Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
171. Duka Belum Berakhir


__ADS_3

Dokter spesialis kandungan yang saat ini sedang mengupayakan hal terakhir untuk bisa menyelamatkan kandungan Cinta hanya bisa menarik nafas berat seraya mengangkat tangan menandakan menyerah.


"Janinnya sudah hancur. Tidak lagi terbentuk Fetus. Jadi, kita harus melakukan kuret. Siapkan meja operasi untuk pasien Cinta!" titah dokter Niar yang sudah mendapatkan persetujuan wali dari pasien Cinta yaitu Arsen.


Di rumah sakit Harapan Bunda, baik kelurga Wira maupun keluarga Cinta sudah berada di ruang tunggu depan kamar operasi. Nabilla dan Amran yang terlalu terpaku atas keselamatan Ghaishan membuat keduanya tidak memperhatikan lagi ponsel mereka dan tak ayal putri pertama dari tiga kembar ini mengalami keguguran tanpa sepengetahuan keduanya setelah kedatangan Athan dan Nathan yang mengabarkan berita duka itu.


"Bagaimana keadaan putriku? bagaimana Cinta bisa keguguran?" panik Amran sambil mengepalkan kedua tangannya menanyakan kepada Wira dan Lira yang tidak bisa berkata apapun karena mereka juga belum tahu kronologi sebenarnya.


"Dad. Sepertinya Cinta di serang oleh sekelompok orang yang tidak dikenal. Tadi aku barusan memeriksa keadaan mobilnya. Bagian bemper belakang penyok dengan lampu mobil pecah," ucap Adam.


Amran makin murka mendengar apa yang terjadi pada putrinya saat ini.


"Minta El untuk meretas daerah yang dilewati Cinta melalui CCTV jalanan!" titah Amran setengah berteriak pada putranya Adam.


"Iya daddy." Ujar Adam memanggil El yang sedang berada di dalam mobilnya Cinta untuk mengetahui rekaman dasbor mobil kakaknya itu.


"Ini dia masalahnya yang membuat kakakku kehilangan janinnya," geram El mengirim rekaman itu ke ponsel ayahnya.


Reno dan Arland ikut menyaksikan hasil rekaman video di dasbor mobil Cintami di ponselnya Amran.


"Sepertinya penyerangan ini tidak ada modus perampokan. Ini murni modus ...-," ujar Reno menjedah kalimatnya karena tatapan dua sahabatnya itu seakan sedang mengintimidasi dirinya.


"Kalau bukan merampok lantas mereka mau apa?" tanya Arland.


"Wanita. Cinta yang mereka incar. Setiap pria memiliki fantasi liar saat melihat wajah cantik wanita yang membuat dirinya terobsesi. Tidak peduli wanita itu sudah memiliki suami. Justru mereka punya tantangan tersendiri untuk bisa memiliki wanita milik orang lain," timpal Reno yang sudah pernah bergelut dengan dunia malam saat berada di L.A dulu.

__ADS_1


Tentunya ia selalu menyaksikan bagaimana mafia yang bergerak dunia bawah tidak segan mencari wanita yang mampu menggetarkan hati mereka sekalipun wanita itu memiliki keluarga berpengaruh.


"Lenyapkan mereka! seperti mereka tega melenyapkan cucuku. Dan aku ingin tahu siapa otak dari balik keguguran putriku," pinta Amran pada kedua sahabatnya sekaligus iparnya.


"Aku sudah mengetahui pelakunya. Dia adalah kliennya Arsen," ucap Wira setelah menelusuri beberapa kejanggalan yang ia temukan dalam keanggotaan saham yang menyatu dengan perusahaan putranya Arsen.


"Kalau begitu tunggu apa lagi? hancurkan mereka karena mereka sudah membunuh cucu kita!" titah Amran yang masih belum puas sebelum melenyapkan si Kino dan anak buahnya.


Arland yang sudah paham dengan permainan mengerikan Amran jika sudah menyangkut dengan orang-orang yang mencoba menyentuh kelurganya apa lagi kali ini putri kandungnya sendiri yang sedang mengandung cucunya.


Tidak lama datang Daffa dan Bunga juga Nada dengan mata sembab akibat kebanyakan menangis. Melihat mata ibu mereka merah, Bunga dan Nada langsung memeluk Nabilla yang kembali menangis sesenggukan.


"Mommy. Apakah kandungan Cinta tidak bisa diselamatkan?" tanya Bunga setelah merenggangkan pelukannya pada sang ibu.


Nabilla mengangguk dengan bibir terkatup rapat dan bergetar. Ingin rasanya bicara banyak pada kedua putrinya namun tenggorokannya seakan tercekat dengan beban dada yang terhimpit sakit bahkan bernafas saja Nabilla sulit.


Tidak lama kemudian, dokter Niar keluar menemui semua anggota keluarga pasien Cinta kecuali Arsen yang sedang otw dari bandara ke rumah sakit tersebut.


Wajah dokter muda itu tercengang menatap setiap wajah rupawan hampir tak ada cela dari berbagai usia. Hampir saja ia berpikir kalau kelurga besar ini adalah kelurga artis tapi wajah-wajah itu tidak terkenal di layar media manapun karena mereka tidak ingin kehidupan pribadi mereka terekspose walaupun jasa mereka pada negara bahkan dunia tidak terhitung banyaknya. Itulah cara mereka menjaga amal ibadah mereka agar tidak mengurangi esensial-nya.


"Bagaimana dokter? apakah putriku...?" Amran begitu takut untuk memulai pertanyaan yang bakal dijawab dokter diluar keinginannya.


"Kami mohon maaf tidak bisa menyelamatkan calon bayinya nona Cinta demi keselamatan jiwa pasien. Jadi, kami mohon keikhlasan untuk merelakan kepergian calon bayi itu," ucap dokter Niar membuat sebagian kelurga itu meraung terutama kaum wanitanya.


Merasa tidak ada tanggapan dari keluarga pasien yang sibuk mengusap air mata mereka, membuat dokter Niar pamit dari hadapan kelurga besar itu yang hanya bisa mengangguk lemah.

__ADS_1


Arsen yang baru tiba di tempat itu ikut mendengarkan ucapan dokter Niar seketika jatuh ke lantai sambil menutupi matanya dengan lengan bawahnya tidak kuat menerima musibah itu.


"Sayang. Kamu dan Cinta masih muda. Kesempatan untuk memiliki bayi lagi akan kalian dapatkan. Ini hanya masalah waktu. Siapa tahu yang Allah ambil ini tidak membawa berkah untuk kalian.


Dan Allah tahu apa yang tebaik untuk hambaNya. Bukankah setiap calon bayi memiliki janji dengan Robby-nya saat ia siap dan tidak siap untuk hadir di bumi dan calon bayimu ini tidak siap menjalani ujian hidup sepanjang hayatnya.


Insya Allah. Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik," ucap tuan Recky menghibur cucu menantunya ini.


"Tapi, tidak apa-apa kan kakek kalau aku menangis karena kehilangan bayiku?" ucap Arsen sambil terisak.


"Sesungguhnya air mata adalah salah satu Rahmat yang diberikan Allah untuk membasuh luka di hati hambaNya. Menangislah nak karena Rasulullah juga menangis ketika dua anak lelakinya Allah panggil sebelum mereka tumbuh sampai remaja," ucap tuan Recky.


Arsen mengucapkan istighfar bersamaan dengan itu, Cintami sudah keluar dari ruang observasi pasca operasi menuju kamar inapnya. Namun atas permintaan dokter Mariska, agar cucunya dipindahkan ke rumah sakit miliknya selama menjalani masa pemulihan.


Akhirnya ambulans disiapkan untuk mengantarkan cinta ke rumah sakit milik dokter Mariska. Di temani suami tercinta di dalam mobil ambulans itu, cinta dan Arsen berpelukan menangis bersama. Di depan dan di belakang mobil ambulans adalah mobil kelurga besar Cinta yang ikut mengawasi mobil ambulans itu.


"Maafkan aku kak. Ini semua salahku," ucap Cintami.


"Sayang. Semuanya atas kehendak Allah. Jangan salahkan dirimu. Kita hanya cukup bersabar dan ikhlas. Dengan begitu Allah akan menggantikan kesedihan kita dengan cara yang lain. Apakah kamu lupa dengan setiap nasehat bijakmu pada orang yang sedang terpuruk dengan masalah pelik dalam hidup mereka?" ucap Arsen.


"Ternyata nasehati orang sangatlah mudah. Tapi tidak dengan saat kita mengalaminya sendiri. Rasanya seluruh persendianku semuanya hampir terlepas dari otot-ototku," ucap Cinta merasakan kerapuhannya saat ini.


"Sayang. Allah ingin kita selalu bersyukur saat kita bahagia maupun sedih. Saat kita bersyukur di kala sedih membuat kita belajar untuk bangkit sebagai pengalaman yang berharga. Dan bersyukur di kala kita bahagia dijadikan momen indah yang akan kita akan kenang sampai akhir hidup," ucap Arsen.


......................

__ADS_1


Vote dan likenya cinta, please!


__ADS_2