
Sepekan kemudian, setelah memastikan keadaan Syakira sudah cukup kuat untuk pulang ke rumahnya, Adam sebagai suami sangat lega.
Apa lagi saat ini Syakira ingin sekali bertemu dengan keluarganya Hanadiah. Ia merasa memiliki hutang nyawa dengan keluarga itu.
Syakira ingin pulang ke rumahnya sendiri. Rumah yang sudah di renovasi ulang hingga menggantikan semua perabotan rumah tangganya dengan sentuhan desain interior modern dan tampilannya sudah berubah dan terlihat sangat berbeda dengan aslinya.
Syakira memang sengaja mengubah gaya mansion peninggalan kedua orangtuanya itu untuk tidak meninggalkan jejak wanita yang bernama Milano itu.
Di rumah itu sudah ada kelurga Adam yang akan menyambut kepulangan Syakira. Rumah yang sebelumnya diawasi langsung pembangunannya oleh kedua orangtuanya Gress atas permintaan Gress untuk sahabat terbaiknya itu.
Gress yang meminta tolong keluarga Adam untuk memberikan surprise pada Syakira atas kesembuhannya, yang lebih tepatnya adalah syukuran kecil atas kesembuhannya Syakira sesuai ajaran dalam Islam.
Nabilla menjelaskan kepada Gress cara terbaik dalam Islam itu bukan bersenang-senang tapi tetap bersyukur dalam keadaan sempit maupun lapang.
"Apakah ini ritual Islam bila merayakan sesuatu, tante?" tanya Gress sambil mencomot kue yang sudah diletakkan di atas piring oleh Nabilla.
"Iya Gress. Kami selalu diingatkan oleh Rasulullah untuk tetap melibatkan Allah dalam hal apapun. Baik itu senang maupun sedih. Dengan begitu Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kami di saat kami jatuh karena di masa senang kami selalu bersyukur atas karunia-Nya," jelas Nabilla.
"Bukankah Islam terlalu banyak aturan hingga melarang ini dan itu?" tanya Gress yang sudah sedikit banyak tahu tentang Islam dari sahabatnya Syakira khusus untuk wanita.
Seperti mengenakan pakaian tertutup. Diharamkan meminum alkohol. Membedakan makanan yang halal dan haram untuk masuk di dalam perutnya. Bahkan pergaulan pria dan dan wanita dibatasi dengan tidak boleh zinah.
"Setiap aturan yang ditetapkan dalam Islam semata-mata untuk mengontrol nafsu manusia akan segala sesuatu demi menjaga hak dan martabatnya agar tetap terhormat. Dan dari segi makanan dan minuman hanya untuk menjaga kesehatan fisik maupun jiwanya.
Dan itu semua sudah di kaji secara ilmiah dan terbukti kebenarannya. Hal itu dilakukan bukan tanpa sebab karena agama kami melarang ini dan itu walaupun surga belum kami raih namun, keselamatan dunia sudah terjamin yang akan mengantarkan kami ke surga," tutur Nabilla.
"Tapi, masih ada kok Tante orang Islam yang nekat melanggarnya, Tante karena aku juga punya banyak teman muslim selain Syakira," timpal Gress.
"Setiap pemeluk agama apapun di suruh memilih. Jika dia terperdaya dengan godaan setan maka dia sendiri yang akan merasakan kerugiannya.
Contohnya zinah akan berakhir hamil tanpa seorang ayah untuk bayinya dan pasti itu sudah membuat ia menderita. Hamil tanpa seorang yang bertanggungjawab itu sudah musibah baginya.
Jika tidak hamil pasti penyakit yang sedang menantinya dan di mata orang, tidak ada sedikitpun kemuliaan yang didapatkannya," jelas Nabilla tanpa menyindir Gress yang saat ini memahami setiap kalimat yang disampaikan Nabilla.
"Tapi Tante, aku tidak pernah merasakan penyesalan setiap kali aku tidur dengan kekasihku," ucap Gress.
"Karena kamu tidak termasuk dalam golongan kami. Bagaimana aku menjelaskan kepadamu," balas Nabilla membuat Gress akhirnya bungkam.
"Omaaa....! uncle Adam dan aunty Syakira sudah pulang...!" Teriak Audrey dan Dinar.
__ADS_1
"Benarkah...?" Nabilla melepaskan apron dari tubuhnya dan mengajak Gress menyambut kedatangan pengantin baru itu.
"Assalamualaikum...!" sapa Adam dan Syakira yang disambut oleh kelurga besar itu dengan menjawab salam keduanya.
Hanan dan Hanin, putra dari Cintami memberikan buket bunga pada Syakira.
"Selamat datang aunty cantik..!" ucap Hanan dan Hanin kompak.
Syakira menghirup aroma bunga tulip segar itu sesaat lalu mengecup kedua pipinya Hanan dan Hanin.
"Terimakasih atas bunganya sayang!" ucap Syakira lalu mencium tangan ibu mertuanya.
"Alhamdulillah putriku sayang, akhirnya kamu sehat lagi seperti sedia kala! Semoga Allah membekalimu dengan limpahan kasih sayang dan kesehatan," ucap Nabilla lalu memeluk Syakira.
Sekarang gantian anggota keluarga lainnya menyalami Syakira. Saat di hadapkan dengan dua orang yang Syakira sudah tahu mereka berdua, hati Syakira merasakan ada sesuatu ikatan yang sangat kuat dengan dua orang di hadapannya ini.
Fitri yang tidak bisa membendung air matanya saat melihat penyanyi favoritnya secara langsung. Ditambah lagi didalam tubuh Syakira ada bagian tubuh kakaknya Hanadiah bersemayam di tubuh penyanyi cantik itu. Sementara pak Abidzar menahan rasa harunya sekuat mungkin agar tidak membuat Syakira merasa berhutang padanya.
"Apakah ini dengan ayahnya almarhumah Hanadiah?" tanya Syakira.
"Benar nona," ucap pak Abidzar tersenyum canggung.
"Semuanya sudah diatur oleh Allah. Memang jalan yang ditempuh manusia cukup rumit. Semoga nona selalu sehat dan berbahagia dengan nak Adam," ucap pak Abidzar.
"Terimakasih pak. Dan saya sudah memutuskan kalau saya ingin menitipkan perusahaan saya pada pak Abidzar. Tolong di kelola dengan baik dan saya akan meminta pertanggungjawaban laporannya setiap tiga bulan sekali.
Jadi, nanti ada orang kepercayaannya saya yang akan membantu pak Abidzar selama bapak mengelola perusahaan saya," ucap Syakira membuat pak Abidzar langsung sujud syukur karena dia sudah mendengar sebenarnya tawaran Syakira itu dari Adam.
"Kak Syakira. Bolehkah aku memanggilmu kakak?" tanya Fitri yang sejak tadi ingin memeluk Syakira.
"Hei, adikku tersayang. Mulai saat ini aku adalah kakakmu. Mintalah apapun padaku asalkan tidak minta jodoh," canda Syakira lalu memeluk Fitri dan keduanya menangis haru.
Beberapa menit kemudian, Nabilla mengajak semuanya duduk di ruang kelurga untuk melakukan syukuran. Mereka membacakan Al-Quran secara bersamaan kecuali Gress.
Usai pengajian, Amran memimpin doa penutup. Mereka akhirnya makan siang bersama. Syakira merasakan hidupnya penuh dengan kenikmatan saat ini selain nikmat Islam, iman dan nikmat sehat.
Malam harinya, kelurga besar itu masih berkumpul guna membahas hal yang lebih serius mengenai hukuman untuk keluarga Dwiyanto. Apalagi kelurga serakah itu tidak mau tahu tentang kematian Hanadiah yang memicu amarah pak Abidzar makin membuncah.
"Begini menantuku Syakira. Pasti kamu sudah banyak mendengar cerita dari Adam tentang kelurga Dwiyanto yang seharusnya mereka itu menjadi besan kami. Tapi karena kami merasa telah tertipu dengan niat jahat mereka kami ingin memberikan mereka pelajaran yang setimpal dengan apa yang mereka lakukan pada kelurga ini sebelumnya," papar Amran secara detail permasalahannya.
__ADS_1
"Lantas. Apa yang harus aku lakukan, Daddy?" tanya Syakira.
"Daddy minta kamu mau bekerjasama dengan kelurga ini. Nanti daddy akan menjelaskan apa saja yang perlu kamu lakukan untuk memudahkan pembalasan dendam ini," ucap Amran.
"Baik daddy. Demi kebaikan bersama, aku akan melakukan apapun yang Daddy minta," ucap Syakira yang ingin ikut berpetualang bersama keluarga barunya ini sesuai dengan rencana yang sudah tersusun rapi oleh Nabilla.
"Kamu tidak apa sayang untuk menerima tantangan ini?" tanya Adam.
"Tidak apa sayang. Insya Allah aku sanggup melewati semua ini," balas Syakira.
"Baiklah. Sekarang kamu harus istirahat..!" ucap Adam mengajak Syakira masuk ke kamar mereka.
Di dalam kamar, Syakira merasa gugup sendiri kala sudah berduaan dengan Adam yang sekarang menjadi suaminya.
Apa lagi Adam yang belum pernah melihat bagian tubuh istrinya karena selama ini ia menyuruh perawat yang melakukan tugasnya saat membersihkan tubuhnya Syakira paskah mereka sudah menikah.
Syakira mengambil baju tidurnya dan hendak menggantikan baju yang dipakainya saat ini.
"Aku mau ke kamar mandi...!" ucap Syakira.
"Aku ikut," jawab Adam.
"Tapi, aku ingin ganti baju tidur," jawab Syakira.
"Kalau begitu lakukan di hadapanku!" titah Adam.
"Tapi, aku malu," ucap Syakira makin grogi.
"Nanti juga kamu akan merasakannya juga," ucap Adam.
"Merasakan apa?" tanya Syakira dengan polosnya.
"Apakah aku harus menunjukkannya padamu? mau kenalan dengan adikku dulu?" goda Adam sambil membuka resleting celana panjangnya karena miliknya sudah membengkak di dalam sana.
Wajah Syakira bersemu merah menahan malu. Ia memalingkan wajahnya karena belum pernah melihat milik pria dewasa secara langsung.
"Tidak perlu pakai baju tidur. Karena pengantin baru tidak butuh baju tidur," ucap Adam makin membuat nafas Syakira memburu.
Jika dulu Syakira menginginkan Adam mencium bibirnya. Tapi, lain halnya setelah resmi di halalkan Adam, ia tidak bisa menunjukkan sikap agresifnya pada Adam.
__ADS_1
"Kenapa darahku berdesir dan gemetar? Kenapa aku segugup ini?" batin Syakira saat Adam menarik resleting dress-nya hingga menampakkan kulit mulusnya bak bayi.