Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
93. Your angel of death


__ADS_3

Wira tidak ingin istrinya terus menerus diteror sang ibu mertua. Ia segera mengambil keputusan untuk memenuhi keinginan Arumi dengan membelinya sebuah unit apartemen dan mobil mewah yang diinginkan oleh Arumi yang belum kesampaian.


Bahkan di dalam unit apartemen itu sudah dilengkapi perabotan serba mahal dan canggih. Dan juga sepatu dan tas branded yang tejejer rapi di rak. Ada juga perhiasan berlian yang sudah ditandai tidak bisa dijual lagi oleh Arumi. Hanya uang yang tidak diberikan oleh Wira karena akan membuat ibu mertuanya menjadi wanita boros. Wira menemui ibu mertuanya di rumah sahabatnya Arumi.


"Selamat pagi nyonya! apakah saya bisa bertemu dengan mama Arumi?" tanya Wira saat di temui langsung oleh pemilik rumah.


"Apakah anda menantunya mbak Arumi?" tanya Tante Nikita terlihat genit di depan Wira.


"Benar."


"Silahkan masuk!"


"Tidak usah. Saya butuh waktu sebentar untuk bertemu dengan mama Arumi," ucap Wira dengan wajah datarnya membuat Tante Nikita terlihat segan.


"Tampan sih, tapi wajah itu seakan mengulitiku hidup-hidup," batin Tante Nikita meremang lalu masuk ke dalam rumahnya memanggil Arumi.


"Arumi. Ada menantu Lo tuh di luar. Mau ketemu lo," ucap Nikita membuat Arumi yang sedang asyik nonton TV tersentak.


"Mantu yang mana ya? mantu aku ada dua," imbuh Arumi keluar menemui Wira.


"Temuin aja sendiri. Nanti juga tahu mantu yang mana," sinis Nikita yang malu hati tidak ditanggapi pesonanya oleh Wira.


Mata Arumi terbelalak saat melihat wajah tampan menantunya yang tersenyum kecut padanya sambil meraih tangannya untuk disalim.


"Assalamualaikum mam!"


"Ada perlu apa kamu kesini?" tanya Arumi dengan sikap angkuhnya sambil bersedekap tanpa menjawab salam Wira.


"Saya sudah membelikan mama sebuah unit apartemen mewah dengan lift pribadi di daerah Kebayoran baru dan mobil itu juga saya belikan untuk mama sesuai keinginan mama. Dan ini surat-surat mobilnya. Tapi, dengan satu syarat jangan pernah mengambil keuntungan dari istri saya lagi karena dia adalah hak saya termasuk tidak boleh menemui anda kecuali dengan saya!" ancam Wira.

__ADS_1


"Dia adalah putriku. Mengapa kamu jadi melarang aku bertemu dengan putriku sendiri?" Geram Arumi.


"Karena di otak Mama hanya butuh kemewahan bukan kasih sayang dari anak, menantu dan cucu. Silahkan menikmati kemewahan dunia yang tidak ada artinya bagi kami selain cinta keluarga. Jangan menganggu keluargaku lagi maupun adik iparku Lea dan Devan. Jika mama masih melakukan itu, saya akan mengambil semuanya apa yang saya berikan kepada mama!" tegas Wira lalu menyodorkan sebuah map untuk ditandatangani oleh Arumi di surat perjanjian itu diatas materai.


Sejujurnya, Wira tidak ingin melakukan itu pada ibu mertuanya karena merasa kurangajar namun ia juga harus melindungi keluarganya untuk memberi efek jera pada Arumi." Selamat bersenang-senang mama! semoga teman-teman sosialitanya mama selalu setia sampai akhir karena mereka segalanya untuk mama daripada keluarga kecilku," sarkas Wira tenang namun mampu mencabik hati ibu yang berhati batu ini.


Wira menyerahkan kunci apartemen dan kunci mobil mewah buatan Eropa itu kepada nyonya Arumi. Ia sendiri berjalan kaki sambil memesan taksi online untuk kembali ke perusahaannya. Pertemuannya dengan Arumi tidak diketahui oleh siapapun. Sementara nyonya Arumi hanya melihat punggung Wira hingga menghilang dari pandangannya.


Entah mengapa kata-kata Wira yang terakhir mampu mengikis keangkuhannya bahwa mama tidak butuh kasih sayang keluarga tapi hanya harta. Ia hanya menjatuhkan badannya di teras rumah mewah itu dengan air mata terus mengalir.


Hatinya tiba-tiba terasa hampa. dan sangat sakit. Harusnya ia bahagia karena apa yang ia idamkannya selama ini telah terwujud. Tapi, apa yang ia dapatkan dari Wira seakan mengatakan kami telah membuangmu dari hidup kami dan jangan pernah datang untuk menganggu. Itu yang ada dipikiran Arumi saat ini. Setibanya di perusahaan, Wira dikejutkan dengan kedatangannya Lira. Sekretarisnya Wira sudah diingatkan oleh Lira agar tidak memberitahu kedatangannya pada suaminya.


"Siang tuan!" Sapa sekertaris Ichana pada Wira.


"Siang! apakah ada tamu untuk saya Ichana?" tanya Wira.


"Icha. Kamu mendengarkan aku nggak?" tanya Wira lagi.


"Ada tuan...itu ...! tapi, ...-"


"Siapa?"


Wira tidak ingin lagi bertanya tapi langsung masuk ke ruang kerjanya. Pintu ruang kerjanya di buka dan matanya melebar dengan bibir melengkung melihat istrinya sudah tertidur pulas di kursi kebesarannya. Mungkin sudah terlalu lama Lira menunggunya.


"Kamu manis sekali Sayang." Wira menghampiri istri kecilnya dan menggendong tubuh itu masuk ke dalam kamar pribadinya. Merasa tubuhnya ringan di udara, Lira mengerjapkan matanya dan mencium aroma tubuh suaminya yang menguar di nadi leher kokoh Wira.


"Akhirnya kamu datang juga, baby," gumam Lira terdengar serak saat suaminya membaringkan tubuhnya namun leher Wira ditahan oleh Lira agar prianya tidak meninggalkannya.


Mendapatkan perlakuan seperti itu, Wira sangat senang dan itu berhasil memancing hasratnya.

__ADS_1


"Apakah kamu menginginkan aku, Honey?" bisik Wira dengan suara berat.


"Aku adalah makanan penutupmu, baby," balas Lira melepaskan kancing kemeja suaminya satu persatu.


"Berarti itu bisa dirapel sampai makan malam sayang. Aku tidak akan membiarkanmu pulang karena kamu datang sendiri ke sarang harimau," ledek Wira lalu memagut bibir istrinya.


Lira sengaja membuka mulutnya agar Wira masuk untuk menautkan lidah mereka. Pergulatan mulai terjadi. Nyanyian erotis dengan de**han nikmat kala Wira mulai memanjakan bunga kecil yang mulai merekah hingga menyapu permukaan bibir itu dengan lidah kasarnya di bawah perut istrinya.


...----------------...


Di tempat berbeda, Nabilla masih berkutat dengan laptop miliknya mencari keberadaan putra pelayan Tiar yang ternyata sudah tidak ada lagi di kediamannya di Wina Austria.


"Bagaimana caraku untuk menjemput putranya pengacara Dito agar anak itu tidak didoktrin otaknya oleh Dito sebagai ajang balas dendam. Apalagi saat ini Tiar jatuh sakit karena terlalu merindukan putranya. Dasar bajingan! dulu kamu menolak anak itu dilahirkan dan sekarang sudah besar ingin dimanfaatkan. Berengsek!" umpat Nabilla berusaha melacak putranya Tiar.


"Ah...ya! Kenapa aku tidak mencari nama siswa di setiap sekolah asrama penitipan anak di mana sekolah itu khusus untuk para putra konglomerat. Alhamdullilah. Akhirnya dapat petunjuk juga. Terimakasih ya Allah. Engkau tidak pernah meninggalkan aku," gumam Nabilla dengan jemarinya menari lincah di atas keyboard laptop miliknya.


Setelah meneliti setiap foto siswa yang tertera di buku agenda siswa dari sekolah itu, akhirnya Nabilla menemukan satu kotak yang kosong sengaja tidak dipublikasikan fotonya oleh sekolah itu dengan nama inisial saja. DN...? sepertinya data pribadi anak ini sengaja di manipulasi agar tidak terendus oleh ahli peretas seperti aku. Berarti sekolah ini milik seorang mafia yang bekerjasama dengan Dito. Apakah perlu aku menjemput sendiri putranya mbak Tiar?" tanya Nabilla sambil tersenyum penuh arti.


"Akhirnya aku dapat lebih banyak lagi menjaring manusia predator sindikat mafia," ucap Nabilla lalu mencari tahu identitas pemilik sekolah itu.


Benar saja. Sekolah memiliki tingkat pendidikan dari dasar hingga mencapai jenjang SMA. Di mana para anak mafia juga dikumpulkan untuk dilatih mental mereka sejak dini dengan segala macam bentuk kekerasan. Memaksa mereka untuk terus belajar dan berlatih.


"Bagaimana dunia mau aman? ada sekolah untuk pembinaan mafia sejak dini. Kok ada ya sekolah seperti ini? Dasar biadab!" Umpat Nabilla yang terus meretas beberapa CCTV di sekolah itu di mana anak-anak belajar ilmu bela diri, mengusai komputer untuk belajar meretas.


Nabilla melihat program pembelajaran yang dicanangkan sekolah itu yang akan diterapkan pada siswanya, Nabilla mengirim virus ke jaringan komputer mereka dengan tulisan. Angel of Death.


........


vote dan like nya cinta please!

__ADS_1


__ADS_2