Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
206. Menolak


__ADS_3

Semuanya menatap Adam yang hanya menatap nanar tampak berpikir keras untuk menjawab pertanyaan ibunya. Sedari tadi ia hanya berzikir agar Allah memudahkan lisannya untuk menyampaikan isi hatinya.


"Mommy. Tanpa mengurangi rasa hormat dan cintanya Adam pada mommy yang telah melahirkan Adam dengan susah payah, Adam ingin menjawab keputusan Adam yang mungkin menyakiti hati mommy dan Daddy," Adam terdiam sesaat untuk mengambil udara di sekitarnya karena dadanya terlalu sesak saat ini.


"Apa maksudmu Adam?" tanya Nabilla dengan dahi mengkerut.


"Aku tidak bisa menikahi Nadia karena aku sangat mencintai Syakira, mommy," ucap Adam menolak dengan tenang membuat Nabilla tercengang.


"Tapi Adam, bagaimana mungkin kamu...-"


"Adam sudah benar dengan keputusannya mommy. Selama ini kelurga kita telah ditipu oleh keluarga Dwiyanto," ucap El yang baru datang dari Jogja namun sudah mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh kakaknya.


"El. Apa maksudmu bicara seperti itu, nak?" tanya Nabilla belum paham.


"Selama ini mommy sangat teliti dengan perjodohan ketiga putri mommy. Namun sayang, mommy telah dibutakan dengan penampilan dari sosok penipu keluarga Dwiyanto baik itu nyonya Della, Nadia dan tuan Dwiyanto sendiri," imbuh El mengungkapkan kejahatan calon besan ibunya.


"El-Rummi...!" gumam Nabilla sendu saat ditodong oleh putra bungsunya itu.


"Maaf mommy. Kali ini kami semua kompak untuk menentang hubungan kak Adam dan Nadia. Jika bukan karena keponakanku Raffi yang nekat menceritakan tentang kak Syakira mungkin aku tidak akan pernah mencari tahu tentang kelurga Dwiyanto," lanjut El.


"Iya sayang. Kamu biasanya sangat protektif pada siapa saja yang akan menjadi calon menantu kita namun kali ini kamu terjebak dengan kesalehan orang lain hingga membuat hati dan nalarmu ikut tertutup oleh setan," ucap Amran yang sebenarnya sudah mengetahui dari El.


"Iya mommy. Kenapa mereka ingin mempercepat proses pernikahan kak Adam dan Nadia? Karena tuan Dwiyanto memiliki hutang dari berbagai bank dengan jumlah hutang triliunan rupiah demi untuk menyogok beberapa orang di pemerintahan untuk program pemerintah yang sedang membangun gedung serbaguna untuk olahraga, pergelaran seni dan juga kegiatan keagamaan.


Dan ada lagi pembangunan jalan tol dan rumah sakit yang menggelontorkan dana yang tidak sedikit.


Untuk itu ia meminjam uang bank hanya untuk mendapatkan tender itu. Dengan demikian ia berharap akan mendapatkan keuntungan yang besar jika proyek itu berjalan sempurna dibawah kendalinya," ungkap El sambil memperlihatkan informasi yang sudah ia dapatkan melalui ponselnya pada ibunya.


Nabilla meraih ponsel dari putra bungsunya dengan wajah yang masih terlihat pias karena telah tertipu oleh kelurga Dwiyanto. Dengan mata yang cukup jeli Nabilla membaca setiap informasi yang tertera di dalam ponsel itu yang sudah terangkum secara akurat tentang bagaimana sepak terjangnya Dwiyanto dalam jaringan bisnis yang semerawut yang dilakukannya hanya untuk mendapatkan keuntungan.

__ADS_1


Belum lagi kredit macet setiap bank yang ia pinjam dengan menggunakan nama kelurganya untuk melancarkan aksinya demi satu tujuan.


"Ya Allah. Kenapa jadi utangnya sebanyak ini? Puluhan triliun ...?" Rahang Nabilla mengeras karena tertipu mentah-mentah oleh keluarga itu hanya karena kesalehan yang mereka tampilkan dihadapannya.


"Kalian kira bisa menipuku sampai akhir? Baiklah...! Aku akan ikuti permainanmu. Kita lihat saja, siapa yang keluar jadi pemenang kali ini," batin Nabilla penuh rencana.


Untuk menjaga kewibawaannya sebagai seorang ibu di hadapan anak-anaknya, Nabilla mengedepankan kebijakan yang tentu saja harus direncanakan dengan matang.


"Baiklah. Jika ini yang mereka rencanakan untuk mengeruk keuntungan dari keluarga kita, pernikahan ini tidak lagi menjadi ikatan sakral sebuah hubungan tapi kita akan alihkan ke rencana lain yaitu misi kita sebagai keluarga dari agen rahasia!" ucap Nabilla untuk menebus kesalahannya namun tetap terlihat elegan.


"Jadi kita tetap bermain cantik mommy?" tanya Bunga yang sudah tidak sabar ingin membekuk keluarga penipu itu.


"Lakukan setiap langkah sesuai rencana awal. Kita ke sana bukan untuk menikahkan Adam dengan iblis betina itu, tapi akan mempermalukan kelurga itu di hadapan media," ucap Nabilla tegas.


Adam bangkit berdiri lalu memeluk ibunya penuh haru." Terimakasih mommy...!" ucap Adam sambil menangis.


"Maafkan mommy, sayang! Karena ambisi Mommy hampir menyeretmu ke dalam neraka karena kebodohan mommy. Mommy benar-benar teledor. Setan telah menutupi hati mommy hingga tidak melihat kelicikan mereka yang terlihat sangat halus untuk mengecohkan mommy dan Daddy kamu, nak," ucap Nabilla sambil menangis memegang kedua pipi putranya yang kembali menjadi anak kecil di hadapannya saat ini.


Adam menurunkan kedua tangannya Nabilla dari pipinya lalu mencium telapak tangan ibunya.


"Maafkan Adam mommy. Adam sudah tahu kelicikan Nadia, hanya saja Adam menunggu mommy untuk bertindak. Namun, pergerakan mommy yang terlalu lamban seakan mereka telah menghipnotis mommy seperti sapi yang dicucuk hidungnya," jelas Adam makin membuat Nabilla tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Memang benar kalau mereka sudah bermain dengan dukun untuk membuat nyonya Nabilla buta hatinya. Tapi Allah tidak mengijinkan kelurga tuan Amran masuk dalam jebakan mereka," ujar pak Ujang yang sedang membawa cemilan dan minuman untuk kelurga itu.


"Tapi sihir mereka tidak akan mempan pak Ujang karena ada keluarga ini yang yang tidak akan membiarkan sihir itu masuk ke dalam rumah ini," ucap Arsen.


Amran mengajak istrinya untuk beristirahat. Ia tahu saat ini Nabilla benar-benar tertekan. Ia tahu Nabilla ingin menghukum dirinya sendiri karena lalai dalam hal ketelitian.


"Sayang. Ayo kita ke kamar!" ajak Amran seraya berdiri.

__ADS_1


"Sayang. Hubungi Syakira..! katakan kalau kita akan datang melamarnya," pinta Nabilla pada putranya.


"Uncle Adam....hiks.... hiks...!" teriak Dinar dan Audrey keluar dari kamar mereka.


Penghuni rumah itu begitu terkejut melihat kedua putri cantik itu menangis histeris. Arsen dan Cintami menghampiri putri mereka.


"Dinar, Audrey..! Ada apa..? Kenapa kalian menangis?" cecar Cintami.


"Aunty Syakira mama ..aunty Syakira dalam keadaan kritis," ucap Audrey membuat Adam syok.


"Kritis bagaimana?" tanya Bunga.


"Di berita itu di sampaikan aunty Syakira menderita penyakit gagal ginjal yang hanya berfungsi 5 persen....-"


"No...no...no....!" Arsen secepat kilat membuka website sebuah berita yang disinyalir telah melakukan pemantauan keadaan Syakira di rumah sakit Elisabeth.


"Mommy....! Aku harus ke Amerika sekarang...! Aku ingin menikahi Syakira sekarang..!" pekik Adam lalu berlari ke kamarnya untuk mempersiapkan segala sesuatunya.


"Innalilahi wa innailaihi rojiuuun..!" Nabilla dan Amran serentak berseru.


"Mommy...! Apakah kita akan ikut ke Amerika?" tanya Daffa.


"Kita urus Syakira dulu kemudian mengurus keluarga Dwiyanto!" tegas Amran yang mengambil alih kembali kekuasaannya sebagai tuan rumah.


"El. Hubungi Bandara dan co-pilot! Kita berangkat malam ini juga!" titah Amran.


Raffa dan Raffi melakukan tos karena pada akhirnya semuanya berjalan sesuai dengan mereka rencanakan.


"Misi kita telah berhasil Raffi. Kita telah membasmi kejahatan dan mempersatukan kedua negara. Kita akan punya saudara bule lagi selain dari anaknya aunty Nada," ucap Raffa.

__ADS_1


__ADS_2