Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
298. Berita Viral


__ADS_3

Dalam waktu singkat, berita tentang Amran dan Nabilla yang menghampiri korban kecelakaan saat sedang melakukan perjalanan dinas ke kota Bandung, menyebar di televisi seantero Nusantara.


Berita Viral pagi itu menjadi penemani sarapan netizen yang mulai mengulik hangat bagaimana seorang presiden Amran yang mereka sangat cintai itu, mau meluangkan waktu mereka untuk memperhatikan rakyat kecil yang tidak memiliki power apapun dalam bermasyarakat karena korban itu adalah pedagang sayur yang sedang mengantarkan hasil panen mereka ke pasar induk Jakarta.


Mereka menyaksikan adegan demi adegan haru di mana perlakuan seorang ratu Indonesia yang begitu mulia akhlaknya yang tidak segan memeluk ibu hamil yang tentunya tidak mengenakan parfum mahal seperti dirinya. Dialah Nabilla, bagian jiwanya Amran.


Netizen mengeluarkan berbagai statemen mereka masing-masing dengan penuh kesan pada Nabilla dan juga presiden Amran yang siap tanggap menolong korban dengan mengirimkan bantuan berupa helikopter medis ke lokasi kecelakaan untuk mengevakuasi korban yang membuat beberapa korban terluka parah dan juga mengalami luka ringan.


Kebetulan malam itu, wartawan televisi belum tiba di lokasi kejadian, jadi mereka hanya bisa mendapatkan berita tentang presiden itu dari beberapa pengendara mobil yang ada di lokasi kecelakaan.


Jadi, berita yang saat ini sedang ditayangkan di televisi adalah potongan rekaman berita dari penumpang maupun pengendara yang mengabadikan momen langka itu dengan kamera ponsel mereka.


"Wah...! Beruntungnya ibu mil itu yang langsung mendapat pelukan dari bidadarinya Indonesia. Walaupun wajah beliau seperti apa, aku yakin wajah ibu negara itu sangat cantik yang ia selalu jaga hanya untuk suaminya yaitu bapak presiden yang tidak kalah tampannya itu. Rasanya negaraku ini sangat sempurna setelah di pimpin oleh presiden Amran," ucap salah satu netizen yang ada di rumahnya.


Berita Viral itu sampai juga ke para tamu negara yang saat ini sedang menyantap sarapan pagi bersama dengan Amran dan Nabilla di salah satu hotel mewah yang ada di kota Bandung.


Tamu negara itu berdecak kagum memuji akhlak Amran dan Nabilla ketika mendekati rakyat mereka yang mengalami kecelakaan lalu lintas di ruas tol arah Bandung Jakarta. Padahal semalam sedang turun hujan deras namun tidak menyurutkan rasa penasaran Amran dan Nabilla untuk menyapa korban kecelakaan itu.


"Tuan Amran. Saya sangat salut pada anda dan istri anda karena sikap terpuji kalian ini," ucap presiden Jerman sambil memperlihatkan ponselnya kepada Amran yang hanya tersenyum malu.


"Jangan terlalu menanggapi berita itu, tuan karena itu adalah hal yang wajar yang sudah sepatutnya saya lakukan sebagai presiden di negeri inil. Dan itu sebuah kebetulan saja mobil saya melintas saat kecelakaan itu terjadi.


Saya tidak mungkin hanya melihat saja dan tidak berbuat apapun pada mereka karena merasa ada yang sudah mengurus mereka. Hati saya dan istri tergerak begitu saja ingin melihat keadaan korban," ucap Amran merasa canggung dengan berita yang terlalu berlebihan yang disampaikan oleh para media televisi maupun konten YouTube yang beredar viral saat ini.


"Mungkin buat tuan Amran kejadian semalam adalah hal yang biasa namun tidak dengan rakyat anda yang merasa perhatian kecil dari kalian menjadi hal yang sangat luar biasa bagi mereka. Dan kalian berdua menjadi panutan bagi para kepala negara di dunia ini," puji presiden Perancis.


"Terimakasih atas pujiannya tuan-tuan semuanya. Ambillah pelajaran dari setiap apa yang kita lihat agar bisa menyebarkan kebaikan pada sesama kita karena kebaikan yang kita tebarkan pada sesama tidak akan mengurangi martabat kita sebagai publik figur entah itu presiden, pejabat, artis, maupun pemain bola dan lainnya jika kita memberikan perhatian kecil kepada mereka yang membutuhkan walaupun hanya sebuah senyuman dan elusan tangan kita pada kepala mereka atau kecupan kecil yang dilakukan istriku pada korban yang merupakan ibu hamil itu. Siapa tahu kebaikan kita itu yang kecil bisa membawa kita ke surganya Allah.


Dan itu berlaku untuk kami yang memahami konsep sederhana tentang agama kami itu. Dan insya Allah Tuhan juga membalas kebaikan bagi hambaNya yang lain selama masih hidup di dunia," balas Amran.


"Bagaimana anda seyakin itu tuan Amran jika menolong orang dengan melakukan hal kecil saja bisa masuk surga?" tanya presiden dari negara lainnya.

__ADS_1


"Barometernya saja begini, tuan-tuan. Menolong anjing saja kita bisa masuk surga apalagi menolong manusia. Itulah intinya yang memotivasi saya dan istri saya untuk selalu berbuat kebaikan kepada sesama, siapapun itu tanpa melihat dia siapa termasuk binatang.


Jadi, konsep memahami menolong disini bukan secara tekstual namun secara konseptual-nya atau lebih dikenal maknanya," imbuh Amran panjang lebar tentang makna hidup dalam berbagi kecuali berbagi hati, itu beda ceritanya.


"Keteguhan iman seorang pemimpin dalam mengemban tugasnya sebagai kepala negara penuh dengan keikhlasan yang menyebabkan kita akan disayangi oleh mereka.


Jangan sampai rakyat kita kehilangan figur seorang pemimpin yang hanya ada dan tiada di hati rakyat. Aku sangat takut jika di Yaumil akhir nanti, kebaikan yang aku lakukan di dunia ini tidak mengantarkan aku dan keluargaku ke dalam surganya Allah hanya karena mengabaikan rakyat kecil," lirih Amran sendu.


Ucapan terakhir Amran itu yang sangat tersentuh membuat para tamu negara yang hadir di tempat itu terasa begitu dalam walaupun keyakinan diantara mereka berbeda-beda.


Tapi tidak dengan presiden yang datang dari negara Islam yang tentu saja ucapan Amran sebagai nasehat yang baik atau sebagai pengingat bagi mereka yang mungkin selama ini mereka telah lalai dan tidak lagi peka pada keluhan rakyat kecil atau keadaan kaum yang tertindas hatinya karena ulah-ulah manusia serakah yang memiliki kekuasaan.


Usai menikmati sarapan pagi mereka, Amran mengajak tamu negaranya mengunjungi tempat wisata kota Bandung dan mencoba makanan kuliner di ibu kota Jawa Barat itu.


Rombongan amu negara itu begitu antusias dengan ajakan Amran karena mereka selalu disuguhi hidangan khas Nusantara yang membuat mereka sangat berkesan dan ingin menikmati lagi makanan yang sama.


Nabilla juga mengetahui keinginan tamu negaranya dari ibu-ibu negara yang selalu bicara dengan bahasa mereka sendiri namun dimengerti oleh Nabilla. Itulah kehebatan Nabilla.


Dia tidak perlu mencari guide untuk bisa menerjemahkan obrolannya dengan para ibu negara dengan bahasa negara yang berbeda hingga membuat mereka sangat kagum dengan kejeniusan mantan agen rahasia FBI ini.


"Apakah bumbu masakannya sangat sulit didapatkan di negara kami jika kami ingin memasak dengan masakan yang sama, nyonya Nabilla?"


"Sebenarnya bumbu masakan Indonesia memiliki aroma khas tersendiri tergantung pada masakan apa yang akan kita olah. Tapi, jika di masak di negara lain rasanya akan berbeda," ucap Nabilla yang sudah beberapa kali mengunjungi ke luar negeri tidak menemukan rasa yang pas pada masakan Indonesia yang dibuat di negara lain.


Puas menikmati pemandangan di area wisata, kini mereka kembali melanjutkan perjalanan hingga tiba di sebuah pusat wisata kuliner Indonesia yang tersebar di kota Bandung. Amran sengaja mengunjungi tempat kuliner milik warga yang ada di pinggir jalan itu.


Padahal sebelumnya tidak ada dalam agenda kegiatan negara. Hal itu membuat para paspampres begitu panik hingga meminta masyarakat agar bisa memberikan kesempatan kepada Amran dan tamu negaranya itu menikmati makanan di tempat itu dengan lokasi berbeda namun tidak jauh dengan tempat Amran kunjungi. Amran ingin warga ikut kebagian rejeki dari kunjungan para tamu negaranya.


Restoran kecil hingga kedai makanan di pinggir jalan itu dibuat heboh dan kelabakan untuk para pelayan restoran maupun kedai makanan milik warga yang menyambut kedatangan rombongan tamu negara itu dengan sambutan seadanya.


"Tidak usah panik dan layani kami seperti pengunjung lainnya!" pinta Amran pada pemilik kedai warung makan Sunda yang terkenal dibandung itu.

__ADS_1


"Ya Allah bapak Amran. Mimpi apa saya semalam kalau saat ini warung saya di datangi bapak dan rombongan tamu negara," ucap pemilik kedai makanan khas Sunda itu tampak malu dan gugup.


"Atas ijin Allah kami datang ke sini pak. Tolong berikan menu terbaik di restoran ini!" pinta Amran ramah.


"Siap pak. Pak Amran mau makan apa? Biar saya sendiri yang siapkan," tanya pak Nanang menahan haru.


"Mau ikan gurame asam pedas, daging gepuk, sayur asem, lalapan pokoknya siapkan saja semuanya karena kami ingin menikmatinya," ucap Amran sambil terkekeh.


"Siap pak Amran. Tunggu 10 menit lagi ya pak!" ucap pak Nanang semangat.


Wajah tamu negara itu sangat bahagia. Mereka menikmati nasi liwet yang tersaji dengan wadah daun pisang yang dibuat memanjang dilengkapi segala jenis lauk khas Sunda lengkap dengan berbagai sambalnya. Mereka menikmati makan siang di tempat itu dengan nikmat. Sesaat mereka harus melepaskan segala atribut jabatan mereka hanya untuk bisa menjadi diri mereka sendiri saat ini.


"Tuan Amran. Sepertinya saya harus tinggal sedikit lama di Indonesia biar bisa menikmati makanan surga ini," ucap presiden Kolombia.


"Silahkan saja tuan...! Kami akan melayani anda dengan senang hati," ucap Amran tertawa kecil.


Semuanya terlihat lahap. Nabilla melihat wajah berseri-seri ibu-ibu negara itu yang saat ini sedang menikmati makanan mereka dengan menggunakan tangan walaupun ada yang masih merasa aneh tapi itulah sensasi nikmatnya makan langsung dengan tangan.


"Aku boleh nambah ya nyonya Nabilla," ucap salah satu ibu negara itu tanpa rasa malu.


"Tentu saja. Mau nambah makanan apa, nyonya?" tanya Nabilla.


"Mau sup ikan gurame nya, gepuk, udang goreng dan sambalnya," ucap yang lainnya sambil menunjukkan ke buku menu dengan aksen lucu. Nabilla memanggil pelayan itu membuat lagi lauk yang sama untuk tamunya.


Sekitar satu jam berada diantara tempat kuliner itu, rombongan tamu negara hendak kembali ke hotel. Tapi desakan para warga yang ingin foto bareng dengan beberapa tamu negara yaitu presiden maupun perdana menteri itu membuat para aparat keamanan setempat mengamankan mereka untuk menjaga ketertiban jika ingin minta foto. Apalagi tamu negara itu tidak keberatan jika warga ingin foto bersama mereka.


Hal itu juga berlaku pada Amran dan istrinya yang harus melayani warga Bandung dan wisatawan yang datang dari berbagai kota yang datang bersamaan dengan rombongan presiden.


Namun diantara warga itu yang mampu menyita perhatian Amran yang seketika terdiam menatap wajah seseorang yang sudah lama menghilang dari hidupnya.


"Assalamualaikum bapak presiden!" sapanya ramah sambil menahan tangisnya saat mengulurkan tangannya pada Amran yang terpaku diam menatap lekat wajah tua di depannya yang tidak jauh dengan usianya.

__ADS_1


"Apakah kamu...?"


Bersambung...


__ADS_2