Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
127. Penyamaran Cinta


__ADS_3

Cintami memasuki kelas sebagai mahasiswa yang sedang melanjutkan pendidikannya meraih gelar doktor. Cintami memang ditugaskan untuk melanjutkan pendidikannya yang sempat tertunda. Ia langsung mengajukan judul disertasinya dengan judul penelitian untuk formula penetral senjata kimia pemusnah massal.


Tentu saja judulnya ini sangat menarik untuk dosennya karena tidak semua mahasiswa mau melakukan risetnya demi mempelajari formula tersebut.


Saat ini Cintami hendak mengajukan judul sekaligus bimbingan oleh dosennya. Namun ia diarahkan ke seorang asisten dosen bernama Yuri. Yuri yang usianya sama persis seperti Arsen suami Cintami. Yuri adalah seorang muslim Uzbekistan.


"Selamat siang tuan Yuri!" sapa Cintami setelah mengucapkan salam pada asisten dosen itu.


"Siang..! Apakah kamu mahasiswa pindahan?" tanya ASDOS itu ramah.


"Iya Tuan. Tapi saya ingin sekali bertemu dengan dosen Vadim," santun Cintami yang ingin bertemu dengan dosen killer yang suka mengambil kesempatan mahasiswa berprestasi.


"Apakah kamu ingin mengajukan judul?" tanya Yuri.


"Iya Tuan. Ini judul saya dan saya sudah menyelesaikan tiga bab," ucap Cintami yang harus mengejar tiga bab dalam waktu satu bulan selama berada di negara tersebut.


Yuri memeriksa pengajuan judul disertasi milik Cintami yang terlalu beresiko tinggi. Ia meminta nomor kontak Cintami untuk mengkonfirmasi lagi gadis itu.


"Untuk sementara saya tidak bisa melakukan ACC judul kamu karena saya harus bicarakan dulu dengan dosen pembimbing kamu. Tunggu beliau pulang dari luar negeri, baru kamu bisa melanjutkan bimbingannya.


Tapi, aku minta nomor kontak kamu untuk mengkonfirmasi lagi jadwal pertemuan kalian nanti," ucap Yuri.


"Baik." Cinta mengetik langsung nomor kontaknya ke ponsel Yuri.


Ia keluar dari ruang dosen dan kembali ke mobilnya. Namun baru beberapa langkah ia berjalan ada notifikasi pesan masuk dari Yuri.


"Tunggu aku di restoran Turki. Ada yang ingin aku bahas denganmu," tulis Yuri.


Cinta tersenyum penuh kemenangan karena dia memang sedang butuh seorang informan seperti Yuri." Alhamdulillah. Kamu masuk juga dalam jebakanku. Ayo kita bertemu..!" batin Cintami membalas chating Yuri." Ok, siap..!" terimakasih Tuan!" balas Cintami sambil menarik sudut bibirnya dibalik cadarnya.


Ia membawa mobilnya menuju restoran Turki. Di tempat itulah mereka bertemu. Demi menjaga keamanan pertemuan mereka, Cintami sengaja meretas CCTV di restoran itu agar tidak merekam pertemuannya dengan Yuri.


Ia juga membaca data tentang Yuri hingga silsilah keluarga pria yang sepantaran suaminya itu. Dipastikan Yuri itu pria baik-baik, Cinta tidak perlu kuatir dan siap menawarkan kerjasama dengan Yuri untuk memperlancar misinya. Tidak berapa lama, Yuri sudah datang dan mencari sosok Cintami yang mengenakan pakaian syar'i lengkap dengan cadarnya itu. Cintami melambaikan tangannya dan Yuri mendekati gadis itu.


"Mau pesan apa, tuan Yuri?" tanya Cintami menyodorkan buku menu pada Yuri.


"Cukup minum saja. Aku tidak bisa bertemu denganmu dalam waktu yang lama," ucap Yuri sambil melirik kanan kiri.


"Emang kenapa? bukankah kita bertemu di sini untuk membahas judul disertasi milikku?" tanya Cintami penuh sandiwara.

__ADS_1


"Ganti judulmu! atau kamu akan mati," jelas Yuri." Cinta berpura-pura tersentak. Iapun mengerutkan keningnya menanyakan alasan Yuri mengatakan itu dengan penuh ketakutan.


"Kenapa harus mati? apa yang salah dengan judulku?" cemas Cinta.


"Mereka akan mengincarmu dan tidak akan melepaskan kamu. Bahkan kamu akan ditarik ke lab rahasia untuk melakukan berbagai riset yang sesuai dengan judulmu setelah itu kamu akan mati secara misterius dan mayatmu tidak pernah ditemukan dan kamu dianggap kembali lagi ke tempat asalmu karena tidak kuat melanjutkan pendidikan. Itu yang mereka selalu membuat rekayasa hilangnya mahasiswa," tutur Yuri.


"Apakah kampus itu sudah membunuh ribuan mahasiswa yang berprestasi karena mengajukan judul yang brilian?" tanya Cintami pura-pura ketakutan.


"Aku tidak ingin kamu mati sia-sia dan kamu tidak perlu nekat ingin terlihat lebih hebat di kampus itu. Lagi pula masih banyak kampus lain yang menjanjikan. Kampus itu hanya berkedok....-" ucapan Yuri terpotong saat Cintami menarik kerah baju Yuri untuk segera merunduk berlindung di bawah meja kala melihat seseorang ingin menembak ke arah Yuri.


Dorrr.... dorrrr...


Yuri gugup dan takjub melihat kecekatan Cinta yang saat ini menjatuhkan meja mereka untuk dijadikan tameng dari peluru yang bertubi-tubi melayang ke arah mereka.


"Ayo kita pergi dari sini lewat pintu dapur restoran ini...!" titah Cintami menarik tangan Yuri untuk ikut dengannya. Cinta belum mengeluarkan pistolnya. Sejauh ini ia masih bisa menghindari serangan tembakan musuh.


Dorrr ....dor....


Tembakan kembali dilancarkan, namun orang-orang Cinta langsung mengamankan penembak itu.


Beruntunglah Cintami sudah menyewa tempat itu selama satu jam agar restoran itu tidak menerima pengunjung lain selain dirinya dan Yuri hanya untuk menghindari korban salah sasaran.


"Cepatlah. Tinggalkan tempat ini...!" Cintami masuk ke mobil di ikuti oleh Yuri.


"Siapa kamu Cinta?" tanya Yuri saat melihat Cinta bukan seperti mahasiswa biasa.


"Aku adalah putri seorang mafia. Di mana ada aku di situ ada para pengawal yang mengawasiku dengan ketat. Jika aku sedikit saja terluka, maka mereka semua akan mati ditangan ayahku.


Nah, sekarang untuk membuat mereka aman dari amukan ayahku, sebaiknya kita menyelamatkan diri dari orang-orang yang ingin membunuhmu. Kalau aku masih ada yang melindungiku. Bagaimana denganmu. Ayo ikuti aku!" sandiwara Cinta untuk melindungi identitas sebenarnya dari Yuri yang percaya begitu saja apa yang dikatakan pengantin baru ini.


"Masya Allah. Pantas saja kamu nampak tenang karena kamu benar-benar kelurga berpengaruh. Jadi, sekarang aku tidak perlu kuatir jika mereka ingin mengincarmu," imbuh Yuri yang sudah berada di dalam mobil Cinta.


Cinta berhasil lolos dari kejaran para penjahat entah itu dari pihak siapa. Rasanya masih abu baginya untuk mengetahui kisah pilu dari balik kampus yang sudah banyak memakan korban jiwa bagi mahasiswa berprestasi yang selalu berhasil membuat disertasi mengagumkan dan itu akan diperjualbelikan oleh oknum tertentu.


Saat Cinta bisa Lolos dari kejaran para penjahat, tapi tidak dengan Yuri yang masih tenggelam dalam lamunannya.


"Apakah kamu ingin kembali ke kampus atau mau aku antar pulang?" tawar Cinta pada Yuri yang terlihat diam.


"Aku ingin menyelamatkanmu, tapi aku lupa jika nyawaku sendiri terancam," cemas Yuri ketakutan.

__ADS_1


"Jika kamu mau bekerjasama denganku, siapa yang telah mempermainkan dunia pendidikan menjadi ajang bisnis, maka aku akan pastikan keamanamu dan kau tidak akan mati sia-sia. Sekarang, terserah padamu tuan Yuri! aku hanya ingin membantumu saja. Oh iya, pasti kamu sudah bekerja bukan? tidak mungkin di usiamu seperti ini kamu hanya bekerja sebatas asisten dosen," tanya Cintami.


"Aku bekerja di kementerian pertahanan dan keamanan di negara ini. Itupun karena koneksi dari dosen kita. Aku juga sebenarnya sedang menempuh pendidikan S3 sama denganmu.


Dan aku sudah menjadi asisten dosen dari jenjang S1 hingga saat ini di kampus ini juga" ucap Yuri membuka peluang bagi Cintami untuk mengetahui bagaimana sepak terjangnya para oknum pendidik yang menghancurkan mahasiswa luar biasa demi menjual hasil penelitian mereka pada oknum lain.


"Tuan Yuri. Apakah kamu mau terima tawaranku untuk membuka kedok para oknum pendidik di kampus itu?" tanya Cintami.


"Ini tidak mudah untuk diungkapkan karena berhubungan dengan pejabat penting di negara ini. Walaupun kebenaran terkuak mereka tidak akan segan membunuhmu atau mempersulit kita untuk mencapai hukum yang lebih tinggi atau mengadili mereka di pengadilan tinggi untuk menjatuhi hukuman bagi para oknum pejabat itu," keluh Yuri.


"Kenapa kamu sangat mengkuatirkan hukuman untuk mereka, jika hukuman mati lebih pantas untuk mereka dapatkan agar posisi mereka bisa di gantikan oleh orang-orang baik sepertimu yang lebih layak menjadi dosen di kampus itu?" kecam Cinta langsung pada intinya tanpa basa-basi.


"Nona. Tidak semudah itu untuk membasmi mereka semua karena jumlah mereka sangat banyak dan sulit untuk dideteksi oleh pihak hukum karena mereka sudah bekerjasama dengan mafia hukum juga agar kasus mahasiswa yang hilang secara misterius itu yang sudah berani membawa kasus itu ke jalur yang lebih tinggi yaitu pengadilan," ujar Yuri yang memang sengaja mengikuti alur permainan para pejabat korup dengan oknum pendidik di kampus yang saat ini menjadi tempat Cinta ingin menyelidikinya.


"Dunia ini masih ada orang-orang baik yang berontak untuk melawan oknum pejabat korup, hanya saja mereka belum punya kesempatan dan keberanian untuk menunjukkan kepada dunia. Cukup beritahukan saja nama-nama orang-orang itu tuan Yuri dan kita eksekusi mereka satu persatu. Aku rasa kamu bukan satu-satunya pria baik untuk menyelamatkan dunia pendidikan bukan?" tekan Cintami.


Yuri terlihat ragu dan terus berpikir keras apakah Cinta adalah penyelamatnya kini. Karena selama ini mereka tidak bisa meneriaki kebenaran karena tidak ada dukungan orang kuat seperti polisi dunia seperti Cinta saat ini yang sedang mengungkap kasus mereka.


"Bagaimana caranya Cinta? jika aku bisa mengungkapkan kebenaran dalam kasus yang sudah berlangsung sepuluh tahun terakhir ini?" lirih Yuri.


"Kumpulkan semua bukti kejahatan mereka dari sumber yang terpercaya. Sudah saatnya kejahatan itu harus ditumbangkan. Media adalah wadah yang tepat untuk mempermalukan mereka dengan bukti kongkrit hingga mereka tidak bisa berkelit.


Jika sudah seperti itu maka yang lain akan cari aman untuk menghilangkan jejak kejahatan mereka. Yang cari aman itu pasti yang lebih tinggi kedudukannya. Mereka itu yang harus kita bunuh agar dunia ini aman. Bukankah perlu adanya regenerasi dalam tubuh pemerintah? jika kita bisa membasmi babi-babi itu, kenapa kita tidak menggunakan cara yang lebih kejam seperti yang mereka lakukan kepada orang-orang yang tidak berdosa selama ini.


Selain bukti kejahatan mereka kita butuh saksi agar perjuangan kita tidak cacat hukum jika kasus ini terungkap. Bagaimana tuan Yuri? apakah kamu bersedia bekerjasama denganku?" tawar Cintami yang tidak ingin menelusuri kasus ini berlarut-larut karena dia tidak ingin berpisah dengan suaminya begitu lama.


"Baiklah. Aku butuh waktu dan perlindungan. Setelah itu kita bisa ungkapkan secara bersamaan. Sekarang antarkan aku kembali ke kampus!" pinta Yuri.


"Kamu dalam pengawasanku Yuri. Jika kamu ikut berkhianat, aku yang akan membunuhmu sendiri!" ancam Cintami.


"Kenapa aku merasa kamu ini bukan seorang putri mafia saja Cinta?" tanya Yuri.


"Emang kamu berpikir aku ini apa, Yuri?" tanya Cintami.


"Semacam agen rahasia yang ingin menumpas kejahatan dengan cara menyamar sebagai mahasiswa," tebak Yuri.


"Jika iya, apakah kamu ingin membantuku atau aku yang akan membunuhmu jika kamu berkhianat?" ucap Cintami membuat pupil mata Yuri melebar dengan mulut setengah terbuka.


"Hah..aaa...?"

__ADS_1


Vote dan like nya cinta please!"


__ADS_2