
Perkataan si kembar yang barusan membuat semua terdiam seakan dunia saat ini sedang mau kiamat. Wajah Nabilla yang tadi ramah berubah kelam hingga Bunga mengambil alih untuk mendiamkan putra kembarnya.
"Raffa, Raffi... habiskan makan siang kalian dan kembali ke kamar! " titah Bunga sambil menatap si kembar dengan memberikan isyarat untuk melihat wajah ketidaksukaan Oma mereka karena dianggap lancang menurut pandangan Nabilla.
Tangan Syakira yang sangat gemetar hingga merasakan tenggorokannya sangat sakit untuk menelan makanan saat ini. Ia segera menyudahi makanannya terlebih dahulu lalu bangun untuk mencuci tangan.
Makanan yang sedari awal terlihat lezat berubah hambar karena dikuti suasana hati yang buruk. Ghaishan melirik istrinya agar menemani Syakira karena mereka adalah tuan rumah di rumah itu.
Nada yang mengerti segera menyusul Syakira yang terlihat menjauh dengan kembali menangis. Semuanya buru-buru menghabiskan makanan mereka saat ini.
Selama ini, tidak ada satupun yang membantah perkataan Nabilla yang terlihat lembut di luar namun keras di dalam. Prinsip hidupnya yang terlalu menjunjung tinggi kehormatan hingga tanpa sadar membuat putra-putrinya tidak cukup bebas untuk memilih apa yang mereka inginkan. Hanya Amran yang masih bisa diajak kompromi karena kehidupannya yang santai tidak terlalu ingin dikekang oleh siapapun dan itu membuat ia sangat mengerti perasaan kelima anaknya.
Setengah jam kemudian, semuanya sudah siap dengan perangkat sholat mereka masing-masing termasuk Syakira yang diajak sholat dhuhur oleh Nada. Amran bertindak sebagai imam. Syakira merasakan kenyamanan dalam sholat berjamaah di keluarganya Adam.
Sesuatu yang sangat mahal dan sulit ia temukan. Dan di kelurga ini dirinya merasakan ada kekuatan besar yang menariknya untuk ikut melebur dalam kehangatan cinta kasih keluarga itu.
"Ya Allah. Sebaik-baiknya rencana manusia, hanya Engkau pembuat rencana terbaik, maka satukanlah hambaMu ini dalam keluarga ini agar aku lebih dekat denganMu ya Robbi," doa Syakira disujud terakhirnya.
Salam terakhir diucapkan Amran. Satu persatu anggota keluarganya menyalaminya. Hanya Syakira saja yang tidak bisa Salim pada Amran, Ghaishan dan Adam karena belum menjadi muhrim.
Si kembar menghampiri sang Oma yang sedang berzikir saat ini.
"Oma...! Kami berdua minta maaf karena sangat lancang saat di meja makan tadi. Kami janji tidak akan ikut campur dalam urusan orang dewasa," ucap si kembar.
Nabilla tersenyum pada si kembar lalu mengecup kening cucu kembarnya.
"Alhamdulillah. Cucu Oma sangat hebat. Tetap belajar santun pada orang dewasa karena adab lebih penting daripada mengikuti hati kecilmu walaupun itu adalah kebenaran.
__ADS_1
Konon dulu saat putranya sahabat Rasulullah yaitu Umar bin Khattab pernah duduk di dalam majelis ilmu. Saat itu nabi bertanya pada para sahabatnya tentang suatu hal. Namun tidak ada satu orangpun yang bisa menjawabnya kecuali putranya Umar bin Khattab.
Iapun tetap diam dan memilih untuk bersikap tawadhu. Hingga akhirnya dia ditegur sang ayah," tutur Nabilla dengan mengisahkan tentang sahabat rasulullah.
"Wahai putraku! Mengapa kamu tidak mau menjawab pertanyaan Rasulullah padahal ayah melihatmu kamu mengetahuinya?" tanya Umar.
"Ya Abati( ayah). Sesungguhnya aku tidak ingin mempermalukan orang-orang dewasa itu di depan Rasullullah karena ilmuku yang lebih hebat dari mereka. Aku memilih diam karena aku lebih mengutamakan adab daripada ilmuku," jawab putranya Umar bijak.
"Bagaimana? Kalian sudah ambil hikmah dari cerita yang Oma sampaikan barusan?" tanya Nabilla.
"Iya Oma. Kami mengerti. Terimakasih Oma..!" ucap si kembar kompak lalu memeluk Nabilla.
Kini giliran Syakira yang pamit pulang karena ia harus kembali ke perusahaannya. Nabilla dan Amran mengantar Syakira ke pintu utama. Adam pamit kepada kedua orangtuanya untuk mengantar pulang Syakira.
"Syakira. Apakah kamu mau weekend besok, ikut kami main ski di area perbukitan?" tawar Nabilla untuk menyenangkan hati Syakira.
Syakira nampak terperangah mendengar tawaran Nabilla lalu menatap Adam yang hanya mengangguk." Baik mommy. Aku akan ikut dengan kalian. Terimakasih..!" ucap Syakira lalu menyalami tangan Nabilla.
"Baik mommy."
Adam sudah berada di dalam mobil bersama dengan Syakira yang memangku Cherry yang sedari tadi menjadi kucing pemalas.
Mobil bergerak meninggalkan kediaman Nada dan Ghaishan.
Di sepanjang jalan nampak keduanya diam tak ingin membuka obrolan. Keduanya sama-sama tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.
"Aku minta maaf soal keponakanku tadi..!" ucap Adam.
__ADS_1
"Bagiku itu tidak masalah. Allah memang sudah merancang otak pada usia anak-anak yang selalu berkata jujur dari dalam hati mereka yang bening karena belum mengerti cara untuk merekayasa kebohongan demi menjatuhkan orang lain dan memuji orang lain agar bisa mencapai intrik sebuah politik untuk menyenangkan orang lain," imbuh Syakira.
"Terimakasih Syakira. Aku harap kamu juga mengerti akan keadaanku karena saat ini aku masih dalam masa pertunangan. Ibuku selalu mengutamakan reputasi kelurga daripada apapun. Aku mohon kamu tidak ...-"
"Cinta yang diberikan ibumu padaku hari ini, sudah lebih mencukupi rasa syukur ku kepada Allah bahwa aku dipertemukan dengan seorang ibu berhati malaikat yang memberikan belain kasihnya hingga menyusup ke dalam sanubariku terdalam. Dan perkara kecil itu yang membuat aku lupa akan kesedihanku sendiri," ucap Syakira menjaga imagenya depan Adam.
"Terimakasih atas pengertianmu, Syakira. Aku merasa lega karena kamu mau berbesar hati untuk menerima hubungan kita ini sebagai bentuk persahabatan," ucap Adam.
"Tidak perlu merasa bersalah karena dari awal hubungan kita dimulai dengan profesional yaitu seorang bodyguard dan kliennya tidak lebih," ucap Syakira.
Tidak terasa keduanya sudah tiba di depan gedung perusahaannya Syakira. Gadis ini segera turun dari mobilnya dengan tidak lupa mengucapkan terimakasih dan salam sebagai sesama muslim.
Adam yang mengingat pesan ibunya agar segera pulang, tidak lagi mengantar Syakira sampai ke dalam gedung itu karena sudah di kawal oleh satpam.
Rupanya Adam dan Syakira yang tidak mendengar berita dari BMKG yang mengatakan bahwa ada badai salju yang akan melanda kota New York dan sekitarnya sesaat lagi. Itulah sebabnya karyawan diminta untuk segera meninggalkan perusahaan sebelum badai datang. Walaupun belum saatnya jam pulang kantor.
Adam yang sudah jauh dari perusahaan Syakira nampak tenang-tenang saja menyusuri jalanan ibu kota yang terlihat seperti gumpalan awan putih yang menutupi sekitarnya.
Hingga ia harus menyalakan lampu mobil untuk memberikan tanda hati-hati dengan jarak mobil pengendara lain agar tidak terjadi tabrakan.
Karena cukup macet menjelang sore, Adam menyalakan radio untuk mendengar berita. Saat mengetahui akan terjadi badai setengah jam lagi membuat Adam panik karena baru ingat Syakira yang akan terkurung di perusahaan sendirian.
"Ya Allah. Syakira...! Aku harus menjemput lagi Syakira," lirih Adam yang mengkuatirkan keadaan Syakira saat ini.
Adam memutar balik lagi mobilnya mengarah ke alamat gedung perusahaan Syakira. Di luar dari dugaannya tiba-tiba bagai salju datang dengan hantaman bunga es yang cukup kuat seakan kaca mobil Adam saat ini ditimpa banyak batu kerikil.
Adam mempercepat laju mobilnya tidak peduli dengan badai saat ini. Dipikirannya hanya ada Syakira seorang. Dan membuat dirinya kesal adalah ponsel Syakira sulit sekali untuk dihubungi.
__ADS_1
......................
Vote dan likenya cinta please