Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
136. Apakah Kamu Siap?


__ADS_3

Segaf dan ibunya Mariam mematung di tempat mereka ketika melihat wajah Nabilla. Mereka tidak menyangka jika suatu kebetulan ini bagian dari takdir untuk membuat pertemuan ini terjadi.


"Berarti Hilda sudah mengetahui sebelumnya kalau kakek Salim adalah kakek uyutnya. Pantas saja ia terlihat sangat santun pada kakek, jadi ini jawabannya," batin Segaf.


Kakek Salim yang selama ini memohon kepada Allah agar ditangguhkan umurnya sampai ia dipertemukan dengan cucunya dan sekarang Allah sudah memenuhi harapannya itu.


Mariam memberikan obat luar untuk Nabilla ke Amran yang langsung mengoleskan ke kening dan pelipis Nabilla lalu menempelkan tangannya bekas minyak kayu putih itu ke hidung istrinya agar Nabilla segera siuman.


"Baby...! bangunlah sayang. Urusan kita disini belum di mulai. Aku mohon...!" bisik Amran lirih.


Kakek Salim menempelkan telapak tangannya ke kening cucunya sambil membaca doa. Sesaat kemudian Nabilla mulai mengerang sambil mendesis.


"Ssssttt..!" mata Nabilla menyapu sekitarnya dan melihat lagi wajah senja kakeknya yang sedari tadi mengusap air matanya berkali-kali seakan tidak ingin berhenti.


"Sayangkuuhh....cucukuh..!" lirih kakek Salim dengan bibir bergetar. Nabilla bangkit perlahan di bantu oleh suaminya, Amran.


"Kakek ...!" tatapan Nabilla berkabut dengan bulir bening meluncur deras sambil memegang tangan tua itu yang mengulur mengusap pipinya dengan lembut.


"Alhamdulillah. Allah telah mengabulkan doaku dan aku bisa mati dengan tenang karena sudah berjumpa denganmu, sayangkuh...!" ucap kakek Salim terbata-bata.


Nabilla langsung memeluk ayah kandung dari ibunya ini." Jangan membuatku merasa kesepian lagi, kakek. Kakek belum bertemu dengan anak-anakku yang lain. Bertahanlah sebentar kakek!" pinta Nabilla sambil terisak.


"Insya Allah sayang. Kakek akan tunggu momen itu juga.


Awalnya kakek ngobrol dengan bahasa Indonesia dan Nabilla menimpalinya dengan bahasa Turki membuat kakeknya bingung sendiri karena dialek Nabilla seperti orang yang sudah lama tinggal di Turki. Jika Segaf dan ibunya bisa menyimak obrolan kakek dan Nabilla menggunakan bahasa Turki namun tidak dengan Amran dan Daffa yang kini hanya melongo tidak bisa mengerti bagian kata yang manapun hingga keduanya hanya bisa menarik nafas panjang.


"Jadi, Hilda adalah cucuku? mengapa kamu memberi nama ibumu pada cucuku?" tanya kakek membuat Nabilla merasa bingung.


"Hilda...? Hilda siapa kakek?" tanya Nabilla.


"Oh, jadi Bunga memperkenalkan dirinya pada kakek dengan nama Hilda? namanya Bunga kakek. Mungkin dia ingin menutupi jati dirinya karena sedang menjalankan tugasnya," ungkap Nabilla.


"Tugas...? Segaf. Apa yang terjadi pada cicitku? tadi kamu bilang cicitku dalam masalah." Kakek baru ingat misi Bunga yang mengantarkan nyawanya dalam bahaya." Katakan..! apa yang terjadi pada cicitku?" desak kakek Salim yang teringat lagi dengan perkataan Segaf.

__ADS_1


"Agen kita tenggelam di laut lepas usai membekuk penjahat," ucap Segaf menggunakan bahasa Inggris agar semuanya bisa mengerti.


Kini giliran Daffa yang tercekat bercampur bingung." Agen...? agen apaan?" timpal Daffa menatap wajah Nabilla yang masih terlihat pucat.


"Daffa...! calon istrimu itu adalah agen rahasia FBI..! maaf, kami harus merahasiakan tentang Bunga darimu..!" ucap Nabilla membuat Daffa terkesiap begitu juga dengan Segaf yang syok mendengar Daffa adalah kekasihnya Bunga.


"Maaf kakek. Kenalkan...! ini suamiku Amran. Aku sudah memiliki lima orang anak. Anak pertamaku kembar tiga yaitu, Adam, Bunga dan Cintami. Dan anak keduaku kembar yaitu Denada dan El-Rummi," tutur Nabilla.


Amran menyalami kakek sambil menyebutkan namanya. Ia juga menyalami Segaf dan mengatupkan kedua tangannya penuh hormat pada Mariam yang mengatupkan kedua tangannya sebagai bentuk salam kenal.


"Kenalkan juga ini calon menantuku Daffa! dia seorang marsekal muda angkatan udara...!" ucap Nabilla memperkenalkan Daffa pada keluarganya. Kini giliran kakek memperkenalkan Segaf dan ibunya pada cucu dan cucu menantunya.


Daffa yang masih terlihat bingung memikirkan status Bunga yang merupakan agen rahasia FBI. Di tambah lagi Daffa merasa gemas sendiri saat mengingat dirinya yang telah mengawal kekasihnya sendiri ke Amerika satu bulan yang lalu.


"Bunga. Aku berharap kamu bisa selamat dari mara bahaya ini atau aku akan mengakhiri hidupku juga," batin Daffa.


Setelah melepaskan temu kangen Nabilla dan kakeknya, Segaf mengajak ketiganya menuju kapal mereka untuk melakukan pencarian terhadap Bunga. Nabilla mewanti-wanti Segaf dan Daffa untuk tetap melindungi identitas Bunga sebagai agen rahasia FBI.


*


*


Aplikasi ini akan menangkap sinyal jika dilakukan di atas permukaan laut tidak jauh dengan titik kejadian di mana Bunga terakhir terbawa pusaran arus.


Beberapa angkatan laut yang sudah siap dengan perlengkapan penyelaman untuk mencari keberadaan Bunga, dicegah oleh Nabilla.


"Tunggu instruksi dariku dan kalian boleh menyelam. Jika terlalu dalam, letak putriku, tidak usah menyelamatkannya karena kalian tidak bisa bertahan di dalam sana. Jika kalian nekat melakukannya paru-paru kalian tidak sanggup menahan tekanan air karena syaraf kalian akan mati rasa," ucap Nabilla.


"Baik nyonya!" ucap mereka serentak.


Nabilla memerintahkan Segaf tetap menjalankan kapalnya sambil mendeteksi keberadaan Bunga.


"Tante. Perputaran arus bawah laut akan mengalir seperti sungai yang akan membawa Bunga ke tepian. Kenapa kita tidak menggunakan helikopter juga untuk mencari Bunga yang mungkin sudah terhempas ke pinggir pantai dibawah oleh ombak," ucap Daffa dengan prediksi secara ilmiah.

__ADS_1


"Kamu benar Daffa. Bagaimana Segaf? apakah Daffa bisa menggunakan helikopter kalian untuk mencari putriku dipinggir pantai?" ucap Nabilla.


"Baiklah. Silahkan gunakan helikopter milik kami dan satu temanku akan menemanimu," ucap Segaf pada Daffa.


Nabilla memberikan tas ransel pada Daffa." Ini ada selimut dan obat-obatan jika dibutuhkan saat kamu menemukan putriku," ucap Nabilla.


"Tunggu Daffa...! aku akan menikahkan putriku denganmu sekarang. Aku tidak mau kamu menyentuh putriku tanpa kamu halalkan dulu dirinya!" ucap Amran membuat Daffa terbelalak sekaligus merasa sangat terharu.


Pasalnya di saat genting seperti ini dirinya mendapatkan restu dari ayah mertua." Apakah kamu siap Daffa, menikah dengan Bunga sekarang?" tegas Amran membuat Daffa mengangguk dengan cepat.


"Ya.. saya siap Daddy!" ucap Daffa antusias hingga tanpa sadar menangis haru. Begitu pula Nabilla yang menangis sejadi-jadinya saat ini karena putrinya pasti akan bahagia jika dia tahu ayahnya sudah menikahkan Daffa dengan dirinya.


"Apa maharmu untuk putriku, Daffa?" tanya Amran.


Kebetulan Daffa membawa kalung emas putih bertahta berlian yang ia beli di Amerika sebagai oleh-oleh untuk Bunga. Dan ia memang sengaja memberinya saat ingin menemui Bunga di kediaman gadis itu. Siapa sangka perhiasan itu kini menjadi mahar untuk Bunga di pernikahan mereka yang mendadak ini.


Segaf dan rekannya siap menjadi saksi untuk pernikahan Bunga dan Daffa hari itu. Pernikahan itu di langsungkan diatas kapal dalam keadaan darurat. Amran yang sudah menghubungi kepala KUA Jakarta melakukan pernikahan itu melalui virtual dengan laptop miliknya. Amran menikahkan sendiri putrinya.


"Mohammad Daffa Nugraha bin Gavin Bramantyo, saya nikahkan dan kawinkan putri saya Cantika Bunga Nur Azlin binti Mohammad Amran Abdullah dengan seuntai kalung berlian dibayar tunai.


"Saya terima nikah dan kawinnya Cantika Bunga Nor Azlin binti Muhammad Amran Abdullah dengan mas kawin tersebut tunai," ucap Daffa tegas dan lugas dalam satu tarikan nafasnya.


"Sah..!" ucap Segaf.


"Sah...!" Ucap Ali.


Daffa mencium tangan Amran penuh takzim dan memeluk ayah mertuanya itu penuh haru lalu berganti mencium tangannya Nabilla.


Tanpa berlama-lama, Daffa sudah siap berangkat mencari Bunga dengan helikopter milik angkatan laut itu.


"Bawa pulang putriku dalam keadaan selamat atau kau mau menjadi duda sebelum menyentuh putriku!" ucap Amran tegas.


"Insya Allah. Doakan aku Daddy." ucap Daffa lalu masuk ke dalam helikopternya bersama anak buahnya Segaf.

__ADS_1


Vote dan like nya Cinta please!


__ADS_2