jadi, yang saya terima laporan sejauh ini pada masyarakat kota, kabupaten dan desa tapi belum pada masyarakat pelosok yang sulit dijangkau itu yang belum tersentuh. Untuk itu menteri perhubungan dan menteri desa tertinggal, saya ingin laporan anda sekarang!" titah Amran tegas karena anggaran untuk desa tertinggal lebih besar yang sudah ia siapkan untuk seluruh desa tertinggal yang ada di pelosok tanah air tanpa terkecuali.


"Saat ini masih dalam tahap pembangunan, presiden. Jadi, tidak ada yang bisa saya sampaikan kepada bapak karena butuh proses dan waktu untuk menyelesaikannya karena waktu kita tiga bulan ke depan tidaklah cukup untuk membuat laporan," ucap menteri terkait menyampaikan keberatannya.


"Baiklah. Saya paham. Mulai saat ini untuk menekan lonjakan urbanisasi ke kota-kota besar dengan membuka lowongan pekerjaan yang ada di daerah -daerah dengan memberikan modal usaha untuk mereka yang ingin usaha sesuai kemampuan mereka maupun yang ingin bekerja di pemerintahan.


Kalau bisa kurangi TKI kita untuk bekerja di luar negeri agar para ibu-ibu muda atau anak gadis agar tetap berada di lingkungan keluarga mereka," titah Amran yang memikirkan bagaimana nasib para TKI wanita yang harus terpisah dengan anak-anaknya demi mengadu nasib di negara orang.


Jika ingin bekerja di luar negeri bukan sebagai asisten rumah tangga tapi sebagai para pekerja yang memiliki pendidikan tinggi sesuai dibidang nya yang benar-benar dibutuhkan di negara luar.


Di meja makan itu, Amran menekankan pada menteri agama agar masyarakat Indonesia dibekali dengan ilmu agama sesuai dengan agama mereka masing-masing agar keimanan negara ini benar-benar terjaga agar bisa mencegah dari hal yang batil.


"Nanti saya akan berkunjung ke gedung DPR untuk mendengarkan para wakil rakyat itu bicara tentang kebutuhan rakyatnya dan program apa saja yang selama tiga bulan ini mereka lakukan untuk rakyat yang telah memilih mereka.


Nanti juga saya ingin menyampaikan beberapa aturan perundang-undangan negara ini untuk mencegah beberapa hal yang terkait dengan setiap kebijakan yang kita ambil demi kemaslahatan umat," tutur Amran.


"Kami akan selalu mendukung langkah apa saja yang diambil oleh bapak presiden untuk kepentingan rakyat Indonesia," ucap yang lainnya.


Beberapa menit kemudian, beberapa orang menteri mendekati Amran untuk membicarakan hal pribadi dengan Amran.

__ADS_1


"Bapak presiden. Apakah kami boleh membicarakan sesuatu pada anda?" tanya Tuan Fahmi.


"Silahkan...!"


Amran siap mendengarkan sekitar lima orang menteri yang terkenal kesholehannya dan juga kecerdasannya.


"Begini pak presiden. Ini mengenai zakat perusahaan kami untuk negara ini. Kami berlima sepakat untuk menambahkan pengeluaran zakat kami yang dari dua setengah persen menjadi 30 persen untuk kepentingan rakyat Indonesia," ucap tuan Firdaus.


Amran terkesima mendengar ucapan menterinya ini." Apa yang membuat kalian begitu berani mengeluarkan zakat perusahaan kalian untuk negara ini?" tanya Amran penasaran.


"Karena kami merasakan dampak begitu luar biasa manfaatnya saat kami berniaga langsung dengan Allah. Omset perusahaan kami dalam tiga bulan ini meningkat seratus persen," ucap kelima menteri tersebut.


"Masya Allah... Masya Allah. Tabarakallah...," Amran memuji nama Tuhannya dengan penuh rasa haru.


"Semoga Allah merahmati kalian dan keluarga besar kalian," ucap Amran sambil mengusap air matanya.


"Terimakasih pak presiden...!"


Tidak lama kemudian, beberapa menteri yang lainnya yang non muslim juga ingin bicara dengan Amran. Dan lebih mengagetkan lagi, mereka juga ingin mengeluarkan hasil dari perusahaan milik mereka untuk negara ini yaitu sebesar 70 persen. Dan kini giliran Amran yang ingin menyampaikan hal yang sama kepada para menterinya yang sudah mendengar tentang pengeluaran zakat yang dilakukan menteri yang lainnya.


"Saya Amran sebagai presiden negara ini untuk menyerahkan hasil perusahaan saya sebesar seratus persen. Saya ingin bekerja untuk Allah dan cukup Allah yang menggaji saya," ucap Amran yang tidak mengambil gaji presidennya karena ia ingin serahkan semuanya untuk kepentingan rakyat selain harta kekayaan pribadinya.


"Saya juga tuan Amran," ucap wakil presiden yaitu bapak Hadikusuma.


Akhirnya semua menteri sepakat untuk menambahkan zakat mereka untuk negara ini sesuai dengan kesanggupan mereka yang sudah melebihi dari ketentuan semula. Mereka bersalaman dan berpelukan sebagai ungkapan rasa kegembiraan mereka karena begitu puas dalam berbagi.

__ADS_1


Jika kita tahu hikmahnya berbagi, maka ada kepuasan batin tersendiri saat melihat wajah-wajah orang yang kita tolong itu terlihat bahagia. Bukan karena nominal uang yang kita kasih tapi bantuan tulus yang kita berikan pada mereka tanpa merendahkan harga diri penerimanya.


Karena tidak sedikit manusia yang menolong orang lain tapi setelah itu dia mengungkit-ungkit kebaikannya kepada orang lain. Atau mengumbar di media demi mendapatkan followers.


__ADS_2