Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
116. Harus Menyamar


__ADS_3

Seperti ibunya, Bunga harus berpakaian syar'i saat menerima tugas di markas FBI untuk menjalankan misinya. Menjadi agen rahasia utama pastinya akan lebih tertantang dan tidak boleh diketahui oleh siapapun.


Bos yang sama sahabat ibunya yang masih mengabdi di tempat yang sama yaitu Mr. M. Bunga harus meninggalkan kesenangannya bersama kelurga besarnya demi mengembankan tugasnya menjadi agen rahasia di negara itu.


"Silahkan duduk agen satu!" titah Mr. M.


"Terimakasih." Bunga duduk dan siap menerima tugasnya.


"Anda akan akan terbang ke Perancis. Anda harus menyamar sebagai pramugari mengikuti maskapai penerbangan Perancis-Qatar!" pinta Mr. M.


"Apa yang harus saya lakukan di dalam sana?" tanya Bunga.


"Ada mata-mata yang menyamar sebagai Mafia untuk melindungi bosnya yang merupakan pengusaha terkaya dari negara Qatar. Itu hanya sebagai isu, belum tahu kebenarannya seperti apa. Ia seringkali melakukan transaksi keuangan ke beberapa bank dunia namun tidak jelas sumber pendapatannya. Dari isu yang menjadi mata-mata bos mafia itu adalah dari kalangan kita sendiri yang bekerja di badan intelijen Amerika yang bergerak di divisi keuangan dan persenjataan," tutur Mr. M.


"Lalu apa tugasku?" tanya Bunga.


"Dekati mafia itu untuk mengetahui siapa mata-mata sebenarnya dari divisi keuangan dan persenjataan itu!" ucap Mr. M.


"Maksud Mr. M, aku harus menggodanya?" tanya Bunga.


Ia tidak terlalu suka dengan urusan yang melibatkan kontak fisik dengan bisikan rayuan. Ia lebih senang beradu fisik dan mengangkat senjata.


"Bukankah kamu pintar menghindar dari sentuhan lelaki dan menolak rayuan mereka? gunakan keahlianmu untuk bisa memikatnya agar bisa masuk dalam kehidupannya. Kamu hanya memastikan siapa yang bermain halus dalam urusan dunia mafia yang melewatkan analisis keuangan yang ada di divisi tersebut," tegas Mr. M.


"Baiklah. Berikan aku fasilitas terbaik dan hindari aku dari tempat kasino karena aku tidak akan melangkah ke sana," ketus Bunga.


"Semuanya sudah di atur. Mobil mewah anti peluru dan kamu bisa membawa pistol Gsh-18 yang dirancang untuk menembakkan peluru armor piercing 7N21 dan 7N31 yang bertekanan sangat tinggi, meskipun ukurannya sama dengan 9mm parabellum. Kabarnya beberapa Glock kadang juga dipakai, meski cepat rusak karena peluru tekanan tinggi ini," ucap Mr. M.


"Terimakasih. Biarkan aku bekerja sendiri dan jangan membututi aku. Cukup mengawasi visual ku melalui layar dunia itu. Dan katakan saja apa yang harus aku lakukan jika posisiku terjebak!" tegas Bunga menunjuk ke arah komputer raksasa terpampang di dinding ruang IT itu yang merupakan hasil rancangan ibunya.


"Seperti biasa, jika misi gagal, kau tahu apa yang harus kamu lakukan?" tegas Mr. M.

__ADS_1


"Yang jelas aku tidak akan melakukan bunuh diri karena itu melanggar perintah Tuhanku dalam keyakinanku. Aku punya cara sendiri untuk tidak ketahuan, seperti yang biasa ibuku lakukan. Mati di bunuh atau membunuh, karena itu lebih mulia dari pada bunuh diri adalah sikap seorang pengecut," pukas Bunga.


"Aku suka dengan gayamu. Terus terang dan ambisius," imbuh Mr. M.


"Aku tahu, kamu sedang tidak memujiku tuan M tapi, hanya mengujiku saja," sambar Bunga lalu mengambil perlengkapan yang diberikan Mr. M padanya yaitu paspor asli tapi palsu.


Bunga masuk ke mobilnya dan dikawal ketat oleh anggota FBI mengantar Bunga sampai ke hotel.


...----------------...


Maskapai penerbangan Qatar. Bunga sudah berada di jet pribadi milik Tuan Syafiq Zidane. Seorang pria tampan blasteran Qatar Perancis. Bunga mengenakan seragam pramugari tertutup dengan hijab standar sesuai aturan penerbangan wilayah timur tengah.


Bunga berdiri di pintu pesawat sambil mengatupkan kedua tangannya saat tuan Zidane menaiki tangga pesawatnya. Bunga sempat kaget melihat tampang Zidane yang sebelumnya diperlihatkan kepadanya foto Zidane oleh Mr. M yang berumur sekitar 40 tahunan namun tidak dengan ada yang dihadapannya saat ini. Usia tuan Zidane berkisar antara 25 hingga 27 menurut taksiran Bunga. Dan wajahnya jauh berbeda dengan yang di foto.


"Apakah Mr. M memberikan informasi yang salah kepadaku?" batin Bunga sambil berpikir keras.


Wajah datar Tuan Zidane tidak begitu peduli dengan pramugari yang berdiri menyambutnya. Ia sibuk dengan ponselnya sambil bicara menggunakan bahasa Rusia agar tetap terjaga kerahasiaannya. Bunga merekam semua pembicaraan tuan Zidane dengan pena ajaibnya. Pintu pesawat ditutup dan Bunga harus menghampiri Tuan Zidane yang sudah duduk di bangkunya saat pesawat siap take off.


"Assalamualaikum tuan!" Salam Bunga santun.


"Permisi Tuan! Apakah anda mau pesan sesuatu?" tanya Bunga menatap wajah tampan Zidane yang masih sibuk scroll ponselnya, seakan sedang memeriksa sesuatu.


"Apakah ada masalah Tuan?" cerewet Bunga membuat Zidane mulai terganggu.


"Apakah kamu tidak bisa menunggu aku untuk menyelesaikan...-" ucapan Zidane terhenti saat memperhatikan wajah cantik Bunga.


"Huff...! ternyata gadis ini sangat cantik," lirih Zidane dalam bahasa Rusia.


Bunga tersenyum dalam hatinya namun tetap fokus dengan tugasnya menunggu perintah selanjutnya oleh tuan Zidane." Berikan saya segelas jus apel dan beberapa roti dan kue!" pinta Zidane.


"Segera tuan!"

__ADS_1


Bunga mengambil apa yang dibutuhkan oleh Tuan Zidane. Dalam lima menit, pesanan tuan Zidane sudah siap di mejanya.


"Apakah masih ada yang anda butuhkan tuan?" tanya Bunga.


"Duduk di depanku dan temani aku di sini! aku tidak suka makan sendiri," tutur Zidane dan Bunga menurutinya karena itu yang ditunggu Bunga untuk mendapatkan perhatian Zidane.


"Dengan senang hati tuan," ucap Bunga seraya menghenyakkan bokongnya di kursi pesawat.


"Sepertinya kamu bukan dari warga Perancis. Siapa namamu?"


"Namaku Aisyahrani. Aku blasteran Turki Indonesia. Dan menetap di Perancis," bohong Bunga.


"Turki....?" berarti kamu bisa bahasa Turki?" tanya Zidane.


"Bisa. Tapi, tuan tidak mungkin bisa bahasa Turki bukan?" canda Bunga.


"Sedikit. Saya menguasai lima bahasa saja, selain bahasa Inggris," ujar Zidane.


"Berarti, saya harus hati-hati membicarakan anda di belakang karena bisa jadi anda menilai saya seorang gadis tukang gosip," canda Bunga.


"Saya rasa anda tidak seperti itu, nona. Anda terlihat sangat terpelajar dan terdidik dengan baik. Hanya saja terlihat aneh jika profesi anda hanya sebatas pramugari," ucap Zidane.


"Anda terlalu menyanjungku tuan. Mungkin nasibku yang kurang beruntung yang hanya berakhir sebagai pramugari. Tapi, aku sangat bersyukur masih bisa bekerja di bandingkan dengan wanita lain yang hanya mengabdikan hidupnya untuk menjadi istri yang baik," balas Bunga.


"Bukankah balasannya setara dengan surga yang Allah janjikan untuknya?" sarkas Zidane.


"Wow keren....! anda sangat memahami nilai-nilai Islam. Sepertinya tuan adalah suami idaman. Istri anda pasti sangat beruntung memiliki anda," puji Bunga basa-basi.


"Sayangnya saya belum menemukan wanita yang membawa saya ke surga. Sepertinya anda memenuhi karakter wanita yang saya inginkan. Apakah Anda bersedia menjadi istriku, nona?" tawar Zidan membuat Bunga tersentak dengan hatinya ciut.


Deggggg....

__ADS_1


...


vote dan likenya cinta please!


__ADS_2