Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
258. Penemuan Baru si baby kembar ajaib


__ADS_3

Setelah mengetahui formulanya, kini Nada, Nabilla dan Ghaishan menyiapkan cairan kimia yang di butuhkan oleh mereka sesuai dengan susunan unsur kimia berdasarkan molekul yang sudah dirangkai gugusannya oleh baby Ghazali.


Ketiganya menggunakan baju pelindung seperti baju astronot untuk melindungi diri dari serangan paparan radiasi dari cairan kimia yang akan menguap ke permukaan.


Amran dan Daffa siap mengantar ketiganya dengan helikopter di pulau tak berpenghuni tidak jauh dari villa rahasia. Wadah yang berupa drum khusus untuk menahan beban ledakan yang mungkin akan di timbulkan oleh cairan senjata kimia yang maha dahsyat itu timbulkan. Wadah itu sudah di siapkan di lokasi oleh anak buahnya Amran.


Kelima orang ini sudah siap di lokasi. Penutup drum itu dibuka. Cairan formula di masukkan ke dalam drum itu dan sekarang Amran dan Nabila membuka koper senjata kimia dan memasukkan dua tabung senjata kimia itu yang akan mereka letakkan di atas penyaring drum lalu di tutup lagi penutup drum itu kemudian di las pinggirannya agar tidak ada cela yang keluar dari gas yang akan di timbulkan jika kedua botol cairan senjata kimia yang terpanggang di dalamnya mulai meleleh.


Drum itu di tanam di dalam lubang yang sangat dalam seperti lubang sumur yang sudah di siapkan anak buahnya Amran dua hari sebelum mereka tiba di villa. Di atas lubang itu kembali di cor permukaan tanahnya.


"Sekarang sudah siap. Kita bisa melihat cara kerjanya melalui kamera yang di tanam di dalam drum tadi," ucap Ghaishan yang menciptakan kamera khusus yang biasa di gunakan di atas bulan untuk mengetahui peredaran planet.


"Sebaiknya kita tinggalkan tempat ini, kita tidak tahu seberapa besar keberhasilan formula itu bisa menetralisir senjata kimia berbahaya itu...!" titah Amran pada keluarga besarnya.


"Baik Daddy...!" ucap keempatnya.


Mereka kembali ke dalam helikopter dan meninggalkan pulau kecil itu. Mereka menunggu kabar baiknya di villa rahasia. Setibanya di villa, Nabilla membuka laptopnya untuk melihat keadaan di dalam drum itu.


"Apakah ada cairan formula itu sudah bereaksi, mommy?" tanya Bunga ikut menyaksikan reaksi kimia itu.


"Sedang dalam proses, sayang. Jika tempat penyaring itu lumer, maka kedua botol senjata kimia itu akan jatuh ke dalam formula," ucap Nabila menjelaskan cara kerjanya.


"Mom...!" panggil Ghazali pada Nada sambil menangis. Putranya Nada itu sedang di gendong oleh pelayan villa itu.


"Ada apa sayang? Ade mau bobo?" tanya Nada namun Ghazali menggeleng tapi ia meminta ibunya ke kamar Omanya Nabilla.


"Ade mau bobo di kamar Oma?" tanya Nada sedikit bingung pada putranya yang terlihat senewen sore itu.


Pintu kamar Nabilla dibuka oleh Nada, Ghazali menunjukkan lagi pada ibunya tentang apa yang dia tulis barusan bersama saudara kembarnya di papan tulis itu. Keduanya diam-diam menulis saat kedua orangtuanya mereka pergi ke lokasi tempat pembuangan cairan senjata kimia itu.


Nada melihat putrinya sedang tertidur pulas di atas tempat tidur Omanya. Si kembar memang mengelabui pelayan jika mereka sedang tidur pulas tadinya.

__ADS_1


"Baby menulis apa?" tanya Nada sambil melihat coretan putranya yang kembali menyusun beberapa senyawa kimia hasil dari perpaduan antara formula yang dia temukan dengan cairan senjata kimia yang jika disatukan ke dalam bumi akan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan manusia.


Nada tercekat membaca setiap gugusan kimia itu dengan dada berdegup kencang. Ia menghubungi ibunya agar kembali ke kamar ibunya melalui ponselnya.


"Mommy, Daddy, dan kalian semua! Tolong ke kamar mommy sebentar! Ada yang ingin Nada tunjukkan kepada kalian," pinta Nada antusias.


Semua saudara Nada dan kedua orangtuanya berhamburan masuk ke kamar Amran.


"Ada apa Nada?" tanya Cintami dan Bunga kompak.


"Lihatlah ke papan tulis itu, mommy, Ghaishan! Berikan pendapat kalian apa yang ditulis putraku! Aku tidak mau menjelaskannya pada kalian..!" ucap Nada menahan rasa harunya.


Keempat saudaranya Nada, lalu suaminya Ghaishan dan juga Nabilla yang memiliki otak jenius menatap ke papan tulis sambil menarik kesimpulan dari hasil akhir perhitungan rumus kimia dan fisika yang membentuk molekul lain dan terdapat beberapa cairan kimia yang akan menghasilkan sumber energi bumi.


"Tidak mungkin...! Masya Allah..! Subhanallah....!" Nabilla menggendong cucunya setelah mengetahui hasil akhir itu.


"Jadi, jika cairan kimia formula itu menyatu dengan senjata kimia itu akan mengurai ke dalam tanah di mana bisa menghasilkan sumber energi bumi berupa minyak bumi dan gas bumi?" celetuk Bunga dengan hasil analisisnya.


"Tepat sekali, kak. Jadi, drum itu akan hancur seketika menyatu dengan tanah dan setiap partikel dari unsur kimia yang mengikat molekul satu sama lain akan menghasilkan minyak bumi," ucap Nada.


"Masya Allah. Tabarakallah...! Cucu opa memang hebat. Kita adalah pemilik dunia ini. Sekarang kita harus diskusikan ini dengan keluarga lain terutama Syakira dan raja Farouk karena mereka mengelola sumber bumi sebagai penghasil bumi untuk negara mereka," ucap Amran.


"Baiklah. Kita nanti malam adakan acara barbekyu dan membahas tentang penemuan baru cucuku," ucap Nabila.


"Selamat ya Nada, Ghaishan! baby kembar hebat...!" ucap Bunga dan Cintami diikuti Daffa, Arsen, El dan Adam menyalami pasangan hebat itu.


Sementara, baby Ghazali sudah kembali tidur dalam gendongan sang mommy.


"Semua yang terjadi pada si kembar, tidak terlepas dari peran Allah di dalamnya. Sebenarnya Allah yang telah menganugerahkan kemampuan otak super canggih bayi kembar kami. Anak seumuran mereka mana mungkin bisa bereaksi kalau tidak dengan kemampuan yang Allah berikan pada mereka," ucap Ghaishan penuh kerendahan hati.


Tidak lama kemudian, terasa ada getaran di lantai seperti gempa bumi membuat Nabilla dan lainnya kembali ke laptop miliknya yang ia tinggalkan di ruang keluarga.

__ADS_1


"Astagfirullah, sudah bereaksi cairan kimianya. Ayo kita keluar dari rumah...!" titah Nabilla dan yang lain memanggil penghuni yang ada di rumah untuk keluar agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.


"Ada gempa....lari...!" pekik keenam cucunya Amran dan Nabila yang sudah beranjak besar itu keluar dari kamar mereka.


Kelurga besar Wira dan yang lainnya dan tidak ketinggalan para tamunya Amran ikut berhamburan keluar rumah.


Tidak lama kemudian, terasa bumi makin bergetar hebat dan keluarga Nabilla hanya bisa berdoa. Sementara itu, Nabilla dan Bunga menyaksikan rekaman di layar laptop milik Nabilla, bagaimana kimia itu beraksi.


Dan boom...! Layar langsung kabur bersama dengan gelombang air laut terhempas kuat ke darat seperti tsunami kecil.


Tidak lama kemudian getaran bumi mulai tenang membuat penghuni villa itu menarik nafas lega.


"Alhamdulillah. Cairan kimia itu sudah menyatu ke dalam perut bumi," ucap Nabilla.


"Misi kita berhasil mommy, daddy...!" pekik Nada haru.


"Iya sayang. Kita sudah terbebas dari kejaran penjahat sialan itu," umpat Amran pada mantan pengacaranya itu.


"Sebenarnya, apa yang terjadi? Apakah ada yang kalian rahasiakan dari kami?" selidik Reno pada Amran.


"Nanti malam saja kita bahas ini. Kami masih sangat lelah," ucap Amran yang langsung berjalan menuju besannya yang merasa bingung.


"Ada apa tuan Amran?" tanya raja Farouk masih belum paham dengan besannya ini.


"Sebentar lagi, aku juga punya kilang minyak sendiri sama seperti anda yang mulia," ucap Amran kembali dengan sifat angkuhnya seperti dulu.


"Apakah ini berhubungan dengan cucu premium kami?" tanya tuan Luciano.


"Begitulah kira-kira," ucap Amran terdengar ambigu oleh tuan Darwis.


Hoekk....hoekkk ...Hoekk..

__ADS_1


Tamara tiba-tiba muntah membuat El panik..Namun tidak dengan anggota keluarga lain yang langsung tersenyum melihat keadaan Tamara.


"Selamat datang cucu premiumku!" batin Amra sumringah.


__ADS_2