Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
259. Tantangan Berat


__ADS_3

El Rumi menggendong tubuh istrinya yang terlihat sangat lemah ke tempat tidur. Eyang Mariska sudah siap dengan peralatan medisnya untuk memeriksa cucu menantunya.


Ia juga sudah menyiapkan testpack untuk berjaga-jaga jika ada yang sedang hamil lagi karena Bunga juga ingin mengandung lagi. Terpaksa Tamara ke kamar mandi lagi untuk melakukan tes kehamilan di bantu oleh suaminya.


Beberapa menit kemudian, keluarga besar itu di kabari oleh dokter Mariska tentang kehamilan sang princess untuk keturunan kerajaan Bahrain.


"Alhamdulillah. Tamara saat ini sedang hamil dua pekan. Selamat untuk keluarga menantuku Amran dan besan kita raja Farouk," ucap dokter Mariska membuat suasana menjadi sangat bahagia saat ini.


"Alhamdulillah."


Raja Farouk dan Amran langsung sujud syukur.


Ratu Hanifa dan Nabilla menemui Tamara di kamarnya untuk memberikan selamat pada ratu Bahrain.


"Sayang. Ini adalah hari bahagia untuk ibu dan ayahmu. Ibu tidak sabar ingin melihat cucu ibu. Semoga kamu juga hamil kembar dan cucu-cucuku bisa hebat seperti keponakan suamimu dan Oma dan opanya," ujar ratu Hanifa seraya mengecup kening putri tunggalnya itu.


"Terimakasih ibu."


"Selamat sayang, kamu sudah menjadi calon seorang ibu. Jaga kesehatan dan juga diri kamu. Apapun yang membuat kamu curiga, langsung beritahu mommy, ok!" ucap Nabilla.


"Terimakasih mommy, ibu. Tamara sangat bahagia saat ini. Akhirnya Tamara bisa menyusul kak Syakira, ikut hamil juga. Tapi, Tamara ingin melahirkan di Jakarta ibu, boleh ya?"


pinta Tamara yang takut jika ibunya menyuruhnya pulang ke negara mereka dan melahirkan di sana karena calon cucunya adalah aset negara tersebut.


"Semua tergantung peraturan istana sayang. Ibu tidak bisa memutuskan sendiri," ucap ratu Hanifa yang sebenarnya keberatan jika putrinya melahirkan di Indonesia karena Tamara melahirkan pangeran yang akan menduduki tahta kerajaan.


"Baiklah. Kamu istirahat saja. Nanti mommy akan buatkan makanan kesukaanmu. El, jaga Tamara, sayang!" titah Nabilla seraya memberi selamat pada putra bungsunya itu.


"Iya mommy. Terimakasih mommy, ibu," ucap El menyalami kedua wanita yang sangat dihormatinya itu.

__ADS_1


"Sayang. Aku ingin sekali punya anak kembar seperti kak Syakira," rengek Tamara manja.


"Biasanya kehamilan kembar itu akan terdeteksi saat usia kehamilan memasuki 10 sampai 12 Minggu, jadi kita tunggu lagi sampai 8 Minggu atau sekitar 2 bulan lagi," ucap El memeluk erat istrinya yang begitu cepat hamil anak mereka.


"Ini benar-benar berkah Ramadhan ya, El. Aku bisa hamil secepat ini," ucap Tamara bahagia.


"Sayang, apapun yang kamu makan atau minum, biar aku yang mencobanya terlebih dahulu, kamu mengerti?" ingat El.


"Insya Allah, sayang," ucap Tamara seraya mencium dada bidang suaminya yang sangat membuatnya rileks.


Sementara di luar kamar ada pertemuan penting orang-orang hebat, di mana sudah berkumpul Amran, raja Farouk, tuan Darwis, tuan Luciano, Devan, Reno, Arland, Wira.


Tidak lupa tuan Rusli, tuan Recky dan sisanya anak dan menantu mereka sedang membahas tentang perubahan yang terjadi pada senjata kimia massal yang akan menjadi minyak bumi, di mana jika di olah akan menjadi bensin, avtur, oli, minyak tanah, gas dan ampasnya adalah cairan aspal itu sendiri.


"Apa yang harus aku lakukan dengan penemuan baru ini, yang mulia Farouk?" tanya Amran pada kepala negara Bahrain itu.


"Tentunya tuan Amran harus mendaftarkan kekayaan tuan itu pada negara ini. Biasanya negara yang akan ambil alih jika pemilik wilayahnya tidak mampu mengelola hasil buminya sendiri," jawab raja Farouk.


"Baiklah. Kalau begitu nanti saya bantu untuk urusan pembangunan proyek pipa kilang minyaknya. Yang penting tuan Amran dapat ijin dari pemerintah setempat.


"Aku juga bisa bantu daddy. Dan aku juga akan meminta SDM perusahaanku untuk membantu mengelola perusahaan minyak bumi milik daddy," ucap Syakira yang memiliki perusahaan pipa kilang minyak di Amerika.


"Terimakasih, nak atas tawarannya," ucap Amran bahagia.


"Sudah saatnya Indonesia harus memiliki pengelolaan minyak bumi yang mentahannya bisa di olah sendiri di dalam negeri. Selama ini Indonesia selalu mengirim bahan minyak mentahnya ke luar negri lalu masuk lagi ke negara ini yang sudah berupa minyak yang sudah matang.


Bayangkan saja jika kita mau produksi hasil bumi kita harus kirim ke luar negeri dulu, itu yang membuat negara ini sangat menyedihkan karena membayar biaya produksi untuk bahan makanannya sendiri yang di olah di luar negeri," ucap Amran sendu.


"Tenang daddy...! Ada anak cucu daddy yang akan belajar dengan baik untuk mengelola minyak bumi tanpa harus kirim ke luar negri," ucap Adam optimis.

__ADS_1


"Saatnya negeri ini bangkit jika ingin melihat rakyatnya hidup makmur, aman dan sentosa. Hingga tidak ada lagi seorang ibu atau wanita yang rela menjual dirinya demi bertahan hidup.


Aku tidak ingin ada lagi pengemis jalanan menengadahkan tangan mereka untuk mendapatkan receh dari rasa iba pengendara mobil yang memberi uang kepada mereka dengan tampang sinis.


Dan tidak ada lagi seorang ayah yang merendahkan harga dirinya dengan meminjam uang ke sana ke mari untuk biaya pendidikan anak mereka, berobat ataupun untuk mengisi perut kelurganya yang menantinya pulang dengan rasa lapar.


Negeriku sangat kaya, tapi masih ada saja rakyatnya yang terikat hutang pada para lintah darat yang menjelma berpakaian rapi dan berdasi seperti bank konvensional. Belum lagi kelurga itu hancur rumah tangganya karena tidak kuat menanggung beban hutang yang mencekik mereka karena salah perhitungan saat mulai bisnis.


Aku tidak mau melihat lagi rakyat negri ini menderita karena hak mereka dirampas oleh para perampok yang bernama koruptor yang tidak lebih dari seorang penjilat pada penguasa demi jabatan untuk menyenangkan keluarganya agar dipamerkan di depan sosmed bahwa mereka patut di puja karena semua yang mereka pakai dengan nilai branded untuk menjaga sebuah gengsi,"


ucap Nabilla yang begitu kritis menilai penguasa negeri yang hanya mendengar laporan bawahan dengan angka-angka fiktif demi menghibur penguasa untuk dipuji adil.


"Iya sayang. Itulah sebabnya, aku ingin mengelola hasil minyak bumi milik kita sendiri agar bisa membantu rakyat yang tidak mampu dengan demikian mereka bisa hidup setara dengan golongan status kelas atas agar terhindar dari kecemburuan sosial untuk menekan angka kriminalitas. Penguasa memang tidak salah namun bawahannya yang kerjanya ngawur.


Jika negaranya makmur, insya Allah, tidak ada lagi angka kriminalitas," ucap Amran bijak.


"Bagus. Jika tujuan kalian untuk mengangkat derajat negara ini terutama memikirkan nasib rakyat banyak, saya siap membantu. Kunci keadilan adalah memiliki pemimpin yang loyal terhadap rakyatnya yang tidak hanya mendengar keluh kesah rakyatnya tapi berani mencari solusi meringankan beban rakyatnya," ucap Raja Farouk memuji niat mulia besannya Amran.


"Hebat kamu Amran. Jika di serahkan pada negara, bukan tidak mungkin, para penjilat siap untuk menimbun kekayaan untuk mereka secara pribadi. Apa lagi hukum negara ini tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Kalau begitu, kami siap mendukung kamu baik materi maupun moril," ucap besannya Wira.


"Kami siap membantu membangun infrastruktur dan teknologi pengelolaan limbahnya agar aman untuk bumi," ucap tuan Luciano.


"Aku juga akan membantumu untuk melakukan diplomasi ke organisasi internasional yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi," timpal tuan Darwis.


"Untuk di dalam negeri, kamu bisa mengandalkan kami," ucap Reno sambil memeluk pundak Arland.


"Alhamdulillah. Terimakasih atas dukungan kalian semua selain kelurga intiku," ucap Amran penuh rasa haru.


"Tuan Amran. Mendengar tujuanmu begitu mulianya untuk negeri ini, kenapa tidak mencalonkan diri saja untuk menjadi presiden?" tanya Raja Faruk membuat Amran tersentak..

__ADS_1


Glekkk....


__ADS_2