
Hujan peluru itu bukan hanya berasal dari atas helikopter milik Zidane saja. Kini beberapa orang anak buah Zidane, entah datang dari mana sudah mengepung pergerakan Bunga saat ini
Putri pertama dari Amran dan Nabilla ini tidak pernah ciut nyalinya berhadapan dengan parah musuh itu. Ia harus mengeluarkan senjata kimia formula baru buatan ibunya berupa parfum yang menyesakkan pernafasan yang menyesakkan dada. Jika menghirupnya terlalu lama akan membuat paru-paru terluka hingga bisa membuat orang itu mimisan karena terlalu sakit paru-parunya walaupun itu tidak akan mematikan namun akan membuat lawan pingsan dan mengalami luka dalam yang sangat parah.
Namun sebelumnya, Bunga sudah menggunakan masker untuk melindungi pernapasannya dari senjata kimia ringan itu. Dia memanfaatkan beberapa anggotanya Zidane untuk menjadikan mereka tameng dari serangan tembakan yang memborbardirkan dirinya dengan peluru. Ia juga berhasil mengambil dua pistol dari tangan musuh yang sudah tewas itu. Zidane terlihat makin geram dengan kelihaian Bunga yang menurutnya sangat hebat diluar dari dugaannya.
"Jangan sampai dia lolos dan tembak wanita sialan itu..!" perintah Zidane sambil melindungi diri dari tembakan Bunga. Walaupun berkata begitu, hatinya juga tidak tega melukai gadis secantik Bunga. Tapi mengingat otak bunga yang super jenius bisa mengetahui kejahatannya membuat dia harus tega pada gadis itu karena akan mengancam bisnisnya dan juga dirinya yang akan diincar oleh badan intelijen Amerika.
"Aku tidak akan semudah itu kamu dapatkan Zidane. Mungkin banyak bisnis harammu yang akan menenggelamkan kekuasaanmu sekarang. Dan mungkin inilah saatnya kamu berhenti berulah," lirih Bunga yang masih saja melayani para musuh.
Sudah banyak musuh yang tumbang karena menjadi tamengnya Bunga. Hingga dalam beberapa menit kemudian, posisi Bunga sudah terdesak di pinggir gedung yang akan membuat tempat pijakannya tidak bisa lagi bertahan.
Kekasih Daffa ini melihat helikopter miliknya sudah mendekatinya dari arah punggungnya. Tepat di saat yang sama, ia masih melepaskan tembakan untuk melumpuhkan lawannya dengan kedua pistol dalam genggaman kedua tangannya untuk menembak mereka secara bersamaan.
Saat tembakan para musuh membalas menembak mengarah ke arahnya, Bunga menjatuhkan tubuhnya dari gedung tinggi itu melompat ke arah helikopter penyelamatnya yang ikut menembak ke arah lawan.
Bunga menangkap tangga tali dari helikopter yang dijulurkan dari atas dengan satu tangannya, sementara tangan yang lainnya masih sibuk menembak musuh di atas atap gedung. Bunga bergelantungan di tangga tali helikopter yang membawanya menjauhi dirinya dari serangan musuh. Namun helikopter sang musuh masih tidak rela membiarkan Bunga kabur begitu saja. Tembakan secara beruntun tetap mengarah ke tubuhnya namun helikopter bisa menghindari Bunga dari tembakan itu.
Bunga yang merupakan salah satu seorang agen rahasia penembak jitu, mengarahkan pistolnya ke arah co-pilot helikopter musuh dan melepaskan tembakannya pada pria malang itu yang tadi sempat menertawainya.
"Bismillahirrahmanirrahim...! Temui ajalmu, kawan!" pekik Bunga sambil memohon pertolongan Allah di ikhtiar terakhirnya.
Dorrr... Dorrrr...
__ADS_1
Peluru itu menembus leher co-pilot. Helikopter mulai oleng di atas udara hingga hilang keseimbangannya. Zidane gelagapan saat melihat arah jatuh helikopter menghampiri mereka dengan cepat, hingga ia kesulitan untuk menghindarinya.
"Oh sial...! dasar jal**Ng!" umpat tuan Zidane yang harus pasrah menerima kematiannya karena helikopter itu langsung terjun bebas dan jatuh menimpa Zidane dan anak buahnya yang sedang menembak Bunga.
"Akkkkk....!" pekik para penjahat itu saat badan helikopter menghantam tubuh mereka. Ledakan di atas sana begitu dahsyat hingga asap dan api mengepul dengan bunyi letupan yang luar biasa berasal dari aftur atau bahan bakar helikopter atau pesawat.
Akhirnya Bunga berhasil naik ke atas helikopter itu yang dibantu oleh sang pilot yang merupakan perempuan. Bunga duduk dengan tenang sambil menarik nafasnya lega dengan mengucapkan kalimat tahmid. Entah mengapa ia tiba-tiba menangis saat ini setelah pertempuran sengit tadi telah usai ia lalui.
Sang pilot menyerahkan botol minimuman air mineral kepada Bunga sambil bertanya keadaan gadis pemberani itu.
"Apakah kamu baik-baik saja agen satu?" tanya Brooklyn.
Bunga hanya mengangguk karena tidak bisa bicara lagi. Ia merasa baru kali ini, dirinya bertempur sendirian melawan banyak musuh sambil menghindari tembakan dari atas dan bawah. Ia sempat berpikir bagaimana kalau ia tertembak atau jatuh dari lantai gedung itu dan tangannya meleset menangkap tangga tali dari helikopter itu. Melihat Bunga sedang menangis dibalik cadarnya, sang pilot tidak ingin lagi menganggunya.
"Nona Bunga."
"Hmm!"
"Mengapa anda menembak co-pilot helikopter musuh itu tepat di lehernya?" tanya Gerarrd.
"Karena ia mengenakan rompi anti peluru jika saya menembak di bawah ketiaknya atau pinggangnya, dia tidak akan terbunuh. Jika menembak kepalanya, ia juga mengenakan helm. Hanya bagian lehernya yang masih memberikan tempat untuk aku bisa menembus tubuhnya dengan timah panas itu," ucap Bunga membuat co-pilot Gerrard tersenyum kagum sambil mengangkat jempolnya sebagai bentuk pujian.
"Tidak salah, jika negaraku memilih kamu menjadi agen satu. Bukan hanya terlatih secara mental dan fisik saja. Tapi ada juga intelektual yang kamu miliki telah terolah dengan baik, namun aku justru memuji kamu yang memiliki kepekaan yang luar biasa di detik-detik nyawamu terancam," puji co-pilot Gerrard.
__ADS_1
"Terimakasih tuan Gerrard. Tapi, pujianmu barusan tidak membuat aku menjadi pongah karena di saat terdesak dan tidak ada jalan keselamatan bagi seorang manusia selain bentuk kepasrahan dirinya bahwa jiwa raganya adalah milik Tuhannya hingga manusia butuh perlindungan saat tidak ada lagi celah bagi dirinya untuk berlindung dari maut.
Hanya Allah Tuhanku yang selalu ada saat detik kematiannya menjemput. Lagi-lagi keberhasilan dibabak terakhir peperanganku hari ini, itu adalah campur tangan Allah Tuhanku, bukan lagi kecerdasan otakku. Ini adalah bab tawakal ku kepada Sang pemilik hidup ku," tutur Bunga penuh kerendahan diri jika sudah mengagungkan nama Tuhannya, Allah azza wajalla.
Walaupun keyakinan Bunga, Brooklyn dan Gerrard berbeda, namun Bunga hanya ingin menyampaikan kepada rekannya bagaimana kekuatan Allah di atas segala-galanya dari pada kehebatan manusia yang hanya setara dengan secangkir air teh di tengah lautan luas.
"Apakah karena itu kamu tadi menangis merasakan mukjizat Tuhanmu, agen satu?" tanya pilot Brooklyn.
"Sorry. Ada yang perlu saya ralatkan ucapanmu di sini. Penempatan kata mukjizat itu bukan disandangkan pada manusia biasa seperti kita karena mukjizat itu hanya berlaku untuk para nabi dan Rasul Allah. Seperti mukjizat nabi Musa, Nuh, Isa, Ibrahim, Mohammad dan masih banyak nabi lainnya yang mendapatkan kehormatan itu saat mereka harus membuktikan kebesaran Tuhannya Allah di saat genting hidup mereka berhadapan dengan musuh.
Contoh yang sama dalam agama Kristen ikut mempercayai bagaimana nabi Musa membelah laut dengan tongkatnya saat tidak ada jalan lain baginya dan pengikutnya melarikan diri dari kejaran Fir'aun dan tentaranya saat itu. Bukankah tongkat itu hanya bagian dari sarana perantara saja bukan kekuatan di tongkat itu sebenarnya," tutur Bunga menjelaskan makna dari setiap mukjizat para nabi dan Rasul yang Allah berikan kepada mereka.
"Wow... amazing, Baby!" puji Gerard setelah mendapatkan pencerahan Bunga yang spontan dari gadis cantik itu.
"Aku hanya berbagi apa yang aku ketahui dari buku yang aku baca atau ilmu pengetahuan agama yang dijelaskan oleh para guru dan dosenku. Bukan sok tahunya aku mengenai apa yang baru saja aku jelaskan makna mukjizat itu," ungkap Bunga tetap dalam sikapnya yang tawadhu.
Orang boleh merendahkan hatinya dihadapan sesama manusia, namun manusia harus merendahkan dirinya saat berhadapan dengan Allah Tuhannya. Atau saat mengagungkan kebesaran Allah dihadapan manusia lain untuk tidak menyombongkan kemampuannya yang baru saja diperlihatkan pada rekan kerjanya seperti aksi Bunga yang baru saja mereka saksikan.
Bagaimana gadis itu bisa mengetahui jika menembak co-pilot helikopter musuh, maka helikopter itu akan jatuh di atas atap gedung di mana musuhnya Bunga termasuk bosnya musuh itu yang tidak lain adalah Zidane sendiri.
Jika Bunga menembak co-pilot itu menjauh dari gedung itu, maka helikopter itu akan jatuh menimpa di atas orang-orang yang tidak berdosa dibawah sana. Itu akan berdampak pada dilema moral bagi Bunga sendiri sebagai manusia yang masih memiliki kelembutan hati.
......
__ADS_1
Like dan vote nya cinta please!"