Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
194. Berusaha Menerima


__ADS_3

Semua orang menatap wajah Adam yang nampak termenung sesaat karena semuanya di luar dari harapannya. Dia seakan ditodong oleh para tatapan tajam siap menghukumnya jika menolak.


Menyadari itu, Adam segera mengembalikan posisi duduknya dan menampilkan sisi kharismanya yang terlihat tenang namun sangat mempesona.


"Baiklah. Silahkan memperlihatkan wajah anda nona...!" tegas Adam seakan sedang bernegosiasi membeli barang dengan pemiliknya.


Mendengar ucapan Adam membuat semuanya menarik nafas lega." Nadia, bukalah cadarmu sayang!" titah Della pada putrinya yang sedari tadi tertunduk malu dan juga nampak gelisah.


Saat wajah itu ditampakkan, Adam mengakui kecantikan gadis itu sambil bergumam" Masya Allah" yang diikuti oleh keluarganya yang lain.


"Bagaimana Adam? Apakah kamu suka pada gadis itu?" goda Arland.


"Paman..!"


Adam mengangguk diikuti puji syukur kelurga besar Nadia yang begitu senang dengan perjodohan ini.


"Baiklah. Kini kita hanya menunggu proses ta'aruf ini sambil melihat bagaimana keduanya memutuskan untuk menikah," ucap Amran untuk memberikan waktu kepada putranya agar bisa mengambil keputusan yang tidak keliru nantinya.


"Baik. Kami akan menanti kabar baiknya dari pasangan ini," ujar tuan Dwiyanto.


Acara itu ditutup dengan doa lalu dilanjutkan dengan makan malam bersama yang sudah disiapkan oleh penghuni rumah itu. Usai makan malam, Adam mendekati Nadia yang masih sibuk bermain dengan keponakannya Adam yang berjumlah 6 orang itu.


"Apakah kamu senang dengan anak-anak?" tanya Adam pada pada Nadia yang cukup kaget mendengar Adam sudah berdiri dibalik punggungnya.


"Eh, mas Adam!" sapanya malu-malu.


"Uncle...! Kata mami, uncle pacarnya besti kami ya?" tanya Audrey.


"Besti...?" Adam bingung dengan perkataan keponakannya Audrey.


"Aduh...! Uncle Adam. Ketahuilah bahwa kami berenam itu adalah bestinya aunty Nadia. Iyakan besti? Tolong jelaskan pada uncle kami yang tampan ini kalau kita ini sudah sah menjadi besti," celetuk Dinar.


Adam cekikikan juga mendengar celotehan para keponakannya yang begitu senang dengan Nadia. Keenamnya akhirnya meninggalkan Adam dan Nadia sendirian karena di panggil oleh Oma Lira yang menunjukkan coklat yang merupakan makanan favorit mereka.

__ADS_1


"Apa pekerjaanmu, Nadia?" tanya Adam.


"Aku seorang dosen. Aku mengajar di salah satu universitas swasta di Jakarta," jawab Nadia.


"Berarti kamu sudah banyak tahu tentang aku?" tanya Adam.


"Keluargamu sudah mengirimkan CV kamu pada keluargaku dan aku sudah membacanya," jelas Nadia.


"Berarti kamu harus siap setiap saat jika aku bisa membuatmu menjadi seorang janda karena resiko pekerjaanku yang lain. Dan satu lagi, tolong jangan cemburu karena pekerjaanku tidak jauh dengan lingkungan para wanita cantik," ucap Adam.


"Itu adalah hal wajar. Asalkan kamu tidak memiliki hati untuk mereka itu sudah membuat aku tenang," jawab Nadia.


"Kita lihat saja nanti Nadia. Karena kita masih taraf perkenalan. Jika kamu tidak yakin dengan perjodohan ini, aku juga tidak berharap banyak dengan hubungan ini.


Kamu bisa membatalkan sejak dini dengan begitu hatimu tidak perlu tersakiti untuk sesuatu yang terjadi pada diriku karena aku tidak terlalu suka diatur oleh seseorang yang belum siap menjadi milikku," ucap Adam membuat Nadia sedikit bingung.


Nadia mencoba mencerna perkataan Adam untuknya. Gadis ini tidak begitu mempedulikan ucapan Adam yang mengandung peringatan untuknya. Karena mereka masih dalam masa perkenalan. Nadia juga tidak ingin berkomentar lebih karena karakter Adam sangat keras menurutnya.


Karena sudah hampir pukul 9 malam, kelurga besar Adam akhirnya pamit juga pada kelurga Nadia untuk kembali ke kediaman mereka masing-masing.


...----------------...


Kabar tentang pertunangan Adam, sampai juga ke telinganya Syakira. Pasalnya gadis ini meminta orang suruhannya untuk selalu mengikuti aktivitas Adam di Jakarta sana.


Gadis bermata abu dengan rambut kuning keemasan ini merasakan kesedihan yang mendalam ditengah dirinya sudah sempurna memeluk Islam sebagai agamanya kini.


"Jadi, dia tidak memberiku kesempatan untuk bisa mendapatkan cintanya?" lirih Syakira sambil terisak membaca pesan dari orang kepercayaannya yang dikirim melalui email miliknya.


Tok....tok ..


Pintu dibuka oleh sahabatnya Syakira yaitu Gress. Wanita cantik ini agak heran melihat sahabatnya ini menangis.


"Kamu kenapa Carey? Apakah kamu sakit?" tanya Gress.

__ADS_1


Syakira menggeleng dan tangisnya makin menjadi." Lho...! Kok ditanya malah makin meraung?" Gress mendekati Syakira lalu memeluk gadis ini erat.


"Sebentar lagi dia akan menikah, Gress. Aku tidak sanggup kehilangannya, Gress. Aku sangat mencintai Adam," ucap Syakira.


"Syakira. Apakah dia sudah mengetahui kalau kamu sudah satu keyakinan dengan dirinya?" tanya Gress.


"Aku bahkan tidak pernah menghubunginya," sahut Syakira.


"Bagaimana caranya dia bisa mengetahui kalau kamu sendiri tidak pernah mengabarinya? Sekarang kamu jangan salahkan dia, jika dia saat ini ingin menikah dengan gadis lain," ucap Gress.


"Aku tidak perlu memberitahunya tentang keislamanku hanya untuk mendapatkan dirinya karena tujuanku memeluk Islam bukan untuk mendapatkannya. Insya Allah, aku melakukannya karena panggilan jiwaku untuk mengenal Sang pencipta langit dan bumi ini," ucap Syakira.


"Terus, kenapa kamu mengeluh sekarang? Kalau dia juga memiliki perasaan yang sama denganmu?" tanya Gress.


"Aku hanya minta pada pemilik hatinya. Hanya Allah yang mampu membolak-balikkan hatinya. Yang membidikkan kata cintaku padanya. Aku yakin atas kebesaran Allah," ucap Syakira memantapkan hatinya.


"Astaga Carey..! Tolong deh kamu jangan mendongeng seperti itu. Doa kalau tidak disertai ikhtiar mana bisa berjalan lancar?" sindir Gress.


"Aku seorang wanita. Untuk urusan hati sangat tidak mungkin mengungkapkannya pada pria yang begitu menjunjung tinggi adab dalam ajaran agamaku saat ini," ucap Syakira.


"Kamu menjadi sangat aneh setelah memiliki keyakinan barumu, Syakira.


"Lebih aneh lagi kalau aku tidak memiliki keyakinan dan tidak tahu di mana tempat aku mengadukan hidupku yang selama ini terlalu hampa yang ku rasa hingga cahaya Islam datang mengenal diriku melalui Adam. Tidak akan mungkin ini terjadi jika bukan kehendak Allah, Gress," balas Syakira.


"Tapi, aku malah melihat kamu jadi menderita dengan keadaanmu seperti ini setelah ingin memiliki seseorang yang tidak bisa kamu miliki, Syakira," ucap Gress prihatin.


"Mereka baru melakukan pertunangan. Mereka belum menikah. Aku akan terus berdoa hingga Allah menjadikan Adam milikku. Aku yakin itu, Gress," tutur Syakira.


"Aku takut kamu jatuh sakit jika impian kamu tidak terwujud, Syakira. Cinta yang kau miliki untuk Adam justru akan membunuhmu," sesak Gress.


"Cukuplah Allah sebagai penolongku, sahabatku jika itu terjadi biarlah takdir hidupku diatur oleh Sang Khalik," ucap Syakira dengan tutur katanya yang begitu bijak membuat Gress ikut terenyuh.


Sahabat baiknya ini memeluk erat Syakira. Gress adalah orang yang hampir setahun ini menjadi saksi bagaimana Syakira mengubah hidupnya dari wanita angkuh, keras kepala dan menyebalkan bisa berubah total saat mengenal Islam dengan penuh keyakinan. Syakira sudah memeluk Islam secara Kaffa atau utuh.

__ADS_1


__ADS_2