Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
76. Sehebat Itukah..?


__ADS_3

Di villa. Kepergian Nabilla dan Amran masih menjadi tanda tanya besar untuk keluarga itu kecuali tuan Rusli. Sekuat mungkin ia tetap bersikap hati-hati untuk menjaga kerahasian pekerjaan putrinya yang terlalu beresiko. Sejauh ini mereka hanya mengira Nabilla adalah seorang gadis peretas yang handal, hingga ilmunya bisa bermanfaat untuk kemaslahatan umat.


"Yah. Biarlah mereka berpikir seperti apa yang mereka pikirkan tentang putriku," batin tuan Rusli yang ingin cari aman.


Namun tidak dengan ketiga laki-laki yang sudah akrab dengan dunia Mafia, jika Nabilla bukan sekedar seorang ahli peretas. Dia lebih dari itu. Di kepala ketiga pria itu yang tidak lain adalah Wira, Reno dan Arland, sosok yang selama ini mengetahui sedikit banyaknya tentang Nabilla. Dari segi bahasa saja, gadis itu sudah menguasai sepuluh bahasa di dunia. Kadang ketiga bayinya sudah diajak bicara bahasa dasar yaitu Inggris dan Arab.


Menyadari ada saudaranya Devan yang baru menghampiri mereka, ketiga pemuda tampan ini malah beralih membahas hal lainnya. Tentu saja menyinggung masalah yang tidak jauh dari ranjang.


"Bagaimana Devan, belah duren gadis perawan?" goda Arland untuk mengganti topik.


"Untuk apa bertanya kalau kalian sebenarnya sudah merasakan barang ORI? bukankah kata saja tidak cukup menggambarkan rasa itu?" Devan sepertinya enggan membahas urusan ranjangnya.


"Iya juga sih. Yah, kalau kita memang baru merasakan barang ORI, tapi tidak dengan Wira yang sudah dua kali malah merasakan barang ORI. Iya nggak Wira?" tanya Arland.


"Semalam apes," ucap Wira murung dan ketiga sahabatnya termasuk adiknya itu mendadak bungkam.


"Ada apa Wira? apakah Lira sudah tidak. ..-"


"Jangan berprasangka buruk tentang Istriku. Wanitaku tetap masih orisinil dan aku yakin itu. Semalam apes karena doi datang bulan," ungkap Wira lirih dan membuat ketiganya ngakak keras hingga membangun kembar tiga yang langsung membentuk paduan suara.


Ketiga istri mereka yang sedang menggendong bayi kembar tiga itu langsung melotot ke arah pria-pria happy itu.


"Apakah tidak bisa lihat 3 bayi malang ini ditinggalkan ibu mereka karena tugas darurat?" omel Nadin membuat suaminya langsung melakukan gerakan tangan menutup mulutnya.


Ia menghampiri Nadin yang sedang menggendong Adam. Begitu juga Wira dan Reno menghampiri istri mereka Lira dan Celia yang sedang menggendong Bunga dan Cinta.


"Bayi sangat sensitif jika berjauhan sama ibunya, sayang," ucap Celia pada Reno.


"Kamu sudah pantas menjadi ibu, baby. Aku tidak sabar melihatmu hamil," ucap Reno.


"Jangan sekarang ya sayang. Tunggu setahun lagi setelah aku menyelesaikan skripsiku," ucap Celia yang mengambil manejemen bisnis.


"Iya sayang. Tidak apa. Tapi jangan menggunakan alat kontrasepsi. Lakukan secara alamiah saja," pinta Reno.


Dari jauh, Lea sedang menikmati mie instan yang dia buat pagi itu karena udara dingin memaksanya untuk makan terus. Lagi pula energinya juga terkuras karena Devan tidak membiarkannya untuk beristirahat selepas sholat subuh.


"Sayang. Kenapa makan sendiri? aku juga pingin," pinta Devan saat melihat Lea sibuk menikmati mie instan dengan telur dan irisan sayur serta potongan bakso di dalam mangkuk mienya.


"Sebentar say! tanggung. Nanti aku akan buatkan untukmu. Ayolah! coba yang ini dulu," ucap Lea menyuapi suaminya.


"Boleh. Tapi entar masakin lagi!" pinta Devan manja.


Dokter Mariska menyenggol suaminya melihat putranya yang super manja itu sudah beralih manja pada istrinya.


...----------------...

__ADS_1


Perbedaan waktu antara Jakarta dan Amerika, di mana Jakarta lebih cepat sebelas jam dari Amerika.


16.54 Sabtu, di Washington, Distrik Kolombia, Amerika Serikat sama dengan


03.54 Minggu, di Jakarta, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.


Saat ini, Nabilla dan Amran baru turun dari pesawat mereka. Sementara pesawat tempur yang mengawali mereka kembali lagi ke Jakarta nanti usai mengisi bahan bakar.


Kedatangan Nabilla disambut anggota FBI sendiri yang akan mengantarkan dirinya ke markas mereka sementara waktu sebelum berkunjung ke gedung putih. Melihat segelintir FBI yang menjemputnya, dengan mengenakan stelan jas hitam menyambut kedatangan Nabilla sambil memberikan hormat saat gadis ini muncul dari tangga pesawat.


"Selamat datang agen 2...!" Sapa tuan R.


"Terimakasih tuan R..!" ucap Nabilla penuh kharismatik pada tuan R, pemimpin operasional lapangan jika terjadi penggeledahan markas tersembunyi para mafia. Tidak ada jabat tangan apapun karena mereka tahu Nabilla tidak ingin disentuh karena keyakinannya sebagai seorang muslimah.


"Tuan M menunggu anda di markas, nona. Dan siapa pria ini?" tanya tuan R.


"Kenalkan dia adalah hidup dan matiku, sayang ini tuan R," ucap Nabilla memperkenalkan keduanya.


Amran menjabat tangan tuan R saat pria Amerika itu mengulurkan tangannya.


"Amran."


"R."


Dari ucapan Nabilla tentang hidup dan matiku menyiratkan," jangan coba-coba menyentuh suamiku karena dia aku bisa ada di sini. Atas ijinnya, aku mau melakukan tugas berbahaya ini. Jika menyakiti suamiku, berarti aku tidak ingin melakukan apapun untuk negara ini." Seperti itulah yang diartikan tuan R dari pernyataan Nabilla.


Ketika masuk ke dalam mobil yang berada di barisan nomor dua yang di kawal ketat oleh lima mobil lainnya membuat nafas Amran makin sesak. Ingin bertanya namun tidak enak dengan Nabilla.


"Hubby. Kamu akan mengetahuinya setiap menit yang akan aku lewati nantinya. Tapi nanti kamu akan di larang masuk di area vital pemerintahan ini karena kamu hanya sebagai pendampingku. Turuti apa kata mereka nanti saat mereka menahanmu untuk ikut bersamaku karena mereka tidak akan menjelaskan apapun padamu karena setiap anggota dilarang berbicara. Aku harap kamu paham. Apakah kamu mengerti, sayang?" pinta Nabilla.


"Iya sayang. Ini petualangan yang paling seru seumur hidupku walaupun aku tidak begitu buta dengan ruang lingkup pemerintah karena aku juga bagian dari gerakan bawah," ucap Amran sengaja menggunakan bahasa Jawa dengan Nabilla.


"Nikmati saja petualangannya sayang! Setelah ini berakhir kita akan bercinta, ok?" rayu Nabilla pada suaminya seakan sedang menjanjikan mainan pada anak kecil agar tetap anteng.


"Jika kamu tidak rewel, mami akan membelikanmu mainan," Itu yang ada dipikiran Amran saat ini dari bujukan isterinya padanya. Dan itu mampu membalut hati Amran yang doyan bercinta.


"Iya sayang," ucap Amran sambil menggenggam tangan istrinya dan mengecupnya dengan lembut.


Tidak berapa lama, mobil memasuki area gedung dengan tulisan FBI. Amran langsung tercengang melihat tiga huruf hebat itu terpampang jelas di hadapannya saat ini.


"Nabilla....itu? benarkah kamu bagian dari mereka?" tanya Amran sambil menatap mata indah istrinya yang tertutup cadar.


Nabilla hanya mengangguk lalu menempelkan satu jarinya pada bibir Amran untuk tidak bicara lagi karena dilarang bicara lebih banyak kecuali penting dan hanya orang tertentu yang bisa melakukannya termasuk Nabilla di tempat itu.


Pintu mobil di buka oleh penjaga yang tadi berdiri seperti robot. Nabilla dan Amran turun. Langkah Nabilla sudah diatur oleh gadis itu layaknya seorang prajurit. Langkah yang disesuaikan oleh Nabilla bersama sepuluh anggotanya yang begitu keren seperti pasukan yang melatih gerak jalan.

__ADS_1


Setiap pintu akan bisa dibuka saat Nabilla mengakses pintu itu dengan kornea matanya. Jika saat ini 7 lapis pintu yang dilewati Nabilla dengan akses kornea matanya sendiri membuat Amran sangat bangga Nabilla bagian penting di markas itu keren itu.


"Sehebat Itukah istriku..?" decak kagum Amran dalam hatinya kini karena Nabilla pintar menyembunyikan identitasnya sebagai agen FBI dan tampil dihadapannya sebagai wanita lemah lembut dan tak berdaya.


"Jadi inilah jawabannya. Masya Allah, Nabilla, apa lagi kata yang pantas untuk aku ungkapkan kepadamu. Kau sungguh mempesona, baby. Ya Allah ampunilah aku pernah menyia-nyiakannya. Ternyata istriku adalah orang yang berpengaruh di dunia ini," batin Amran.


Keduanya di sambut sendiri oleh Mr. M dengan senyumnya mengembang. Ternyata Mr. M adalah seorang wanita. Dia adalah bosnya Nabilla. Ia menjabat tangan Nabilla dan memeluk istrinya Amran itu sekaligus lepas kangen.


"Selamat datang agen 2. Mainan barumu sudah menantimu. Apakah itu suamimu? dia tampan sekali," puji Mr M.


"Jangan menganggunya! karena kamu bukan tipikal suamiku!" ancam Nabilla.


"It's ok!"


"Apa kabar Nabilla! Apakah bayi kembar tigamu sehat? apakah ketiganya bisa kami manfaatkan nantinya?" canda tuan M namun syarat akan makna.


"Kita lihat saja nanti tuan M," senyum Nabilla terukir indah dibalik cadarnya.


"Kita tunggu agen satu sebentar lagi dia datang. Agen eksekusi lapangan," ucap Mr. M.


"Apakah dia agen baru?" tanya Nabilla.


"Itu kejutan untukmu, sayang," ucap Mr. M, namun ditanggapi dingin oleh Nabilla.


Tapi tidak dengan Amran yang penasaran siapa itu agen satu. Rasa cemburunya mulai meremas hatinya. Ia begitu takut jika agen satu itu naksir istrinya.


"Apakah dia lebih tampan dariku? lebih hebat dariku? akkkkkkk..aku tidak Ingin ia menarik perhatian istriku," batin Amran terlihat galau parah saat ini.


Nabilla mendekati suaminya lalu menarik tubuh suaminya menjauhi tuan M. Nabilla membisikkan sesuatu pada suaminya." Jangan pikirkan hal-hal yang akan menyakiti hatimu, baby karena aku tidak pernah berminat padanya, Baby," ucap Nabilla lalu membuka cadarnya dan memagut bibir sek*si Amran. Keduanya saling berciuman panas saat ini karena di ruangan itu tidak terdapat CCTV.


Tuan M pura-pura tidak melihat karena pemandangan itu tidak berarti apapun baginya karena ini Amerika dan Amran tahu kebebasan itu.


"Tapi aku tetap cemburu baby. Siapa dia?" batin Amran.


.....


Vote and like Cinta, please!


visual Lira



a


__ADS_1


Visual Wira


__ADS_2