DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Suasana Di Restoran Arkara Hinata


__ADS_3

Sore ini, Asti berniat untuk pulang kerumah setelah selesai mengajar.


Tidak ada tujuan lain, karena teman-temannya juga sedang ada kesibukan masing-masing, ia juga sudah merasa lelah setelah menyelesaikan tugas mengajarnya.


Jam sudah menunjukkan dua lebih tiga puluh menit.


Asti berdiri di depan gerbang kampus bermaksud mencari ojek langganannya.


Tiba-tiba sebuah mobil berhenti tak jauh dari tempatnya berdiri.


Asti tahu, siapa pemilik mobil itu.


Tomi keluar dari mobil dan menghampiri Asti.


" Sudah selesai mengajarnya? Ayok kita pulang. " ajak Tomi pada Asti yang masih berdiri tak jauh dari gerbang.


" Mas Tomi, katanya hari ini tidak bisa menjemput karena sedang ada kesibukan? " tanya Asti heran.


Tomi sudah mengirimkan pesan padanya bahwa ia tidak bisa menjemput saat Asti pulang mengajar.


" Iya, Alhamdulillah urusan mas hari ini cepat selesai, jadi mas bisa langsung pulang. " jawab Tomi sambil membuka pintu mobil buat Asti.


Setelah Asti duduk dengan nyaman didalam mobil, Tomi memutar arah menuju pintu kemudi, ia duduk dan mulai menghidupkan mesin mobil.


" Asti sudah makan siang.? " tanya Tomi penuh perhatian.


" Tadi sudah sih mas, makan di kantin kampus bareng teman-teman."


Jawab Asti


" Apa mas Tomi sudah makan? " tanya Asti balik.


" Belum, mas belum sempat makan.


Setelah menyelesaikan tugas, mas langsung jemput Asti. " jawab Tomi menjelaskan jika ia belum sempat makan siang.


" Mengapa mas tidak makan dulu, nanti mas bisa masuk angin.


Jika sering telat makan, mas bisa kena lambung. " Asti bertanya mengapa Tomi belum  makan, dan merasa khawatir jika Tomi akan sakit karena telat makan.


" Mas sengaja menjemput Asti dulu, mas takut telat jemput kamu, sekalian mas mau minta ditemani makan. "


Tomi menjelaskan mengapa ia tidak langsung makan siang, dan meminta Asti untuk menemaninya makan siang.


" Mau makan dimana mas? " tanya Asti.


" Cari Restoran yang dekat sini aja, mas juga sudah lapar. "


Jawab Tomi yang melihat-lihat ke sekitar jalan jika ada restoran yang dekat dari sana, kebetulan mereka sedang berada di lampu merah.

__ADS_1


" Kita makan di restoran Arkara Hinata aja mas, kata Fyth itu restoran milik teman ayahnya yang baru buka.


Disana khusus  masakan Jepang, tapi ada juga menu masakan Indonesia.


Letaknya tidak jauh dari sini, kurang lebih seratus meter ke arah depan. "


Asti mengajak Tomi untuk makan di restoran yang baru dibuka yang diceritakan oleh Fyth.


" Ya sudah, kita kesana, berarti dari lampu merah kita lurus aja, kan? "


Tomi menyetujui ajakan Asti menuju restoran Arkara Hinata.


" Iya mas. " jawab Asti.


Tomi pun melajukan mobil dengan kecepatan sedang untuk mencari alamat restoran tersebut.


Tak lama mereka menemukan restoran yang mereka cari, lalu Tomi memasuki halaman parkir dan memarkirkan mobilnya disana.


Setelahnya, mereka berjalan memasuki restoran yang bergaya campuran.


Terlihat restoran perpaduan antara gaya Jepang dan gaya modern, dengan design yang ruangan disesuaikan dengan gaya anak muda.


Ada lampu-lampu hias beraneka warna yang tergantung diatas.


Meja-meja tersusun dengan rapi, dan didinding ruangan terdapat gambar-gambar unik yang bisa dijadikan sebagai tempat berfoto.


Di bagian dalam juga tersedia ruangan yang bisa dijadikan sebagai ruangan meeting, juga ada ruangan untuk kumpul keluarga.


Air mancur terdapat di tengah kolam, tak jauh dari jembatan penghubung.


Para pengunjung juga diizinkan untuk berfoto didekat kolam.


Ikan Koi yang beraneka warna berenang mengitari kolam, sungguh membuat sejuk mata yang memandangnya.


Di restoran ini tidak hanya tersedia makanan khas Jepang, tapi ada juga makanan khas Indonesia.


Bapak Arya Suryadi sebagai owner dari restoran ini memang sengaja memadukan makanan Jepang dan Indonesia, karena menurut pengamatan pak Arya tidak semua tamu restoran menyukai makanan luar.


Dalam pertemuan bisnis, terkadang ada clien yang meminta diadakan pertemuan di restoran atau cafe yang menyediakan makanan luar.


Dari para pengunjung yang mengadakan meeting, terkadang ada  yang merasa tidak cocok dengan makanan luar dan lebih memilih makanan Indonesia, untuk itu pak Arya membuat konsep rumah makan dengan perpaduan makanan khas Jepang dan makanan Indonesia.


Tomi memilih sebuah meja yang tak jauh dari pintu masuk.


Seorang pelayan menghampiri dan memberi mereka buku menu.


Tomi mengambil buku menu makanan Jepang, ia memilih makanan curry rice dan minuman matcha.


Asti lebih memilih memesan minuman juice alpukat karena ia masih merasa kenyang.

__ADS_1


Setelah pelayan mencatat pesanan mereka, mereka pun menunggu beberapa saat.


" Konsep restorannya bagus ya, mas? Bikin betah pengunjung, terlihat bersih dan rapi.


Makanannya juga tidak hanya menyajikan khusus makanan Jepang, tapi ada makanan Indonesia juga. "


Asti mengagumi restoran yang mereka datangi saat ini.


" Iya, sepertinya pemilik restoran ini sudah melakukan observasi juga memiliki pengalaman di bidang kuliner, sehingga beliau memadukan makanan Jepang dan makanan Indonesia dalam satu restoran.


Dan sepertinya, peminat restoran ini cukup banyak, terbukti saat sore seperti ini masih banyak pengunjung yang datang, terutama anak-anak muda yang suka membuat konten untuk sosial media, karena tempat ini sangat bagus untuk membuat sebuah konten. "


Tomi menjelaskan pendapatnya mengenai restoran yang mereka kunjungi.


Setelah mereka saling terdiam dan mengamati ruangan restoran, Tomi mulai bicara serius dengan Asti.


" Jadi Asti benar-benar sudah menerima mas sebagai kekasih Asti? "


Tanya Tomi sambil menatap mata Asti.


" Iya mas, seperti yang sudah Asti jelaskan dalam surat Asti bahwa Asti menerima mas Tomi sebagai kekasih  Asti. "


Asti menjawab dengan pasti, ia pun membalas tatapan Tomi walau ada semburat merah diwajahnya karena malu.


" Mas sangat bersyukur, karena cinta mas tidak bertepuk sebelah tangan.


Jika Asti tidak keberatan, mas ingin menemui kedua orang tua Asti dan memastikan tentang hubungan kita. Bagaimana menurut pendapat, Asti? "


Tomi meminta pendapat Asti, jika ia ingin menemui kedua orang tua Asti.


" Asti tidak masalah mas, itu menunjukkan keseriusan mas dalam menjalin hubungan dengan Asti.


Nanti, jika mas ada waktu kita bicara pada orang tua Asti dan memperkenalkan mas sebagai pasangan Asti. "


Asti menyetujui keinginan Tomi untuk bertemu dengan orang tua Asti dan memperkenalkan diri sebagai pasangan Asti.


" Baiklah, setelah mas menyelesaikan hasil penelitian di Yogya, mas akan memperkenalkan diri pada orang tua Asti dan memberitahukan tentang hubungan kita.


Setelah itu, mas juga akan memperkenalkan Asti pada keluarga mas.


Saat ini, keluarga mas masih berada di Bandung. "


Tomi akan menyiapkan waktunya untuk bertemu dengan keluarga Asti, dan Tomi juga akan memperkenalkan Asti pada keluarganya.


Tomi sudah yakin untuk menjadikan Asti sebagai pendamping hidup baginya.


Saat pelayan selesai menyajikan makanan pesanan yang dipesan, mereka pun menikmati pesanan masing-masing.


Makan siang yang ke sorean buat Tomi.

__ADS_1


Dan tanpa diketahui oleh Asti, Tomi memesankan dorayaki buat Asti.


__ADS_2