
Tiga bulan kemudian, Evren sudah berada di Istambul ditemani istri tercinta yang menemaninya bekerja di perusahaan miliknya apa lagi ada saham Dinar di perusahaan itu.
Sebagai istri, Dinar ingin melakukan peran penuh melayani suaminya bukan hanya di atas ranjang saja, namun menyenangkan Evren dengan makanan buatannya.
Kebiasaan ibunya Cintami yang menyiapkan segala sesuatu untuk ayahnya dengan memasak sendiri makanan untuk keluarganya daripada mengandalkan pelayan kecuali ada kesibukan yang luar biasa dan sulit untuk ditinggalkan baru acara memasak dialihkan kepada pelayan.
Dinar selalu pulang lebih awal daripada suaminya agar bisa memasak makan malam untuk mereka berdua. Evren merasakan kehidupannya berubah drastis sejak menikah dengan Dinar.
Dinar memilih untuk tinggal di apartemen daripada mansion milik Evren karena Dinar belum butuh pelayan dalam urusan rumah tangganya. Dinar yang sudah selesai memasak menata hidangan itu di atas meja dengan sangat cantik.
"Sayang. Aku mau makan sekarang!" pinta Evren yang sudah tidak sabar ingin merasakan Dinar.
"Baik. Tunggu sebentar sayang!" ucap Dinar melepaskan apron yang melekat di tubuhnya lalu menuangkan nasi di piring suaminya.
"Aku akan terlihat makin gendut dengan masakanmu yang nikmatnya tiada duanya," puji Evren sambil menikmati makanannya.
"Jangan buat dirimu jadi gendut...! Aku tidak mau punya suami gendut," protes Dinar.
"Baik tuan putri. Aku akan menjaga kebugaran tubuhku," ucap Evren.
"Good job, hubby!" puji Dinar.
Setiap usai sholat magrib Dinar mengajak suaminya untuk membaca Alquran lalu melanjutkan dengan bedah tafsir di dua ayat setiap surah yang dibaca mereka berdua. Di sinilah ilmu agama Evren makin bertambah karena Dinar memiliki jadwal tersendiri untuk mengkaji lebih dalam tentang agama.
Mulai dari bedah tafsir, hadist, mendalami fiqih dan Ushul fiqih. Hal-hal seperti inilah yang membuat kehidupan pernikahan mereka menjadi lebih bermakna.
Jika memasuki weekend keduanya mengunjungi panti asuhan, rumah Tahfiz, panti jompo dan mesjid hanya untuk berbagi dan mendengarkan keluhan orang-orang yang membutuhkan uluran tangan mereka.
"Kekayaan tidak akan kekal dan juga tidak bisa dibawa mati. Berikan hak orang lain untuk memperkaya diri di akhirat nanti..!" tutur Dinar memperingatkan suaminya untuk tidak lupa berbagi.
"Iya sayang. Dulu hidupku seakan begitu gersang mungkin karena aku kurang berbagi. Aku memang mendirikan sholat tapi aku lupa untuk berbagi. Dan mungkin penyebab itulah membuat kehidupanku terasa hampa.
Ternyata berbagi dengan orang yang sangat membutuhkan membuat kita merasa bahagia. Terimakasih sudah memberikan ketenangan dalam hidupku, baby," ucap Evren lalu membenamkan ciuman di kening istrinya.
__ADS_1
"Sama-sama sayang."
Padahal sebelumnya, Evren tidak memikirkan kehidupan orang lain bahkan terkesan apatis karena hidupnya hanya memikirkan urusan bisnis dan menimbun kekayaan yang selalu di manfaatkan oleh kelurga tirinya.
Ternyata ujian yang Allah bebankan kepadanya yang begitu berat ia lalui kini digantikan dengan seorang wanita Sholehah dan pemberani. Paket komplit bukan.
"Ayo kita pulang. Kita masih punya tugas untuk menghadirkan junior kita..!" pinta Evren karena belum melihat tanda-tanda istrinya yang belum juga hamil.
"Insya Allah mereka akan hadir di rahimku. Allah sedang memprogram anak-anak kita agar lebih matang saat hadir di bumi. Bukankah kamu menginginkan mereka kembar?" canda Dinar.
"Oh begitu. Baiklah kalau begitu kita harus mendapatkan benih premium seperti kata opa Amran," ucap Evren. Keduanya terkekeh mengenang celoteh opa Amran yang selalu membanggakan anak, cucu dan menantunya yang semuanya hebat.
...----------------...
Tiga bulan berikutnya, negara Indonesia mulai mengalami perubahan sistem. Banyak undang-undang yang sebelumnya sudah ditetapkan oleh mantan presiden Amran di rubah seenak jidatnya oleh pemerintah yang baru.
Seakan semuanya dikembalikan ke masa Indonesia sepuluh tahun sebelumnya sebelum Amran memegang kekuasaan. Rakyat mulai bertindak dengan melakukan demo penolakan terhadap aturan kebijakan pemerintah yang tidak lagi berlandaskan Pancasila yang sesungguhnya yang dijalankan oleh Amran yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Amran dan Nabilla sangat sedih melihat keadaan negara Indonesia kembali ke titik awal. Di mana pemerintah saat ini sudah terpengaruh dengan ajakan negara-negara kapitalis yang menguntungkan perusahaan-perusahaan asing.
Mantan menteri kabinet Amran ramai-ramai menyerang Amran karena Amran yang begitu keras kepala tidak melibatkan keluarganya dalam dunia politik.
"Sekarang lihatlah negara ini..! Apa yang telah kita bangun semuanya hancur tak tersisa. Kasihan rakyat. Kehidupan mereka yang sudah bahagia kembali ditindas oleh para preman berdasi itu," ucap pak Bachtiar.
"Dari pada sibuk menyalahkan aku, lebih baik pikirkan solusi untuk menyelamatkan bangsa ini dan aku tidak akan tinggal diam melihat bangsa ini benar-benar hancur," balas Amran masih terlihat tenang.
Keduanya masih berdebat cukup lama dan pada akhirnya mereka kompak menentukan tanggal pertemuan untuk membahas negara ini. Arsen dan Cintami mendatangi Amran dan menawarkan diri untuk maju ke kancah politik lalu diikuti oleh Daffa dan Bunga.
"Daddy. Apakah kami boleh ikut terjun ke dunia politik? Kami tidak gila kekuasaan tapi kami ingin menyelamatkan nasib rakyat yang kembali ditindas dengan sewenang-wenang oleh mereka," pinta Bunga.
"Baiklah. Persiapkan diri kalian. Lakukan karena Allah dengan begitu Allah akan memudahkan niat baik kalian!" nasehat Amran yang diangguki oleh Nabilla.
"Tapi, apapun hasilnya cukup Allah saja yang kalian andalkan. Jangan coba-coba melibatkan pamor daddy untuk mendulang dukungan dari rakyat. Perjuangkan diri kalian berdasarkan kredibilitas kalian sendiri. Mommy dan Daddy hanya mendukung jalan kalian dalam dunia politik," timpal Nabilla.
__ADS_1
"Ingat jangan sombong karena kejeniusan kalian terutama kamu Bunga. Tahan diri jika mendapatkan kritikan atau serangan dari mereka secara personal. Dan diatas semua itu jangan merasa pendapat kalian yang paling benar," nasehat Amran.
"Dan terakhir, jangan pernah berdebat dengan orang bodoh karena kalianlah yang akan terlihat bodoh," lanjut Nabilla.
"Kenapa kami tidak boleh debat dengan orang bodoh, mommy? Bukankah sudah tugas kita meluruskan yang salah menjadi benar?" protes Bunga.
"Masalahnya orang bodoh tidak akan pernah mau mengalah dan merasa dirinya paling benar dengan otak mereka yang hanya sampai setengah tiang. Sampai mulutmu pegal, mereka akan mencari pembenaran sendiri," ucap Nabilla yang sudah berpengalaman menghadapi manusia yang banyak tipe aneh.
Akhirnya dua menantunya Amran dan kedua putrinya mencoba peruntungan mereka di dunia politik. Carut marut wajah Indonesia dengan kepemimpinan yang semerawut menjadi ujan berat bagi negara ini.
"Jika aku dan suamiku bisa menduduki kekuasaan di negara ini, tidak akan aku ijinkan para politisi bodoh ikut berkiprah dalam panggung politik karena akan merusak mental rakyat dengan kebodohan mereka," tekad Bunga.
"Ya Allah. Ijinkan hamba dan suami hambaMu yang lemah ini untuk mengembalikan wajah negeri ini kembali aman, damai, makmur dan sentosa," doa Cintami penuh ketulusan di sepertiga malam.
Sementara cucu-cucu Amran yang lain memilih menetap di luar negeri untuk menimba ilmu kecuali Audrey yang menekuni bidang pendidikan sebagai dosen muda di salah satu universitas terkemuka di Indonesia.
Hubungannya dengan Delfin tidak ada kejelasan karena Audrey belum begitu yakin dengan pilihannya mengingat permasalahan ayah dari Delfin yang menjadi pertimbangan Audrey.
Adam memilih tinggal di Amerika dengan istri dan ketiga anaknya. El-Rummi menetap di Bahrain dengan ketiga anaknya juga karena istrinya sudah resmi dinobatkan menjadi ratu Bahrain untuk menggantikan ayahnya raja Farouk yang sudah mulai sakit-sakitan.
Ghaida dan Ghazali fokus dengan pendidikan mereka dan mempersiapkan diri untuk masuk ke agen rahasia FBI.
Tiga bulan berikutnya, Dinar belum juga hamil.
"Menurut kalian siapa yang lebih pantas untuk menjadi calon presiden Indonesia yang akan datang?
Bunga dan Daffa ataukah Arsen dan Cintami. Tulis komentar kalian dengan alasan yang logis dan tidak melenceng karena negara Indonesia halu lebih dibutuhkan oleh para readers yang merindukan sosok pemimpin seperti Amran dan ibu negaranya Nabilla.
......................
TAMAT
Untuk sinopsis sekuel dari karya novel ini nanti malam author bagikan di pengumuman. Semua PR yang masih tertunda akan kita temukan di karya berikutnya..ok kita end ya say... terimakasih untuk dukungan kalian semuanya.. bye.. assalamualaikum..!
__ADS_1
Visual Audrey