Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
193. Ternyata Hanya Jebakan


__ADS_3

Berjalannya waktu yang tidak terasa begitu cepat bergulir membuat Adam saat ini mulai memikirkan lagi pertemuannya dengan gadis bercadar beberapa bulan yang lalu.


Saat ini, Adam mulai melacak keberadaan gadis itu dengan menelusuri plat nomor kendaraan yang pernah ia tabrak saat itu yang digunakan oleh gadis bercadar itu. Setelah hasil temuannya yang didapatkannya ternyata pemilik mobilnya bernama lengkap


"Mohammad Rahil Abidzar. Usia 50 tahun. Apakah ini adalah nama ayah gadis itu? Berarti aku harus mencari informasi dari kartu keluarga ayahnya,"ucap Adam mulai melakukan searching lagi di laptop miliknya.


"Nah, ini dia!" Adam terkekeh sendiri saat menemukan data gadis yang ingin ia lamar." Namanya Hanadiah Zhafara. Usia 21 tahun. Pendidikan terakhir S2. Lulusan Kairo Mesir." Adam tersenyum merasa mendapatkan kesempatan untuk melamar gadis itu.


Ia buru-buru meninggalkan kantornya dan berniat untuk berkunjung ke rumah gadis itu secara personal untuk melakukan ta'aruf. Setibanya di rumah, Adam dipanggil oleh Nabilla saat putranya itu baru saja mengucapkan salam.


"Sayang. Tolong antarkan mommy ke rumahnya teman pengajian mommy yah!" pinta Nabilla membuat Adam bingung sendiri karena ia punya acara sendiri saat ini.


"Bukannya ada Daddy yang biasa nganterin mommy?" Adam sengaja mengelak permintaan Nabilla.


"Daddy lagi ada keperluan dengan om Reno dan om Wira. Kamu saja yang ngantar mommy ke rumah teman pengajian mommy," ucap Nabilla.


"Yah..! batal deh acara nembak cewek. Bagaimana mau dapat isteri. Astaghfirullah. Kenapa aku jadi ngeluh begini. Aku harus utamakan kepentingan mommy aku dulu sebelum melakukan urusanku. Kalau nggak bisa nganter mommy malam ini, bisa kualat aku. Ampunilah hambaMu ini ya Allah karena salah ucap sama mommy," batin Adam.


"Ok mommy sayang. Bersiaplah..! Biar Adam yang temanin mommy. Tapi, mommy tidak boleh jodihin Adam dengan gadis pilihan mommy!" Adam lebih dulu warning ibunya yang hanya bisa nyengir.


"Jangan seperti daddymu, Adam. Awalnya nolak lama-lama penasaran!" teriak Nabilla saat putranya menaiki tangga." Dasar anak sama bapak sama-sama nolak barang bagus tapi akhirnya doyan. Like son like father," Nabilla cekikikan sendiri sambil menyiapkan kue yang akan ia bawa ke pengajiannya kali ini.


Beberapa saat kemudian, Adam tampak gagah dengan kemeja polos berwarna biru di padu celana panjang formal. Putra Nabilla ini tampak gagah hingga Nabilla cukup terpana melihat pesona ketampanan putranya yang menjiplak habis wajah sang suaminya.


"Kenapa mommy jadi bengong seperti itu? Ingat masa mudanya daddy saat godain mommy dulu?" ledek Adam membuat Nabilla hanya tersenyum.


"Daddy kamu nggak ada romantisnya sama mommy. Romantisnya telat," ujar Nabilla.


"Tapi, bisa membuat mommy bahagia sampai saat inikan?" goda Adam.


"Makanya, nanti kalau kamu sudah punya istri jangan jutek-jutek kalau pada akhirnya kamu bucin," ucap Nabilla.


"Insya Allah mommy, yang penting cocok di hati Adam," jawab Adam sekenanya.

__ADS_1


"Ayo kita berangkat! Nanti jalanannya keburu macet," ucap Nabilla seraya memberikan kotak kue pada pelayan untuk di masukkan ke mobilnya.


Tidak lama keduanya sudah berada di mobil. Setibanya di rumah teman pengajian Nabilla, nampak ada beberapa mobil yang sudah berbaris di depan jalan tepat di halaman mansion mewah milik teman ngajinya Nabilla.


"Pengajiannya campur laki-laki dan perempuan, ya mommy?" tanya Adam yang mulai curiga dengan ibunya.


"Ayo kita masuk, Adam! Mereka sudah menunggu kita," ajak Nabilla.


"Sepertinya alamat ini yang baru saja aku....-" astaga!" Adam ingat akan sesuatu hal.


"Assalamualaikum...!" Sapa Nabilla yang dijawab oleh penghuni rumah itu.


"Waalaikumuslam...!" Ini yang namanya Adam?" tanya nyonya Della setelah cipika cipiki dengan Nabilla.


"Iya jeng. Ini putraku Adam."


Adam merasa sudah masuk dalam jebakan ibunya karena ada kelurga besarnya yang sudah berkumpul terlebih dahulu dengan keluarga pemilik rumah ini.


"Ayo sayang! Kenalkan ini teman pengajian mommy!" Ucap Nabilla sambil menarik tangan putranya yang masih termangu memindai semua orang yang terlihat cuek dengan keberadaannya.


Duduk di ruang utama, Adam di datangi ayahnya diikuti omnya Arland, Reno dan Wira dan duduk dekat dengan pria 25 tahun ini.


"Maaf Adam! Daddy sengaja melakukan ini demi dirimu. Semoga kamu tidak membenci dengan niat baik kami ingin melamar seorang gadis untukmu," ucap Amran membuat Adam hanya bisa menarik nafas panjang karena tujuan mereka ternyata sama.


"Tidak apa Daddy. Ini masih belum mencapai kata sepakat, bukan?" tanya Adam.


"Itu kembali kepada keputusan kamu, nak. Jika kamu menyukai gadis itu, kita akan segera melamarnya," ucap Amran.


"Yang jelas, keputusan yang diambil daddy kamu tidak akan membuat kamu kecewa Adam," ucap Reno.


"Iya Adam. Lihatlah...! Gadis itu sudah nampak akrab dengan keponakanmu Audrey dan Dinar," ucap Wira yang melihat cucunya sedang bermain bersama gadis yang akan mereka lamar untuk Adam.


Adam menengok ke arah gadis yang di maksud oleh paman Wira. Adam memperhatikan dengan seksama dan ternyata gadis yang sama yang ingin ia datangi malam ini.

__ADS_1


"Ayo kita mulai acara perkenalannya!" ajak tuan Dwiyanto.


Adam sedikit terjebak karena Ia merasa ada yang salah dengan informasi yang ia dapatkan. Acara perkenalan di mulai. Semuanya nampak diam di tempat mereka masing-masing di ruang keluarga itu. Sang punya acara mulai membuka acara perkenalan itu.


"Terimakasih sudah bersedia berkunjung ke kediaman kami. Saya sebagai ayah sambungnya Nadia Humaira. Dan ini putri kami Nadia..!" sambut tuan Dwiyanto membuat Adam makin bingung.


"Apakah Nadia memiliki saudara kembar, Daddy?" tanya Adam pada Amran.


"Iya. Saudara kembarnya Nadia tinggal dengan ayah kandungnya dan adik perempuannya yang satu lagi, Daddy lupa orangtuanya sudah bercerai saat mereka masih kecil.


"Apakah saudara kembarnya datang juga?" tanya Adam.


"Entahlah."


"Kalau begitu aku tidak mau dengan gadis itu, daddy. Karena aku menginginkan saudara kembarnya," tolak Adam.


"Tapi Adam...!"


"Daddy... tolonglah! Adam maunya Hanadiah Zhafara bukan Nadia Humaira," tegas Adam hendak bangkit namun Adam harus mendengarkan kenyataan pahit.


"Putri kami Nadia baru mau menikah setelah saudara kembarnya Hanadiah sudah menikah dua pekan yang lalu," imbuh tuan Dwiyanto membuat Adam sangat syok.


"Astaghfirullah. Ternyata aku terlambat melamar gadis itu karena kesibukanku," sesal Adam yang tidak sesuai dengan ekspektasinya.


Setelah menyampaikan beberapa ucapan perkenalan dari tuan Dwiyanto, kini masuk ke acara inti.


"Nak Adam. Ini adalah masa perkenalan saja. Jika kamu ingin melihat wajah putri kami, maka kami akan mengijinkan putri kami untuk membuka cadarnya supaya kita tidak seperti membeli kucing dalam karung. Apakah nak Adam bersedia melakukan ta'aruf dengan putri kami, Nadia?" tanya nyonya Della.


Adam nampak bingung karena hatinya saat ini belum siap menerima kejutan lanjutan karena hatinya masih memikirkan sosok Hanadiah Zhafara yang ingin ia temui ternyata sudah menjadi milik orang lain.


"Bagaimana Adam? Apakah kamu ingin melihat wajah Nadia?" tanya Amran yang tidak suka putranya terlihat enggan dengan perjodohan ini.


......................

__ADS_1


Vote dan likenya cinta please!


__ADS_2