Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
264. Pulau Harta Karun


__ADS_3

Teriakan Syakira dan lainnya mampu menyita perhatian baby Ghaida yang sedang bermain di karpet dengan bonekanya membuat bayi ajaib itu terpanggil untuk membantu sang bibi lebih cepat dari yang lainnya.


Dengan kekuatannya, dalam sepersekian detik, tubuh gadis itu melesat ke arah tangga dengan mengembalikan posisi tubuh Syakira berdiri di atas ujung tangga seperti baru hendak turun.


Tubuh kecilnya itu mampu menahan bobot tubuh Syakira yang saat ini mencapai berat 65 kg karena kehamilannya yang mengandung janin kembar tiga. Baby Ghaida memeluk kedua kaki jenjang Syakira agar aunty Syakira berdiri stabil kembali seperti tidak terjadi apa-apa.


Jika jarak baby Ghaida yang duduk di karpet sekitar sepuluh meter dengan tangga villa itu, sementara jarak antara Adam sekitar 3 meter untuk mencapai tangga yang sedikit berkelok membentuk spiral itu, tidak bisa membuat orang dewasa mampu dengan cepat menolong Bu mil yang hampir jatuh itu dari atas tangga.


Ketiga orang dewasa itu hanya tercengang menatap baby Ghaida yang masih santai memeluk kaki jenjang milik Syakira yang terlihat tenang seakan jantungnya juga ikut dikendalikan oleh makhluk kecil ajaib untuk menghilangkan rasa syok-nya.


"Baby Ghaida..!" seru Nabilla dan Amran segera menggendong cucu mereka dan Adam memeluk tubuh istrinya dengan jantung yang sudah hampir copot.


"Sayang. Kamu tidak apa? Kenapa berani turun tangga sendiri, hmm?" syok Adam dengan nafas memburu menahan geram pada istrinya yang sangat ceroboh.


"Maafkan aku hubby! Aku tadi ingin menunjukkan sesuatu kepadamu melalui ponselku hingga tidak hati-hati saat menuruni anak tangga," ucap Syakira penuh rasa sesal telah membuat orang support Jantung.


"Padahal Kamu bisa menggunakan lift Syakira. Kenapa harus turun melalui tangga," omel Adam segera menggendong tubuh istrinya membawanya lagi ke pintu lift untuk turun ke bawah lantai satu.


"Maafkan aku, baby!" Syakira mengalungkan kedua lengannya seraya mencium rahang kokoh milik Adam.


"Untung ada baby Ghaida yang memiliki kekuatan, kalau tidak apa yang akan terjadi hari ini antara kamu dan calon bayi kembar tiga milik kita," imbuh Adam menahan sesak di dadanya.


"Sayang. Baby kembar dari Nada begitu ajaib. Apakah anak kembar tiga kita juga ajaib?" tanya Syakira penuh harap.


"Sayang. Jauhkan pikiranmu dari sesuatu yang mustahil yang tidak semua orang bisa miliki. Semua atas kehendak Allah. Syukri apa yang Allah anugerahkan kepada kita dan jangan terlalu panjang angan yang akan dikuasai oleh setan untuk mengecilkan hatimu," nasehat Adam bijak.


"Maafkan aku, hubby." Keduanya sudah berada di lantai satu dan bersiap-siap untuk jalan ke pantai pagi itu.


Sementara Amran dan Nabilla masih sibuk memuji kehebatan baby Ghaida yang membuat mereka sangat takjub melihat aksi bayi tujuh bulan ini. Kekuatan si kembar bisa muncul jika sesuatu yang bisa mendorong adrenalin mereka untuk berbuat sesuatu dalam keadaan genting atau terancam seperti barusan yang terjadi pada Syakira. Karena usia mereka yang masih bayi tidak memungkinkan mereka untuk bisa mengolah kekuatan mereka saat ini.

__ADS_1


"Alhamdulillah ya Allah. Terimakasih sayang...! Kamu sudah menyelamatkan aunty Syakira dan calon ketiga sepupumu." Nabilla mencium cucunya yang nampak nyengir melihat wajah binar Oma dan opanya ini.


"Mengapa mereka begitu senang? apa yang telah aku lakukan barusan menurutku biasa saja?" batin baby Ghaida yang belum menyadari ia memiliki kekuatan karena pikirannya yang masih seperti bayi pada umumnya. Buktinya ia belum bisa berjalan setelah Amran berusaha membuat cucunya untuk berdiri tetap saja baby Ghaida akan kembali jatuh.


Tidak lama semuanya sudah naik ke beberapa mobil yang sudah di persiapkan untuk membawa mereka ke area pantai. Mereka juga ingin sarapan pagi di tepi pantai. Amran sudah menyiapkan beberapa meja dan beberapa bangku di tepi pantai dan beberapa bangku santai untuk bersandar seperti area wisata pantai untuk para pelancong.


Beberapa pelayan sudah sibuk memasak di area pantai itu untuk menyambut kelurga besar itu. Tidak lama banyak mobil tamu sudah di parkir rapi di pinggir pantai.


Keluarga itu memutuskan untuk melakukan joging di sepanjang pantai baru sarapan. Raja Farouk, Amran dan beberapa anggota keluarga lainnya tetap dengan membahas topik hangat mereka mengenai seputar bisnis yang akan mereka bangun bersama di wilayah pulau rahasia milik Amran itu.


"Jika kilang minyak siap di bangun di sini, berarti area ini bisa di jadikan tempat wisata. Kita bisa membangun resort dan restoran di sini," papar raja Farouk yang melihat prospek besar di pulau milik besannya itu di lihat dari kaca matanya sebagai seorang pemimpin negara yang sudah berpengalaman mengolah sendiri hasil buminya hingga rakyatnya hidup makmur.


Amran dan lainnya tampak mengangguk paham menyimak apa yang disampaikan kepala negara itu yang juga sebagai raja yang bijak dalam kepemimpinannya.


"Di mana kilang minyak yang akan kamu bangun tuan Amran?" tanya tuan Luciano.


"Lumayan jauh dari pulau ini. Di sana...! Di balik pulau ini. Di sini ada lima pulau yang di beli oleh kakek aku jauh sebelum aku lahir," ucap Amran.


"Apa maksudnya tuan Darwis?" tanya tuan Recky tidak mengerti.


"Pulau ini pasti mempunyai banyak harta Karun yang belum kalian telusuri. Pasti seseorang yang telah memaksanya untuk membeli pulau ini kalau dia tidak mengetahui apa yang ada di pulau ini. Entah itu emas, berlian, dan peninggalan sejarah lainnya yang belum kalian teliti di pulau ini," ucap Tuan Darwis yang memiliki persepsi sendiri dengan pandangannya sebagai intelijen negara yang mengetahui kekayaan negara untuk kepentingan politik sebagai fondasi terkuat sebuah negara jika memiliki kekayaan alam untuk perekonomian negaranya yang berasal dari hasil bumi jika diolah dengan baik dan benar tanpa merusak ekosistem alam.


"Benar juga perkataan anda tuan Darwis. Tapi, kenapa ayahku tidak menceritakan apapun padaku tentang apa yang anda pikirkan itu," ucap tuan Recky.


"Karena ia tahu, keturunannya yang memiliki otak jenius itu yang bakal akan mengelola lima pulau harta Karun ini untuk kemaslahatan umat," timpal raja Farouk yang mengingat beberapa para sufi yang memiliki kekayaan yang terpendam di bawah bumi yang selalu ia jaga untuk anak cucunya.


"Dulu ada sufi yang meminta anak-anaknya menggali lubang untuk memindahkan bibit pohon kurma yang akan mereka tanam di kebun yang cukup jauh dari tempat tinggal mereka. Namun sebelum pohon -pohon kurma itu di tanam, sufi itu keburu meninggal. Dan apa yang terjadi mereka menemukan emas dan permata di setiap lubang yang akan mereka tanam pohon kurma itu," tutur Raja Farouk yang mengisahkan sejarah sebuah negara yang kaya akan hasil bumi itu tanpa menyebutkan wilayah negara apa yang memiliki harta Karun itu.


Amran dan ayahnya tersenyum mendengar raja Farouk dan besan mereka yang sangat jenius bisa menilai apa saja yang terdapat di lima pulau itu.

__ADS_1


"Masya Allah. Terimakasih atas pengamatan kalian yang sangat berharga ini. Kami akan mencoba melakukan penelitian lebih lanjut untuk setiap jengkal tanah di pulau ini untuk mendeteksi kekayaan bumi di dalamnya," ucap Amran langsung memeluk ayahnya tuan Recky.


"Masya Allah Abi. Kita bisa melakukan apapun untuk kemaslahatan umat agar hidup mereka layak jika apa yang di katakan para besanku ini benar adanya," ucap Amran penuh rasa syukur bicara pada ayahnya yang terlihat sangat terharu.


"Oh iya. Bagaimana dengan laut itu. Tidak ada tampak para nelayan yang mengais rezeki di area laut itu?" tanya Raja Faruk sambil mengamati area pantai yang tidak ada aktifitas nelayan.


"Di bawah laut tertanam ranjau. Area itu sudah ada tanda larang untuk tidak boleh mengambil ikan di area tersebut karena tidak di ijinkan oleh kakek," ucap Amran.


Raja Farouk terkekeh mendengar penjelasan Amran. Semuanya nampak bingung dengan sikap raja Farouk, mengapa ayah dari princes Tamara ini menertawai ucapan besannya.


"Kakek kamu itu benar-benar hebat. Dia sangat cerdas melindungi hartanya baik darat maupun laut hingga di udara sini saja hanya diijinkan untuk burung yang bebas terbang menyelam untuk mengambil ikan," ucap raja Farouk.


"Apakah maksud yang mulia kalau di dalam laut sana, kakek Abdullah juga memiliki kekayaan lainnya seperti mutiara yang ada di laut Bahrain?" tanya Wira yang menangkap maksud dari besannya Amran itu.


"Tepat sekali tuan Wira. Itu hanya baru mutiaranya saja. Bisa jadi yang lainnya ada yang terpendam di dalam laut sana yang tidak ingin kakek Abdullah berbagi informasi pada orang lain yang akan memburu kekayaan laut itu. Mungkin kebaikannya itu yang membuat lima pulau ini terjaga dengan baik," ucap raja Farouk.


Amran yang baru menyadari perkataan besannya kala ia mengingat markas yang penuh dengan harta kekayaan kakeknya yang masih ada di dalam bungker itu.


"Sepertinya Allah sudah mempersiapkan generasi baru ini untuk mengelola harta Karun peninggalan kakek Abdullah untuk di kelola oleh anak, cucu dan cicitnya yang sudah diberikan kecerdasan akal dan kemampuan fisik untuk menjaga harta warisan dari leluhur mereka," ucap tuan Darwis.


"Aku sangat bangga berada di tengah keluarga ini yang memiliki keberkahan yang begitu banyak. Baik dari segi ilmu agama, kelurga kalian tidak dapat diragukan lagi ketaatannya dan dari segi ilmu dunia, seakan Allah memilih kalian untuk menjaga alam ini dengan kemampuan kalian dengan bantuan pasukan tentaranya yaitu malaikat.


Bayangkan saja bagaimana mungkin cucu kembar dan menantuku yang luar biasa itu memiliki kekuatan supranatural yang tidak di miliki oleh orang biasa seperti kita," ucap tuan Luciano.


"Tepat sekali perkataan anda tuan Luciano. Allah mempertemukan kita semua menjadi satu kesatuan keluarga dari negara mana saja yang Dia kehendaki hanya untuk menemukan rahasia besar di pulau rahasia ini," imbuh raja Farouk.


Yang lain tampak manggut-manggut mendengar ocehan mereka masing-masing. Tidak terasa mereka sudah berjalan jauh dari tempat titik pertemuan untuk mereka bisa sarapan pagi di pinggir pantai itu.


......................

__ADS_1


"Author siap mengajak kalian lagi untuk berpetualangan di cerita ini. Terimakasih untuk menahan author tetap menemani kalian.. semoga sehat selalu dan banyak rejekinya... aamiin.


__ADS_2