
Ditengah kebahagiaan keluarga besar Amran yang saat ini sedang panen cucu , di mana Cintami juga telah melahirkan bayi kembar empatnya dengan selamat tanpa ada drama lagi. Sepasang bayi perempuan dan juga bayi laki-laki.
Kini giliran Nada yang belum juga hamil karena Ghaishan dan Nada masih belum menginginkan kehadiran bayi saat mereka terlibat dalam tugas negara yang butuh konsentrasi. Apa lagi usia mereka masih tergolong muda. Mereka ingin menikmati masa pacaran saat ini.
Keduanya memang menetap di Amerika setelah Nada di tunjuk sebagai agen rahasia FBI menggantikan posisi Bunga yang saat ini sedang menikmati perannya menjadi seorang ibu muda bagi putra kembarnya Raffa dan Raffi.
Sementara bayi kembar empat milik Cinta yaitu Audrey, Dinar, Andra dan Delfin. Kehidupan saudara kembar itu tidak lagi terusik dengan hal apapun.
Berbeda dengan Amran yang memberikan kebebasan kepada istrinya untuk tetap menolong orang lain melalui agen rahasia FBI, namun tidak dengan Daffa dan Arsen, kedua pria tampan ini tidak akan mengijinkan bayi mereka ditinggal sang istri untuk menerima tugas dari pihak agen mereka.
5 Tahun kemudian
Adam yang masih dipercayakan oleh pihak CIA untuk menjadi agen rahasia mereka kini sedang menerima tugas barunya. Adam pamit kepada kedua orangtuanya untuk mendapatkan restu dari kedua orangtuanya untuk misinya kali ini.
Misi yang masih dirahasiakan oleh pihak CIA ini tidak bisa disampaikan Adam pada kedua orangtuanya. Seperti biasa Adam menerima alat-alat canggih dari ibunya yang terlihat sederhana tapi berguna sekali untuk dirinya saat berhadapan dengan musuh.
"Adam. Usiamu sudah 24 tahun. Kamu sudah cukup matang dari segi mental dan intelektual dengan jenjang pendidikan yang tinggi, daddy berharap kamu memilih wanita yang sesuai dengan keinginan kami terutama akidahnya selanjutnya adalah akhlaknya," tekan Amran yang menjadikan Nabilla sebagai istri sholehah untuk dirinya.
"Insya Allah Daddy. Adam akan mencari seorang calon istri sesuai dengan keinginan kalian. Adam pamit dulu...!" Adam mencium tangan kedua orangtuanya lalu memeluk ibunya.
"Gunakan alat-alat canggih itu sesuai dengan kebutuhanmu disaat sulit!" pinta Nabilla.
"Adam sangat penasaran dengan alat canggih yang mommy berikan. Pasti tidak kalah serunya dengan yang sebelumnya," ucap Adam tertawa kecil sebelum masuk di dalam mobilnya menuju helikopter yang sudah menunggu di belakang mansion mewah mereka.
"Jangan tinggalkan sholat sekalipun kamu hampir mati. Dan jangan tunduk pada perintah orang yang sengaja menghalangi ibadahmu. Muliakan Allah, maka Allah akan membelamu di hadapan manusia zholim," nasehat terakhir Nabilla seraya menutup pintu mobil itu.
__ADS_1
Benda baja mengkilap dengan warna silver itu meninggalkan halaman mansion. Si kecil Raffa putra dari Bunga sedang berlari menghampiri kakek dan neneknya itu.
"Oma...opa..!" teriak Raffa menarik perhatian pasangan setengah abad itu.
"Iya sayang. Raffa sudah bangun? Raffi mana?" tanya Nabilla menggendong balita 4 tahun itu.
"Rafii masih bobo. Tadi uncle Adam mau ke mana, Oma?" tanya Raffa sambil memegang pistol mainannya.
"Om Adam berangkat ke medan perang, sayang," sahut Amran sekenanya.
"Emang ada perang di mana? Raffa mau ikut perang juga. Raffa sudah punya pistol tapi kenapa tidak pelurunya buat tembak musuh?" tanya Raffa pada Amran yang bergantian menggendong cucu pertamanya itu.
"Sebelum Raffa berusia 17 tahun, Raffa tidak diperkenankan untuk memiliki pistol yang ada pelurunya karena itu aturan hukumnya bagi seorang prajurit," jawab Amran.
"Berarti Raffa menunggu 13 tahun lagi ya opa untuk bisa berperang? Tapi, Raffa boleh ikut latihan bela diri saja opakan?" tanya Raffa bertubi-tubi.
"Iya sayang. Kamu dan Raffi boleh berlatih ilmu bela diri dan belajar buku yang sesuai dengan usiamu," sahut Nabilla.
"Itu membosankan Oma. Raffa ingin baca buku seperti yang Oma baca. Kelihatannya keren," ucap Raffa yang selalu mencuri buku-buku tentang dunia IT terutama peretasan.
Sebenarnya buku-buku yang dibaca oleh Nabilla adalah hasil karya ilmiah tulisannya sendiri yang sudah dijadikan badan buku. Hanya saja tidak dipublikasikan untuk umum karena pengetahuan Nabilla ada manfaatnya namun juga ada keburukannya karena bisa jadi disalah gunakan oleh orang-orang yang ingin menjadi penjahat untuk meraup keuntungan besar dan itu yang dikuatirkan oleh Nabilla.
"Apaaa...?" Raffa sudah membaca bukunya Oma?" sentak Nabilla dengan mulut setengah terbuka.
"Oma selalu ketiduran saat membaca buku. Jadi, Raffa dan Raffi selalu merapikan buku Oma di atas nakas. Namun kita selalu penasaran dengan apa yang dibaca Oma," ujar Raffa sambil mengutak-atik pistol mainannya.
__ADS_1
"Cucu opa memang hebat. Tapi, lain kali minta ijin dulu sama Oma kalau mau membacanya karena itu perbuatan yang tidak baik," nasehat Amran.
"Iya opa. Raffa janji tidak akan melakukannya lagi. Tapi, kalau minta ijin pada orang dewasa secara baik-baik sulit sekali mendapatkannya. Kalau melakukannya secara diam-diam ternyata seru," ujar Raffi sambil cekikikan.
"Kamu pantas jadi mafia seperti opa sayang," puji Amran membuat Nabilla menatap horor suaminya.
"Cukup kamu saja yang jadi mafia. Jangan libatkan cucuku dengan pikiran mafiamu itu," hardik Nabilla.
"Tapi kamu suka kan?" ledek Amran.
"Sudah terlanjur basah, jadi mandi sekalian," sungut Nabilla berlalu pergi meninggalkan Amran dan cucunya.
Setibanya di Virginia Amerika serikat, Adam menemui bos-nya yaitu tuan Roy. Keduanya sudah terlibat diskusi serius sedang membahas misi yang akan dijalankan oleh Adam.
"Adam. Tugas barumu adalah menjadi bodyguard untuk seorang artis terkenal pendatang baru. Saat ini dia selalu menjadi incaran para penculik. Konon katanya para penculik itu bukan hanya fansnya yang sudah maniak pada gadis itu, bahkan para bangkir saingan bisnis ayahnya ingin menculik gadis itu. Kali ini aku ingin kamu menjadi pengawalnya sekaligus mencari tahu siapa saingan bisnis ayah gadis itu yang ingin menghancurkan keduanya sekaligus, yaitu ayahnya dan juga artis kita!" titah tuan Roy.
"Apakah aku bisa melihat profilnya?" tanya Adam.
"Tentu saja. Lihatlah di layar ini..! Gadis itu bernama Syakira. Usianya 20 tahun. Kamu bisa baca profilnya dan apa saja hobi gadis itu sejalannya waktu," imbuh Tuan Roy.
"Baiklah. Aku siap menerima tugas ini. Tapi aku perlu informasi lanjutan dari silsilah keluarganya. Bisa jadi gadis itu menjadi sasaran dari kelurganya sendiri.
Jika kita fokus pada orang lain yang menjadi musuhnya, sementara kita lupa kalau musuh sebenarnya adalah kelurga kita sendiri," pinta Adam yang sangat cerdik untuk mempelajari kasus yang baru saja ingin ia mulai.
"Ok. Akan aku siapkan, Adam. Tapi, temuilah gadis itu dulu!" titah tuan Roy.
__ADS_1
Visual Daffa