Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
230. Tugas Rahasia El-Rummi


__ADS_3

El menerima tugas pertamanya sebagai pengawal rahasia putri raja Bahrain yang bernama, Elmira Tamara Zakiyah. Berusia 18 tahun. Gadis ini baru masuk di universitas di kotanya karena tidak diperbolehkan untuk melanjutkan pendidikan tingginya di luar negeri untuk jenjang S2.


Gadis ini, mengenakan pakaian syar'i lengkap dengan cadarnya. El tidak diperkenankan untuk mengenalkan dirinya sebagai pengawal rahasia pada Tamara.


Sekedar di ketahui Bahrain adalah negara terkecil di Asia setelah Maladewa dan Singapura. Luas wilayahnya hanya sebentar ibu kota DKI Jakarta.


Negara ini adalah penghasil minyak terbesar dan juga mutiara yang sangat cantik. Negara ini dipimpin oleh seorang raja karena menganut sistem monarki.


Kembali lagi ke El-Rummi yang dilarang mengetahui wajah aslinya princess Tamara karena menyangkut Sunnah bagi wanita cantik. Sementara kampus itu di penuhi para wanita dengan berpakaian syar'i yang serba hitam dan bercadar. Kini princess Tamara di kawal oleh dua orang bodyguardnya setiap kali Tamara berangkat kuliah.


Untuk mengenal sosok gadis ini, El harus menyamar sebagai mahasiswa juga di kampus itu yang akan menjadi teman kelasnya princess Tamara. Saat Tamara datang ke kampus itu, El memperhatikan dengan seksama Tamara agar ia bisa mengenali gadis itu yaitu matanya Tamara.


Namun sayang, gadis itu malah mengenakan cadar yang bagian matanya saja masih tertutup jaring halus karena saking cantiknya mata Tamara.


"Ya Allah. Bagaimana caranya aku tahu kalau gadis itu adalah Tamara sementara semuanya mengenakan pakaian yang sama dan mata mereka juga ditutup dengan kain jaring tipis. Apakah kecantikan mereka hampir menyaingi bidadari?" lirih El saat melihat Tamara masuk ke kelasnya dan menjadi pusat perhatian mahasiswa lainnya.


Gara-gara kehadiran Tamara, para mahasiswa jadi tidak fokus pada mata kuliah yang disampaikan oleh dosen.


"Apakah ada yang ingin bertanya tentang mata kuliah kita hari ini?" tanya tuan Hambali kepada mahasiswanya.


El mengangkat tangannya dan mengajukan beberapa pertanyaan tentang sejarah Islam.


"Iya silahkan anak muda, kamu pasti mahasiswa baru di kampus ini? Sebutkan nama dan asalmu!" titah tuan Hambali pada El.


"Nama saya El-Rummi dan saya dari Indonesia," jawab El apa adanya.


Tamara sempat menengok ke wajah El yang sudah menyelamatkan dirinya dari tatapan semua orang. Tamara tertegun saat melihat wajah El yang sangat tampan dari kebanyakan lelaki arab di negaranya.


"Bagaimana negara ini bisa merebut kembali kemerdekaannya setelah sempat dijajah oleh Portugis?" tanya El-Rummi.


Sebenarnya pertanyaan El itu lebih kepada pertanyaan kelas SMP di negara itu, hanya karena dia bukan bagian negara itu, maka pertanyaannya di maklumi. Akhirnya yang menjawab pertanyaan itu adalah Putri Elmira Tamara.

__ADS_1


Mata kuliah dilanjutkan hingga beberapa sesi dengan sedikit mengelupas sejarah Islam yang sudah dikuasai oleh El namun pria tampan ini tidak memperlihatkan kejeniusannya di hadapan teman-temannya demi penyamarannya.


Saat mata kuliah itu selesai, Princess Elmira Tamara mendekati El untuk membahas mata kuliah yang baru saja mereka pelajari. Princess Tamara menghaturkan salam pada El yang sedang sibuk mengamati ponselnya.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumuslam..!" jawab El tanpa melihat ke arah princess Tamara.


"Apakah anda sangat sibuk?" tanya Princess Elmira Tamara.


El baru mengangkat wajahnya perlahan lalu tersentak sambil berdiri sedikit membungkukkan tubuhnya layaknya seorang rakyat jelata pada ratunya.


"Maaf princess...! Saya tidak tahu anda menyapa saya," ucap El gugup.


"Tidak apa. Aku tadi dengar kamu berasal dari Indonesia. aku banyak tahu tentang negaramu yang makmur itu," ucap princess Tamara.


"Makmur hanya untuk sebagian orang yang mewakili rakyat yang masih kekurangan secara finansial. Untuk makan insya Allah kami masih bisa ketemu nasi dengan lauk seadanya yang penting bisa untuk bertahan hidup," ucap El apa adanya.


"Apakah kamu sedang mengeluh padaku?" canda princess Tamara.


"Selama Allah memberikan kehidupan pada hambaNya, Allah akan memelihara dan merawat makhluknya dengan caraNya. Hanya saja, manusia tidak mau menjemput rejeki itu.


Bukankah Allah menjanjikan untuk hambaNya sebagai mana dikutip dalam Q.S An-Najm 48. Sesungguhnya Dialah yang memberikan kekayaan dan kecukupan," ucap Princess Elmira membuat El merasa sangat malu.


"Maafkan saya, princess sudah memberikan statement yang salah tentang negaraku," ucap El.


"Kamu juga tidak salah karena orang miskin itu akan masuk lebih dulu ke dalam surga dari pada orang kaya. Dan rentan jarak waktunya selama 500 tahun hitungan akhirat," ucap princess Tamara menghibur El yang terlihat malu.


"Terimakasih princess...!"


"Oh iya. Saya punya buku perkembangan sejarah Islam negara Bahrain. Bacalah...! Mungkin ini akan membantumu memperluas wawasanmu tentang negaraku," ucap Princess Tamara seraya menyerahkan bukunya kepada El rummi yang mengambilnya sambil tersenyum.

__ADS_1


Di saat itulah El Rumi mengambil gambar Wajah princess dengan kacamatanya yang bisa melihat wajah cantik princess Tamara yang bisa menembus cadarnya.


El terhenyak sendiri melihat wajah bidadari itu." Masya Allah. Dia sangat cantik sekali..!" kagum El-Rummi.


"Aku mau istirahat dulu. Kita ketemu lagi mata kuliah berikutnya," pamit Princess Tamara di angguki oleh El rummi.


El memegang dadanya untuk menahan jantungnya yang sedang disko ria di dalam sana." Ada apa dengan jantungku? Jangan bilang kau jatuh cinta padanya. Dia tidak setara dengan kita. Walaupun kita juga berasal dari kaum bangsawan, tapi gelar kita sudah dihapus dari silsilah keluarga," hibur El menguatkan lagi jantungnya untuk tenang.


El buru-buru membuka lagi ponselnya untuk mengamati pergerakan princess Tamara karena dia adalah pengawal rahasianya gadis itu. Seorang teman El menepuk punggung El membuat El hampir meninju wajahnya.


"Sorry...! Aku pikir siapa," ujar El .


"Maaf. Aku sudah mengagetkan kamu," Ucap Aman sedikit mundur menghindari tinjunya El.


"Ada apa?" tanya El pada Aman.


"Kamu sangat hebat bisa bicara dengan princess Tamara. Sedangkan kami sendiri tidak bisa bisa bicara dengannya karena bodyguardnya langsung menegur kami kalau dekat-dekat dengannya.


"Itu karena princess Tamara yang menghampiriku duluan, jadi bodyguardnya tidak marah," dalih El agar Aman paham.


"Oh begitukah? Berarti kamu orang yang beruntung!" puji Aman.


"Anggap saja begitu," ucap El seraya membuka tiap halaman buku milik Princess Elmira yang memiliki aroma kayu cendana.


"Bukunya saja harum. Apalagi tangannya," ucap El yang sebenarnya sudah tahu isi buku yang diberikan oleh princess Tamara padanya. Ia lebih dulu membaca semua mata kuliah terkait dengan jurusan yang ia ambil yang sama dengan princess Tamara pelajarinya saat ini.


Sementara itu, princess Tamara yang sempat ngobrol dengan El merasa hatinya berbunga-bunga saat ini. Ia akhirnya mencaritahu tentang latar belakang El untuk mengenalnya lebih jauh.


Namun sayang informasi yang dia dapatkan tidak begitu berarti karena El sudah memblokir informasi tentang dirinya demi melindungi identitasnya sebagai agen rahasia FBI.


"Dia terlihat sangat tampan sekali. Apakah dia sudah punya pacar atau istri?" tanya Princess Tamara senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


Princess Tamara sengaja di kawal ketat oleh FBI karena gadis ini pernah di culik beberapa bulan yang lalu saat hendak berlibur di Real Madrid Spanyol. Dan gadis ini setiap akhir pekan sering berlibur dan sering melakukan penyamaran karena ingin hidup bebas seperti orang biasa.


Dan yang menggantikan dirinya adalah asisten pribadinya Ghena. Itulah mengapa El di minta untuk mengawasi Tamara secara diam-diam karena kenakalan gadis ini yang tidak ingin dikekang sebagai putri Raja Bahrain.


__ADS_2