
Tuan Darwish mendapatkan petunjuk tentang istrinya Cyra berada di Turki setelah mengetahui tuan Ben atau biasa disapa dengan Murrad telah berhasil ditangkap oleh Bunga.
Cyra yang saat ini sedang ditahan oleh kepolisian nampak murung di sel tahanan. Ia tidak tahu siapa yang harus ia hubungi saat ini karena keadaannya sendiri sangat kacau.
Wajah Darwish terlihat tegang dengan kebahagiaan yang menumpuk didadanya saat menjumpai kekasih hatinya setelah sekian lama terpisah.
"Nyonya Cyra! ada yang ingin bertemu denganmu," ucap polisi itu sambil membuka pintu sel itu.
Cyra keluar mengikuti langkah sang polisi tanpa ingin tahu siapa yang menemuinya. Wajahnya tertunduk dengan rambut panjang terurai menutupi kedua pipi mulusnya. Wajah cantik khas wanita Asia tenggara menjadi daya tarik tersendiri hingga orang tidak menyangka jika usianya sudah 45 tahun.
Darwish melihat wajah cantik itu yang selalu menjadi teman tidurnya yang hanya berlangsung satu tahun kini duduk di hadapannya tanpa ingin menatapnya.
"Cyra!" sapa Darwis lembut sambil menggenggam tangan istrinya itu yang spontan mengangkat wajahnya karena tidak asing dengan suara itu.
"Darwish," gumam Cyra terhenyak menatap nanar wajah tampan dengan beberapa helai rambut yang telah beruban.
"Ia sayang. Ini aku Darwish," ucap Darwis berurai air mata.
Kerinduan Cyra pada sosok yang telah memberinya satu putra itu ada dihatinya setiap saat namun ia menepis semua itu karena Darwish tidak berusaha mencarinya selama ini.
"Untuk apa kamu ke sini?" ketus Cyra menahan air matanya agar tak menetes.
"Tentu saja menjemputmu sayang. Maafkan aku karena baru mengetahui keberadaanmu setelah Murrad tertangkap. Apa kabarmu, Cyra?" tanya Darwish hati-hati.
"Biasa saja. Seperti yang kamu lihat. Sekarang pergilah dari sini dan juga dari hidupku. Kau tidak berarti apa-apa lagi bagiku..!" usir Cyra beranjak berdiri melangkah dengan gontai.
"Aku telah menemukan putra kandung kita Cyra. Aku tahu kamu memberikannya kepada orang lain, bukan?" ucap Darwish menghentikan langkahnya Cyra yang seketika tersentak.
"Jangan membual! putra kita sudah meninggal. Jangan menipuku, Darwis!" balas Cyra tanpa membalikkan tubuhnya untuk menatap lagi wajah Darwish.
"Apakah kamu akan menyangkalnya dengan tes DNA sebagai buktinya? dia tumbuh dengan baik dan sekarang menjadi seorang marsekal angkatan udara," tutur Darwish.
"Kalau begitu. Aku tidak pantas bertemu dengannya dan anggap saja aku sudah mati. Ia pasti malu memiliki seorang ibu yang menjadi simpanan seorang mafia berhati iblis," ucap Cyra berurai air mata sambil melangkah menuju selnya.
"Aku akan membawa pengacara untuk membebaskanmu sayang. Aku tidak peduli bagaimana keadaanmu karena aku sangat mencintaimu, Cyra," ucap Darwish namun Cyra tidak mempedulikan dirinya hingga membuat Darwish hanya menatap punggung tegap bak model itu meninggalkan dirinya dalam kebisuan.
__ADS_1
"Jangan sedih Darwish! kamu masih bisa mendapatkan lagi istrimu. Cyra butuh waktu untuk menelaah semua ini. Hidupnya tidak mudah dimana ia berada di bawah tekanan bajingan sialan itu. Terkutuklah kau Murrad!" Darwish menghibur dirinya sendiri sambil menyumpahi Murrad yang telah memisahkan mereka.
Jika saja tidak ada oknum ditubuh intelijen Amerika yang bekerjasama dengan Murrad, mungkin Darwis sudah menemukan Cyra. Itulah sebabnya FBI turun tangan untuk mengetahui keberadaan Murrad dan mengirim Bunga sebagai agen rahasia untuk menangkap bajingan Murrad setelah sekian lama menjadi buronan intelijen Amerika.
"Aku sangat salut dengan agen rahasia itu. Dengan mudahnya ia menangkap Murrad seorang diri. Sayang sekali identitas gadis itu dirahasiakan.
Jika bisa bertemu dengannya, aku ingin mengucapkan terimakasih padanya karena sudah menangkap Murrad dan mengembalikan istriku dalam pelukanku walaupun aku harus berjuang untuk mendapatkan lagi hati Cyra," lirih Darwish sambil menyetir mobilnya menuju hotel tempat ia menginap.
...----------------...
Sementara di kediaman kakek Salim, Nabilla dan Amran kembali lagi ke rumah itu karena kakek Salim menginginkan pasangan itu menginap dirumahnya sebelum bertolak ke Indonesia.
Tidak ketinggalan pasangan pengantin baru yaitu Daffa dan Bunga yang juga ikut menginap di mansion mewah itu karena Bunga masih dalam tahap pemulihan setelah dirawat sepekan di rumah sakit.
"Kakek senang Bunga sudah sehat lagi dan berkumpul lagi dengan kita di sini. Alhamdulillah, Allah telah menolong kamu membawa lagi cucuku yang cantik jelita ini mirip dengan mendiang nenek uyutnya Dewi," ucap kakek sambil berurai air mata.
"Kakek. Maaf Bunga tidak mengenalkan diri Bunga sebagai cucu kakek karena saat itu Bunga sedang menjalani misi berbahaya," ucap Bunga sendu.
"Tidak apa. Kakek mengerti resiko pekerjaanmu, sayangkuh. Yang penting tetap rendah hati walaupun kamu memiliki segalanya yang tidak bisa dimiliki wanita seusiamu," ucap kakek Salim yang tidak tahu kalau cucunya Nabilla juga agen FBI.
"Oh iya. Dua hari lagi akan turun salju. Apakah kalian mau berkunjung ke villa kakek dan bermain ski di sana?" tawar kakek pada Bunga dan Daffa.
"Wah. Itu ide yang luar biasa kakek. Kalau begitu kami akan bulan madu di sana," ucap Daffa antusias karena saat ini ia belum mendapatkan keinginannya sebagai suaminya Bunga.
"Kakek akan meminta pelayan untuk membereskan tempat itu untuk kalian bulan madu," ucap kakek Salim semangat.
Wajah Bunga bersemu merah karena masih malu hati dengan sikapnya yang arogan hingga menonjok rahang Daffa karena tidak tahu status barunya sebagai istrinya Daffa.
Tidak lama kemudian terdengar mobil menderu kencang berhenti di halaman mansion kakek Salim. Ternyata ada tamu yang saat ini sedang dinantikan kakek Salim yaitu Denada dan El-Rummi.
Nabilla sengaja menghubungi si kembar untuk bertemu dengan kakek Salim karena Nabilla ingin kakeknya bertemu dengan anak-anaknya sebelum pria senja ini menutup mata untuk selamanya.
"Assalamualaikum...!" ucapan salam Nada dan El kompak kepada keluarga itu.
"Waalaikumuslam..!" jawab penghuni rumah itu bersamaan.
__ADS_1
Nabilla dan Amran tersenyum lalu melirik kakek Salim." Kakek lihatlah cicitmu yang lain. Itu anak kedua kami, si kembar. Sayang ini kakek uyut kalian," ucap Nabilla memperkenalkan ketiganya.
Kakek Salim membalikkan tubuhnya saat melihat wajah cicit kembarnya.
Air matanya kembali mengalir deras melihat si kembar.
"Masya Allah. Mereka sangat tampan dan cantik. Apakah kamu yang bernama El, sayang?" tanya kakek saat El mencium tangan keriputnya penuh takzim.
"Iya kakek uyut," ucap El sambil tersenyum.
"Kakek uyut. Aku Nada, si cantik Nada," ucap Nada ceria.
"Berarti yang belum datang adalah Adam dan Cinta?" tanya kakek uyut pada Nabilla.
"Nanti mereka juga datang kakek. Kakek tunggu ya!" rayu Bunga.
Nada dan El berkenalan dengan tantenya Mariam dan Segaf. Keluarga itu melanjutkan obrolan mereka sambil menikmati makan malam.
Setelah melepaskan kerinduan kepada saudaranya, Bunga pamit masuk ke kamarnya untuk beristirahat. Nada menggoda pengantin baru ini sambil berdehem.
"Ehm...ehm..masih sore begini cepat banget ngantuknya," goda Nada.
"Pikiranmu yang ngeres. Aku kan lagi minum obat. Pasti cepat ngantuk," dalih Bunga yang memang belum memikirkan ke urusan ranjang karena tubuhnya masih belum siap untuk menunaikan kewajibannya sebagai istri.
Daffa mengikuti langkah istrinya masuk ke kamar. Bunga yang merasa canggung terlihat bingung berada satu kamar bersama Daffa. Ia masuk ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan membersihkan wajahnya. Ia keluar lagi dan tersentak saat Daffa sudah berdiri di depan pintu kamar mandi sambil memegang sesuatu.
"Aku ingin kamu mengenakan ini sayang!" bujuk Daffa sambil memperlihatkan lengerie membuat Bunga melebarkan pupil matanya.
"Hmm! sebentar Daffa aku lupa belum pipis," ucap Bunga gelagapan sendiri membuat Daffa tersenyum smirk.
"Tidak. Kamu sudah pipis. Aku mendengarnya tadi. Kamu sudah terlalu lama di kamar mandi sayang."
Tubuh Bunga sudah melayang dalam gendongan suaminya yang membawanya ke kasur empuk itu. Senyum Daffa menyeringai puas dengan tatapan liar menatap mata Bunga karena tubuh gadis itu sudah dibawah kungkungannya.
"Daffa...aku masih bel...-" ucapan Bunga terhenti saat Daffa sudah membungkam mulutnya dengan ciuman panas pada bibirnya.
__ADS_1
Vote dan likenya cinta please!