Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
188. Batal Melamar


__ADS_3

Untuk membuat kedua orangtuanya Dista terkesan padanya, El berpenampilan lebih nyentrik dari biasanya. Ia mengenakan pakaian dengan atribut perlengkapan lain yang dipakainya, semuanya branded. Tidak lupa mobil mewah yang digunakannya saat ini adalah mobil eropa keluaran terbaru dan limited edition.


Hanya saja, kedua orangtuanya Dista sudah terlanjur kemakan omongan putrinya yang menyatakan El-Rummi adalah seorang putra dari keluarga biasa yang hidup bergantung pada gajinya sebagai seorang dosen.


El-Rummi disambut oleh pelayan di istana megah yang masih bernuansa kerajaan kraton Jawa itu. Sebagai seorang pengusaha dan juga seorang dosen, tentu saja kharisma El-Rummi sangat mendominasi kepribadiannya.


"Silahkan duduk tuan! sebentar, saya panggilkan Romo dan ndoro Putri dulu!" ucap sang pelayan sambil membungkukkan tubuhnya memberi hormat layaknya seorang pelayan kerajaan.


Baru saja El-Rummi hendak melihat-lihat pajangan foto yang menarik perhatiannya, namun ayah dari Dista sudah keluar sambil berdehem terdengar berwibawa.


"Assalamualaikum Romo!" sapa El-Rummi seraya menyalami Romo yang langsung mengangkat satu tangannya untuk tidak disentuh oleh El-Rummi. Putra dari Nabilla dan Amran ini hanya mengangguk hormat penuh santun.


"Kembali ke tempatmu...!" titah Romo terlihat tenang dengan hawa yang kurang baik menerima kedatangan El-Rummi.


"Terimakasih Romo!" ucap El-Rummi sama sekali tidak gugup.


Tidak lama kemudian, keluarlah Raden Paras Wati yang tidak kalah angkuhnya memindai penampilan dan wajah El-Rummi dari ujung kaki hingga ujung rambut. Dista yang terlihat gelisah nampak berdoa agar El-Rummi tidak dipermalukan oleh kedua orangtuanya.


"Dari mana asalmu anak muda?" tanya Romo Hadiningrat.


"Saya dari Jakarta. Keluarga besar saya menetap di sana. Saya mempunyai lima bersaudara. Kakak kembar tiga dan saya memiliki saudara kembar perempuan yang menikah dengan seorang pengusaha dan juga astronot NASA. Mereka menetap di Amerika," jelas El secara rinci.


"Cih...! Sombong. Paling saudaranya yang numpang hidup sama lakinya," sinis Raden Paraswati.


"Apa pekerjaan kedua orangtuamu?" lanjut Romo Hadiningrat.


"Daddyku seorang pengusaha dan dibantu oleh kakak laki-lakiku. Ibuku seorang ibu rumah tangga biasa," ucap El-Rummi yang tidak ingin membeberkan rahasia pekerjaan ibunya.


"Pengusaha opo? Paling pengusaha barang bekas," remeh Raden Paraswati namun El tetap tenang menanggapi komentar tak bermutu paraswati.


"Apa tujuanmu ke sini anak muda?" tanya Romo.

__ADS_1


"Saya datang secara personal untuk melamar putri bapak Paradista untuk menjadi pendamping hidup saya," ujar El.


"Apakah kamu sanggup menghidupi putriku ini hanya dengan gaji dosenmu itu?" remeh Romo Hadiningrat.


"Dosen hanya pekerjaan sampingan saja buatku Romo. Karena aku ingin berbagi ilmuku pada generasi muda agar mengerti teknologi," ujar El-rummi.


Belum saja El-Rummi melanjutkan perkataannya, datang seorang pelayan membawa minum untuk mereka. Ketika mengangkat wajahnya, tubuh pelayan itu langsung gemetar melihat wajah El-Rummi yang sangat dikenalnya karena dia selalu melakukan komunikasi dengan ummi Ambar.


"Tuan El-Rummi?" sentak pelayan Tiar membuat El-Rummi sedikit bingung karena tidak ingat sama sekali pada ibu dari Alif ini.


"Apakah kamu mengenalnya Tiar?" tanya Paraswati.


"Tentu saja ndoro Putri. El-Rummi adalah cucu dari tuan Abdullah seorang pengusaha hebat yang selama ini membiayai kehidupan saya dan putra saya Alif yang sekarang ini tidak tahu ke mana perginya," ucap mbak Tiar sedih.


"Maksudmu Abdullah Al-Ghifari?" tanya Romo yang sangat mengenal siapa tuan Abdullah.


"Benar Romo!"


"Bukan tuan, tapi cicit dari tuan Abdullah. Cucu dari mantan hakim agung Jakarta. Ayahnya bernama tuan Amran yang sekarang memiliki sejibun perusahaan dan ibunya nyonya Nabilla seorang ahli IT yang merupakan agen rahasia FBI," jelas Tiar dalam bahasa Jawa halus yang tidak begitu dipahami oleh El rummi karena ia tidak begitu menyukai belajar bahasa daerah.


"Walahhhh...! Jadi, dari keluarga hebat toh. Aduh, Dista. Bagaimana mungkin kamu tidak mengetahui calon suamimu ini berasal dari keluarga hebat?"


Paraswati terlihat malu-malu pada El-Rummi yang tidak lagi simpatik pada keluarga ini.


"Maaf bunda. Dista tidak pernah tahu tentang kehidupan El-Rummi karena selama ini kami tidak pernah membahas tentang status sosial keluarga agar satu sama lain tidak saling menjatuhkan," ucap Dista.


"Mohon maaf. Sepertinya saya datang ke pintu yang salah, tuan. Saya pikir kelurga ini tidak mempermasalahkan status sosial seseorang untuk mendapatkan menantu di rumah ini.


Ternyata gelar bangsawan berdarah biru hanya melahirkan keangkuhan yang tak tersentuh batinnya pada kaum papah. Maaf Dista. Saya tidak berniat memilih kamu menjadi istri saya.


Karena dalam keluargaku status sosial bukan hal penting karena yang kami utamakan agama dan akhlaknya. Terimakasih untuk sambutannya. Assalamualaikum," tutur El-Rummi lalu angkat kaki dari istana itu.

__ADS_1


"Anak muda. Tunggu...!" pekik Romo Hadiningrat yang tidak terima dengan sikap kurangajar El, yang menarik lagi perkataannya.


"Ada apa tuan?" tanya El rummi sambil menaikkan satu alisnya dengan satu tangannya masuk kedalam kantong celananya.


"Apa yang salah dengan kelurgaku? Mengapa kamu malah membatalkan lamaranmu pada putriku?" tanya Romo Hadiningrat.


"Bukankah sudah aku paparkan tadi secara rinci? Kenapa harus menanyakan lagi, tuan Hadiningrat?" balas El rummi nampak santai namun hawa menakutkan menguar dari pesonanya.


"Apa salahnya kalau kami mempermasalahkan status? Aku ingin memastikan putriku tidak terlantar jika menikah dengan seseorang yang tidak memiliki latar belakang kelurga yang tidak jelas," bantah Romo Hadiningrat.


"Kalau begitu, cari saja jodoh buat putrimu yang sederajat denganmu! Kenapa harus aku? Asal tuan tahu saja ya, kalau aku adalah cicit dari eyang Raden Ayu Dewi Kusuma. Seorang wanita yang keluargamu sengaja menyingkirkan dirinya karena menikah dengan pria berkebangsaan Turki dan itu foto mendiang nenek uyutku!" tunjuk El-Rummi pada sebuah foto cantik seorang putri dari keturunan Klaten Solo dengan kebayanya khas seorang putri ningrat.


"Jadi, kau adalah putri dari tanteku Dewi?" sentak Romo Hadiningrat terlihat syok.


"Aku bukan hanya ingin menikahi putrimu Paradista, tapi aku juga ingin merekatkan kembali hubungan kelurga yang terpecah belah karena keegoisan seseorang. Aku seorang ahli IT. Jadi aku bisa menelusuri silsilah keluarga dari nenek uyutku itu.


Tapi, sudahlah. Aku tidak berminat lagi menjalin kasih dengan putrimu. Masih banyak putri dari kelurga hebat yang akan menjadi istriku," ucap El-Rummi sambil melirik Paradista yang tertunduk sambil menangis karena malu.


El-Rummi meninggalkan kediaman Romo Hadiningrat dengan perasaan gusar. Awalnya dia ingin memberikan surprise pada kelurga kraton itu sebagai cicit dari Raden Ayu Dewi Kusuma, tapi kedatangan pelayan Tiar rencananya seketika hancur berantakan.


"Ayah. Jika kedatangan El-Rummi yang berniat untuk menikahi putri kita hanya ingin mengambil kembali kedudukan kamu sebagai raja di kraton ini, lebih baik lupakan saja dia, ayah!


Ingat pesan kakek Subandrio bahwa jangan ada keturunannya menikahi keturunan dari Raden Ayu Dewi Kusuma. Karena bisa jadi, tahta kerajaan ini akan beralih pada keturunannya," ucap Paraswati.


"Mengapa kamu memikirkan tentang tahta kerajaan ini yang sudah hampir hancur, hah?!"'bentak Romo Hadiningrat.


"Maaf Romo. Aku hanya memberi saran saja," ucap Raden Paras Wati.


"Dengar! Hanya uang yang berkuasa di dunia ini. Dengan uang maka tahta kerajaan ini akan bertahan. Bicaralah pada putrimu Dista untuk merayu lagi El-Rummi agar mau menikahinya!" titah Romo Hadiningrat.


Vote dan likenya cinta please!

__ADS_1


__ADS_2