Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
134. Bunga Tenggelam


__ADS_3

Deheman kakek Salim yang merupakan kakek uyutnya Bunga, membuat Bunga harus mengendalikan perasaannya karena ia menyadari kalau saat ini ia sedang berada di tengah keluarga ibunya sendiri. Jika diurutkan kakek Salim seangkatan dengan kakek uyutnya Abdullah.


Kakek Salim yang juga mantan angkatan laut bertemu dengan istrinya R.A Dewi Kusuma saat kapalnya berlayar ke tanah air Indonesia karena mengirim bala bantuan untuk korban bencana alam gempa bumi yang melanda salah satu wilayah Indonesia bagian timur. Saat itu yang masih menduduki RI satu adalah presiden ke dua kita.


Nenek uyutnya Dewi adalah seorang dokter yang saat itu memeriksa keadaan kakek Salim yang sedang demam tinggi karena perubahan cuaca yang membuat imun tubuhnya turun. Mereka akhirnya menikah di Indonesia setelah satu bulan menikah, kakek Salim memboyong istrinya ke Turki.


Saat dibawa ke Turki, kelurga kakek Salim menentang pernikahan itu. Dewi melahirkan dua anaknya yaitu Amir dan Hilda. Saat usia Hilda enam tahun, kedua orangtuanya bercerai karena tekanan kelurga ayahnya yang merupakan orang Turki tidak mau memiliki menantu dari negara berbeda dengan mereka.


Dewi kembali ke Indonesia dan merawat kedua anaknya seorang diri di malang karena kelurganya juga membuangnya. Namun Hilda tumbuh menjadi gadis yang jenius. Ia mendapatkan bea siswa untuk sekolah di Amerika hingga ia bertemu dengan tuan Rusli dan menikah di negara adidaya itu. Namun sayang, Hilda tetap bernasib malang seperti ibunya Dewi karena pernikahannya juga ditentang oleh kelurga tuan Rusli hingga memisahkan mereka.


Dalam kesendiriannya yang saat itu sedang mengandung Nabilla, Hilda jatuh sakit karena sangat rindu pada suaminya. Sembilan bulan bertahan hingga melahirkan putrinya, kesehatan Hilda makin menurun. Ia meminta Abangnya Amir untuk membawa Nabilla ke Indonesia menjadi anaknya dan merahasiakan identitas Nabilla agar tuan Rusli dan keluarganya tidak mengetahui keberadaan Nabilla.


Setelah kematian putrinya Hilda, Dewi juga meninggal tiga bulan kemudian setelah Hilda meninggal. Jadilah Nabilla di asuh oleh pamannya dari ibunya Hilda. Saat Nabilla berusia 10 tahun, gadis ini juga tumbuh menjadi anak jenius. Ia di bawa lagi pamannya untuk sekolah di Amerika yang dibiayai oleh FBI karena mengetahui Nabilla adalah putri kandungnya tuan Rusli.


Data Nabilla dirahasiakan oleh FBI atas permintaan pamannya Amir agar Nabilla tidak dicari oleh tuan Rusli maupun keluarganya tuan Rusli dan tuan Salim. Walaupun saat itu, Hilda yang hendak menikah dengan tuan Rusli, Hilda mendatangi ayah kandungnya tuan Salim untuk menikahkannya dengan tuan Rusli di Amerika secara sirih.


Itulah mengapa foto Hilda dan tuan Rusli berada di rumah keluarga Asegaf yang merupakan saudara sepupu Bunga saat ini karena kakek uyutnya Bunga yaitu tuan Salim dan kakek uyutnya Segaf yaitu tuan Hakim adalah adik kakak kandung.


"Segaf ..! ini siapa?" tanya kakek Salim yang tidak mengalami pikun diusianya yang sudah memasuki 91 tahun.


"Kakek. Ini sahabatku Hilda," ucap Segaf.


Kakek Salim meneliti wajah Bunga lebih dalam. Ia melihat wajah Bunga lalu menarik sudut bibirnya karena saat ini ia sedang melihat wajah istrinya Dewi pada wajah Bunga yang sangat mirip dengan istrinya itu.


"Apakah kamu orang Indonesia?" tanya kakek Salim menggunakan bahasa Indonesia.


"Bagaimana kakek tahu aku ini orang Indonesia?" tanya Bunga begitu senang pada kakek Salim.


Wajahmu mirip dengan mendiang istriku Dewi yang juga orang Indonesia," ujar kakek Salim dengan mata berkaca-kaca. Bunga ingin mengakui kalau dirinya adalah putri ibunya Nabilla namun ia harus menahan diri karena masih sedang bertugas.


"Wah. Kakek hebat punya istri dari negaraku. Dan bahasa Indonesia kakek sangat bagus!" puji Bunga lalu berlutut di depan kakeknya dan mencium punggung tangan kakek uyutnya itu penuh takzim.


Sekuat mungkin ia menahan diri untuk tidak menangis dan kakek Salim juga mengenali darah dagingnya sendiri namun ia juga menahan diri karena Bunga baru saja masuk ke dalam rumahnya.

__ADS_1


"Selamat datang cicitku...! Alhamdulillah ya Allah, terimakasih aku masih dipertemukan dengan cicitku," batin kakek Salim penuh rasa syukur.


Bunga lalu bangkit berdiri setelah sungkeman dengan kakek Salim. Nyonya Mariam yang merupakan sepupu dari Nabilla mengajak Bunga untuk ke kamar gadis itu usai dirapikan pelayan. Segaf begitu kagum dengan keramahan Bunga pada keluarganya.


"Sepertinya kamu adalah calon istri idaman. Apakah kamu sudah memiliki kekasih?" batin Segaf senyum-senyum sendiri membuat kakek Salim tersenyum kepada cicit ponakannya ini.


"Apakah kamu jatuh cinta padanya Segaf," tanya kakek Salim dengan nada seloroh.


Segaf mengusap tengkuknya menahan rasa gugup dan juga malu." He...he..! kakek tau aja, kalau Segaf suka dengan gadis itu," ucap Segaf malu-malu.


"Dapatkan dia sebelum ada yang datang melamarnya!" dukung kakek Salim sambil terkekeh.


"Oh ya kakek. Bahasa apa yang kalian gunakan tadi saat kalian ngobrol?" tanya Segaf penasaran.


"Bahasa planet," ucap kakek Salim asal lalu kembali ke kamarnya.


Segaf juga masuk ke kamarnya. Sementara Bunga sedang mempersiapkan peralatan senjatanya untuk siap beraksi dini hari nanti.


Segaf menatap penuh kagum pada keberanian Bunga sebagai wanita jenius dan pemberani. Namun ia juga merasa minder dengan Bunga jika dibandingkan dengan dirinya yang terlihat standar dari segi ilmu maupun bela diri. Itu dilihat dari cara Bunga bicara dan berlatih saat masih berada di atas kapalnya


"Hanya laki-laki hebat yang setara denganmu atau diatas kapasitasmu yang bisa memilikimu. Sepertinya aku bukan tipikalmu," batin Segaf saat melepaskan kepergian Bunga.


Cek...lek...


Pintu utama itu di buka oleh kakek Segaf saat mengintip Bunga sudah pergi pagi-pagi buta.


"Ke mana gadis itu pergi Segaf? apa pekerjaan sebenarnya? apakah dia akan kembali?" cecar kakek Segaf terlihat sedih.


Segaf melirik ke kanan kiri agar tidak. ada yang ikut mendengar obrolan mereka." Kakek. Gadis itu adalah seorang agen rahasia FBI. Dia sedang menangkap seseorang yang telah melakukan kejahatan internasional," bisik Segaf membuat kakek Salim syok.


"Astaga. Kenapa dia mau terima misi berbahaya itu? apakah tidak ada lagi orang yang bisa dipercaya untuk menyelesaikan tugas berat itu?" geram kakek yang tidak rela cicitnya terluka.


"Hanya dia satu-satunya kandidat yang terpilih bukan hanya kekuatan fisik dan kematangan dalam ahli beladiri dan menyusun strategi melawan musuh, namun kejeniusan dan kejujurannya yang tidak bisa semua orang miliki. Mati adalah tujuan utama umat muslim saat berperang melawan musuh. Itulah prinsipnya Hilda kakek," ucap Segaf.

__ADS_1


Kakek Salim berdoa untuk keselamatan cicitnya dan berharap cicitnya kembali lagi pada mereka sebelum kembali ke Indonesia saat misinya Bunga selesai.


Saat ini Bunga sedang mengejar Murrad yang sedang melarikan diri dengan mengendarai motor cross atau disebut jet ski di atas permukaan laut untuk mencapai kapal pesiar miliknya yang sudah menjauh dari pelabuhan.


Bunga memanggil Gerrard untuk menjemputnya agar mereka bisa mengejar Murrad.


"Mau lari ke mana kamu Murrad...? aku adalah bayangan kematianmu," desis Bunga yang sudah mengenakan pakaian menyelam walaupun ia tidak membawa tabung oksigen ukuran standar penyelam.


Bunga mengejar Murrad menggunakan fly boarding. Flyboarding merupakan salah satu olahraga air yang cukup ekstrim dan menantang. Bunga menyediakan papan khusus seperti wakeboard dengan sepasang sepatu yang sudah melekat, kemudian Bunga akan didorong oleh air bertekanan tinggi sehingga Bunga akan terbang di atas permukaaan air layaknya superhero. Keren, bukan? kalau mau tahu bisa dilihat di film iron man.


Murrad yang tidak mengetahui jika saat ini Bunga mengejar dirinya dengan fly boarding karena suara kendaraan canggih itu hampir tidak terdengar olehnya ditambah suara jet ski bercampur deburan air laut membuatnya fokus mengejar kapalnya yang sedang menunggunya.


Murrad baru sadar saat helikopter milik FBI sudah menghampirinya. Murrad tampak kaget melihat kedatangan helikopter yang masih pagi buta itu. Ia menengok ke belakang melihat Bunga yang sedang mengejarnya. Murrad berniat memutar balik untuk menabrak Bunga agar gadis itu tenggelam.


"Dasar jala*Ng sialan ..! mati kau sekarang," umpat Murrad yang menambah kecepatan motornya untuk mencelakai Bunga, namun sayang saat hampir mendekat, Bunga yang sudah melihat tali yang diturunkan oleh Gerrad, meraih tali itu hingga tubuhnya melayang ke udara.


Bunga tersenyum melihat wajah panik dan kesal Murrad yang tidak bisa menabraknya. Murrad ketakutan dan kembali melarikan diri agar ia bisa mencapai kapal pesiarnya. Bunga menjatuhkan tubuhnya lagi tepat di belakang Murrad sambil memasukkan tali ke leher Murrad yang sudah ia ikat simpul.


Gerrard menarik tubuh Murrad dengan leher tergantung layaknya orang gantung diri. Sementara Brooklyn rekan Gerrad menyambut pria itu dari atas. Murrad mencoba meraih tali dilehernya yang makin tercekik karena sudah kehabisan nafas.


Saat tubuhnya sudah berada di atas helikopter, tubuh Murrad sudah mati lemas karena kehabisan oksigen walaupun nadinya masih berdenyut.


Namun sayang, Bunga yang terlalu fokus melihat ke atas helikopter tidak sadar jika saat ini kendaraan motor jet ski itu sedang ditarik ke dalam pusaran air.


"Astaghfirullah halaziiim...!" pekik Bunga berusaha menghidupkan lagi fly boarding nya namun sudah kehabisan waktu karena kemampuan kendaraan canggih itu hanya bertahan 15 menit.


"Ya Allah. Tolong aku..!" pinta Bunga yang sudah kebawa putaran arus air yang sudah terlihat berlubang dan menyedot apa saja yang ada di dekatnya.


Sementara Gerrard yang baru sadar dengan Bunga melihat gadis itu sudah tidak ada di bawah sana.


"Astaga...! ke mana gadis itu...?" panik Gerrard mencari Bunga sambil berkeliling di atas permukaan air.


Vote dan likenya cinta please!

__ADS_1


__ADS_2