Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
256. Takjub


__ADS_3

Jika bayi lain sangat cengeng pada kedua orangtuanya jika menginginkan sesuatu, tidak dengan bayi kembarnya Nada yang terlihat sangat kooperatif akan situasi apapun kecuali saat bangun tidur maupun mau tidur ingin menyusu pada ibu mereka, keduanya baru terlihat rewel.


Puas mengerjai penjahat dengan drone pengintai milik musuh, keduanya memanggil kedua orang tua mereka.


"Mom.. dad...!" panggil si kembar sambil memberi isyarat dengan telunjuk yang dimasukkan ke dalam mulut mereka kalau mereka ingin menyusu.


"Oh, baby kembar mau menyusu?" tanya Ghaishan mendekati bayi kembarnya dan menggendong keduanya membawa si kembar ke ibu mereka yang sudah membuka kancing bajunya. Keduanya langsung mengambil posisi masing-masing dengan menyedot sumber makanan mereka itu.


Kadang-kadang keduanya menyusu tidak bisa diam setempat. Seperti baby Ghazali menutup wajah ibunya dengan tubuh montoknya sambil menyedot Boba coklat itu dan Nada membiarkan gaya menyusu putranya itu. Sementara baby Ghaida tengkurap di atas perut ibunya. Dan sang ayah hanya bisa terkekeh melihat tingkah kocak bayi kembarnya yang hyper aktif.


Dua hari kemudian, para besan Amran dan Nabila tiba di waktu bersamaan di mansion mewah itu. Mereka di antar ke paviliun yang sudah dirapikan oleh pelayan Amran dan Nabila.


Yang pertama datang adalah nyonya Rosella dan tuan Luciano kemudian diikuti nyonya Cyra dan tuan Darwis. Dan terakhir raja Farouk yang dikawal ketat oleh otoritas negara setempat. Karena tibanya menjelang buka puasa, mereka akhirnya buka puasa bersama saat itu.


Jika Tamara, Daffa dan Ghaishan sangat bahagia menyambut kedatangan kedua orangtuanya mereka, namun tidak dengan Syakira yang hanya bisa menarik nafas panjang karena tidak ada yang ia tunggu karena kedua orangtuanya sudah tiada.


Syakira nampak menjauh dari keluarga besar itu hingga akhirnya suaminya mengerti bahwa saat ini istrinya sedang iri hati.


"Apakah aku saja tidak cukup untukmu, sayang?" tanya Adam yang sudah berdiri di belakang punggung sang istri dengan perut besarnya berdiri dekat kolam renang.


"Adam." Syakira nampak malu lalu menempelkan pipinya ke pipi sang suami.


"Kau lebih dari kata cukup. Aku puas memilikimu. Ada mommy Nabilla dan Daddy Amran yang memenuhi ruang hatiku dengan kasih sayang mereka berikan kepadaku. Maafkan aku sudah membuatmu cemas, sayang," ucap Syakira.


"Alhamdulillah. Ayo kita masuk, sebentar lagi azan magrib. Jangan berdiri sendirian di sini..!" ucap Adam.


"Adam."


"Hmm!"


"Aku ingin mereka cepat lahir supaya aku tidak merasa kesepian. Dan aku ingin hamil lagi untuk memperbanyak keturunanku agar mereka bisa memimpin perusahaanku di Amerika," ucap Syakira yang sudah begah dengan perutnya yang besar.


"Tunggu 2 bulan lagi sayang, kamu baru akan melahirkan. Kamu harus menjalani operasi sesar karena aku tidak ingin melihatmu kesakitan," ucap Adam.


"Baiklah sayang."

__ADS_1


Azan magrib berkumandang, di meja makan itu sudah nampak lebih heboh dengan kedatangan tamu istimewa. Amran menawarkan beberapa makanan untuk besannya yang laki-laki. Begitu pula Nabilla. Sementara Tamara sedang bermanja ria dengan nyonya Hanifa. Nabilla yang duduk dekat dengan Syakira dan menyuapi puding untuk menantu pertamanya itu.


Dan ketiga putrinya tidak ada yang merasa cemburu pada Syakira yang masih haus kasih sayang seorang ibu. Diperhatikan seperti itu, tentu saja Syakira girang setengah mati. Adam hanya bisa geleng-geleng kepalanya melihat sikap istrinya yang kekanak-kanakan.


...----------------...


Tiba hari lebaran. Semua anggota keluarga berbondong-bondong menuju mesjid untuk melakukan sholat Ied kecuali Nada yang tidak sholat karena haid.


Jadi, ia bisa menemani bayi kembarnya yang saat ini sedang mengenakan baju kokoh putih mereka tampak anteng dengan menonton film kartun di ponsel milik sang ayah. Keduanya duduk bersandar di tempat tidur kedua orangtuanya.


"Sayang. Mommy mau mau mandi. Kalian harus tetap di kamar dan tidak boleh keluar kamar, ok..!" pinta Nada pada si kembar dengan menggunakan bahasa Inggris.


"Yes mom, we understand..! don't worry...!" ucap bayi berusia 7 bulan ini dengan lidah mereka yang cadel.


Nada tersenyum bangga melihat bayi kembarnya yang memiliki nilai keunggulan lebih seperti dirinya dan saudaranya yang lain. Apalagi Nada sudah mengetahui putranya memiliki kekuatan, namun belum dengan putrinya.


Saat rumah itu sangat sepi dari penghuni rumah lainnya, kecuali nyonya Cyra dan suaminya yang masih tidur di paviliun mereka yang agak jauh dengan mansion utama.


Entah bagaimana ceritanya, sang penjahat mulai beraksi untuk menculik si baby kembar karena mereka sudah mengetahui baby kembar tidak ikut ke mesjid karena alasan ibu mereka. Ketiganya tiba-tiba muncul di balkon kamar Nada.


"Akhirnya kita bisa menculik dua bayi ini," ucap Danang.


"Kesabaran kita akhirnya membuahkan hasil," ucap Danu menyeringai licik.


Keduanya masuk kedalam kamar itu melalui pintu balkon. Baby kembar mengangkat wajah mereka melihat sang penjahat lalu tersenyum kepada ketiganya.


"Ternyata mereka sangat manis dan menggemaskan."


"Ayo, kita cepat culik mereka sebelum ibunya datang. Mumpung masih sepi," ujar Danu yang sudah menyiapkan karung goni.


Baru saja mereka mau mendekati si kembar tiba-tiba saja beberapa benda berat yang ada di kamar Nada melayang menyentuh pundak sang penjahat.


Ketiga penjahat itu langsung berbalik kaget. Mereka mengira manusia yang menyentuh pundak mereka dan ternyata ada vas bunga, dua porselin mahal melayang di depan wajah mereka.


"Lho...! Kenapa benda ini bisa melayang sendiri?" tanya Jimi ketakutan sendiri.

__ADS_1


Saat mereka meraih benda-benda itu, namun benda itu menjauh dan kembali lagi menghantam kepala mereka dengan sangat kencang.


"Ayo lari...! Rumah ini ada setan," ucap mereka ketakutan hendak keluar lagi melalui pintu balkon, namun pintu balkon berbahan kaca itu berbentuk kupu-kupu tiba-tiba menutup dengan cepat. Mereka mencoba untuk membukanya namun sangat sulit.


"Rumah ini sepi, sebaiknya kita keluar dari pintu dalam saja."


Ketiganya segera menuju pintu kamar itu namun sulit untuk dibuka. Jadilah ketiganya terkurung di dalam kamar itu dengan wajah terlihat sangat pucat.


"Untuk berjaga-jaga, sebaiknya kita jadikan si kembar itu sebagai sandera. Ayo, kita gendong mereka....!" titah Danu pada dua temannya.


Si kembar saling menatap lalu memperlihatkan gusi mereka dengan dua gigi yang baru saja tumbuh walaupun belum sempurna. Mereka mau saja di gendong oleh dua orang penjahat bertampang seram itu.


Namun semenit kemudian, rambut mereka ditarik keras oleh baby kembar seakan kulit kepala mereka ikut terlepas membuat keduanya berteriak kesakitan tapi suara mereka dibuat tenggelam seperti orang yang sedang bergumam.


"Sakit....sakit...sakit...!" kedua penjahat itu melepaskan tubuh bayi montok itu agar bayi itu melepas pegangan mereka pada rambut mereka.


Bukannya melepaskan rambut kedua penjahat itu, mereka malah naik ke atas pundak penjahat dan menarik rambut gimbal kedua penjahat itu hingga keduanya berjalan oleng sana sini.


Satu temannya yang ingin membantu kedua temannya itu namun tidak bisa karena tubuhnya seakan tertanam di dalam bumi dan sulit untuk bergerak.


Pintu balkon kamar dibuka lagi oleh si kembar. Dan ketiga penjahat dengan wajah pucat itu jatuh terkulai lemas di atas lantai kamar Nada.


Si kembar secara normal belum bisa berdiri kuat dan berjalan ini, berubah menjadi lebih kuat. Dengan kekuatan yang mereka miliki, keduanya menarik rambut penjahat lalu melemparkan kedua penjahat itu sejauh mungkin melalui pintu balkon.


Kemudian diikuti oleh teman mereka yang juga dilempar oleh baby kembar. Ketiga penjahat itu terbang ke udara menjauh dari area mansion milik keluarga Ibunya. Si kembar bertepuk tangan sambil cekikikan berdiri di balkon dengan pembatas kaca itu kala misi mereka berhasil menyingkirkan ketiga penjahat yang hendak menculik mereka.


Saat mendengar knop pintu kamar ganti hendak di buka oleh Nada, keduanya langsung terbang menuju tempat tidur kedua orangtua mereka seraya mengembalikan benda-benda yang jatuh tadi di lantai kamar kembali ke tempat semua dengan tatapan mata mereka yang sangat cepat memindahkan benda-benda itu.


"Alhamdulillah. Ternyata baby kembar mommy sangat pintar...! Ayo kita sambut opa dan oma sudah pada pulang sholat ied...!" ucap Nada yang sudah terlihat rapi dan cantik dengan balutan gamis putih menyambut suami dan keluarganya.


Nada menggendong keduanya dengan posisi kanan dan kiri di pinggang rampingnya. Beruntunglah di dalam kamar Nada tidak ada CCTV jadi tidak ada rekam jejak penjahat yang bisa ketahuan oleh kedua orangtuanya.


"Assalamualaikum....!" Ucap salam dari keluarga besar itu bersamaan yang baru pulang sholat Ied.


"Waalaikumuslam...!" sambut Nada.

__ADS_1


__ADS_2