DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Mahasiswa Tukang Gombal


__ADS_3

Semua barang bawaan Asti sudah dimasukkan Tomi kedalam bagasi mobil.


Asti mendekati eyang putri dan eyang kakung yang berdiri di teras, memperhatikan Tomi yang menyimpan barang bawaan Asti.


Asti memeluk eyang putri, tak terasa air matanya mengalir membasahi pipi.


Asti merasa sedih saat harus meninggalkan eyang dan berpisah untuk waktu yang tak tahu kapan ia akan menemui eyang lagi. Perasaan haru menyelimuti keluarga eyang.


" Eyang.. Maafkan Asti jika selama disini Asti begitu banyak merepotkan eyang.


Terima kasih, eyang telah begitu menyayangi Asti.


Jika ada waktu luang, Asti akan datang lagi kesini menemui eyang. " Asti mencium pipi eyang, lalu mencium punggung tangannya.


" Eyang ga pernah merasa direpotkan, justru eyang senang Asti datang kesini menemui eyang.


Eyang sudah tua, susah jika harus berjalan jauh meskipun menggunakan pesawat, kalianlah anak dan cucu eyang yang datang kesini mengunjungi eyang.


Jika ada waktu datanglah kesini untuk menemui eyang, jangan menunggu hari raya baru mudik untuk menemui eyang disini. "


Eyang mengusap punggung Asti yang sedang memeluknya.


Memberikan rasa kasih sayang pada cucu perempuannya.


Setelah bersalaman dan memeluk eyang putri, Asti menyalami dan memeluk eyang kakung.


" Eyang maafkan Asti ya, jika Asti ada salah sama eyang.


Terima kasih karena eyang selalu menyayangi Asti. " kata Asti yang diusap kepalanya oleh eyang kakung.


" Tidak ada yang salah pada diri mu, Asti, eyang menyayangi mu. " kata eyang kakung dengan lembut.


Ada perasaan sedih dihati eyang kakung.


Asti sudah berusia hampir tiga puluh tahun tapi belum memiliki pasangan, apalagi rencana untuk menikah.


Melihat kedekatan Asti dan Tomi, eyang berharap semoga mereka bisa berjodoh.


Eyang melihat, Tomi sosok lelaki yang baik dan bertanggung jawab.


Tak lupa, Asti juga berpamitan pada mbak Dina.


" Mbak Asti pamit ya, maaf jika Asti suka merepotkan mbak Dina.


Asti titip eyang ya mbak, kalau ada apa-apa tolong kabari Asti. "


Asti meminta mbak Dina untuk selalu mengawasi keadaan eyang.


Dirumah itu hanya ada mereka bertiga, eyang kakung, eyang putri dan mbak Dina.

__ADS_1


Anak dan cucu eyang akan datang pada saat hari libur untuk mengunjungi eyang, maka dari itu, Asti menitipkan eyang pada mbak Dina.


Eyang sudah sepuh tapi mereka tetap terlihat bugar karena eyang selalu menjaga pola makan dan melakukan olahraga ringan.


Tomi juga berpamitan pada eyang, eyang kakung memeluk dan menepuk punggung Tomi pelan.


Walau tanpa kata-kata, eyang seakan berharap pada Tomi untuk bisa menjaga Asti.


Akhirnya Asti dan Tomi meninggalkan rumah eyang untuk menuju bandara dan Asti kembali ke Jakarta.


Masih ada perasaan sedih dihati Asti saat harus meninggalkan eyang, tapi ia tak bisa menemani eyang karena ia juga punya kesibukan di Jakarta.


Jalanan menuju ke bandara sangat lancar, membuat mobil Tomi bisa melaju dengan kecepatan sedang.


" Kenapa, masih sedih ya meninggalkan eyang?


Nanti saat ada waktu liburkan masih bisa datang kesini.


Sekarang transportasi Jakarta Yogya sudah sangat lancar, walaupun dilalui dengan jalan darat tidak memakan waktu yang terlalu lama. "


Tomi berusaha menghibur Asti yang masih terlihat sedih.


Ternyata Asti begitu dekat dengan eyangnya.


" Terkadang kasihan melihat eyang hanya berdua dirumah, bertiga dengan mbak Dina.


Eyang lebih senang tinggal di rumah mereka saat ini, menikmati masa-masa  tua mereka berdua. "


Asti mengutarakan apa yang ada dalam hatinya mengenai eyang pada Tomi.


" Begitulah bila sudah menjadi sepuh.


Mereka akan lebih nyaman tinggal dirumah mereka sendiri, walaupun mereka terkadang merasa sedih dan kesepian, tapi mereka sadar bahwa anak cucu mereka sudah memiliki kehidupan masing-masing.


Mereka tak ingin memaksakan diri untuk meminta anak cucu menemani hari-hari tua mereka. "


Tomi mencoba memberi pengertian pada Asti tentang keinginan orang-orang yang sudah tua yang menyadari keadaan mereka.


Setelah pembicaraan itu, suasana kembali hening.


Baik Asti maupun Tomi sama-sama fokus dengan fikiran mereka masing-masing.


Mobil Tomi memasuki pelataran parkir bandara, dan mereka berhenti.


Saat Asti akan keluar dari mobil, Tomi memegang tangan Asti dan memintanya untuk duduk sebentar.


" Asti, tunggu sebentar, ada yang ingin saya berikan sama kamu. " pinta Tomi pada Asti.


Asti menghentikan tangan kirinya yang sudah memegang handle pintu.

__ADS_1


" Ada apa, Tom? " tanya Asti.


Tomi mengeluarkan satu buah kotak yang berukuran sedang dari dalam dashboard mobil, lalu meletakkan pada tangan kanan Asti yang tadi dia pegang.


" Ini ada sesuatu yang ingin saya berikan sama kamu.


Semoga kamu suka, tapi dibukanya nanti saja ya saat kamu sudah tiba di Jakarta. " Tomi menyerahkan kotak itu pada Asti dan meminta Asti membuka kotak itu saat sudah berada di Jakarta.


" Apa ini.? Tanya Asti heran sambil memandang kotak yang dibungkus dengan rapi dan terlihat cantik.


" Bukan apa-apa, nanti setelah kamu membukanya, kamu akan tahu isinya dan aku harap kamu menyukainya. " jawab Tomi sambil memandang Asti.


" Baiklah, terima kasih Tomi. " kata Asti sambil menyimpan kotak itu ke dalam tas yang dibawanya.


Setelahnya mereka turun dari mobil dan mengambil barang bawaan Asti di bagasi, lalu mereka berjalan menuju ruang keberangkatan.


Sebelum check-in, Asti berpamitan pada Tomi.


" Saya berangkat duluan ya ke Jakarta, jangan lupa untuk menyusul dan menyelesaikan kuliah.


Jangan titip absen lagi, nanti tidak saya izinkan untuk ikut ujian mata kuliah saya. "


Asti berpamitan pada Tomi sekaligus menggoda Tomi yang pernah meminta tanda tangannya agar bisa ikut ujian.


" Siap bu dosen, mulai sekarang saya akan rajin mengikuti mata kuliah yang ibu ajarkan.


Saya ga bakal titip absen lagi, karena rugi kalau ga masuk kuliah saya tidak bisa melihat ibu dosen yang cantik. "


Tomi membalas godaan Asti.


" Dasar mahasiswa tukang gombal, nanti saya beri nilai E pada mata kuliah saya. "


Kata Asti pura-pura mengancam Tomi.


" Kalau saya dapat nilai E artinya saya tidak lulus mata kuliah ibu dan harus mengulang lagi.


Berarti ibu tidak bisa jika tidak bertemu saya dan tidak siap untuk saya tinggalkan." Tomi tak mau kalah  membalas godaan Asti.


Tomi terkekeh saat melihat rona merah di wajah Asti.


" Sudahlah, saya mau check-in, nanti saya terlambat. " kata Asti sambil mengambil koper yang Tomi pegang.


" Hati-hati bu dosen, tolong kabari saya jika sudah sampai di Jakarta. " pinta


Tomi pada Asti.


Asti pun melakukan check-in dan masuk ke ruang bandara.


Tomi memandang Asti hingga ia tak terlihat diantara banyak nya pengunjung bandara.

__ADS_1


__ADS_2