
Di villa. Pasangan muda sedang asyik panen sayur dan buah. Sementara pasangan yang tua lebih memilih melihat peternakan yang cukup jauh letaknya dari villa yang di kelola oleh para pekerja.
Sementara ketiga bayinya Nabilla sementara ini di asuh oleh pelayan dengan di temanin ummi Ambar yang tidak mau terlibat dengan mantan suami untuk bergabung di tempat peternakan. Arsen sedang sibuk dengan game miliknya. Nadin dan Arland sibuk memanen sayur. Reno dan Celia memetik cabe kriting dan rawit sementara Wira, Devan, Lea dan Lira memetik buah anggur, jeruk, melon dan mangga.
Lira menyuapi anggur untuk suaminya. Lea sedang mengupas mangga yang sudah matang lalu diberikan kepada Devan.
"Ternyata asyik juga acara panen kita hari ini, sayang," ucap Lira.
"Lebih asyik lagi kalau aku bisa panen tubuhmu," timpal Wira begitu frontal.
"Sabar sayang! tiga hari lagi. Nanti bisa puas-puasin ya!" canda Lira malu-malu.
Arland dan Reno membawa bakul yang berisi sayuran, tomat dan cabe ke teras villa. Nadine dan Celia membawa air putih untuk suami mereka. Semuanya menikmati liburan mereka yang sangat berkesan saat ini. Mereka bisa berkebun selain bulan madu.
"Sayang. Kita mandi yuk! badanku pada gatal-gatal!" ajak Arland.
Nadin yang tahu kalau itu hanya sebuah akal-akalan suaminya yang sebenarnya ingin mengajaknya bercinta. Dan Reno juga menggunakan alasan yang sama mengajak istrinya mandi.
"Bibi Yanti. Sayurannya ada di teras. Tolong dirapikan ya!" pinta Celia.
"Baik non. Nanti biar bibi yang mengurusnya. Nona mandi dan istirahat saja," ucap bibi Yanti.
"Makasih Bibi Yanti," ucap Celia sambil menapaki anak tangga.
Sementara dua pasangan lainnya sudah menyusul dan meletakkan keranjang bakul yang berisi buah-buahan segar hasil panen mereka pagi ini. Kedua pasangan itu memutuskan untuk berenang. Lea segera mengganti baju renang miliknya khusus untuk muslimah. Sementara Lea memilih untuk mandi saja karena dirinya sedang haid. Dan Wira memilih menemani istrinya saja.
Sementara di Amerika. Tepatnya di gedung putih, pasangan Nabilla dan Amran sudah berada di dalam gedung putih itu. Nabilla yang konsisten dengan pakaian syar'i lengkap dengan cadarnya, kini nampak anggun berjalan menuju ruang pertemuan, di mana persiden dan pejabat terkait sedang menunggu kedatangan mereka.
Rupanya saat ini, Nabilla harus memperkenalkan dirinya sebagai agen dua pada presiden yang baru dengan jajarannya. Tak lupa ia juga memperkenalkan Amran sebagai suaminya.
"Selamat malam tuan presiden!" sapa Nabilla sambil menyebutkan statusnya.
"Silahkan duduk! kita perlu ngobrol sebentar sambil menunggu hidangan makan malam dihidangkan oleh pelayan," ucap tuan preseden.
__ADS_1
"Apa kabar agen dua! bagaimana keadaan negaramu setelah terungkapnya kasus para mafia dan oknum pejabat korup?" tanya presiden yang sudah mengetahui kasus itu.
"Sejauh ini mereka masih sedang dalam proses penyelidikan terus menerus walaupun bukti kejahatan mereka sudah dilimpahkan ke pihak berwajib dan sudah digulirkan ke pengadilan namun sidang belum kunjung digelar," sahut Nabilla.
"Kenapa bisa begitu? apakah masih ada masalah?" tanya presiden.
"Bukan ada masalah secara mekanisme nya, tuan. Ini lebih kepada secara pemikiran orang-orang terkait yang ikut terlibat sedang mencari cela untuk mengelabui hukum demi membebaskan para oknum ini dengan cara memanipulasi data. Dengan begitu masyarakat yang awam akan dunia hukum yang mendengar berita itu dari media yang sudah disuap untuk menyebarkan rumor dengan menyampaikan berita mereka melalui media dengan alasan tidak cukup bukti, salah sasaran dan praduga tak bersalah.
Dengan begitu hukuman akan diterima terdakwa yaitu kemungkinan hukuman ringan atau bebas bersyarat. Singkatnya pingin kabur dengan pura-pura tidak sehat sedang menjalani rawat jalan," timpal Nabilla membuat presiden terkekeh.
"Permainan hukum di negara anda begitu menyedihkan, nona," ucap tuan presiden.
"Tapi tidak dengan hukum alam, tuan presiden. Saat mereka bisa menentang hukum demi membebaskan diri dari jeratan hukum, justru alam sedang menanti mereka dengan hukuman setimpal. Mereka mungkin bisa lari dari hukuman manusia, apakah mereka bisa bebas dari hukuman alam?" seloroh Nabilla mengundang tanya para pejabat.
"Apa maksud anda, nona?" tanya salah menteri.
"Kita ini punya jiwa agar bisa hidup di tubuh yang sehat. Jika jiwa sudah terlalu sakit untuk di sembuhkan ( mental) maka tubuh akan bereaksi dengan penyakit mematikan. Tuhan punya cara sendiri menghukum hambaNya yang munafik. Bisa saja dari penyakit kronis, kecelakaan kendaraan atau alam yang lebih cerdik untuk membinasakan kejahatan mereka.
Contoh yang paling sederhana yaitu kena petir langsung mati, beres. Dari pada mereka di penjara, negara masih menjamin kebutuhan mereka berupa makanan dan kebutuhan lainnya, bukankah itu sangat merugikan negara?" timpal Nabilla makin membuat beberapa pejabat bergidik ngeri membayangkan hukuman yang digambarkan Nabilla.
Presiden mengangguk dan meminta untuk tamunya menuju ruang meja perjamuan makan malam. Nabilla dan Amran berjalan bersama menuju ruangan tersebut lalu mengambil tempat duduk mereka masing-masing sesuai arahan pelayan istana.
Makan malam itu berlangsung khidmat. Menu yang disiapkan untuk Amran dan Nabilla terpisah masakannya sesuai dengan keyakinan mereka. Jadi mereka duduk dekat dengan kursi presiden karena mereka adalah tamu utama yang diprioritaskan khusus oleh presiden.
"Agen dua. Apakah ilmu yang anda miliki tidak bisa anda ajarkan saja kepada beberapa ahli IT kami atau agen terpilih yang akan kami siapkan untuk menggantikan anda nantinya? dengan begitu kami tidak perlu menyusahkan anda untuk bolak balik ke negara ini untuk urusan penting ini," ucap salah satu Mentri.
Nabilla menarik sudut bibirnya. Ia sudah menduga akan ada permintaan itu di meja makan ini. Menerima perjamuan makan malam akan membahas hal-hal yang berbau politik dan itulah salah satu orang belajar tabel meneer.
"Sepertinya setiap manusia sudah diberikan hak istimewa dari Tuhannya untuk ia mempelajari apapun agar bisa membantu negaranya masing-masing dan tidak perlu melibatkan aset bangsa lain untuk kepentingan darurat. Kenapa saya harus mengajari mereka? kalau mereka sendiri tidak berupaya untuk memenuhi ekspektasi negara ini. Mungkin tuan bisa sedikit lebih memaksa mereka untuk bisa mengoptimalkan keahlian mereka menguasai ilmu yang sudah saya ciptakan komputer raksasa?" tutur Nabilla membuat tuan Stuart menahan geram.
"Bukankah negara ini sudah membayarmu agar ilmu yang anda miliki harus bisa anda ajarkan kepada aset bangsa ini untuk menguasai program yang anda ciptakan?" intonasi suara tuan Stuart terdengar sedikit mengintimidasi Nabilla.
"Apakah anda sedang mengancam saya tuan Stuart?" tembak Nabilla langsung pada intinya.
__ADS_1
"Itu hanya perasaan anda saja, nona. Saya bicara sebagai abdi negara untuk mendidik orang-orang yang lebih kompeten dalam dunia IT seperti anda," ucap tuan Stuart sedikit santai tapi tidak dengan Nabilla yang sudah mendapatkan sinyal kejahatan di meja ini.
Nabilla menyelesaikan makanannya dengan cepat dan meneguk air putih untuk membersihkan rongga mulutnya dari makanannya.
"Maaf saya tidak bisa memenuhi apa yang diminta oleh anda tuan Stuart," tolak Nabilla secara halus.
"Kenapa agen satu? apakah orang-orang kami tidak memenuhi standar anda untuk menerima ilmu dari anda?" tanya tuan presiden.
"Bukan begitu tuan presiden. Saya sudah pernah mengajarkan orang-orang yang terpilih oleh Mr. M sebelumnya, jauh sebelum saya kembali ke negara saya," ucap Nabilla sengaja menjeda kalimatnya.
"Lalu, kenapa mereka tidak bisa mengoperasikan komputer itu saat sedang terjadi kekacauan di negara ini?" tanya tuan presiden.
"Tuan presiden. Jika ada orang yang melakukan pencurian benda berharga milik negara ini berarti ada yang menyuruhnya bukan?" tanya Nabilla.
"Tentu saja," ujar presiden.
"Berarti orang itu tahu seluk-beluk museum penyimpanan barang berharga itu. Jika pencurinya bisa tertangkap maka akan terbongkar siapa dalangnya. Nah, ahli IT yang duduk semalaman untuk melihat situasi dengan meretas CCTV dan mematikan bagian penting pancaran sinar infra merah yang tidak mungkin bisa dilewati oleh siapapun tapi bisa dilewati oleh pencuri itu berarti ada orang dalam yang terlibat dalam pencurian itu.
Dan saat ini kedatangan saya menjadi ketakutan untuk dirinya bahkan dia sudah terancam di tangkap oleh saya," ucap Nabilla dengan gamblang membuat suasana memanas dan orang-orang yang di maksudkan Nabilla tidak bisa berkutik.
"Maksud anda apakah di dalam meja perjamuan kita ini ada penghianat yang duduk bersama dengan kita saat ini, agen dua?" tanya tuan presiden.
"Tentu saja tuan presiden," ucap Nabilla.
"Siapa nona...?" tanya tuan presiden.
.....
vote and like nya, Cinta please!
Visual Nadine
__ADS_1
Visual Arland.