
Mobil yang dikendarai oleh Ghaishan sudah hampir mendekati pelabuhan yang tampak sepi karena tidak ada bongkar muat kapal saat ini.
"Sepertinya para perampok bank itu sudah membaca situasi pelabuhan sehingga tidak ada aktifitas bongkar muat di pelabuhan itu," ucap Nada yang sudah meretas laporan bongkar muat di pelabuhan dari sabandar.
"Itu lebih baik karena kita harus menangkap para penjahat itu sebelum berhasil kabur," ucap Ghaishan.
"Cepatlah sayang! Itu Van milik para penjahat. Kita harus menghalangi mereka untuk tiba di pelabuhan!" pinta Nada yang tidak sabar lagi menghadang penjahat.
Gadis ini sudah mengganti bajunya dengan celana panjang dan juga jaket yang cukup ketat membungkus tubuhnya. Ia juga mengenakan helm yang sama seperti milik Bunga yang bisa membaca situasi dan laporan yang ada di sepanjang jalan yang bisa memberikan informasi padanya.
"Baby. Sekarang gantian kamu yang mengenakan baju anti peluru itu dan jangan lupa pakai helmnya!" titah Nada sambil menggantikan posisi duduk mereka dengan kecepatan mobil yang berjalan stabil.
Mobil rancangan Nada ini mampu melakukan driver sendiri tanpa harus di kemudikan oleh manusia. Nada mendeteksi lagi keberadaan mobil para penjahat itu yang sudah menjauh dari kejaran mereka.
Baru saja mereka ingin menyusul mobil para penjahat sialnya kereta datang dari arah berlawanan hingga membuat mereka bingung mau mentaati aturan lalu lintas atau nekat mengejar para penjahat. Nada memperhitungkan jarak kedua kereta itu yang akan menghalangi jalan mereka.
"Baby. Jangan serobot kereta itu..!" teriak Ghaishan namun tidak digubris oleh Nada yang berhasil menekan gas mobilnya seakan terbang di permukaan jalan untuk bisa melewati kereta yang hampir menyambar mobil mereka.
"Allahuakbar....!" pekik Nada melewati rel kereta itu, di mana kedua kereta itu sedang melaju dengan kecepatan tinggi membuat orang-orang yang menyaksikan adegan maut itu menahan nafas mereka seakan waktu terhenti sesaat. Rahang mereka terbuka lebar dengan mata melotot hampir keluar dan tidak satupun yang berani bergerak karena sedang menyaksikan aksi luar biasa yang dilakukan putri bungsunya Amran ini.
Setelah mobil mereka berhasil melewati dua kereta api yang datang secara bersamaan dengan arah berlawanan pulang pergi, waktu kembali berputar dan semua orang bersorak kegirangan namun mobil milik Nada itu sudah tidak terlihat lagi di seberang jalan sana.
"Apakah mobil itu adalah mobil siluman? Mengapa tiba-tiba menghilang? Ke mana perginya mobil itu tadi?" tanya mereka satu sama lain mencari keberadaan mobil Nada.
"Nada. Ini tidak lucu sayang! Kau hampir membuat kita mati hari ini," omel Ghaishan.
"Aku dan keluargaku sudah mewakafkan nyawa kami demi kedamaian dunia ini. Jadi mati adalah tujuan kami. Insya Allah syahid dan surga sangat merindukan kami, aamiin," ucap Nada dengan santainya hanya membuat Ghaishan terlihat tegang.
"Sayang. Tubuhku hampir tidak bisa bergerak seakan semuanya tegang gara-gara aksi gilamu itu!" ujar Ghaishan.
__ADS_1
"Aku butuh dari bagian tubuhmu yang lain karena khusus yang satu itu harus tetap tegang untuk memuaskan aku. Dan aksi gilaku hanya berada di tempat tidur bersama denganmu," ucap Nada sambil mengulum senyumnya.
"Kau ini lagi tegang-tegangnya masih bisa becanda?" semprot Ghaishan yang tidak mengerti jalan pikiran semua keturunan Amran yang hampir semuanya gila kalau sudah berurusan dengan membela kebenaran dan menumpas kejahatan.
Dari informasi yang diterima Nada jika tiga Van milik penjahat sudah berhasil masuk kedalam kapal pesiar milik bos penjahat. Kapal mulai menyembunyikan klakson siap meninggalkan dermaga untuk berlayar ke negara lain. Melihat kapal yang sudah mulai menjauh, lagi-lagi Nada melakukan hal gila. Nada berhenti sesaat lalu mengambil ancang-ancang untuk melakukan kross mobil melompat ke atas kapal.
"No....no...no...baby..!" teriak Ghaishan hampir mau pingsan." Nooooo......!!!!"
Blekkkk....
Mobil itu berhasil mendarat di atas gladak kapal membuat para penjahat seketika kaget. Jika tidak sesuai perhitungan saat melakukan terobosan ke arah kapal, mungkin mobil mereka akan kecebur ke laut.
Nada turun dari mobilnya sambil menembaki para penjahat yang tidak siap menerima serangan dari Nada secara dadakan.
Nada mencari para penjahat perampok bank yang sebenarnya yang sudah ia rekam dengan kacamatanya saat mereka melakukan aksi kejahatan di kantor bank tadi siang.
"Di mana kalian bajingan...?!" teriak Nada sambil menembaki apa saja yang ada di atas gladak kapal.
Hingga peluru penjahat itu habis, Nada sedikitpun tidak melepaskan tembakannya pada perampok bank itu agar mereka ditangkap dalam keadaan hidup-hidup.
"Sial... sial...! Pelurunya habis..!" mereka serentak membuang senjata dan mengambil pisau untuk menyerang Nada dan Ghaishan yang justru menekan gagang pedang yang langsung mengeluarkan sebilah pedang membuat mereka syok.
Nyali mereka ciut juga dan berusaha mundur namun perintah sang bos membuat adrenalin mereka kembali bangkit.
"Serang pasangan itu...!" pekik sang bos yang awalnya pura-pura jadi nasabah.
"B...baik bos...!" Dengan senjata yang ada di tangan mereka, kesepuluh orang penjahat itu menyerang Nada dan Ghaishan yang memainkan pedang mereka dengan begitu lihai untuk menyerang penjahat.
Keduanya bisa menjatuhkan pisau di tangan para penjahat dengan menggores lengan mereka dengan ujung pedang.
__ADS_1
"Serahkan diri kalian dan kembalikan uang para nasabah yang kalian curi...!" titah Nada yang sudah menjatuhkan 8 orang penjahat.
"Tidak semudah itu nona! Kami sudah mengambilnya dengan susah payah dan sekarang itu sudah menjadi hak kami," ucap Tuan Smith bos dari penjahat itu.
Diam-diam ada penjahat lain yang datang dari arah belakang hendak menembak Nada dan Ghaishan, namun helm yang di gunakan Nada sudah memberitahu gadis itu.
"Ada penjahat di belakangmu..!"
Nada dan Ghaishan melakukan salto ke depan secara bersamaan sambil meraih pisau penjahat yang tergeletak di lantai dan keduanya kembali dalam posisi setengah berlutut seraya melemparkan pisau tadi ke dada bagian atas sang penjahat membuat pistol sang penjahat itu jatuh dari genggamannya. Tidak lama kemudian, helikopter milik FBI datang untuk menangkap penjahat yang sudah di kumpulkan oleh Ghaishan jadi satu.
Sementara sang bos penjahat sudah lari masuk ke dalam kapal ketakutan di tangkap. Nada memburu sang bos untuk menanyakan otak dari perampokan bank itu.
"Tolong urus penjahat ini sayang...! Biar aku yang mengejar bos penjahat itu!" titah Nada.
Helikopter melempar jaring ke bawah untuk mengangkut para pelaku perampok bank itu untuk di bawa ke darat. Para perampok itu sudah seperti ikan yang terjaring dalam jala. Setelah memastikan para penjahat itu di bawa oleh helikopter FBI, Ghaishan menyusul istrinya yang sedang mencari pelaku yang bersembunyi di dalam kamar.
"Rupanya kau mau main petak umpet denganku. Ok, kalau begitu apakah kamu akan betah di dalam sana jika aku menyemprotkan parfum yang bisa membuat dadamu terbakar," seringai Nada sambil melubangi bilik kamar penjahat dengan sinar laser dari kaca matanya.
Ia memasukkan semprotan melalui pipa kecil agar parfum yang berisi cairan kimia itu di hirup oleh bos penjahat itu.
"Sial ...! bau apa ini? Oh ..dadaku...!" pekik tuan Smith yang tidak kuat lagi menahan sakit di dadanya memaksanya untuk segera keluar dari kamar itu. Ia segera menutup hidung dan mulutnya dengan handuk kecil seraya membuka pintu kabin kapal itu.
Deggggg...
"Mau lari ke mana...?" tanya Nada sambil menodongkan pistolnya ke keningnya tuan Smith yang langsung mengangkat kedua tangannya.
"Tolong...! Jangan tembak aku...!"pinta tuan Smith yang hampir mati lemas karena keracunan.
"Katakan kepadaku...! Siapa dalang dari perampokan itu atau putramu Marco akan aku lempar ke laut lepas menjadi santapan ikan hiu!" ancam Nada.
__ADS_1
......................
"Vote dan likenya cinta please!