
Kelurga Amran menghadiri proses pemakaman Hanadia di komplek pemakaman muslim yang ada di Amerika. Kebetulan pemakaman Hanadia satu komplek dengan pemakaman ibu kandungnya Nabilla.
Seorang wanita sholehah, rela mati demi menjaga kehormatannya. Walaupun saat ini Adam tidak ikut hadir dalam pemakamannya Hanadiah dikarenakan harus menemani istrinya Syakira yang akan menjalani operasi donor ginjal dari almarhumah Hanadiah Zhafara, namun pria itu selalu mendoakan untuk gadis berhati mulia itu.
Setelah gundukan tanah itu dihiasi berbagai bunga segar yang ada di atas pusaranya, Amran dan keluarganya berdoa dengan khusuk untuk perjalanan Nadia yang akan menghadap malaikat penanya kubur.
Tidak lama kemudian datanglah keluarga dari pihak Hanadiah yaitu ayah kandungnya Hanadiah dan adiknya yang bernama Fitri. Mereka cukup kaget saat melihat keluarga Amran yang telah memakamkan Hanadiah.
Walaupun belum begitu kenal secara formal, namun kedua belah pihak sudah mengenal nama masing-masing. El memberitahukan ayahnya tentang kedatangan keluarga dari Hanadiah.
"Daddy. Lihatlah kelurga Hadiah sudah datang!" bisik El.
Amran mengangkat wajahnya dan menyambut tuan Abidzar. Keduanya saling berjabat tangan dan berpelukan.
"Apakah anda adalah tuan Amran?" tanya tuan Abidzar.
"Iya tuan Abidzar. Saya adalah ayah kandungnya Adam dan ini istri saya Nabilla," ucap Amran memperkenalkan Nabilla dan juga anak dan menantunya.
"Terimakasih atas kemurahan hati tuan sekeluarga mau mengurus pemakaman putriku yang malang," ucap tuan Abidzar yang sangat terpukul dengan kematian putrinya. Begitu juga adiknya Fitri yang masih duduk di bangku SMP ini.
"Tidak usah sungkan tuan. Ini adalah tugas kita sebagai sesama muslim yang harus mengurus pemakaman jenazah secepatnya karena harus segera menyatu dengan bumi. Kalau tidak si mayit akan tersiksa," ucap Amran.
"Saya minta waktu sebentar untuk mendoakan putri saya," ujar tuan Abidzar yang sudah tidak kuat menahan sesak didadanya karena kehilangan putri kebanggaannya.
"Silahkan tuan! Kami akan menunggu anda di mobil," ujar Amran lalu mengajak semua keluarganya beristirahat di mobil sambil menunggu tuan Abidzar dan Fitri berdoa di atas pusaranya Hanadia.
"Ayah. Kenapa kehidupan kak Hana berakhir seperti ini? Apa salahnya kak Hana? Kenapa ayah mau menerima perjodohan kak Hana dengan bajingan itu?" geram Fitri yang sangat marah pada ayahnya.
"Nak. Kamu tahu sendiri ayah menentang perjodohan itu. Tapi, kakakmu tidak rela kamu diambil oleh ibumu dari sisi kami. Itulah sebabnya kakakmu rela menikah dengan bajingan itu," imbuh tuan Abidzar.
"Tapi lihatlah hasil akhirnya, ayah! Kak Hana bukannya bahagia dengan pernikahannya itu tapi ia malah mati terbunuh. Lebih baik aku saja yang menjadi korban keegoisan ibu daripada kak Hana yang jadi korban. Matinya di bunuh lagi dan kita tidak tahu apapun motif pembunuhan itu dan pelakunya belum ditangkap," geram Fitri.
"kakakmu orang baik. Allah pasti akan memperlihatkan semua kejahatan yang mereka lakukan kepada Hana. Ayah yakin dengan pengadilan Allah pada hambaNya yang bertakwa. Dan surga telah menantinya," ucap tuan Abidzar sambil mengusap air matanya.
"Kenapa orang baik itu selalu cepat dipanggil Allah, ayah?" tanya Fitri sambil terisak.
__ADS_1
"Kalau orang Sholihin diberi umur yang panjang tidak akan bisa terhindar dari maksiat. Jadi Allah mau pelihara hambaNya dalam amal ibadahnya yang sudah cukup untuk dibawa pulang sebagai bekal untuk akhirat," ucap tuan Abidzar.
"Jadi, kematian manusia itu sudah ditentukan Allah hanya cara kematiannya saja berbeda, ayah?" tanya Fitri.
"Iya sayang. Waktu kematian hambaNya hanya menjadi rahasia Allah. Tidak ada satu orangpun yang tahu kapan kematiannya. Tapi, manusia bisa meminta cara kematian yang diinginkannya.
Mungkin cara kematian yang diinginkan Allah untuk kak Hana dengan cara yang tragis. Siapa tahu kematiannya itu dihitung sebagai mati syahid. Mati dalam membela dirinya untuk mempertahankan kehormatannya," ucap tuan Abidzar.
Setelah menyampaikan beberapa kata diatas pusara Hana, ayah dan anak itu segera menghampiri kelurga tuan Amran.
Sebenarnya, Fitri dan ayahnya tidak mungkin bisa tiba di Amerika kalau tidak dibantu oleh Amran yang meminta tolong Wira untuk meminjamkan jet pribadi miliknya untuk mengantar tuan Abidzar dan Fitri.
Sebenarnya mereka tidak memiliki biaya untuk bisa terbang ke Amerika karena kehidupan mereka yang sangat sulit setelah tuan Abidzar bangkrut.
Setelah tuan Abidzar dan putrinya masuk ke dalam mobil Amran, kelurga itu langsung menuju ke rumah Nada. Mereka beristirahat di sana sekaligus ingin membahas beberapa hal tentang Hanadiah yang tiba-tiba menikah dengan pria yang bernama Lucky.
...----------------...
Di ruang keluarga, kini semuanya duduk mendengarkan kisah perjodohan Hanadiah. Fitri yang mulai ceritanya lebih dulu karena dia yang lebih paham masalah hati kakaknya.
"Astaghfirullah halaziiim. Jadi, pertemuan aku dan nyonya Della sudah direkayasa oleh nyonya Della?" tanya Nabilla.
"Iya Tante. Kak Nadia mengadukan semuanya pada ibu kami dan dari situlah ibu kami mencaritahu aktifitas Tante yang rajin mengikuti majlis ta'lim setiap minggunya," ujar Fitri.
"Lalu, bagaimana bisa kakakmu Hana menikah dengan pria itu?" tanya Bunga.
"Itu karena aku," jawab Fitri yang mengisahkan lagi ancaman ibu mereka pada Hana.
"Cukup. Aku sudah tahu pemainan mereka," ucap Nabilla dengan wajah kelam.
"Pria yang menjadi suaminya kak Hana yang seharusnya di jodohkan dengan kak Nadia. Itu dilakukan ibu karena mengetahui kak Adam berasal dari keluarga Milioner sementara kak lucky hanya pria berandalan yang mengandalkan kekayaan kedua orangtuanya yang sudah meminjamkan banyak uang untuk menutupi sebagian utang ayah tiri kami tuan Dwiyanto," lanjut Fitri.
Keluarga Amran yang mendengar cerita Fitri makin murka karena tidak menyangka mereka benar-benar masuk dalam jebakan Della dan suaminya dan di perparah lagi oleh tujuan licik Nadia.
Tapi, tidak dengan Amran yang mengambil hikmah dari peristiwa ini. Jika Adam jadi nikah dengan Hanadiah, bagaimana dengan nasib Syakira. Mungkin Allah punya cara sendiri untuk menyatukan hambaNya walaupun harus menempuh jalan yang berliku. Amran tertawa kecut.
__ADS_1
"Allah tidak menyatukan putraku dengan Hanadiah karena dalam darah yang mengalir dari Hanadiah ada darah dari wanita iblis yang bernama Della.
Tapi, Allah maha adil dengan cara menitipkan satu organ tubuh Hanadiah ke dalam tubuh Syakira untuk dimiliki Adam. Maha benar Engkau ya Robby," batin Adam yang memuji kebesaran Allah AZZA wajalla.
"Ngomong-ngomong, bagaimana dengan pernikahan putriku Nadia dan nak Adam kalau nak Adam sudah menikah dengan nona Syakira?" tanya tuan Abidzar setelah mengetahui hubungan Adam dan Syakira.
"Maafkan kami tuan Abidzar! sebelum kami datang ke Amerika untuk melihat keadaan menantu kami Syakira, kami sudah mengetahui kelakuan busuk mantan istrimu itu dan juga suaminya.
Dan kami ingin menjebak kelurga itu untuk mendapatkan ganjaran mereka seberat-beratnya atas kelakukan bejat mereka pada keluargaku dan juga pada putrimu Hanadiah. Dan aku tidak butuh ijin anda tuan Abidzar karena ini sudah masuk ke ranah hukum," ujar Amran tegas.
"Aku mendukungmu tuan Amran. Dengan begitu mantan istriku akan jera dengan makar yang dia buat," ucap tuan Abidzar tegas.
"Aku rela kak Adam menjadi milik kak Syakira penyanyi favorit aku dan almarhum kak Hana. Daripada menjadi suaminya kak Nadia yang serakah itu," timpal Fitri.
"Tapi, sebelumnya kami ingin mengusut tuntas kasus pembunuhan ananda Hanadiah. Atas nama pribadi saya sangat bertemakasih pada putri anda Hanadiah yang sudah memberikan ginjalnya pada menantu kami Syakira. Semoga Allah menempatkan dirinya dalam surga... aamiin.
"Aaamiin..."
"Mari paman, Fitri...! Kita makan siang dulu. Oh iya..saya akan antarkan kalian ke kamar kalian..!" ucap Nada begitu gesit melayani tamunya.
"Terimakasih nona Nada. Maafkan kami karena sudah menyusahkan kalian semua," segan tuan Abidzar.
"Tidak perlu sungkan paman. Ini sudah kewajiban kita sebagai muslim untuk memuliakan tamu," ujar Nada diikuti suaminya Ghaishan.
*
*
Malam tiba, ketiga jagoan Amran yaitu Nabilla, Cintami dan Bunga siap beraksi mencari pembunuhnya Hanadiah.
Bersambung ya say..
......................
Mohon tonton iklannya ya say untuk pemasukan author please!
__ADS_1