Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
140. Menebus Yang Tertunda


__ADS_3

Darwish tidak menyerah begitu saja pada keadaan bagaimana ia bisa membuktikan bahwa Cyra hanya sebagai korban dan tidak terlibat dengan bisnis kotor yang dijalankan oleh Murrad dan putranya Alinskie selama ini.


Untuk membuat Cyra memiliki semangat hidup lagi, Darwish menghubungi Daffa untuk mempertemukan ibu dan anak itu.


Mengetahui jika Daffa berada di Turki juga, Darwish begitu antusias menunggu kedatangan sang putra di hotelnya walaupun Daffa tidak menceritakan status istrinya sebagai agen rahasia FBI karena itu terlalu beresiko. Apa lagi Cyra sama sekali tidak tahu jika yang membekuk putranya dan Murrad adalah Bunga. Karena bagi Cyra, Bunga hanya seorang dokter kecantikan.


"Hallo ...! Daffa. Apakah kamu bisa datang ke Turki?" tanya Darwish setelah basa-basi dengan putranya itu.


"Apakah tuan sedang bertugas di Turki?" tanya Daffa lagi.


"Iya. Aku sudah menemukan istriku. Dan saat ini dia sedang berada di tahanan di kantor polisi atas tuduhan terlibat dengan komplotan mafia," ucap Darwis.


"Kebetulan sekali aku ada di Turki karena sedang bulan madu. Baiklah. Aku akan menemui anda tuan. Kirim saja alamat hotel anda. Aku dan Istriku akan ke sana," ucap Daffa.


"Terimakasih sebelumnya Daffa. Selamat atas pernikahanmu, nak!" ucap Darwish.


"Terimakasih ucapannya tuan. Kami segera bersiap-siap." Daffa mengakhiri pembicaraannya dan memberitahukan Bunga yang menyanggupinya tanpa tahu siapa yang bakal mereka akan temui.


Sebenarnya, Daffa masih kesal dengan Bunga yang semalam tidak bersedia melayaninya karena gadis itu terlanjur ngantuk usai minum obat yang mengandung obat tidurnya karena Bunga harus istirahat total.


Terpaksalah, Daffa belum bisa menjebol gawang milik istrinya yang masih berstatus perawan sampai saat ini. Tapi, Daffa berusaha mengerti keadaan Bunga yang tidak boleh kelelahan dulu.


"Sayang. Apakah kamu bersedia menemaniku menemui kawanku?" tanya Daffa saat melihat istrinya sudah mandi dengan mengenakan jubah mandinya.

__ADS_1


"Kawan..?" tanya Bunga bingung.


"Aku akan menceritakan sambil jalan. Sekarang bersiaplah! kita akan menemuinya di hotel Four season," ucap Daffa menarik pinggang Bunga merapat ke tubuhnya.


Dada Bunga mulai kembang kempis lagi mendapati suaminya yang mulai iseng. Ia. menelan liurnya dan mulai merasa gugup karena Daffa menarik tali jubah mandi itu hingga terlepas. Jika kedua tangan kekar itu menyibak kedua sisi jubah mandinya, maka akan terekspos isi di dalamnya.


"Kamu sangat wangi sayang. Boleh aku melihatnya sebentar? aku penasaran dengan isinya," serak Daffa membuat tubuh Bunga mulai merinding.


"Apakah hanya ingin melihat saja?" getar suara Bunga dengan darah berdesir menahan gejolak hasrat yang sama dengan Daffa, namun takut untuk memulainya lebih dulu.


"Maunya lebih dari sekedar melihat, tapi kita akan terlambat menemui kawanku," ucap Daffa yang sudah menyibak perlahan jubah itu hingga jatuh dilantai menyisakan tubuh polos Bunga yang masih menempel ditubuhnya.


Tangan kekar itu mulai mengusap lembut punggung Bunga sembari merasakan kelembutan kulit Bunga bak kulit bayi seputih porselin itu. Yah, hanya sentuhan saja mampu membangkitkan gairah muda istrinya yang makin melemah disertai lenguhan.


"Daffa...kau...!" racau Bunga yang sudah tidak mampu lagi menahan hasratnya saat sentuhan bibir suaminya menapaki leher jenjangnya dengan satu tangan menyentuh bongkahan kenyal di dada itu sambil meremas lembut hingga suara des**han itu mengalun merdu membuat Daffa makin menggila.


"Sayang. Mau melakukannya sekarang?" tawar Bunga yang tidak kuat lagi menahan luapan hasrat yang membakar jiwanya saat Daffa berhasil mengisap dua boba coklat muda miliknya.


Daffa merasa girang dalam hati karena istrinya yang meminta sendiri hingga membuat Daffa mengangkat tubuh Bunga berkoala di pinggangnya dengan tubuh kekar itu sudah polos membuat wajah Bunga merona merah.


Bunga membiarkan tubuhnya dikuasai sang Arjuna yang telah menjelajahi bagian bawahnya kini dengan lidah kasar itu menyapu bersih merasakan kenikmatan area sempit itu yang sudah menghadirkan cairan kenikmatan yang berhasil ia sesap hingga tubuh indah itu melengkung ke atas sambil melenguh panjang.


Usai berhasil menyenangkan istrinya dengan sentuhan ringan untuk memuluskan jalan masuk miliknya nanti, kini dua kaki jenjang itu terpisah saling menjauh satu sama lain dan tereksposlah kelopak bunga cantik itu membuat Dafa menggeram berselimut hasrat sambil mengarahkan pusakanya dibawah sana.

__ADS_1


Bunga memejamkan matanya karena tidak kuat menatap wajah Daffa yang berkabut na*su menatapnya dengan tatapan menggoda bercampur gemas.


"Pelan-pelan sayang!" iba Bunga antara takut namun juga ingin merasakan seperti apa sensasinya yang membuat orang rela melakukan zina duluan tanpa menikah bahkan kejahatan pemerkosaan makin marak karena kenikmatan yang satu ini.


Dan tidak sedikit perselingkuhan terjadi hanya demi kenikmatan yang berlangsung satu menit ini dan setelah itu rusaklah moral mereka di hadapan masyarakat yang beradab yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai agama yang mereka anut sebagai pelindung mereka dari godaan maksiat yang memabukkan jiwa.


"Bunga....!" sebut Daffa memanggil nama istrinya sambil mendorong masuk miliknya ke tempat sempit itu membuat Bunga mendorong beban tubuh marsekal muda ini dengan keras namun kedua lengannya langsung ditahan oleh Daffa.


"Apakah segini saja keberanianmu wahai agen rahasia FBI? Apakah senjataku lebih sakit daripada senjata lainnya, hmm?" ledek Daffa yang masih merasakan kehangatan miliknya bercampur rasa sempit yang menyedot miliknya sambil merasakan setiap remasan yang memanjakan miliknya dibawah sana yang membuatnya makin bersyukur mendapati Bunga yang masih tersegel rapi tanpa terjamah oleh pria manapun karena Daffa adalah pria pertama yang ia kenal dan sekarang sah menjadi suaminya.


"Daffa ....sakittt...!" rengek manja Bunga namun tidak diindahkan oleh Daffa yang langsung memompa lembut tubuhnya agar Bunga bisa menyesuaikan milik mereka yang sedang melakukan pertemuan di dalam sana untuk memuaskan pemiliknya.


"Daffa...!" hanya itu yang bisa Bunga ucapkan karena tubuhnya bergetar hebat kala merasakan hal aneh namun membuat ia merasakan kenikmatan yang luar biasa dengan nafas terengah-engah.


"Kamu menikmatinya, sayang?" tanya Daffa yang belum apa-apa karena ingin menyenangkan istrinya lebih dulu.


Daffa tidak ingin memuaskan hasratnya sendiri apalagi ini perdana untuk mereka dan ia ingin memberikan kesan terindah yang akan membuat istrinya menjadi candu padanya dengan begitu Daffa tidak perlu merayu wanitanya dengan susah payah kala ia menginginkan istrinya kapan saja. Itulah trik jitu Daffa melemahkan lawannya.


Bunga hanya tersenyum malu tanpa ingin mengiyakan pertanyaan suaminya dan Daffa mengetahui jika istrinya sangat menikmatinya karena mendapatkan kepuasan darinya.


Setelah memastikan Bunga sudah melepaskan kenikmatannya berkali-kali, kini giliran Daffa menuntaskan hasratnya dengan harapan benihnya cepat tumbuh di dalam sana agar agen satu ini tidak dulu menerima misi selanjutnya dari Mr. M.


"Sayang. Kita lakukan bersama-sama untuk terakhir kalinya mendapatkan kenikmatan ini, mau?" tanya Daffa namun Bunga menginginkan ia yang memimpin permainan membuat Daffa tersentak. Biarkan aku di atas sayang. Sekarang giliranku untuk memuaskanmu," ucap Bunga yang benar-benar tergila-gila dengan kenikmatan surgawi dunia yang satu ini.

__ADS_1


.....


Vote dan likenya Cinta please!


__ADS_2