
Amran berusaha tersenyum dan tidak ingin menyebutkan nama wanita yang pernah menghancurkan pernikahannya yang membuat Nabilla minggat darinya selama tiga tahun.
Bukan saatnya Amran bernostalgia dengan wanita di depannya ini. Walaupun kesalahan wanita ini sangat sulit dimaafkan olehnya. Amran tampil sebagai presiden dan dia akan menyapa wanita ini sebagai bagian dari rakyatnya.
"Fina ...!" batin Amran seraya menyalami Fina yang langsung mencium tangan Amran sambil menangis.
Banyak yang ingin ia katakan kepada Amran saat ini. Tapi mereka berada di hiruk pikuk warga yang ingin bersalaman dengan presidennya.
Ajudannya yang cukup peka pada hubungan spesial antara Amran dan Fina yang langsung mengamankan Fina agar tidak menciptakan skandal di tempat itu dengan tatapan kerinduan wanita itu pada Amran yang membuat mereka cukup jengah melihatnya.
Amran menggeram tangan Fina dan tersenyum pada ibu ini. Setelah itu ia langsung pamit pada rakyatnya karena harus meneruskan perjalanan mereka untuk kembali ke hotel.
"Semoga selalu sehat ibu," doa Amran seraya melepaskan tangannya dari genggaman Fina.
"Kamu juga presidenku, Amran," lirih Fina yang sangat rindu pada mantan kekasihnya itu.
"Andai saja dulu aku bertahan dengannya, mungkin akulah yang akan menjadi ibu negara saat ini mendampingi Amran. Dua tetap tampan setelah sekian tahun kami tidak bertemu," batin Fina.
Fina memeluk tangannya lalu mencium bekas telapak tangan Amran yang begitu harum membekas ditangannya.
"Aku tidak menyangka kaulah Amran mantan kekasihku yang sekarang ini menjadi orang hebat," batin Fina yang cukup puas bertemu dan bersalaman lagi dengan Amran setelah sekian tahun berpisah.
Saat itu, Fina dikirim ke luar negri oleh Arland dan mengancam wanita itu untuk tidak pernah menginjakkan lagi kakinya di Indonesia jika tidak ingin dibunuh. Wanita itu kembali lagi ke Indonesia karena putra putrinya ingin menetap di Indonesia setelah suaminya Fina meninggal dunia.
Di dalam mobil, Amran terlihat diam dan tidak habis pikir bisa bertemu lagi dengan Fina. Nabilla yang sempat melihat Fina menyapa suaminya, kembali dibakar rasa cemburu pada wanita itu walaupun Fina sudah tidak muda lagi bahkan berubah jadi nenek-nenek.
"Sudah puas nostalgia nya? Masih punya cinta pada wanita itu? kangen ya pada sang mantan?" sindir Nabilla terdengar pedas di kupingnya Amran.
"Baby. Jangan mulai deh. Aku tidak memiliki perasaan apapun padanya. Aku hanya syok aja bisa bertemu lagi dengannya setelah sekian tahun. Hanya kamu satu-satunya wanitaku. Tidak ada yang lainnya baby," ucap Amran serius.
Amran menarik tubuh Nabilla membawanya dalam pelukannya. Ia mencium keningnya Nabilla agar wanitanya tenang.
"Tapi tatapanmu sangat dalam padanya tadi. Tatapan kerinduan seorang pria yang sangat merindukan kekasihnya.
Apakah kamu ingin bicara dengannya? Aku bisa menghubungi nomornya kalau kamu ingin tahu keadaannya," balas Nabilla yang masih saja tidak suka dengan sikap Amran yang sempat terpana menatap Fina walaupun tidak dalam kategori kerinduan namun hanya terlihat syok saja, tapi tetap saja Nabilla merasa masih cemburu karena membayangkan kembali bagaimana tubuh bugil Fina berada di tempat tidur suaminya saat itu.
"Sayang. Dia sudah sama sekali tidak penting untukku. Aku menyapanya hanya sebagai presiden pada rakyatnya. Tolonglah, buang rasa cemburumu itu....! Apakah tidak cukup tiga tahun kamu menyiksaku hanya karena cemburumu yang tak beralasan itu?
Tanpa mengklarifikasi padaku dan memilih hilang begitu saja. Kamu itu sudah durhaka pada suamimu," kesal Amran yang akhirnya mengeluarkan unek-uneknya juga pada sang istri.
Mendengar omelan suaminya, akhirnya Nabilla terdiam dan tidak mau lagi menyinggung masalah Fina. Kalau dipikir-pikir kesalahannya lebih fatal daripada Amran. Karena mereka masih berada di dalam mobil, Nabilla mengurungkan niatnya untuk meminta maaf.
Rombongan tamu negara itu sudah berada di hotel. Mereka harus beristirahat agar tetap bugar untuk melakukan aktivitas keesokan harinya di gedung pertemuan Asia-Afrika di kota Bandung itu.
__ADS_1
Di kamar hotel, Amran yang tidak bisa lagi menahan hasratnya pada istrinya membuka semua pakaian Nabilla yang melekat di tubuh istrinya itu. Entah mengapa kecemburuan Nabilla membuatnya lebih bersemangat untuk bercinta dengan istrinya itu.
Apalagi tubuh istrinya yang masih terawat dengan baik hingga tidak ada kerutan karena usia. Di tambah stamina Amran sendiri yang masih tetap terlihat bugar yang membuat keduanya masih melakukan aktivitas ranjang sebagai pelepas setress yang menghadang mereka setiap saat. Keduanya bisa dibilang menolak untuk tua.
De$ahan di kamar itu mulai menggema. Nabilla menikmati setiap sentuhan suaminya pada tubuhnya yang masih menginginkan kebutuhan biologisnya itu yang makin meningkat sekalipun usianya sudah tidak muda lagi. Mungkin itulah yang membuat keduanya tetap awet muda.
Peluh membanjiri tubuh keduanya walaupun kamar itu terpasang mesin pendingin dengan level rendah. Amran yang begitu beringas menggempur tubuh Nabilla yang tidak pernah membuatnya bosan. Puas bercinta, Nabilla baru menyatakan perasaannya.
"Hubby. Aku minta maaf kalau perbuatanku yang kabur dari rumah masih menyisakan sakit hati padamu sampai saat ini," ucap Nabilla sambil menahan bulir bening di matanya.
"Kalau begitu, jangan lagi menyinggung tentang Fina. Mari kita lupakan semua masa lalu. Aku juga masih malu padamu karena membuatmu sakit hati sebagai istriku," ucap Amran.
"Baiklah. Aku harap dia bukan mantan terindah mu," ucap Nabilla.
"Mantan terindah ku hanyalah Nabilla yang kini menjadi istriku, ibu dari anak-anakku dan juga Oma dari cucu-cucuku yang hebat. Tolong jangan cemburu lagi pada Fina. Dia sudah cukup tua untuk membuat kamu cemburu," pinta Amran.
"Baiklah. Aku tidak akan menyebutkan nama wanita itu lagi, asalkan namanya dan juga bayangannya tidak membekas di benakmu!" pinta Nabilla.
"Kau saja tidak cukup untukku, bagaimana mungkin aku bisa menyisipkan bayangan dia di pikiranku," timpal Amran.
"Kamu tidak sedang gombalin aku kan?" sungut Nabilla.
"Cih...! Wanita itu aneh. Saat suami mereka berkata serius di bilang gombal. Tidak berkata apa-apa malah dibilang tidak romantis.
Nabilla tersenyum melihat wajah frustasi Amran saat menghiburnya jika dalam keadaan cemburu saat ini.
"Benarkah hanya ada aku di hatimu?" selidik Nabilla.
"Benar sayang, istriku Nabilla yang baik hati tidak pernah sombong dan rajin menabung. Kaulah segalanya bagiku, cintaku, sayangku, Indonesia Raya," timpal Amran yang kembali berhasrat pada istrinya.
"Apakah mau aku buktikan lagi, sayang? Mau di gempur lagi?" tanya Amran.
"Nggak ah. Entar bisa encok," tolak Nabilla merasa malu tapi mau.
"Fisik mantan agen FBI tidak mungkin sama dengan wanita biasa. Aku tahu kamu masih menginginkannya. Ayolah baby...! Dosa lho nolak permintaan suami.
Apakah tidak mau dapat pahala lebih dan diampuni dosanya? Hanya ini cara termudah kita mendapatkan pahala dari Allah. Nikmat membawa berkah," ucap Amran dengan candaan yang penuh kata-kata pujian pada istrinya.
Keduanya kembali bergulat hingga mengabaikan waktu istirahat. Keduanya benar-benar tenggelam dalam kenikmatan percintaan mereka siang itu. Bercinta dan bercinta karena selebihnya hanya aktivitas kenegaraan yang akan menyita perhatian mereka.
...----------------...
Kesan yang mendalam dari para tamu negara yang hadir di konferensi internasional itu yang di adakan di Bandung, kini disampaikan oleh salah seorang presiden kepada Amran.
__ADS_1
Kepala negara yang hadir di konferensi itu harus kembali ke negara mereka masing-masing setelah menghabiskan waktu selama sepekan di Indonesia. Pelayanan presiden Amran dan Nabilla kepada mereka tak akan terlupakan seumur hidup mereka.
"Saya mewakili teman-teman dari berbagai negara ingin menyampaikan kesan kami kepada presiden Amran dan ibu negara nyonya Nabilla yang begitu banyak memberikan pelajaran berharga untuk kami selama berada di tanah air Indonesia.
Bukan hanya memuaskan lidah kami dengan makanan yang lezat tapi juga ada hal-hal yang kami saksikan langsung bagaimana interaksi presiden Amran yang begitu sayang pada rakyatnya. Di dukung dengan sikap mulia seorang wanita hebat di sisinya yang sangat jenius dan kami juga tidak membutuhkan guide saat bicara dengan wanita hebat ini.
Terimakasih banyak tuan Amran dan ibu negara Indonesia, nyonya Nabilla atas kebaikan kalian pada kami," ucap presiden Rusia sambil tersenyum puas melihat Amran dan Nabilla yang sekarang ini sedang duduk berdampingan.
Amran juga menyampaikan kesan dan pesannya kepada tamu negaranya yang telah mensukseskan konferensi internasional itu dengan mencetuskan beberapa poin kerjasama mereka kedepannya untuk memberikan kontribusi pada dunia dalam berbagai bidang yang masih butuh perhatian mereka untuk lebih optimal.
Keesokan harinya, semua tamu negara itu sudah kembali ke negara mereka masing-masing. Walaupun sangat sedih meninggalkan tanah air Indonesia tercinta itu, namun mereka membawa banyak kesan baik yang akan mereka ingat sampai akhir hayat mereka. Satu hal yang mereka dapatkan dari Amran dan Nabilla adalah akhlak mulia. Karena itu yang cukup sulit untuk di tiru oleh orang lain.
Jika semua kepala negara itu kembali ke negara mereka dengan hati puas namun tidak dengan tuan Stranger yang harus gigit jari karena penjara siap menanti dirinya.
"Selamat malam tuan Stranger! kami di perintahkan oleh tuan presiden untuk menangkap anda dan ini surat penangkapannya," ucap detektif Wells membuat Tuan Stranger syok.
"Ada apa ini? kenapa saya malah ditangkap?" tanya tuan Stranger sangat malu di tangkap di bandara kala dirinya baru turun dari pesawat berserta istrinya.
"Tuan bisa membaca surat penangkapan pada tuan atas tuduhan terhadap tuan atas penangkapan ini," ucap detektif Wells.
"Ini adalah fitnah. Saya tidak mungkin melakukan itu," elak tuan Stranger.
"Tuan Alejandro dan pejabat lainnya sudah tertangkap. Kini hanya anda tuan yang kami tunggu. Negara sudah membuktikan sendiri keterlibatan anda yang memanfaatkan kebaikannya tuan Luciano yang menjadikan pulaunya sebagai tempat transaksi uang yang kalian rampok dari rekening bangkir dunia," ucap detektif Wells.
"Sialan Alejandro. Kenapa mulutnya itu tidak bisa tertutup rapat dan kenapa harus sampai ketahuan oleh negara," gerutu tuan Stranger yang di dengar oleh detektif Wells.
"Apakah anda mau tahu siapa yang telah mengungkapkan kasus ini, tuan stranger?" tanya detektif Wells.
"Siapa?" tanya tuan Stranger.
"Mereka adalah cucu kandungnya tuan Luciano sahabat anda sendiri. Dan di tambah lagi tuan Luciano adalah besannya presiden Amran yang telah menjamu anda dengan kebaikannya di Indonesia," ucap detektif Wells membuat Tuan Stranger syok.
"Apaaaa....? Jadi Luciano adalah besannya presiden Amran?" sentak tuan Stranger antara percaya dan tidak.
"Bukankah cucu kandungnya tuan Luciano masih terlalu kecil untuk menyelidiki sebuah kasus?" tanya tuan Stranger.
"Kabar yang beredar bocah kembar itu memiliki kekuatan super selain kejeniusan mereka yang tidak bisa tertandingi oleh orang lain," jawab detektif Wells menceritakan tentang si kembar sesuai yang ia ketahui.
Deggggg.....
"Benarkah?" sentak tuan Stranger.
"Hmm!"
__ADS_1