
Adam menatap wajah cantik Syakira dengan intens. Hatinya juga sedih melihat gadis ini terombang-ambing dalam kehidupannya yang tak pasti. Jika seseorang tidak berpegang dengan agama, sulit baginya untuk mendapatkan kekuatan.
Tapi memaksakan seseorang untuk memiliki agama, itu yang tidak boleh. Karena tugas kita hanya menyampaikan ajaran agama yang kita anut. Setelah itu, kembali kepada individu masing-masing.
"Syakira. Dalam agama kami ada yang namanya meminta petunjuk pada Allah tentang jodohnya melalui sholat khusus yaitu sholat tahajud yang dilakukan di sepertiga malam yang dihitung dari jam 1, 2, 3 hingga mau memasuki waktu subuh. Dan itu dilakukan saat ia bangun tidur.
Jadi apapun keinginan kita, sampaikan langsung kepada pemilik hidup kita yaitu Allah. Tanpa perantara dan tanpa butuh signal. Karena signal Allah tanpa batas dan sangat kuat saat kita memanggilnya dengan tulus dan lirih," ucap Adam sengaja menjeda kalimatnya untuk memberikan waktu bagi Syakira memahami penjelasannya.
"Lalu, bagaimana kamu memanggil Tuhanmu itu dalam doamu? Bagaimana kamu merasakan keberadaanNya? Padahal Tuhan yang kamu sembah itu tidak bisa terlihat oleh umatmu yang beragama Islam," tanya Syakira.
"Panggil saja namaNya dengan suara yang lirih sesuai dengan kebutuhanmu! Contohnya, ya Robby. Panggilan kata itu khusus pada orang yang sudah terlalu dekat dengan Allah. Hingga panggilan manjanya pada Allah yaitu ya Robb.
Jika orang yang jarang melakukan ibadah sholat, dia cukup memanggilNya dengan ya Allah atau duhai kekasihku, Allah. Aku datang memohon padaMu dengan segala kelemahanku, aku meminta petunjukMu untuk memilihkan jodoh yang terbaik dari sisiMu. Karena pilihanMu tak akan pernah mengecewakanku," ucap Adam memberi contoh cara terbaik saat berkomunikasi dengan Allah pada Syakira yang mendengarnya dengan antusias.
"Jadi, kita tidak boleh meminta satu orang yang sangat kita cintai menjadi milik kita?" tanya Syakira.
"Boleh saja. Tapi, Allah akan memperlihatkan kepadamu bagaimana sifat orang yang kamu cintai itu yang mungkin akan merugikan kamu suatu saat nanti dan itu suatu petunjuk terbaik untukmu dari Allah," ujar Adam.
"Jadi, tidak ada namaku dalam doamu, Adam?" lirih Syakira mulai sedih.
"Aku tidak perlu menyebutkan namamu dalam doaku. Karena aku meminta kepada Tuhanku, Allah yaitu memberikan jodoh terbaik menurut Allah bukan menurut pikiran manusia," ujar Adam bijak.
"Semoga aku adalah pilihan terbaik Allah untukmu Adam," batin Syakira yang tidak bisa lagi memaksakan kehendaknya pada Adam.
"Baiklah Syakira. Aku datang ke sini untuk pamit padamu. Aku harus kembali ke Indonesia menemui keluargaku. Aku harap kamu baik-baik saja di sini. Jalankan rutinitasmu seperti biasa. Belajarlah agama apapun.
Dengan begitu kamu bisa mengenali Tuhan dengan hatimu bukan dengan nalarmu karena hati adalah suara kebenaran dari Tuhan. Jadi belajar keyakinan itu bukan pakai akal tapi pakai iman," ucap Adam.
__ADS_1
"Apa itu iman, Adam?" tanya Syakira.
"Sesuatu yang kau yakini dengan mengakui adanya Tuhan di hatimu dan kau amalkan perintahNya melalui perbuatan. Itulah iman," imbuh Adam.
"Bagaimana cara kita mengetahui bahwa Tuhan itu ada menurut persepsi Islam?" tanya Syakira.
"Itu sangat banyak yang harus aku jelaskan kepadamu Syakira dan waktu untuk memahami itu tidak cukup sehari atau sebulan. Jika kamu mau mengenali Tuhan kami, Allah, datangi mesjid yang ada di kota ini. Cari di internet. Temui imam mesjid dan tanyakan tentang Islam," pinta Adam.
"Berikan aku satu hal kecil saja tentang keberadaan Tuhan yang membuatku cukup masuk akal!" pinta Syakira.
"Udara yang kita hirup sebagai bentuk keberadaan Allah yang menjaga bumi dan langit beserta isinya yang tetap seimbang dalam kuasaNya. Antara kau, aku, seluruh penduduk bumi yang bernyawa. Manusia, binatang dan tumbuhan. Semuanya butuh oksigen untuk kebutuhan hidupnya. Tanpa satu itu saja kita sudah mati. Di anggap jenasah sebagai manusia, dianggap bangkai sebagai hewan dan di anggap kayu sebagai tumbuhan.
Satu tarikan nafasmu tidak sanggup kamu membelinya dengan uang karena kematian yang akan datang padamu tidak bisa kau tebus dengan kekayaanmu karena Allah tidak menerima sogokan untuk menunda kematianmu. Jadi singkatnya, sehebat apapun manusia di dunia ini, mati adalah tempat ia kembali. Untuk itu perbanyaklah ibadah dan amalan baik lainnya sebagai bekalmu di akhirat kelak.
Jika masih merasa banyak dosa sebelum berpulang kepadaNya, perbanyaklah sholat taubat dan beramal Sholeh, itu yang agamaku tekankan untuk mendapatkan kemuliaan di sisi Allah," jelas Adam terlihat sederhana namun maknanya sangat dalam.
"Ok. Syakira. Aku pamit. Aku harus segera ke bandara karena ayahku yang menjemput sendiri aku dengan jet pribadinya," ucap Adam.
"Apaa...???" jadi, Adam juga seorang putra sultan?" sentak Syakira merasa Adam penuh kejutan.
Syakira makin merasa sangat malu pada Adam. Merasa paling angkuh karena ia memiliki segalanya yang tidak bisa dimiliki banyak orang. Ternyata ada anak orang kaya yang tetap rendah hati walaupun memiliki segalanya. Apa lagi seorang Adam, bukan hanya tampan, berilmu dan mampu menguasai ilmu bela diri dan persenjataan, tapi pria ini benar-benar memiliki paket lengkap yang sangat di idamkan wanita manapun yang akan menjadi istrinya. Makin minder Syakira pada Adam. Putra sultan tapi masih mau bekerja sebagai agen rahasia CIA.
"Adam."
"Hmm."
"Sepertinya, wanita yang menjadi istrimu kelak adalah wanita yang sangat beruntung memilikimu," ucap Syakira yang sedang mengantar Adam ke atas gedung perusahaannya karena pria ini datang dengan helikopternya.
__ADS_1
"Tidak juga," ucap Adam merendah.
"Kalau boleh tahu, wanita seperti apa yang kau inginkan menjadi pendamping hidupmu?" kepo Syakira.
"Wanita yang seperti digambarkan oleh Rasulullah," jawab Adam membuat Syakira merasa bingung.
"Seperti apa gambaran wanita ala Rasulullah itu, Adam?" tanya Syakira.
"Harta, kemuliaan nasab, kecantikan, dan agamanya, pilihlah wanita yang taat kepada agamanya, maka kamu akan berbahagia (beruntung). (HR Al-Bukhari, 7/7)," ucap Adam mengulangi hadist Rasulullah.
Pintu lift terbuka setelah mencapai atap gedung perusahaan. Syakira merasa keempat kategori melekat erat pada dirinya yang dibutuhkan Adam.
Ketika mengingat yang ke lima, Syakira tidak bisa berkata apa-apa lagi. Jawabannya sudah jelas bagi Syakira yang Adam mau adalah wanita yang seiman dengan dirinya.
"Apakah karena agama, kamu tidak mencintaiku, Adam?" tanya Syakira menghentikan langkahnya Adam yang sudah lebih dulu berjalan menuju helikopter.
Adam menghampiri Syakira. Memegang kedua bahunya gadis itu lalu menjawab pertanyaan Syakira.
"Jika aku mendahulukan hak Allah atas diriku yang menginginkan aku untuk tetap bertakwa kepadaNya, maka aku harus merelakan wanita manapun yang menyukaiku karena rasa takutku kepada Allah melebihi apapun di dunia ini. Karena itulah aku tidak memilihmu sebagai istriku, Syakira atas nama Allah karena keyakinan kita yang berbeda. Maafkan aku. Selamat tinggal Syakira. Semoga Allah melindungi dirimu. Tetap semangat," ucap Adam lalu mengusap kepala Syakira.
Adam membalikkan tubuhnya hendak melangkah ke helikopter. Syakira langsung memeluk tubuh Adam dari belakang sambil menangis.
"Adam. Maukah kamu menungguku agar aku bisa memantapkan hatiku memeluk Islam? satu-satunya agama yang diridhoi Allah di dunia ini?" tanya Syakira penuh permohonan.
"Insya Allah, Syakira. Cukuplah menjadi rahasia Allah untuk mempertemukan kita kembali karena jodoh kita ada dalam genggamanNya. Tetap semangat untuk menjemput hidayah Allah. Semoga Allah memberimu petunjuk kebenaran agamanya bukan karena diriku kamu mengenal ilmuNya. Aaamiin," ucap Adam seraya melepaskan lingkaran tangan Syakira di pinggangnya dan langsung berlari ke helikopter yang sudah siap berangkat.
"Aku mencintaimu Adam. Mencintaimu dalam hening. Selamat jalan pahlawanku...! Semoga kita dipertemukan lagi dalam ikatan suci pernikahan," doa Syakira sambil melambaikan tangannya ke arah helikopter yang sudah mengudara meninggalkan Syakira di atap gedung perusahaannya.
__ADS_1
Vote dan likenya cinta please!