Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
219. Gara-gara Pete


__ADS_3

Usai pesta pernikahan Adam dan Syakira, yang digelar sangat meriah malam itu, keluarga besar itu memutuskan untuk menginap di hotel.


Sedari tadi, Nada selalu menghindari suaminya setiap kali Ghaishan mendekatinya. Ada saja yang ibu hamil itu lakukan. Kadang mengajak keponakannya bermain dan kadang mendekati sepupunya lain untuk mengobrol.


Kali ini Ghaishan ingin menjebak istrinya agar tidak lagi lari dari dirinya. Nada yang lagi bermain dengan Cherry di kejutkan dengan kedatangan Ghaishan yang tiba-tiba mendekapnya dari belakang.


"Nah, lho ..! mau lari ke mana kamu, sayang?" tanya Ghaishan tepat di samping pipinya Nada yang langsung menutup hidungnya dengan kedua jarinya karena tidak tahan dengan aroma yang keluar dari mulut suaminya.


"Lepaskan aku ..! Aku tidak mau didekati kamu!" pinta Nada sedikit berontak dari pelukan suaminya.


Alih-alih dilepaskan oleh suaminya, kini Ghaishan malah membalikkan tubuhnya Nada dan hendak mengecup bibir istrinya membuat Nada merasakan perutnya seakan di aduk-aduk karena hawa dari mulut Ghaishan yang habis makan pete.


Hoekkk ....hoekkk...


Nada tidak kuat lagi menahan gejolak perutnya yang memintanya untuk memuntahkan isi perutnya ke toilet restoran hotel itu. Nada berjalan dengan cepat menuju toilet diikuti oleh Ghaishan yang merasa bingung sendiri.


Daffa yang melihat Ghaishan yang mengejar Nada, menegur Ghaishan.


"Ada apa Ghaishan? Kenapa dengan Nada?" tanya Daffa yang sedikit heran karena usia kandungan Nada yang sudah memasuki empat bulan seharusnya tidak lagi mengalami masa ngidam.


"Entahlah. Dia tidak ingin mendekati aku dan terus menghindari aku," sahut Ghaishan membuat Daffa juga ikut merasa mual dan langsung membekap mulutnya.


"Kau makan apa Ghaishan?" tanya Daffa sambil menutup hidungnya dan mundur beberapa langkah menjauhi Ghaishan yang menatap bingung kakak iparnya itu.


"Emang kenapa dengan makananku? Aku makan biasa saja," ujar Ghaishan.


"Mulutmu bau gas beracun membuat orang ingin muntah. Pantas saja Nada menjauhimu. Lihatlah...! Anak orang jadi tersiksa begitu gara-gara kamu," ucap Daffa ikutan mual.


Hoekkk...


Daffa juga meninggalkan Ghaishan karena udara dari mulut Ghaishan tercium seperti sampah busuk.


"Ada apa dengan mulutku? Kenapa Daffa merasa kebauan saat bicara denganku?" tanya Ghaishan bingung sendiri.


Ghaishan ingin merasakan sendiri hawa dari udara mulutnya dengan membekap mulutnya sendiri sambil menghembuskan udara dari mulutnya. Iapun tidak tahan dengan bau dari mulutnya sendiri membuat ia juga merasa sangat mual dan ingin muntah.

__ADS_1


Hoekkk ...Hoekk...


Ghaishan beralih ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya yang ternyata baunya lebih dari itu.


"Sialan...! Makanan apa yang aku makanan tadi? Kenapa baunya membuat kepalaku juga ikutan pusing?" gerutu Ghaishan lalu keluar dari toilet dengan tubuh lemas.


Sementara Nada sudah menunggu suaminya di depan pintu toilet sambil membawa sikat gigi, pasta gigi, obat pencahar dan juga parfum untuk mulut.


Melihat wajah pucat suaminya membuat Nada juga kasihan tapi menahan geli juga. Iapun tidak kuat juga menahan tawanya yang langsung meledak seketika.


"Kenapa kamu menertawaiku, sayang? Kenapa kamu tidak bilang makanan itu lebih dari racun mematikan," gerutu Ghaishan sedikit menjauh dari istrinya karena sangat malu pada Nada.


Nada yang tadi terkekeh akhirnya menyerahkan kotak sikat gigi itu.


"Sayang. Sikat gigi dulu lalu kumur-kumur dengan larutan pencahar. Setelah itu gunakan parfum mulut aroma mentol," ucap Nada menyodorkan kotak itu pada Ghaishan yang terlihat cemberut dan lemas.


Ghaishan segera kembali ke dalam toilet dan melakukan apa yang diminta istrinya walaupun saat ini ia sendiri merasa sangat pusing seperti wanita hamil muda.


Sementara di restoran, Daffa menceritakan tentang Ghaishan pada keluarganya membuat tawa mereka seketika meledak. Syakira yang tidak paham bahasa Indonesia harus diterjemahkan oleh Adam namun tidak merasa lucu sama sekali.


"Emangnya pete itu apa, Adam?" tanya Syakira penasaran.


Hanya saja akan menghasilkan bau tidak sedap dari mulut usai memakannya dan kelurgaku tidak menyukai pete dan jengkol karena aroma itu," jelas Adam namun Syakira pingin tahu bentuknya supaya tidak salah makan.


Adam memperlihatkan melalui ponselnya bagaimana olahan Pete pada makanan itu melalui konten YouTube pada istrinya.


"Baby. Jangan coba-coba kamu makan sayuran ini, ya! Kamu nanti bisa seperti Ghaishan karena mabuk pete" ingat Adam hanya di angguki Syakira.


Sementara Ghaishan yang sudah merasa baikan begitu malu pada istrinya." Sial...! Gara-gara makanan aneh itu membuat aku jadi malu dengan istriku. Aku akan membuat tempat catering itu bangkrut karena menyajikan makanan yang menjijikan itu," umpat Ghaishan yang masih terlihat pucat.


Iapun keluar dari toilet itu sambil memastikan lagi aroma mulutnya sudah wangi. Setelah dirasakan tidak ada lagi aroma busuk itu, ia keluar dari toilet sambil melirik kiri kanan.


"Kenapa sayang? Kamu sedang main petak umpet?" tanya Nada yang tiba-tiba muncul dari belakang membuat Ghaishan terlonjak kaget.


"Kau ini, ngagetin saja," gerutu Ghaishan yang langsung menjaga jarak dengan istrinya.

__ADS_1


"Kok kamu jadi jaga jarak sama aku? Sekarang sudah nggak jamannya covid," ucap Nada sambil mendekati suaminya.


"Maafkan aku baby! Gara-gara aku tidak mau mendengarkan nasehat kamu, jadinya begini deh," sesal Ghaishan sambil menundukkan wajahnya.


"Ya sudah. Lupakan saja..! Yang penting kamu sudah tahu bagaimana rasanya kalau menikmati makanan itu. Lagi dimakan itu memang enak. Tapi setelah itu aromanya membuat kita tidak nyaman," jelas Nada masih menahan gelinya.


"Tapi, tubuhku sangat lemas, baby. Aku jadi lapar lagi karena tadi muntah semua," ucap Ghaishan.


"Kita makan di kamar saja. Nanti pesan di restoran dan Aku akan memeriksakan keadaanmu," ucap Nada cemas juga dengan suaminya.


"Tapi, kamu masih mau berciuman dengan akukan, baby?" tanya Ghaishan manja.


"Jangan sekarang ya..!" pinta Nada setengah memelas.


"Kamu trauma ya baby?"


"Hooh!"


"Ya sudah. Habis makan kita bobo saja," ucap Ghaishan.


Keduanya berjalan menuju lift. Daffa yang melihat Ghaishan, langsung menarik lagi lengan istrinya agar tidak satu lift dengan Ghaishan.


"Biar saja mereka duluan naik..! Kita bisa di lift sebelahnya," ucap Daffa sambil melirik Ghaishan yang juga masih merasa malu pada saudara iparnya itu.


"Lho..! Kenapa nggak mau masuk? Liftnya masih kosong lho," ucap Nada pada Bunga dan Daffa yang langsung menggeleng.


"Duluan saja..! Aku ada yang ketinggalan," tolak Daffa membuat Nada hanya menaikkan kedua bahunya.


Ghaishan yang mengerti alasan Daffa, pura-pura tidak peduli. Gara-gara pete, bisa menjadi orang menjaga jarak dengannya.


Sementara di kamar pengantin, Adam dan Syakira mempersiapkan diri mereka ingin melakukan ritual malam pengantin untuk kesekian kalinya.


Namun baru saja keduanya ingin berciuman tiba-tiba ada suara tembakan peluru yang sedang membidik ke arah mereka dan tepat di saat itu keduanya sedang menjatuhkan tubuh mereka ke atas kasur.


Dorrr.. Dorrr...dorrrr...

__ADS_1


Prankkkkk....


"Syakiraaaa...!" pekik Adam menarik tubuh Syakira dalam pelukannya dan langsung menggulingkan tubuh mereka menjatuhkan diri ke lantai untuk berlindung di samping tempat tidur.


__ADS_2