
Cintami mendekati suaminya. Meyakinkan Arsen atas keseriusan Evren pada putrinya.
"Sayang. Putri kita memiliki perasaan yang sama pada pemuda itu. Tolong jangan kecewakan Dinar. Biarkan dia yang menentukan jalan hidupnya.
Kamu mendapatkan aku begitu mudahnya hingga kita memiliki 5 anak walaupun bayi pertama kita meninggal sebelum waktunya. Tapi Allah menggantikan dengan 4 bayi sekaligus. Ijinkan putriku bahagia!" pinta Cintami penuh permohonan.
"Tapi Evren memiliki hubungan keluarga yang sangat rumit dan aku tidak mau putriku ikut terlibat di dalamnya," protes Arsen.
"Setiap hubungan punya masalah sendiri. Tapi justru itu adalah seninya. Tolonglah...! jangan terlalu memikirkan sesuatu hubungan yang harus terlihat sempurna karena itu hanya ada di kehidupan abadi kelak di akhirat nanti tempat kita kembali.
Di dunia ini semua makhluk Allah itu harus berjuang dan memilih. Tidak ada yang melalui hidupnya tanpa ada rasa sakit termasuk bayi yang baru lahir.
Sakit yang pertama ia alami adalah memisahkan tali pusarnya yang harus dipotong dengan ibunya yang tersambung karena aliran makanan. Selebihnya dia harus berjuang untuk mendapatkan makanannya sendiri melalui put**g ibunya. Bayi saja berjuang apalagi orang dewasa," imbuh Cintami.
"Baiklah. Kalau begitu, biar Dinar yang memberikan keputusannya untuk menerima Evren atau tidak," ucap Arsen.
"Bagaimana denganmu sebagai wali dari putrimu?" tanya Cintami.
"Tidak masalah bagiku. Aku merestui keduanya karena istriku sudah kepingin punya cucu," goda Arsen pada Cintami yang tersipu malu.
"Terimakasih sayang, aku akan mengabari Dinar secepatnya agar dia cepat pulang. Kebetulan Evren sudah di sini. Takutnya dia balik lagi ke rumah sakit," ucap Cintami.
Sementara itu, Evren yang sudah sehat di ajak ngobrol oleh calon iparnya yang cowok. Di situ ada Hanan, Hanin, Raffa dan Raffi dan tidak ketinggalan Ghazali. Kalau Zaky, Zacklin putra dari Adam ditambah Sadam putra dari El-Rummi tidak begitu peduli di sekitar mereka karena ketiganya sibuk dengan ponsel mereka masing-masing.
Seperti yang dikatakan oleh Ghazali bahwa keluarganya itu memiliki tingkat kejeniusan yang tinggi dan harus bersiap untuk pesta otak ternyata benar adanya. Pembahasan mereka tidak jauh dengan ilmu pengetahuan. Di ajak bahas bisnis mereka lebih hebat apalagi bahas agama semuanya sudah Hafizh.
"Maaf bro Evren, kami pingin tahu aja tentang wawasanmu atau kepekaan mu pada dunia terutama berita. Apakah kamu tahu siapa opa kami itu?" tanya Raffa seraya menunjukkan tangannya ke arah Amran yang sedang ngobrol dengan menantunya Daffa dan Ghaishan.
"Emang kenapa dengan opa-mu?" tanya Evren yang memang tidak begitu memperhatikan pemimpin dunia karena hidupnya hanya berkutat dengan dunia bisnis sejak menginjak usia 15 tahun dalam pengawasan asisten ayah kandungnya yang pada akhirnya mati secara misterius saat usianya menginjak 20 tahun.
"Baiklah. Aku akan memberitahumu kalau opa kami adalah mantan presiden Indonesia. Dan keberadaan kami di sini hanya liburan usai pulang dari umroh. Ini rumah milik kakek uyut kami," ucap Raffi menceritakan posisi pekerjaan keluarga besarnya termasuk kelurga besar agen rahasia FBI dan CIA.
"Jadi, Dinar juga termasuk agen rahasia Amerika?" tanya Evren yang benar-benar kagum dengan kelurga ini.
"Iya. Sekarang kamu sudah mengetahui kedudukan keluarga besar kami. Semoga kamu tidak minder berada di tengah keluarga kami," ucap Raffa.
"Terimakasih. Aku malah merasa sangat terhormat berada di tengah keluarga hebat ini," ucap Evren.
"Santai aja bro!" ucap Ghazali yang terlihat lebih akrab dengan Evren.
Tidak lama terdengar suara mobil berhenti di depan rumah dan bunyi dentuman pintu mobil di tutup. Evren tahu kalau itu pasti Dinar yang datang. Jantungnya kembali berdetak tak normal dan sesekali menghembuskan nafas dengan kasar.
Cintami menyambut putrinya dengan antusias. Dinar mengucap salam seraya mencium tangan ibunya.
"Mam, di mana Evren?"
"Mereka lagi ngobrol di taman belakang. Ayo masuklah....!" titah Cintami.
"Bukankah dia masih sakit kenapa malah diajak ngobrol di taman belakang padahal saat ini masih dalam musim salju," ucap Dinar.
Tiba di taman belakang, Dinar benar-benar terkejut melihat Evren yang sedang berjalan ke arahnya dengan senyum mengembang sempurna.
__ADS_1
"Evren..!" gumam Dinar memindai tubuh Evren dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Bagaimana mungkin kamu sudah bisa berjalan?" tanya Dinar tak percaya.
"Adikmu Ghazali yang melakukannya. Dia mencoba mengobati Evren dengan kekuatan yang dimilikinya," tutur Cintami.
"Masya Allah. Alhamdulillah ya Allah," ucap Dinar haru.
"Ayo kita makan siang dulu. Dinar sudah pulang jadi kita akan makan bersama. Dinar, ajak nak Evren ke meja makan!" pinta Mariam Tante dari ibunya Dinar, sepupunya Nabilla.
Semua sudah berada di meja makan. Tidak ada pembicaraan yang berarti selama makan siang itu. Saat semuanya sudah menyelesaikan makan siang mereka, Arsen baru membuka suara.
"Dinar. Pagi ini nak Evren baru melamar kamu ditemani oleh Ghazali. Apakah Kamu siap menjadi istri dari Evren?" tanya Arsen membuat Dinar menatap nanar ayahnya seakan tidak percaya dengan pendengarannya.
"Aku jadi istrinya Evren?" ulang Dinar.
"Iya sayang. Apakah kamu siap?" tanya Arsen membuat Dinar terdiam sesaat.
"Oh, jadi ini kejutannya yang dibilang mama tadi di telepon. Kenapa cepat sekali? Apakah karena Allah dan malaikatnya sudah meridhoi jodoh aku adalah Evren?" batin Dinar merasa sangat bahagia saat ini.
"Dinar. Kamu siap atau tidak?" tanya Nabilla sambil tersenyum karena saat ini ia tidak sedang mengenakan cadar.
"Insya Allah, siap Oma," ucap Dinar malu-malu dengan wajah merona merah.
Evren menarik nafas lega dan menatap ke arah Ghazali yang mengangkat jempolnya.
"Keren man!" Itulah ucapan terbaiknya Ghazali memberikan dukungannya kepada Evren.
"Thank you..!" Ucap Evren hanya menggerakkan bibirnya tanpa suara ke arah Ghazali. Keduanya sama-sama mengulas senyum.
"Kita akan adakan pernikahan mereka dua hari lagi. Cukup mengumpulkan data pribadi keduanya untuk mengurus pernikahan secara agama dan negara. Untuk pesta nanti saja di Jakarta. Bagaimana Evren?" tanya Arsen.
"Baik tuan."
"Panggil aku ayah...! Sama seperti putriku Dinar," pinta Arsen.
"Siap ayah!" ucap Evren yang merasa seakan mendapatkan durian runtuh.
Dinar pun merasa dunianya berhenti sesaat karena semuanya terlalu cepat. Antara senang bercampur kuatir dengan keputusannya yang menikah dalam waktu dekat.
"Ya Allah kalau ini adalah berkah dariMu yang luar biasa, maka mudahkanlah semua urusan kami," doa Dinar sambil mencuri-curi pandang pada Evren yang ikut menatapnya hingga tatapan keduanya terbentur.
"Selamat ya Dinar. Aku ikut senang mendengarnya," ucap Audrey.
"Evren. Dinar memiliki saudara kembar tiga. Ada Audrey, Hanan dan Hanin. Ibunya Dinar memiliki saudara kembar dua yaitu Bunga dan Adam sebagai anak pertama kami.
Anak kedua kami kembar juga yaitu Nada, ibu dari Ghazali dan Ghaida. Saudara kembarnya yaitu El-Rummi memiliki tiga anak kembar. Istrinya adalah princess Tamara putri tunggal raja Farouk yaitu Raja sekaligus kepala negara Bahrain," tutur Nabilla.
"Jadi, semuanya terlahir kembar ya Oma?" tanya Evren.
"Iya. Raffa dan Raffi adalah anak dari aunty Bunga. Istrinya Adam adalah mantan penyanyi terkenal sekaligus pemilik kilang minyak di Amerika. Namanya Syakira," lanjut Nabilla.
__ADS_1
"Berarti nanti aku juga punya anak kembar dari istriku Dinar?" batin Evren yang sudah membayangkan bagaimana keluarga kecilnya akan bertambah banyak mengingat dirinya adalah anak tunggal.
Dua hari kemudian, sesuai rencana keduanya melangsungkan pernikahan sederhana di kediaman mendiang kakek Salim. Suasana pernikahan itu tetap berlangsung hikmat.
Walaupun berlangsung sederhana, gaun pengantin yang dikenakan oleh Dinar sangatlah mewah. Begitu pula dengan Evren yang mengenakan baju pengantin ala Turki.
Arsen yang menikahkan sendiri putrinya yang didampingi oleh penghulu yaitu ulama besar istambul Turki. Ijab qobul mulai diucapkan oleh Arsen kepada pengantin pria.
"Zaidan Evren Binti Nafis Gumay saya nikahkan dan kawinkan putri saya yaitu Dinar Zayda Rifaya binti Arsen Fadila dengan mas kawin uang satu juta Dinar Kuwait dibayar tunai," ucap Arsen tegas seraya menghentakkan tangannya pada genggaman tangan Evren.
"Saya terima nikah dan kawin nya
Dinar Zayda Rifaya binti Arsen Fadila dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," ucap Arsen dalam satu tarikan nafas.
"Bagaimana saksi?"
"Sah...sah!" ucap kedua saksi dari kedua mempelai pengantin di mana Daffa sebagai saksi dari pihak Dinar dan Asegaf dari pihak Evren.
Pak penghulu langsung memimpin doa untuk mempelai pengantin. Dinar merasa sangat lega begitu juga Evren yang sempat meneteskan air matanya.
Ia merasa Allah sudah menyiapkan semuanya dengan ujian berat untuknya saat dirinya hampir mati jatuh ke dalam jurang justru Allah mengirim seorang penyelamat yaitu seorang bidadari hebat yang pada akhirnya menjadi istrinya saat ini.
"Maha benar Engkau ya Robb yang mendatangkan kemudahan dalam setiap kesulitan untuk hambaMu yang berserah diri padaMu," puji Evren.
Sekedar diketahui mas kawin yang diminta Dinar karena ingin menyesuaikan dengan namanya. Dinar sengaja meminta mata uang Dinar Kuwait karena mata uang tersebut yang tertinggi di dunia adalah Dinar Kuwait diikuti oleh Dinar Bahrain. Nilai tukar 1KWD \= Rp 48. 958.
Usai acara pernikahan yang berlangsung hanya tiga jam saja karena acara pernikahannya jatuh pada malam hari mulai dari pukul 7 hingga 10 malam.
Dinar merasa tidak enak saat ini pada Evren. Seharusnya mereka bisa menikmati malam pengantin mereka saat ini, tapi mengingat dirinya masih dalam keadaan haid dan baru memasuki hari ke tiga, membuat ia harus melihat guratan kekecewaan pada wajah suaminya.
Evren tampak bahagia dan sangat bersemangat untuk membuka hijab Dinar.
"Apakah mau aku bantu membukanya?" tawar Evren begitu antusias.
"A..iya Vren," ucap Dinar gugup sambil menahan nafasnya sesaat lalu menghembusnya dengan kasar.
Satu persatu penjepit mahkota yang menempel di hijab Dinar dilepas dengan sabar oleh Evren hingga semuanya selesai.
Kini saatnya hijab panjang itu dibuka oleh Evren hingga tampaklah rambut hitam milik Dinar yang digulung ke atas hingga memperlihatkan leher jenjangnya yang begitu putih mulus dengan menguar aroma parfum mewah yang begitu menenangkan untuk dihirup Evren.
"Masya Allah. Kamu sangat cantik Dinar," puji Evren.
"Terimakasih Evren..!"
"Apakah aku boleh membuka gaunmu?" tawar Evren lagi yang sudah tidak sabaran ingin melihat isi yang tersembunyi dibalik gaun itu.
"Evren. Aku minta maaf kalau aku tidak bisa melayani kamu malam ini," ucap Dinar hati-hati.
"Emangnya kenapa sayang? Apakah kamu sakit?" tanya Evren cemas.
"Aku sedang haid saat ini."
__ADS_1
"Hahh....?!"
Evren langsung pingsan..😂😂