
Wajah cantik Nada langsung pias saat mendengar jawaban dari Segaf tentang pekerjaan Ghaishan sesungguhnya.
"Ghaishan salah satu anggota astronot NASA," ucap Asegaf.
"Apaaa ...? astronot? apa yang akan dilakukannya di bulan sana? dan mengapa kamu mengatakan dia tidak akan kembali lagi?" cecar Nada.
"Karena dia akan memperbaiki sistem alat teknologi canggih yang berhubungan dengan satelit bumi di ruang angkasa sana. Jika alat itu mati akan berakibat dengan kehidupan di bumi ini yang selalu berhubungan dengan komunikasi canggih.
Kita akan kembali ke jaman batu. Syukur kalau dia berhasil memperbaikinya tapi resikonya akan makan waktu bertahun-tahun lamanya dan itupun kalau ia tidak terjebak di atas sana. Jadi,...?" Segaf menjeda kalimatnya.
Ia tidak bisa lagi meneruskan kata-katanya karena Nada sudah kabur dari hadapannya dengan membawa mobil Ferrari milik pamannya Wira.
"Pasti dia masih di pangkalan udara militer di Denpasar ini," gumam Nada sambil menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju pangkalan udara di daerah Denpasar Bali.
Setibanya di tempat itu, banyak sekali proses pemeriksaan yang harus dilalui Nada karena tidak mudah baginya untuk mencapai tempat militer itu. Usai melewati beberapa tahap pemeriksaan, Nada baru di ijinkan untuk bertemu dengan komandan angkatan udara yang baru saja pulang dari hajatan Daffa yang juga mengenali Nada.
"Sepertinya nona ini adik iparnya marsekal Daffa ya?" tanya sang komandan I Made Gusti.
"Benar pak. Saya ingin bertemu dengan teman saya yang bernama Ghaishan. Katanya dia tadi ke sini...?"
"Oh...tuan Ghaishan baru saja berangkat dengan pesawat jet tempur milik kami di dampingi juga oleh tim angkatan udara sini mengantarnya ke Amerika," ujar I Made Gusti.
"Apaa ..? dia sudah pergi? dia pergi begitu saja tanpa pamit padaku," gumam Nada tercekat.
"Iya nona."
"Dan mungkin dia tidak akan kembali lagi padaku. Kenapa nasibku selalu saja sial? dan siapa diantara dua pria ini yang aku cintai? kenapa perasaanku jadi labil seperti ini? aku mencintai Ghaishan atau Dillon? tapi, Dillon? itu tidak mungkin.
Aku tidak akan menggandaikan agamaku demi sebuah cinta yang hanya sebatas urusan dunia. Aku mencintai Tuhanku Allah dan Rasulullah sebagai pembawa agama yang sempurna ini yaitu Islam," batin Nada.
"Nona Nada. Apakah kamu ingin menyusulnya ke Amerika?" tanya komandan.
"Tidak komandan. Terimakasih. Maaf, sudah merepotkan Anda. Kalau begitu saya pulang dulu," ucap Nada langsung pamit pada sang komandan.
"Baik. Hati-hati di jalan nona!" ucap I Made Gusti.
__ADS_1
Kedengarannya seperti nggak butuh, tapi hatinya dibuat tidak tenang. Ia menangis di dalam mobilnya. Nada tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk bisa bertemu dengan Ghaishan sebelum pria itu menghilang dalam hidupnya.
Kenakalan pria itu dari menciumnya secara paksa. Mengintilnya ke manapun ia pergi selama tiga hari ini membekas sempurna di hatinya saat ini dan sekarang ia sangat merindukan sikap kurangajar lelaki itu padanya.
Bahkan Nada tidak tahu bahwa tendangan dan pukulannya pada tubuh Ghaishan tiga hari yang lalu menimbulkan lebam dan terasa sesak nafasnya saat itu. Karena cintanya pada gadis itu dia rela disakiti oleh Nada. Asalkan bisa melihat lagi Nada, sakit itu tidak mengapa baginya.
"Mengapa aku baru terlambat menyadari bahwa dialah sebenarnya yang aku cintai. Ghaishan...! maafkan aku ..! aku sangat mencintaimu! bolehkah aku minta waktu sebentar saja agar bisa bertemu denganmu lagi?" ucap Nada masih terdiam di dalam mobilnya.
Makeup itu luruh bersama derasnya air mata yang mengalir di pipi mulusnya. Gaun pesta yang dipakainya tidak lagi indah karena penampilannya berantakan menangisi kepergian Ghaishan yang tiba-tiba darinya.
"Aku merindukanmu...! aku merindukanmu...aku merindukanmu...! aku baru tahu kaulah sebenarnya yang Allah kirimkan pengganti Dillon adalah kamu. Tapi, aku yang tidak tangkap dari signal yang Allah kirimkan itu padaku. Tidak selamanya yang Allah kirimkan jodoh untuk hambaNya sesuai dengan hambaNya inginkan.
Kadang Allah kirim manusia brengsek, bajingan, pelacur untuk menguji iman hambaNya. Hanya saja hambaNya tidak menyadarinya itu dan aku termasuk orang yang lalai," lirih Nada.
Nada kembali ke resort dengan mata sembab dan penampilan berantakan.
...----------------...
Pesta telah usai. Semua para tamu undangan sudah kembali ke tempat mereka masing-masing. Lebih banyak tamu yang berasal dari Jakarta yang langsung kembali ke kota itu mengingat kedua pasangan pengantin baru itu domisili di Jakarta.
Hanya sebagian kecil yang memilih menginap di resort mewah milik Wira itu dan tentunya gratis. Termasuk Dillon yang menginap di resort itu.
"Sayang. Kamu dari mana saja?" tanya Amran.
"Dia sudah pergi dad. Dia tidak kembali lagi. Bahkan Nada tidak tahu apakah dia kembali lagi untukku atau tidak?" ucap Nada langsung masuk dalam dekapan ayahnya.
"Siapa yang pergi tak kembali, sayang? bukankah Dillon ada di sini? bahkan dia menginap di sini malam ini dan besok baru kembali ke Rusia," ucap Amran.
"Aku mencintai pria bajingan pilihan Dady itu. Bukankah dia yang Daddy inginkan untuk menjadi suami Nada?" serak Nada sambil sesekali sesenggukan.
"Kalau begitu kenapa kamu menangis? tinggal kamu bilang pada daddy agar menikahkan kamu dengannya. Apa susahnya? bukankah dia yang lebih dulu tergila-gila padamu?" pukas Amran.
"Dia adalah seorang astronot NASA Daddy. Dia akan pergi ke bulan dan aku tidak tahu dia kembali atau tidak. Selamat atau tidak. Aku ...aku...ingin menemuinya daddy. Ingin mengatakan kepadanya kalau aku sangat mencintainya sebelum roket membawa pergi raganya dari bumi ini," lirih Nada makin pilu.
"Berarti kita masih punya waktu untuk menemuinya. Bersiaplah sayang! Daddy sendiri yang akan mengantarkanmu menemuinya sebelum semuanya menjadi terlambat untuk di sesali," ucap Amran yang sangat mendukung keputusan putrinya.
__ADS_1
"Mommy juga ikut mengantarkanmu mememui Ghaishan Nada. Sosok Ghaishan seperti daddymu saat masih muda dulu. Terlihat urakan dan bajingan namun wanita butuh pria seperti itu untuk mendampingi hidupnya selamanya," ucap Nabilla yang sudah mendengar percakapan putri dan suaminya.
Amran mendekati istrinya dan mengecup bibir Nabilla walaupun terhalang cadarnya. Amran membisikkan kata-kata frontal pada wanitanya itu." Bukankah pria bajingan ini yang selalu memuaskanmu di ranjang sampai saat ini?" ledek Amran sambil berbisik.
"Mass ..!" bentak Nabilla terlihat sangat malu pada suaminya.
Dalam sekejap kedua orangtuanya Nada mengantar gadis itu ke Amerika. Nabilla ikut turun tangan menghubungi NASA untuk mencegah keberangkatan roket yang akan membawa calon menantu mereka.
Nabilla sudah mengetahui seluk beluk tentang Ghaishan yang juga merupakan seorang hafidz Alquran. Hanya saja pergaulannya di Amerika yang sedikit mengubah gaya hidupnya pria bermata biru itu. Ghaishan tidak pernah meninggalkan sholatnya.
Tapi usia mudanya kadang membawanya ke dunia malam dan berkenalan dengan gadis-gadis nakal karena tuntutan pekerjaan untuk bertemu dengan orang-orang berpengaruh yang hobi bertemu di tempat maksiat itu . Hanya saja pria tampan ini tidak mau bersentuhan yang namanya sek*s bebas.
Di Amerika tepatnya di Florida, pesawat jet pribadi milik Amran sudah berada. Nada sangat berharap bertemu dengan Ghaishan sebelum pria itu masuk ke dalam pesawat ulang-alik itu.
Bertempat di lokasi Merritt island, Florida, Nada dan kedua orangtuanya berdiri di tempat itu sambil menunggu Mr. M yang akan berbicara dengan kepala kesatuan komando NASA tersebut.
Setelah bernegosiasi dengan pimpinan Nada, Mr. M meminta Nada saja yang ikut dengannya ke dalam gedung itu yang terhubung dengan pelabuhan Badara antariksa itu atau disebut bandariksa.
"Cepatlah Nada..! para astronot akan segera berangkat!" desak Mr. M.
"Tidak. Jangan tinggalkan aku seperti ini, Ghaishan!" pekik Nada menerobos masuk ke dalam gedung itu terlebih dahulu.
Nada berlari sekencang mungkin untuk menghentikan pangerannya itu. Saat di lihat para astronot dengan seragam lengkap berjalan menuju pesawat mereka, jantung Nada rasanya seakan mau berhenti.
"Ghaishannnn.....!" Teriak Nada sekeras mungkin sambil berlari menerobos para penjaga yang mencoba menghalangi Nada yang terlihat seperti orang gila saat ini.
"Jangan ke sana nona! itu area berbahaya...!" sergah penjaga itu.
"Gaishaannnnn....!" teriak Nada lagi membuat Ghaishan menghentikan langkahnya.
"Nada...! apakah aku sedang berhalusinasi mendengar suaranya? ah, mungkin aku hanya terlalu merindukan gadis itu," lirih Ghaishan bermonolog.
Nada yang tidak terima dihalangi oleh para penjaga itu harus beradu otot dengan para penjaga itu yang menendang Nada hingga terpental dan di saat yang sama Ghaishan melihat wanitanya itu jatuh terjerembab.
"Nadaaaa....!" pekik Ghaishan berlari lagi ke arah gedung yang semuanya berlapis kaca tembus pandang.
__ADS_1
......................
Vote dan likenya Cinta please!