
Setelah mendapatkan semua informasi dari data pelaku Mafia yang bergerak di dunia kejahatan yang bekerjasama dengan para pejabat publik, maka Nabilla sibuk menghafal semua kejahatan itu dalam memorinya tanpa ingin mencatatnya atau merekamnya seperti yang dilakukan oleh ayahnya dan Arland yang langsung menyimpan informasi penting itu di flashdisk mereka. Sementara Nabilla sendiri hanya mengirimkan data pelaku ke email miliknya.
"Aku memang tidak menyentuhmu, pak Gavin. Tapi negara yang akan mengurusmu," batin Nabilla sambil menarik sudut bibirnya.
"Apakah kita sudah siap untuk memiskinkan mereka, tuan?" tanya Arland pada tuan Rusli yang masih melamun.
"Permainannya tidak seperti Arland," sahut Nabilla.
"Bagaimana caranya, Nabilla? bukankah itu idemu tempo hari?" balas Arland.
"Memang itu ideku. Tapi, bukankah di antara ideku ada satu poin yang ada adu dombanya?" ucap Nabilla.
"Bagaimana cara kerjanya Nabilla?" tanya tuan Rusli ikut bingung dengan rencana putrinya.
"Kita sudah mengetahui nomor ID milik mereka masing-masing. Diantara mereka ada kekuatan pada kekuasaan yang saling bersaing untuk saling menjatuhkan lawan mereka karena mafia-mafia itu hanya menjalin hubungan diantara mereka bukan berdasarkan rasa kebersamaan tapi rasa haus akan kekuasaan yang mendominasi jiwa serakah diantara mereka. Lebih tepatnya adalah siapa yang kuat ia yang lebih dominan menjadi ketua mafia," ucap Nabilla.
"Maksud kamu, kita buat yang lemah mencuri yang kuat? seperti itu?" tanya Tuan Rusli yang sudah mengerti permainan Nabilla.
"Benar sekali Tuan. Kita menggunakan orang kepercayaan mereka sendiri yang selama ini hafal betul dengan pekerjaan Tuannya, otomatis dia mengetahui nomor ID Tuannya. Jadi, kesannya asisten pribadinya itu yang akan mengkhianatinya dengan memindahkan uangnya sebagian ke rekening pribadi asistennya dan sebagian lagi ke rekening saingan bisnis mereka.
Sementara rekening milik mafia yang masih amatir sudah kita pindahkan ke dana sosial ke beberapa negara yang kurang makmur yang sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur struktur untuk kelancaran mobilitas mereka terutama transportasi, rumah sakit, sekolah, perusahaan air bersih dan tempat ibadah. Lebihnya kita masuk ke UKM para pedagang pasar untuk meningkatkan kualitas kehidupan mereka dan tentunya sektor pertanian sebagai komoditi unggulan untuk masyarakat miskin di negara tersebut," ucap Nabilla.
"Kenapa tidak dibagikan langsung saja ke setiap warga miskin untuk kehidupan mereka seperti makanan, Nabilla?" tanya Arland.
"Karena uang yang didapatkan para mafia itu adalah uang haram. Jadi tidak bagus untuk dibagikan langsung ke masyarakat untuk biaya hidup mereka dalam bertahan hidup. Itu yang saya pelajari dalam hukum Islam," ucap Nabilla.
__ADS_1
"Ok. Sekarang, apa langkah selanjutnya yang akan kalian lakukan?" tanya tuan Rusli.
"Memecat pengacara Dito. Dan pastikan dia dalam pengawasan kita," ucap Nabilla membuat Arland tercengang.
"Apa yang terjadi Nabilla? mengapa pengacara Dito di bawa-bawa?" tanya Arland tidak percaya.
"Karena dia adalah anak buah Kenzy. Dia telah terpengaruh dengan janji manis Kenzy yang ingin menjadikan dia sebagai mafia hukum," jelas Nabilla sambil jarinya memainkan lagi tombol-tombol yang ada di komputer raksasa itu untuk mencari informasi tentang pengacara Dito dan sesaat kemudian foto dan data pribadi Dito terpampang jelas dihadapan mereka dengan beberapa koneksinya dan itu termasuk polisi Gavin.
"Sialannnn.... berengsek kau Dito!" Umpat Arland naik pitam dengan sepak terjangnya Dito, yang turut serta menyeret Amran untuk bisa ditangkap oleh polisi.
"Tenang saja Arland. Aku sudah memblokir semua informasi tentang kekayaan suamiku baik itu uang, jaringan bisnis dan aset lainnya yang ia tahu hingga ia tidak bisa melakukan akses untuk berbuat curang pada kekayaan suamiku dan juga kekayaan kakek Abdullah. Jadi, tidak perlu dikuatirkan lagi. Semuanya aman dan terkendali dalam penjagaanku," ucap Nabilla.
"Berarti dia juga tidak bisa lagi keluar masuk ke perusahaan kita, Nabilla ?" tanya Arland.
"Namanya sudah di blacklist di setiap perusahaan kita. Hanya surat pemecatannya saja yang perlu di sahkan oleh kakek dan Amran," ucap Nabilla.
"Itu lebih baik. Aku ingin sekali melihat tampang idiotnya itu ketakutan dan menenggelamkannya di dasar laut," ucap Nabilla membuat Arland dan tuan Rusli menaikkan satu alisnya.
"Astaga.. Selain jenius, putriku memiliki jiwa psikopat juga," batin tuan Rusli sambil menggelengkan kepalanya.
"Tenyata kamu dan Amran memang jodoh. Seorang mafia butuh pendamping sepertimu Nabilla yang tidak pernah takut apapun. Jika Amran bisa berperang dengan senjatanya dan kekuatan fisik, tidak dengan Nabilla yang membunuh orang dengan kekuatan otak dan mentalnya. Jika mentalnya lembek, tidak mungkin bisa berhadapan dengan orang berpengaruh ditubuh polri seperti polisi Gavin. Sayang, stoknya cuma satu," gumam Arland membatin.
Banyak sekali rencana yang ada di kepala Nabila yang tidak bisa ia ungkapkan semuanya pada Arlan dan tuan Rusli. Ia mengandalkan instingnya untuk memerangi para penjahat berdasi yang bersembunyi dibalik jabatan mereka di setiap instansi pemerintah.
...----------------...
__ADS_1
"Tunggu saja permainanku selanjutnya, tuan-tuan dan nyonya-nyonya. Mulai saat ini aku tidak akan membuat kalian tidur dengan tenang seperti aku saat ini karena terlalu merindukan suamiku. Hei..! kalian yang ada didalam, berdoalah untuk ummi dan daddy kalian. Jadilah calon agen-agen baru yang berintegritas tinggi untuk bangsa ini agar kelak bangsa ini bisa hidup merdeka untuk menikmati hasil bumi Indonesia yang selama ini telah dikuasai oleh para koruptor," pinta Nabilla pada calon bayi kembar tiga miliknya.
Rupanya polisi Gavin tidak bisa menindaklanjuti permintaan Nabilla untuk membebaskan Amran dari tuduhan sebagai pengkhianat negara. Polisi Gavin mulai terpojok dengan ancaman Nabilla dan juga serba salah karena ancaman dari dalam kubu polisi yang tidak bisa lagi membuatnya bisa bernafas apalagi sekedar untuk memejamkan matanya. Beberapa Minggu ini ia mendadak mengalami insomnia akut.
Kasus Amran siap digulirkan di meja hijau. Dua hari sebelum kasus itu di gelar, Nabilla menemui Amran yang terlihat sangat tertekan karena ia merasa hidupnya sudah tamat dan istrinya tidak bisa berbuat banyak untuk membebaskan dirinya dari jeratan hukum.
"Baby. Apakah tidak ada jalan lagi bagiku untuk bebas dari neraka ini?" tanya Amran.
"Ikuti saja prosedur yang ada sayang! Tidak usah takut jika kamu memang tidak bersalah. Kembalikan semuanya kepada Allah karena apa yang terjadi kepada hidup kita atas ijinnya. Mungkin sudah saatnya kamu berintrospeksi diri, dosa apa saja yang pernah engkau perbuat, hubby? Allah tidak mungkin salah menurunkan ujian pada hambaNya kalau tidak ada hikmah yang akan dipetik oleh hambaNya dibalik ujian itu sendiri. Jadi tidak usah mengeluh, hubby!
Orang yang ada dipenjara belum tentu dia bersalah dan orang yang menerima setiap tuduhan belum tentu dia adalah pelakunya. Banyak orang hebat dan besar pernah mendekam di penjara atas fitnah keji yang ditimpakan padanya. Setelah bebas dari penjara, Allah memuliakan nama mereka dan menjadi panutan masyarakat.
Penjara bukanlah aib bagi orang yang memegang teguh nilai kebenaran. Kamu adalah salah satu korban kedengkian para penguasa yang ingin memperebutkan seonggok daging seperti anjing yang sedang menggonggong untuk memperebutkan satu tulang," ucap Nabilla penuh bijaksana.
"Tapi bagaimana kalau aku tidak bisa membuktikan tuduhan itu saat berada di persidangan pengadilan nanti, Nabilla ?" tanya Amran terlihat pesimis.
"Ikhtiarku sudah cukup untuk membantumu suamiku. Tugasmu adalah masuk ke bab tawakal. Serahkan semua urusanmu pada pada Allah. Hanya dengan berserah diri kepada Allah engkau akan menemukan ketenangan. Mungkin selama ini kamu sudah puas dengan kekuatanmu untuk menguasai dunia bisnis. Tapi mas lupa dengan siapa yang pemberi bisnis itu. Mungkin mas sudah merasa hebat mampu menaklukkan dunia, tapi mas lupa ibu yang mengandung dan melahirkan mas ke dunia ini.
Kembalilah kepada Penciptamu dan ibu yang telah melahirkanmu. Mintalah ridho pada ibumu, mas. Dengan begitu Allah akan memudahkan jalanmu. Bisa jadi penangkapanmu ini terjadi karena durhaka mas pada ibu. Itulah benang merah yang baru aku temukan setelah aku sholat tahajjud untuk meminta petunjuk kepada Allah.
Surgamu ada dibawah telapak kaki ibu. Walaupun itu bukan hadist Rosulullah, namun ulama mengambil intisari setiap hadis Rosulullah bagaimana Allah dan rasulnya memuliakan seorang ibumu..ibumu ...ibumu baru ayahmu, paham honey?" ucap Nabilla sambil mengusap air matanya.
Mendengar penuturan Nabilla tentang perjuangan seorang ibu, bulir bening itu mengalir deras dipipi Amran tanpa di undang karena hatinya begitu terenyuh mendengar tentang ibu. Keduanya menangis sambil berpelukan karena rindu pada sosok ibu mereka
.....
__ADS_1
Mohon para readers. Renungkan sesaat dan bayangkan wajah ibu kita. Bagi yang masih ada ibunya cium dan peluk ibumu. Bagi yang sudah meninggal, ayo kita doakan ibu kita karena author juga sudah tidak punya ibu.