Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
184. Ketahuan


__ADS_3

Tembakan dari seseorang yang merupakan suruhan nyonya Carla menembus lengan Adam yang terlalu fokus pada Syakira sehingga Adam tidak lagi waspada pada area sekitarnya yang sudah dikepung oleh musuh.


"Ya Allah, ku mohon tolong selamatkan Syakira!" pinta Adam sambil berusaha bangkit berdiri dan mengarahkan pistolnya ke arah gelas anggur yang diletakkan lagi oleh gadis itu karena ada telepon masuk untuknya.


Doorr....


Tembakan itu tepat mengenai gelas anggur itu mengagetkan Syakira yang langsung berteriak histeris karena letusan pistol milik Adam kedap suara namun bunyi gelas pecah itu mengenai tubuh gadis itu. Untung saja mantel yang ia kenakan cukup tebal hingga tidak melukai kulitnya.


"Aaaaaaaa ..!" Pekik Syakira sambil melihat ke arah Adam yang sedang memegang lengannya yang tertembak.


"Adam ....Kau...!" Syakira bingung dan juga takut melihat keadaan Adam yang terlihat berdarah namun fisik pria tampan itu masih terlihat gagah berjalan cepat ke arahnya.


"Jangan minum anggur itu!" pekik Adam agar Syakira tahu apa yang terjadi sebenarnya.


"Ada apa Syakira?" Nyonya Clara dan Milano pura-pura tersentak melihat pecahan gelas yang berantakan dengan tumpahan anggur menghiasi meja makan itu.


"Masih mau bersandiwara nyonya Clara, hmm?!" wajah kelam Adam menghampiri wanita paruh baya itu dengan mencekik lehernya.


"Suruh putrimu yang minum anggur itu! Cepat..!" teriak Adam yang hampir membuat nyonya Clara kehilangan nafasnya.


"Hei....! Lepaskan mommyku! Kau bisa membunuhnya!" teriak Milano yang tidak ingin melihat ibunya mati.


"Kalau begitu, kau harus minum anggur itu atau ibumu akan mati di tanganku!" ancam Adam makin mengeratkan cekikikannya pada leher nyonya Clara yang sudah megap-megap seperti ikan hidup tanpa air.


"Tidak. Aku tidak mau minum anggur itu!" Milano menggeleng ketakutan tapi juga kasihan dengan ibunya yang matanya sudah melotot keluar.


"Adam. Lepaskan dia! Jangan kau kotori tanganmu dengan tubuh wanita jahanam itu, aku mohon!" pinta Syakira sambil menangis.


"Adaammm....!" Teriak tuan Sean yang baru keluar dari toilet.


Adam melepaskan cekikikannya pada leher nyonya Clara yang langsung terkulai lemas sambil terbatuk-batuk memegang lehernya yang sangat sakit seakan ada tulang lehernya yang mau patah.


"Pria ini ingin membunuh putrimu dan dia juga mencekik aku ...-" ucapan Nyonya Carla terhenti mana kala Adam membentaknya.

__ADS_1


"Diammm...!" bentak Adam sambil menarik tubuh Syakira menjauhi keluarganya.


"Syakira. Ayahmu itu bukanlah ayah kandungmu. Tuan Sean telah dibunuh oleh pria itu lima tahun yang lalu oleh tuan Stainer dan orang yang berdiri dihadapan kita saat ini adalah tuan Stainer yang menyamar sebagai ayahmu tuan Sean.


Dia memanfaatkan kemiripannya sebagai saudara kembar ayahmu tuan Sean agar bisa menguasai harta ibumu yang saat itu dikelola oleh ayah kandungmu karena kecerdasannya.


Dan kedua wanita penyihir ini juga tidak mengetahui hal itu. Dia sengaja mendatangi agen rahasia CIA hanya untuk menutupi kedoknya saja. Walaupun sebenarnya dia sudah tahu kalau yang akan membunuhmu itu adalah kedua wanita penyihir ini.


Dengan begitu dia akan terbebas dari segala tuntutan jika kedua wanita ini ketahuan membunuhmu selain ibu kandungmu yang mereka bunuh. Keputusanmu tepat untuk tidak tinggal bersama mereka dan kamu mau bertemu di luar agar kamu terhindar dari mara bahaya jika mendatangi rumah itu," ucap Adam membuat tuan Stainer tercengang.


Tidak lama kemudian, datanglah pasukan CIA yang langsung mengepung restoran yang disewa oleh tuan Stainer untuk merayakan ulang tahun Syakira sehingga tidak menerima pengunjung lain.


"Jangan bergerak! angkat tangan kalian..! Cepat..!" titah tuan Roy yang berhasil membekuk tuan Stainer dan kedua wanita penyihir itu.


Syakira terlihat syok hingga memeluk tubuh Adam sambil menangis pilu..


"Semuanya sudah berlalu, Syakira! Bukankah aku sudah berjanji untuk menangkap penjahat sebenarnya demi keamananmu selamanya?" ucap Adam mengelus rambut panjang Syakira.


"Apakah masih ada yang ingin membunuhmu lagi Syakira?" tanya Adam ingin mengurai pelukannya namun Syakira tidak ingin melepaskan pelukannya.


"Aku masih ingin memelukmu Adam. Tolong jangan menolakku!" pinta Syakira makin tersedu-sedu membuat Adam menjadi serba salah.


"Lho. Katanya ada yang ingin bunuh kamu, siapa orangnya Syakira?" tanya Adam lagi.


"Diriku sendiri. Aku telah jahat padamu hingga ingin menghancurkan diriku sendiri," ujar Syakira dalam pelukan Adam.


"Kenapa kamu bicara seperti itu Syakira?" tanya Adam.


"Karena aku telah....-"


"Adam. Terimakasih banyak. Sampai jumpa lagi besok di markas CIA!" ucap tuan Roy memotong ucapan Syakira yang belum selesai menjawabnya.


"Sama-sama tuan Roy. Aku harus antar pulang Syakira dulu ke apartemennya," ucap Adam.

__ADS_1


"Baiklah. Biarkan nona Syakira tenang dulu. Oh iya. Bagaimana bisa kamu mengetahui jika tuan Stainer itu bukan tuan Sean?" tanya tuan Roy.


"Tentu saja dia adalah ibuku, Nabilla. Masih ingatkan dengan ibuku, tuan Roy?" ucap Adam membuat tuan Roy tidak aneh lagi dengan seorang Nabilla yang super jenius itu mampu memecahkan kasus yang rumit yang tidak bisa dipecahkan oleh IT manapun hanya dengan urutan silsilah keluarga yang semuanya terhubung dalam konspirasi pembunuh berencana yang dilakukan oleh kerabat dekat Syakira sendiri.


"Jadi, kamu tadi menerima panggilan telepon dari ibumu, Adam?" tanya Syakira yang ikut nimbrung dalam percakapan tuan Roy dan Adam.


"Iya Syakira. Itulah sebabnya mengapa saya agak lama menerima telepon tadi untuk mendengarkan penjelasan mommyku," ucap Adam.


"Lantas, siapa yang menembak kamu? dan ke mana orang itu sekarang?" tanya Syakira.


"Yang menembak aku adalah orang suruhannya nyonya Carla dan dia sudah dilumpuhkan oleh timku. Sekarang kita pulang ya!" pinta Adam.


"Tidak. Kita harus ke rumah sakit. Lenganmu terluka," cemas Syakira.


"Ini hanya luka kecil. Nanti saudaraku yang akan mengobatiku," ucap Adam.


"Tidak. Aku ingin kamu ke rumah sakit, Adam," desak Syakira yang masih mengkuatirkan Adam yang terlihat sangat pucat.


"Adam. Lebih baik kamu ke klinik milik CIA. Ingat kamu adalah agen rahasia CIA," ucap tuan Roy yang mempersilakan Adam untuk naik ke mobilnya.


"Bagaimana dengan Syakira?" tanya Adam yang masih cemas dengan Syakira.


"Biarkan aku yang mengurusnya. Nona Syakira, tolong ikut aku! Kami yang akan mengawal anda sampai ke apartemen nona Syakira," ucap tuan Roy membuat Syakira merasakan perpisahan dirinya dan Adam mulai terasa saat ini.


"Baiklah. Semoga kamu baik-baik saja Adam. Terimakasih sudah membantuku sejauh ini. Sampaikan salam hormatku buat ibumu. Aku janji suatu hari nanti aku akan menggelar konser di Jakarta," ucap Syakira sambil menahan rasa sesak di dadanya saat ini.


Ia sudah berjanji untuk tidak menangis dihadapan orang. Tapi air matanya terus mendesaknya untuk membebaskan rasa sakit di dadanya. Syakira masuk ke dalam mobilnya di kawal ketat oleh anggota CIA. Gadis ini akhirnya menangis juga.


"Jangan menangis bodoh! Dia bukan milikmu. Hatinya bukan untukmu. Dia akan menikah dengan wanita yang seiman dengannya. Tentu saja gadis itu tidak sama sepertimu," batin Syakira menghibur dirinya sendiri sambil menyetir mobilnya menuju apartemen miliknya.


...----------------...


Vote dan like nya cinta please

__ADS_1


__ADS_2