
Tidak tanggung-tanggung apa yang dilakukan oleh Nabilla yang mempermalukan presiden dengan mengungkapkan semua tindakan keji presiden secara rinci dan akurat, membuat presiden dan kubunya yang tergabung saat terjadinya pemilihan umum menuai pro kontra.
Rakyat begitu geram dengan sosok yang sedari awal tidak begitu menyukainya menjadi pemimpin negara kecuali segelintir orang bodoh yang menerimanya.
Kepemimpinannya yang tidak membawa perubahan apapun untuk rakyat Indonesia, namun selalu saja mendapatkan elukan dari pihak tertentu untuk menaikkan elektabilitasnya.
Karena kejahatannya di tayangkan di media lokal maupun internasional sudah marak terjadi, dengan malu hati sang presiden mengumumkan di depan gedung MPR untuk mengundurkan diri sebagai pemimpin Indonesia yang sebentar lagi akan berakhir.
Alih-alih mendapatkan apa yang dimiliki Amran untuk menjadi milik negara, justru dirinya sendiri yang terjebak dalam lubang yang ia gali sendiri.
"Dasar sampah...! Sudah aku bilang jangan gegabah menuduh tuan Amran dengan sesuatu yang tidak bisa dibuktikan dihadapan publik hanya mendengar seorang pria berandalan seperti mafia Nadim itu," geram salah satu menteri kabinet kerjanya yang memiliki pengaruh besar di negeri itu.
"Sekarang naik lagi wakil presiden yang selama ini hanya sebagai boneka pajangan untuk pemanis saja di negara ini dengan kinerja buruk bahkan setiap sekali statemennya dikemukakan di masyarakat hanya sebuah lelucon yang terdengar jenaka dikuping masyarakat Indonesia. Waduh.....! Mau jadi apa negara ini nanti ke depannya," gerutu menteri kabinet lainnya.
Para menterinya itu hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi saat ini. Mereka mengikuti alur permainan yang sedang bergejolak dengan isu politik yang makin memanas.
Tapi, ada suatu momen yang tak terlupakan oleh Amran saat ia mengajukan lagi perijinan dengan presiden baru ini atau presiden sementara ini, dengan mudahnya beliau menandatangani surat ijin pembangunan kilang minyak besar-besaran di wilayah pulau milik Amran.
Amran menamakan PT kilang minyak miliknya dengan nama kakeknya sendiri untuk mengenang jasa beliau yang menjadikan tempat itu sebagai harta Karun paling berharga untuk negeri ini.
"Alhamdulillah. Walaupun kita harus melewati beberapa rintangan untuk mendapatkan perizinan dari kepala negara, akhirnya Allah ridho dengan niat baik kita untuk melakukan perubahan untuk negeri ini," gumam Amran pada Nabilla sambil berpelukan di balkon kamar mereka.
"Niat baik kita untuk memperjuangkan negeri ini agar bebas dari kemiskinan akan segera terwujud. Insya Allah," ucap Nabilla penuh harap.
__ADS_1
"Jika ingin melihat perubahan total wajah Indonesia di mata dunia, di mulai dari kita yang harus mewujudkan cita-cita bangsa. Kita sudah bosan menggerutu pada beberapa pemimpin bangsa yang tidak banyak melakukan perubahan untuk negeri ini justru menambah deretan para koruptor di setiap era kepemimpinan yang di sangka masyarakat akan berubah malah membawa bangsa ini makin masuk di ambang keterpurukan," lanjut Nabilla.
"Berarti, apakah kamu sudah siap dengan memimpin negara ini menjadi ibu negara, baby?" tanya Amran pada mantan agen rahasia ini.
"Insya Allah. Saya siap bertarung di dunia politik demi mewujudkan cita-cita bangsa dengan niat mulia yang kita punya tentunya modal usaha kita untuk membangun negara ini dengan kilang minyak itu sendiri selain hasil bumi lainnya," ujar Nabilla penuh optimis.
"Jika ibu negara sepertimu memiliki kiprah yang sangat banyak untuk kemajuan bangsa ini, saya yakin kamu akan mendapatkan tempat di hati para kaum hawa yang akan mengikuti jejakmu baik dari segi akhlak maupun dari intelektual yang akan menjadikan negara ini sebagai panutan negara lainnya tanpa memaksakan mereka seperti apa yang kita inginkan karena Indonesia memiliki masyarakat majemuk," timpal Amran.
"Tapi, kadang kebaikan yang kita harapkan pasti ada saja yang merusaknya terutama manusia yang berhati dengki," keluh Nabilla.
"Kembalikan semua urusan kita kepada Allah. Cukup kepemimpinan Rasullullah sebagai barometer kita untuk mencegah kebatilan di negeri ini dengan akhlak mulianya. Cukup lakukan yang terbaik, sisanya Allah yang akan menyelesaikannya karena kita manusia mempunyai keterbatasan," ucap Amran.
"Benar hubby. Jika masih terdapat kekurangan di diri kita, itu karena Allah menjadikan kita sebagai golongan makhluk yang bernama manusia karena kita tidak diprogram menjadi malaikat," timpal Nabilla dan keduanya terkekeh.
"Aamiin...!"
...----------------...
Tujuh bulan kemudian, Tamara melahirkan bayi kembar tiga yaitu dua perempuan dan satu laki-laki. Mengetahui putrinya melahirkan bayi kembar tiga, raja Farouk merayakan penyambutan pangeran dan putri kerajaan itu penuh dengan kemewahan.
Beliau mengeluarkan infak yang banyak untuk kaum dhuafa yang tentu saja bukan di negaranya karena rakyat di negaranya sendiri sudah sangat kaya. Jadi infaq dan shodaqoh itu di alokasikan ke negara korban perang dan negara yang masih terbelakang.
Begitu juga yang dilakukan oleh Amran dan Nabilla menyambut cucu mereka yang kesekian kalinya ini. Jumlah keseluruhan cucu Amran dan Nabilla adalah 12 orang.
__ADS_1
Walaupun keduanya sibuk mengurus pembangunan kilang minyak di pulau rahasia milik mereka yang sekarang sudah mencapai 50 persen pembangunannya, namun Oma dan opa ini tetap memprioritaskan kelurganya.
Kini raja Farouk sedang berada di Indonesia. Agendanya hanya dua saja yaitu menengok cucu kembar tiganya dan melakukan kunjungan ke proyek pembangunan kilang minyak tersebut.
Sebagai kepala negara yang selalu bersentuhan dengan kilang minyak, raja Farouk memberikan banyak sekali masukan kepada Amran bagaimana bisa menjaga kestabilan pemboran kilang minyak itu sendiri.
Sebagai wanita jenius yang didukung anak-anak yang jenius, tentu saja kelurga ini tidak mendapatkan kesulitan karena metode pemboran kilang minyak itu menggunakan teknologi canggih hingga proses pengangkutannya sangatlah mudah.
Saat ini, kelurga itu menggelar acara aqiqah untuk cucu kembar tiga mereka di Jakarta. Raja Farouk sendiri yang memberikan nama untuk cucu kembar tiganya yang bernuansa islami.
"Aku akan memberikan nama sang pangeran yaitu, King Fadel Mohammad Alfarizi. Dan princessnya saya akan menamakan princess Zdakira Ichasandira dan princess Aisah Barira," ucap raja Farouk penuh rasa bangga.
El-Rummi menggendong putrinya Aisah, Amran menggendong cucunya Zdakira dan Raja Farouk menggendong cucunya prince King Fadel.
"Semoga ketiganya tumbuh untuk kemuliaan kedua negara tercinta ini. Aamiin..!" imbuh raja Farouk terlihat sangat bahagia.
Keluarga besar Amran kembali berkumpul di mansion utama. Kini si kembar dari Nada sudah berusia dua tahun. Tentu saja kekuatan yang di miliki si kembar ini makin bertambah matang. Mereka sudah bisa mengendalikan kemampuan mereka sesuai yang dibutuhkan.
"Apakah kamu lihat gelagat tamunya Oma itu?" tanya Ghazali yang sejak tadi melihat beberapa pria dewasa yang berpenampilan rapi dengan baju Koko putih tapi memiliki rencana jahat di acara sakral itu.
"Apakah kita perlu menghukumnya, Ghazali?" tanya Ghaida melihat lima orang pria mencurigakan itu.
"Sepertinya kita perlu bermain-main dengan mereka sebentar, bagaimana?" ajak Ghazali ingin mengerjai lima orang penjahat yang merupakan pelayan catering yang Oma Nabilla sewa. 0
__ADS_1