DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Tomi Nervous


__ADS_3

Pagi-pagi telah terlihat kesibukan dirumah Asti.


Aryanto dan dua orang sepupunya sedang merapikan kursi di depan rumah yang sudah dipasang tenda.


Ya, Aryanto dan eyang datang dari Yogya untuk menghadiri acara lamaran Asti.


Meja untuk prasmanan sudah disiapkan dan sudah ada air mineral yang disusun disana, juga buah-buahan.


Aryanto menjadi penanggung jawab untuk kelancaran acara lamaran Asti.


Asti yang anak tunggal menganggap Aryanto yang merupakan sepupu Asti seperti kakak kandungnya sendiri.


Diruang tamu sudah terpasang karpet yang akan digunakan untuk menyambut keluarga inti Tomi.


Di kamar, Asti tengah menyiapkan pakaian yang nanti akan dia kenakan.


Berhubung masih jam tujuh pagi, Asti berniat sarapan terlebih dahulu, baru nanti mandi.


Dimeja makan, semua telah berkumpul untuk sarapan, Asti duduk disamping Aryanto.


" Sarapan yang banyak biar nanti ga pingsan saat ketemu calon suami. "


Aryanto menggoda Asti yang duduk disampingnya.


" Apaan sih mas? Pagi-pagi dah ngeledekin Asti. " sungut Asti pura-pura marah pada Aryanto.


Ia mencubit tangan Aryanto yang ada diatas meja makan.


" Aduh.. Apaan sih Asti, kok main cubit-cubit aja? " Aryanto pun pura-pura kesal, padahal cubitan Asti tidak kuat.


" Lebay.. Orang cuma dicubit pelan-pelan juga.. " Asti mencibir pada Aryanto.


" Kalian ini, masih pagi sudah ribut aja.


Sudah sarapannya habisin. "


Eyang putri menegur Aryanto dan Asti yang bercanda dimeja makan.


" Iya eyang..! " jawab Aryanto dan Asti.


Merekapun melanjutkan sarapan dengan tenang.


" Eyang, eyang lama kan tinggal disini? " tanya Asti pada eyang.


" Iya, eyang tergantung Aryanto aja.


Kalau dia cepat pulang ya eyang juga pulang. "


Jawab eyang.


" Kenapa harus tergantung sama Aryanto eyang? Kalau eyang masih betah disini, ya eyang tinggal disini dulu.


Biar Aryanto pulang bareng yang lain.


Aryanto ga bisa lama-lama eyang, karena lagi banyak pekerjaan. "


Aryanto meminta jika eyang masih ingin tinggal dirumah Asti, eyang tidak perlu ikut pulang bersamanya.


" Iya bu, kenapa harus bareng Aryanto.


Ibu sama bapak pulang nanti saja, kan bisa diantar sama yang lain kalau mau pulang nanti. "


Sahut ibu Asti.


" Iya eyang, eyang tinggal disini dulu aja. "


Pinta Asti pada eyang.

__ADS_1


" Bukan tidak mau tinggal lama disini, tapi eyang kakung nanti akan ada acara di Kelurahan, ga enak sama pak lurah kalau tidak datang, sudah janji.


Nanti kalau Asti mau nikah, baru eyang akan lama disini. "


Eyang menjelaskan kenapa tidak bisa lama tinggal dirumah Asti.


Jam sudah menunjukkan pukul delapan lewat, Asti telah selesai membersihkan diri, dan tengah duduk didepan meja rias.


📱Ting..


Sebuah pesan masuk di ponselnya.


Asti berdiri lalu mengambil ponsel yang tengah di charger diatas nakas.


Asti melihat notif pesan dari Tomi, lalu membuka dan membaca pesan itu.


📱 " Assalamu'alaikum tawanan alien? Sudah sarapan belum?


Jangan lupa sarapan agar siap menerima kedatangan alien untuk mengikat cinta tawanan agar tidak kabur. "


Tomi menulis pesan agar Asti tidak lupa untuk sarapan.


Asti tersenyum membaca pesan yang dikirim oleh Tomi.


Asti pun segera membalas pesan dari Tomi.


📱" Waalaikumsalam warahmatullah..


Yang seharusnya banyak sarapan itu alien agar punya tenaga dan semangat untuk menyampaikan lamaran.


Jangan-jangan nanti malah nervous pas ngadepin calon mertua. "


Asti membalas pesan Tomi dan menggodanya.


📱" Jangan di do'ain nervous dong..?? Do'ain yang baik-baik, kalau sampai nervous nantikan alien malu sama calon mertua. "


📱" Iya deh.. Pasti di do'ain yang baik-baik kok. Sekarang siap-siap sana, sudah jam berapa ini? Ara juga sudah mau siap-siap."


Asti meminta Tomi untuk bersiap, karena ia juga sudah akan berdandan.


📱" Iya, mas Tomi mau siap-siap dulu ya, itu mama juga dah manggil-manggil.


Tunggu kedatangan mas dan keluarga mas ya, Ara..? "


Tomi meminta Asti untuk menunggu kedatangannya bersama keluarga.


📱" Baik mas, hati-hati dijalan.


Assalamu'alaikum.. "


Asti menutup pesannya pada Tomi lalu menyimpan kembali ponselnya diatas nakas.


Tok..


Tok...


" Assalamu'alaikum.. Asti.. "


Dari luar, kamar Asti ada yang mengetuk dan mengucapkan salam.


" Waalaikumsalam warahmatullah.. "


Jawab Asti sambil membuka pintu kamarnya.


" Hai.. Miss jutek, kami datang... Ini sekalian bawa perias yang akan mendandani miss jutek agar terlihat cantik. "


Kata Fyth sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


Di depan pintu sudah berdiri Asma dan Fyth bersama seorang tukang rias yang sudah dipesan oleh Asti.


" Ayo, masuk Fyth, Asma, mbak Tia.. "


Asti meminta pada teman-temannya dan juga tukang rias untuk masuk ke kamarnya.


Mereka pun masuk ke kamar Asti, dan Asti pun mulai didandani.


" Teman-teman kita yang lain datang siang, ya? " tanya Fyth pada Asma.


" Iya, kan kemarin mereka sudah bilang di chat group kalau mereka datang siang. "


Jawab Asma.


" Itu Rudy diluar sama siapa? " tanya Asma, karena tadi mereka meninggalkan Rudy yang duduk di kursi yang disiapkan diluar.


" Tadi kan ada sepupu Asti yang menemani Rudy duduk diluar. "


Jawab Fyth pada Asma.


Mereka menunggu Asti didandani sambil bermain ponsel.


Tepat pukul sepuluh, keluarga Tomi sudah datang kerumah Asti.


Mereka disambut dengan baik oleh keluarga Asti.


Keluarga besar Tomi dipersilahkan untuk masuk dan duduk di ruang tamu yang sudah dipasang karpet.


Keluarga Tomi sudah duduk berhadapan dengan keluarga Asti.


Tomi diapit oleh kedua orang tuanya, dan disamping mereka ada Riki bersama keluarga Tomi yang lain.


Setelah mereka semua duduk di ruang tamu, eyang meminta pada bi Lastri untuk memanggil Asti yang masih berada dikamar bersama Fyth dan Asma.


" Lastri, tolong panggil Asti untuk keluar, keluarga Tomi sudah ada disini. "


Bisik eyang putri pada bi Lastri yang duduk disampingnya untuk meminta Asti keluar dari kamar.


" Baik bu, Lastri panggilkan Asti dulu. "


Kata bi Lastri, lalu berdiri untuk memanggil Asti di kamarnya.


Semua melihat kearah Asti yang terlihat sangat cantik pagi ini.


Make-up yang digunakan  oleh Asti terlihat natural dan tidak berlebihan, tapi memancarkan kecantikan Asti yang memang jarang mengenakan make-up.


Asti keluar dari kamar diapit oleh Fyth dan Asma, lalu diminta duduk disamping ibu.


Tomi tersenyum kearah Asti, ia tidak menyangka jika Asti terlihat sangat cantik saat didandani.


" Ara cantik banget ya,Tom? " bisik mama Tomi yang duduk disamping Tomi sambil memandang Asti dan tersenyum.


Tomi hanya tersenyum menanggapi kata-kata mamanya.


Dalam hati, Tomi menyetujui apa yang dikatakan oleh mamanya.


" Ara terlihat sangat cantik pagi ini, semoga ia benar-benar menjadi jodohku. " kata Tomi dalam hati.


Sebenarnya Tomi sedikit grogi saat ini.


Dia diapit oleh kedua orang tuanya dan duduk berhadapan dengan orang tua Asti.


Jantungnya berdegup sedikit lebih kencang.


" Bismillah.. Mudahkan ya Allah. "


Do'a Tomi dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2