Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
89. Hukuman Yang Pantas


__ADS_3

Nabilla sudah menyiapkan parfum untuk menyemprot wajah kedua penjahat itu sambil mengajak mereka bicara.


"Kalian mau ke mana?" tanya Nabilla santai dengan kedua tangannya masuk kedalam mantel.


"Siapa kamu?" bentak Gavin masih menggunakan kekuasaannya.


"Cih...! bentakanmu sama sekali tidak berpengaruh lagi kepadaku, Gavin. Kamu tidak lebih dari singa ompong yang tidak bisa melahap mangsanya," remeh Nabilla.


"Dia hanya sendiri bos. Kita bisa membunuhnya di sini karena jala*Ng ini sudah membuat kita menderita," ucap Kenzie.


"Jangan terburu-buru Kenzy. Bukankah kita sudah lama tidak merasakan kehangatan tubuh wanita. Mungkin dia ingin melayani kita Kita bisa bersenang-senang dengannya di dalam toilet sana," ucap Gavin menyeringai bak iblis.


Nabilla hanya tersenyum smirk. Ucapan pria bedebah seperti Gavin tidak asing lagi baginya. Itulah sebabnya ia menutup tubuh dan wajah nya karena Fitnah sekecil apapun bisa terjadi pada manusia sampah seperti Kenzie dan Gavin.


Keduanya mendekati Nabilla secara bersamaan. Nabilla sedikitpun tidak mundur membuat Gavin makin berhasrat melihat kehamilan Nabilla yang terlihat sangat seksi membuat nya makin hor*y walaupun tertutup dengan mantel panjangnya.


Tinggal dua langkah lagi mereka hendak menangkap tubuh Nabilla, ibu mil ini sudah siap dengan senjatanya.


"Menjijikkan..!" umpat Nabilla yang langsung menyemprotkan parfum ke arah Gavin dan Kenzie membuat mata keduanya terasa kabur lalu perih hingga keduanya mengucek mata mereka yang makin perih.


"Aduh mataku sangat perih. Dasar wanita sialan!" pekik keduanya sambil mengumpat Nabilla.


Nabilla buru-buru mengeluarkan suntikan insulin untuk penderita diabetes yang obatnya sudah digantikan olehnya dengan cairan obat hasil buatannya untuk mematikan semua sistem kerja syaraf pada organ tubuh untuk membuat keduanya lumpuh total. Nabilla menyuntikkan tepat di nadi batang leher kedua penjahat negara itu.


Bukan hanya itu saja, Nabilla bahkan menarik kulit wajah palsu mereka dan merekam keduanya lalu disebarkan di seluruh konten media sosial untuk di viralkan dengan caption" Hukum di negeri ini masih bobrok hingga melepaskan begitu saja kedua napi yang saat ini menjadi buronan kelas kakap bisa dengan mudah kabur ke luar negeri begitu saja," tulis Nabilla.


"Kuping kalian masih bisa mendengar omongan orang lain dan juga mata kalian masih mampu melihat namun mulut kalian sudah terkunci dan kaki tangan kalian sudah terbelenggu tanpa borgol. Silahkan lari kalau masih bisa, tuan-tuan! oh iya satu lagi suntikan barusan bisa membuat kalian impoten.


Itu adalah hukuman yang pantas untuk kalian. Apakah anda masih ingat tuan Gavin tentang ancaman aku yang pernah aku katakan dulu padamu, hmm?" Jika hukumanku lebih menyakitkan dari pada penjara itu sendiri untukmu dan mungkin untuk teman-temanmu yang masih berani kabur dari penjara atau merekayasa hukum agar bebas dari tuduhan. Bertobatlah sebelum terlambat, siapa tahu kalian bisa sembuh dari lumpuh," ucap Nabilla.


Ibu hamil ini segera meninggalkan toilet saat mendengar pengumuman dari maskapai untuk keberangkatan pesawat yang akan di naikin oleh kedua penjahat itu.

__ADS_1


Nabilla harus ke toilet untuk memakai kembali baju gamisnya. Ia juga mengembalikan lagi sistem CCTV bandara khusus terminal dua yang sempat ia acak agar kedatangannya ke bandara itu tidak terlihat oleh petugas.


Drettttt....


ponsel Nabilla berdering. Gadis ini dengan cepat menjawab panggilan dari hubby." Hallo sayang!" sapa Nabilla dengan santai pada Amran.


"Baby. Aku tahu kamu di dalam bandara. Cepatlah keluar aku menunggumu di sini!" titah Amran masih terlihat tenang walaupun sebenarnya ia ingin memarahi istrinya itu. Jika perlu ia ingin mengikat istrinya di ranjangnya dan menghukumnya dengan kenikmatan.


"Apaaa...? mas Amran sudah di sini?" tanya Nabilla gugup.


"Aku tidak akan memarahimu. Ayolah sayang! aku menunggumu," ucap Amran membuat Nabilla panik sendiri.


"Bukannya dia selalu pulang jam delapan baru tiba di rumah? kenapa baru jam enam sudah tiba di rumah," lirih Nabilla berjalan cepat menuju keluar layaknya penumpang yang ketinggalan pesawat.


Usia kehamilannya yang sekarang memasuki enam bulan cukup membuatnya sulit untuk berjalan cepat karena kehamilannya lebih besar daripada wanita hamil normal pada umumnya.


Amran sudah melihat istrinya dan meminta ijin pada petugas agar ia bisa masuk menjemput wanitanya itu.


"Silahkan tuan!" ucap petugas bandara itu.


Amran berlari cepat menjemput istrinya. Saat tiba di depan Nabilla ia langsung memeluk ibu dari anaknya itu.


"Baby! kenapa kamu sangat nekat menghukum kedua pria bajingan itu dalam keadaan hamil seperti ini, sayang?" keluh Amran.


Amran segera menggendong istrinya ala bridal style. Berjalan ringan seperti biasa. Nabilla mengalungkan lengannya ke leher kokoh sang suami. Baru saja beberapa langkah menuju keluar, polisi' masuk berbondong-bondong untuk menangkap kedua buronan setelah melihat konten YouTube yang diviralkan oleh Nabilla dengan akun palsu.


Amran terhenyak sesaat melihat banyak sekali polisi berada di bandara itu. Ia bergumam kepada istrinya." Apakah kamu sudah melumpuhkan mereka berdua?" tanya Amran.


"Menurutmu?" senyum Nabilla sambil mengerlingkan matanya yang indah.


"Aku akan menghukummu Baby."

__ADS_1


"Aku akan menerimanya dengan senang hati, hubby," balas Nabilla mencium rahang suaminya.


Keduanya terkekeh bersama. Antara kagum, cemas dan juga gusar. Itulah yang dirasakan Amran pada istrinya. Wanita kebanggaannya. Yang menumpas kejahatan tidak kenal takut. Tidak memikirkan bagaimana dirinya dan calon bayi mereka berhadapan dengan manusi biadab di dunia. Manusia yang tega menghabisi nyawa orang tak bersalah untuk dikambinghitamkan seperti yang dilakukan oleh mantan polisi Gavin selama menjabat.


Di bunuh secara sadis oleh mafia Kenzie. Kini nasib mereka hanya akan menyusahkan orang lain. Apakah mereka akan dikembalikan oleh negara ke keluarganya dengan kondisi lumpuh permanen saat ini? Lalu bagaimana tanggapan keluarga dan anak cucu mereka nanti terhadap keluarga Imran kelak. Apakah permusuhan itu akan berlanjut? Amran dan Nabilla hanya menunggu takdir mereka seperti apa nanti.


"Baby. Lain kali tolong jangan bertindak sendiri. Aku adalah suamimu. Pelindungmu, terlepas kamu adalah seorang agen rahasia, tetap saja kamu tanggungjawabku," tegas Amran mengingatkan istrinya.


"Iya sayang. Tapi, aku tidak terlalu suka menunggu. Apa lagi pergerakan mereka lebih cepat dari perkiraanku. Jadi semuanya diluar rencana. Maafkan aku, mas. Jika mereka berhasil ke luar negeri, bukan tidak mungkin ada oknum pejabat sana sudah bekerjasama dengan oknum pejabat di sini untuk membebaskan mereka dalam melanjutkan lagi aksi mereka. Kamu maunya di cegah sebelum disakiti atau di sakiti baru di basmi?" balas Nabilla.


"Tentu saja aku tidak mau mereka menyentuh keluargaku terutama permata ku yang sangat berharga ini," balas Amran.


Setibanya di mansion kakek Abdullah, Amran melihat deretan mobil keluarganya sudah terparkir di halaman mansion. Tentu saja mereka sedang menunggu Amran dan Nabilla. Beruntunglah para istri tidak pada ikut. Yang ada para prianya saja yang sudah duduk manis menunggu Nabilla.


"Assalamualaikum!" sapa Nabilla dan Amran bersamaan.


"Waalaikumuslam," balas keluarga itu kompak.


"Nabilla. Apakah kamu yang sudah membuat kedua bajingan itu tertangkap?" tanya kakek Abdullah penasaran setelah melihat konten YouTube. Nabilla pura-pura kaget saat Arland menyerahkan ponselnya berita tentang kedua buronan itu.


"Tidak. Emang kenapa kakek?" tanya Nabilla pura-pura tidak tahu.


"Lihatlah berita itu! Kedua buronan negara akhirnya tertangkap juga dibandara dan mereka tahu-tahu bisa lumpuh. Parahnya mereka mengenakan wajah palsu yang terlihat ada seseorang yang mengupas kulit palsu itu," ucap Kakek Abdullah.


"Aku bersama ayahku dari tadi siang," ucap Nabilla santai.


Tuan Rusli yang baru datang membenarkan ucapan putrinya." Benar. Nabilla bersama denganku dan Amran barusan menjemputnya," ucap tuan Rusli sambil melirik putrinya.


.......


Vote dan like nya cinta please!

__ADS_1


__ADS_2