
Di saat rakyat Indonesia telah terbuai manja oleh pelayanan pemimpin negara mereka yang sudah memenuhi kebutuhan mereka, ada saja ulah manusia dengki yang tidak ingin keamanan negara itu stabil.
Mereka mengirim beberapa pesawat jet tempur tanpa awak terbang di atas langit ibu kota Jakarta yang lebih tinggi tertutup awan. Dasar penjahat bodoh yang ingin mengirim senjata pemusnah berbentuk serbuk melalui udara agar masyarakat Indonesia akan mengalami ISPA.
Beruntungnya perbuatan mereka tertangkap oleh radar milik pangkalan angkatan udara yang saat ini di pegang langsung oleh menantu persiden sendiri yaitu Daffa.
Peralatan canggih milik angkatan udara yang mampu menangkap sinyal apapun yang membahayakan negara langsung di arahkan balik oleh senjata milik angkatan udara Indonesia.
"Kalian ingin menyebar virus di bumi Indonesia? Ayo..! Aku akan mengirimkan kembali pesawat kalian kepada tuanmu...!" ucap Daffa meminta anak buahnya untuk memulangkan kembali pesawat jet tempur tanpa awak itu ke tempat asalnya dengan kekuatan sistem teknologi yang lebih canggih daripada pemilik jet tempur itu.
Nabilla yang mendapatkan sinyal bahaya dari ponselnya karena negara saat ini sedang terancam bahaya, bergegas memberitahukan suaminya.
"Hubby. Negara kita diserang oleh pihak luar dengan virus bahaya. Panggil pers dan segera umumkan keadaan darurat...!" titah Nabilla pada Amran yang segera menghubungi sekertaris negara, menteri polkam dan menteri pertahanan dan keamanan dan jajaran menteri lainnya untuk melakukan publish pers.
Dalam sekejap, seluruh stasiun televisi menayangkan pidato singkat presiden yang sedang mengumumkan kepada rakyatnya tentang serangan virus kimia. Persiden menghimbau kepada masyarakat untuk mengenakan masker saat keluar rumah karena sedang mendapatkan serangan bahaya dari udara.
"Assalamualaikum..! Selamat malam rakyatku yang berada di Indonesia khususnya untuk ibu kota Jakarta dan sekitarnya. Di himbau untuk saat ini agar waspada akan serangan virus kimia berbahaya baru saja di kirim dari atas udara langit Jakarta.
Jika keluar rumah, gunakan masker dengan pakaian tertutup agar tidak terpapar virus beracun yang mungkin bisa menyebabkan seseorang menderita ISPA akut!" pinta presiden Amran di pukul 2 dini hari saat masyarakat kota Jakarta terlelap tidur menikmati mimpi indah mereka.
Para wartawan yang ada di kediaman presiden melakukan tanya jawab dengan presiden saat itu juga.
"Apakah virus beracun itu bisa membahayakan manusia yang berujung pada kematian?" tanya sang wartawan.
"Sejauh ini masih kami teliti. Jadi, tolong jangan panik yang penting ikuti saja protokol kesehatan dari pemerintah. Jika ada keluhan dari masyarakat, saya sudah menghimbau semua rumah sakit untuk langsung menindaklanjuti pasien yang terpapar langsung dengan virus ini," jawab Amran.
__ADS_1
"Bagaimana virus itu bisa masuk ke Indonesia? Apakah negara sedang tidur hingga tidak memperhatikan senjata kimia yang mengirim virus itu bisa masuk ke jantung ibu kota?" sarkas seorang wartawan yang nekat menjatuhkan Amran.
Paspampres langsung mengamankan wartawan yang melontarkan pertanyaan yang tidak sopan itu pada presiden.
Amran segera meninggalkan para awak media dan langsung masuk ke dalam rumahnya karena tidak ingin terlalu banyak bicara pada sesuatu yang belum jelas ia ketahui agar wartawan tidak menyimpulkan sendiri dengan apa yang mereka saksikan saat ini.
Karena negara dalam keadaan status darurat, Amran lebih banyak mendengar istrinya yang lebih tanggap untuk menyelesaikan keadaan negara ini.
"Sayang. Jangan terlalu kuatir keadaan ini. Yang penting kita sudah memperingatkan warga untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan jika tidak begitu urgent," ucap Nabilla.
"Bagaimana kalau mulai besok sudah ada yang terpapar dengan virus itu?" tanya Amran terlihat sedih.
"Kematian yang terjadi tidak harus karena virus aneh yang belum kita ketahui ini. Setiap detik, jutaan manusia di dunia ini meninggal dengan cara yang berbeda dan sebab kematian yang berbeda juga. Jika itu terjadi karena virus berarti kematian yang tercantum di lauhul Mahfudz memang begitu adanya," hibur Nabilla.
"Semoga tidak ada. Sebaiknya kita baca Al-Qur'an saja agar Allah memberikan petunjuk pada kita," ajak Nabilla agar menyerahkan masalah ini langsung pada Pemilik hidup mereka.
Keduanya memang sudah sholat tahajud. Dan sekarang melanjutkan membaca Alquran dan itu sudah rutin mereka lakukan sejak Amran bertemu lagi dengan istrinya Nabilla.
Sementara Daffa dan timnya yang berhasil memulangkan kembali pesawat jet tempur tanpa awak itu kini sudah menemukan titik keberadaan orang yang mengirim pesawat tersebut untuk menyebarkan virus kimia untuk membunuh masyarakat ibu kota Indonesia itu secara perlahan-lahan.
Pukul enam pagi, masyarakat yang belum sempat menonton berita dan enggan melihat ponsel mereka tentang berita yang sudah tersebar itu nekat melakukan olahraga pagi karena bertepatan dengan weekend.
Memang reaksi virus kimia itu tidak langsung terkena imbasnya karena prosesnya cukup lama bekerja dalam tubuh manusia sekitar tiga jam kemudian.
Polisi yang sudah tersebar di beberapa titik perumahan dan permukiman warga lainnya sudah mengamankan kembali masyarakat yang sedang melakukan aktivitas apa saja pagi itu.
__ADS_1
Mereka juga membagikan masker di setiap warga yang melintas.
Setiap RT maupun RW langsung mengumumkan di mesjid agar warga tidak keluar rumah. Semua upaya sudah dilakukan oleh negara, namun ada saja segelintir orang yang sedari awal tidak menyukai Amran sebagai presiden negara ini mulai melakukan propaganda kepada warga.
"Apa kalian masih percaya pada presiden kita yang sok baik dan dermawan itu? lihatlah apa yang dia lakukan pada kita saat ini! Dia ingin membunuh kita secara perlahan-lahan untuk dijadikan tumbal agar dia bisa naik lagi menjadi presiden," ucap sang propaganda memilih warga masyarakat yang tinggal di pemukiman padat penduduk yang gampang di pengaruhi.
Alih-alih terprovokasi omongan orang-orang suruhan saingan politik Amran yang sedang mencalonkan diri untuk presiden periode yang akan datang, justru pria ini mendapat bogem mentah dari seorang warga yang memang pengagum fanatik Amran.
Bukkk....
"Pergi kalian dari sini atau mau kami hajar kau sampai mati!" ancam salah satu warga itu.
"Tangkap saja mereka berlima itu dan bawa ke kantor polisi! bisa jadi mereka di suruh oleh seseorang untuk menghasut kita."
"Hei kau...! bilang pada bosmu itu, bahwa kami yang ada di kampung ini menginginkan bapak Amran menjadi presiden seumur hidup. Karena tidak ada lagi presiden sebaik dia di muka bumi ini setelah Rosulullah dan para sahabatnya."
"Setuju...!" teriak mereka beramai-ramai.
"Dengar kalian semua. ..! Setiap malam kami selalu bangun tahajud hanya memohon kepada Allah agar bapak presiden Amran beserta wakil dan para jajaran menterinya selalu dilindungi Allah dan di berkahi kesehatan dan ketenangan dalam menjalani tugas negara."
"Ya. Bagaimana mungkin kami termakan hasutan kalian yang murahan itu agar kami membenci presiden Amran yang sudah banyak berjasa untuk negara ini?"
"Lebih baik kita serahkan mereka ke pihak berwajib untuk diproses secara hukum. Ini pasti ada dalangnya...!" teriak warga yang lain.
......................
__ADS_1