Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
143. Menyusun Rencana


__ADS_3

Cintami mendekati teman-temannya yang ada di dalam sel tahanan tersebut. Awalnya mereka takut bicara pada Cinta, namun Cinta meyakinkan mereka agar tidak takut dan harus berjuang untuk bisa bebas dari tempat terkutuk itu.


"Tenanglah saudara-saudaraku! perkenalkan...! namaku Cinta dan aku berasal dari negara Asia Tenggara. Aku mengusai 12 bahasa dari beberapa negara. Siapa yang berasal dari negara yang berbeda denganku, katakan saja. Insya Allah aku bisa menjawab pertanyaan kalian," ucap Cintami dalam bahasa Inggris.


"Aku kira kamu dari timur tengah karena pakaianmu itu," ujar gadis Maroko dengan bahasa Arab karena dia juga berhijab.


"Ini pakaian untuk umat Islam dan cadar hanya bagian dari sunnah karena istri Rasulullah mengenakannya. Jadi bukan mewakili negara itu sendiri," ucap Cintami.


"Sekarang apa yang kamu inginkan dari kami?"


"CCTV dalam ruangan ini sudah saya non aktifkan. Jika kalian tidak ingin mati konyol di sini, ikuti apa yang aku katakan untuk bisa kabur dari sini," ucap Cinta.


"Bagaimana caranya? kami sendiri tidak tahu saat ini berada di mana. Bagaimana caranya mencari bantuan atau kabur dari sini?"


"Dengarkan aku ...! pasti diantara kalian menganut agama dan kepercayaan kalian masing-masing, bukan? siapa diantara kalian yang ateis?" tanya Cintami.


Mereka menyebutkan agama mereka masing-masing. Yang Islam hanya tiga orang. Satu pria dari Bahrain dan dua gadis lainnya dari Maroko dan Uzbekistan. Sisanya penganut Katolik dan Kristen.


"Baiklah. Sekarang saatnya kita berdoa sesuai dengan keyakinan kita masing-masing untuk meminta pertolongan Tuhan agar kita bisa bebas dari sini. Semua yang ada disini ciptaan manusia dan pasti sistemnya juga punya kelemahan. Kenapa kita tidak andalkan Allah Tuhan kita saja yang memiliki kekuatan yang sempurna untuk menghancurkan semua sistem yang ada di laboratorium ini," ucap Cintami optimis.


"Sebenarnya siapa kamu? mengapa kamu tidak takut sedikitpun pada mereka?"


"Tidak penting siapa aku untuk kalian ketahui. Yang jelas, aku ingin kalian tahu bahwa kalian adalah orang-orang jenius yang dibawa ke laboratorium ini untuk kepentingan mereka.


Kalau mereka saja bisa mengandalkan kehebatan kalian untuk kepentingan mereka, kenapa tidak kalian gunakan kehebatan kalian itu untuk menolong diri kalian sendiri? ayolah..! jangan jadi pengecut. Lebih baik bangkit melawan mereka daripada mati konyol di sini tanpa berbuat apa-apa," ucap Cinta menyemangati teman-teman senasibnya.


"Bagaimana caranya kami membantumu untuk bisa keluar dari sini?"


"Setiap kalian memiliki ponsel bukan?" tanya Cintami.


"Tentu saja ada karena mereka tidak menyita barang bawaan kami kecuali ada senjata tajamnya. Tapi, kami tidak memilikinya."


"Kalau begitu keluarkan ponsel kalian!" titah Cintami.


"Untuk apa? jelas-jelas di sini tidak dapat signal."


"Bisakah kamu tidak banyak protes padaku? apakah aku terlihat seperti orang bodoh untuk meminta kalian beraksi?" sarkas Cintami pada seorang pria berkebangsaan Itali.


Mereka mengeluarkan ponsel mereka dan Cintami menyambungkan WiFi dari ponselnya pada masing-masing ponsel mereka sesuai merk ponsel yang mereka miliki. Hampir saja semuanya memekik kegirangan karena merasa menemukan dunia baru selama satu tahun berada di dalam sel tahanan itu.


"Wow....! ini keren sekali Cinta," jerit mereka seperti anak kecil yang mendapatkan hadiah baru dari orangtuanya.


"Hei... saudaraku! Masya Allah! bagaimana mungkin kamu bisa melakukannya?" tanya Ammar penuh takjub pada Cinta.

__ADS_1


"Allah sebagai penolongku, saudaraku. Sekarang lakukan apa yang bisa kalian lakukan dengan ponsel itu. Dan bersikaplah seperti biasa seakan kalian tidak mendapatkan apapun dariku.


Jika dalam ponsel kalian tiba-tiba menunjukkan peta dengan tanda merah seperti yang ada di ponselku ini, itu berarti staf yang ada di depan sana sedang menuju ke sini. Dan bersikaplah seolah kalian merasa seperti orang yang sedang putus asa," ucap Cintami.


Ketujuh wanita itu langsung memeluk Cintami sambil menangis karena mereka tidak menyangka akan mendapatkan sang penyelamat.


"Kamu adalah malaikat penyelamat kami, saudaraku," ucap seorang gadis yang berasal dari Kuba.


"Aku hanya ingin kita keluar dari sini dalam keadaan selamat tanpa saling mengkhianati satu sama lain. Tapi, jangan hubungi orang lain di luar sana walaupun itu kelurga kalian.


Aku ingin kalian gunakan ponsel itu untuk mencari cara agar bisa melumpuhkan sistem jaringan di dalam laboratorium ini. Gunakan kemampuan kalian untuk di sini saja dulu. Kalau sudah bebas dari sini baru hubungi kelurga kalian," ucap Cinta dengan strategi yang terencana.


"Baiklah. Aku mengusai bagian listrik karena kemampuanku bisa menciptakan baterei penyimpan tenaga listrik sebesar cerutu untuk bisa menerangi satu kota besar," ucap Nevi.


"Aku ahli membuka kunci brangkas bank dunia."


"Aku bisa membuat bom sebesar kelereng untuk menenggelamkan satu kota kecil."


"Aku bisa menciptakan senjata kimia untuk membuat otak orang lumpuh."


Kesepuluh orang itu mengakui keunggulan mereka masing-masing kepada Cinta.


"Bagaimana orang-orang yang bekerja di luar sana yang bergerak seperti robot? apakah mereka bagian dari kita?" tanya Cintami.


"Bagaimana dengan kalian?" tanya Cintami.


"Diantara kami ini sudah masuk ke tempat pencucian otak, untuk diprogram sesuai dengan sistem tapi, mereka tidak berhasil melakukannya pada kami dan kami dilempar lagi ke dalam sini."


"Bagaimana caranya agar program pencuci otak itu tidak berhasil?" tanya Cintami penasaran.


"Kembalikan otakmu ke pabrik awal seperti saat kita belum mengenal huruf dan angka dengan begitu otakmu seperti tidur dan tidak ingin terangsang oleh sistem."


"Bagaimana caranya?" celetuk Cinta.


"Bayangkan masa kecilmu yang pertama kali momen apa yang kamu pertama kali ingat saat memorimu sudah mulai bekerja untuk menyimpan dari bagian masa termanismu itu."


"Ide siapakah itu, yang bisa membuat program pencucian otak kalian gagal?" tanya Cintami.


"Tentu saja ideku karena aku bisa membuat otak orang lumpuh. Dia tidak bisa mengingat apapun kecuali masa yang paling indah saat bersama orang yang paling ia cintai. Entah itu ayah, ibu, kakek, nenek atau orang yang pernah hadir dalam hidupnya yang membuat ia terkesan," ucap Marco.


"Baiklah. Kalau begitu mulai dari rencanaku dulu karena aku yang bisa meretas CCTV di semua ruangan ini. Lihatlah di layar ponsel kalian. Setiap kalian akan mendapatkan masing-masing ruangan yang berbeda yang ada di dalam laboratorium ini. Bedakan seragam para korban dengan para penjaga yang bisa terdeteksi dari titik pembeda yaitu biru dan hijau.


Hijau untuk para sandera dan biru adalah kelompok penjahat. Perhatikan pintu masuk dan keluar dan ubah sistem kunci saat mereka ingin melakukan kejahatan pada para sandera yang melakukan penelitian di laboratorium itu!" pinta Cintami.

__ADS_1


"Baik." Semuanya bergerak dengan menggunakan ponsel mereka untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Begitu juga dengan Cintami yang hanya bisa mengeluarkan barang-barangnya yang berupa makeup wanita namun sesungguhnya itu adalah bahan kimia yang diciptakan adiknya Denada yang ahli meramu bahan kimia dalam bentuk makeup dengan menempelkan merk dengan tulisan death(kematian).


Termasuk Cintami yang harus meramunya lagi sesuai dengan manfaatnya karena setiap cairan yang berbentuk cairan kutek itu ada kode unsur kimianya. Seperti Dubnium (Db), Seaborgium(Sg), Hassium(Hs) dan lain-lain. Dan Cintami sudah menghafal 118 nama unsur kimia itu sejak usianya 10 tahun.


Di Istambul Turki, Nabilla yang sudah menghubungi Arsen untuk ikut dalam misi ini sudah hadir bersama mereka termasuk pengantin baru Daffa dan Bunga yang terlibat langsung dalam misi penyelamatan Cintami. Sementara Adam sedang berkoordinasi dengan timnya sesama CIA ikut bergerak ke zonasi kawasan hutan lindung di sebuah pulau terpencil di negara Rusia itu.


"Bunga. Kamu adalah agen rahasia FBI. Saat ini kamu tidak bisa melibatkan FBI karena misimu kali ini atas nama kelurga bukan lagi atas nama dinas rahasia itu. Kamu mengerti, sayang?" tegas Nabilla.


"Iya mommy," sahut Bunga yang mengikuti prosedur strategi penyerangan yang sudah dirancang oleh ibunya.


"Arsen. Dunia mafia bukan lagi hal baru bagimu karena ayah dan pamanmu Reno telah lama berkecimpung di bidang yang sama dengan Daddy Amran. Kamu pasti tahu apa yang harus kamu lakukan, bukan?" pinta Nabilla.


"Iya mommy. Arsen sudah membawa perlengkapan persenjataan yang dibutuhkan oleh kita nanti dengan tipe dan model yang berbeda," ucap Arsen.


"Aku dan Arsen yang akan mempersiapkan senjata dan strategi penyerangan, baby," ucap Amran.


"Nada, El. Apakah kalian sudah mengetahui tugas kalian apa?" tanya Nabilla.


"Sudah mommy," jawab si kembar kompak.


"Daffa. Aku tahu kamu adalah perwira angkatan darat. Lakukan sesuai protokoler angkatan udara saat bertugas di arena musuh nanti," lanjut Nabilla.


"Mengingat wilayah di sana hanya bisa di jangkau dengan helikopter dan sepeda motor khusus di area salju, maka harus lebih berhati-hati.


Es adalah potensi bahaya lain yang dapat ditimbulkan oleh cuaca musim dingin bagi pengendara sepeda motor. Berhati-hatilah saat berkendara di jembatan yang dapat membeku dan awasi es hitam di bagian jalan yang teduh. Jika kalian harus berkendara di atas area es, kendarai dengan perlahan dan lurus," ujar Nabilla yang sudah berpengalaman menjalankan misi di daerah bersalju saat mengejar penjahat.


"Berarti, kita juga membangun kemah disana, mommy?" tanya Nada.


"Kita akan mencari celah untuk membangun kemah di sana Nada, tapi tidak seperti anak Pramuka," jawab Nabilla.


"Sayang. Kita bisa bahas ini nanti di sana. Sebaiknya kita cepat berangkat sebelum Cinta ketahuan oleh para penjahat di sana," ucap Amran.


"Mommy. Kenapa tidak melibatkan otoritas negara tersebut?" tanya Arsen.


"Jika semua pejabat menegakkan keadilan, mungkin kita tidak perlu bersusah-payah seperti ini Arsen.


Kalau sudah melibatkan generasi jenius untuk kepentingan pribadi, maka setiap lembaga maupun organisasi pasti ada penyusup atau mata-mata atau istilah kerennya adalah oknum yang akan menghalangi pemerintah jika kita melaporkan keadaan yang sebenarnya.


Bukankah saat ini lagi marak korban bisa jadi tersangka jika berurusan dengan para oknum pejabat korup?" sinis Nabilla yang tidak pernah terlepas dengan sindiran yang kritis pada manusia seribu wajah yang ada di setiap lembaga pemerintah maupun parlemen.


....


Guys..! sekedar informasi kalau author adalah mantan anak MIPA jadi tahu yang namanya unsur kimia. Selebihnya author kuliah banyak jurusan dan hobi baca, jadi jangan kaget kalau author banyak tahu. Jangan lupa vote dan likenya cinta.

__ADS_1


__ADS_2