
Selesai makan, akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk pergi ke toko pusat oleh-oleh.
Kali ini Indah memutuskan untuk satu mobil dengan Tomi.
Erik dan Tomi sempat heran melihat perubahan pada diri Indah, tapi mereka diam dan merasa senang karena Indah tidak lagi terlihat kesal.
Mobil mereka melaju meninggalkan parkiran cafe menuju toko pusat oleh-oleh yang ada di kota Yogyakarta.
Didalam mobil, Indah dan Tomi hanya terdiam.
Tomi tidak berbicara apapun pada Indah, ia fokus pada jalanan yang ada didepannya yang terlihat sedikit macet karena jam karyawan kembali ke kantor setelah istirahat.
Indah melirik Tomi yang sedang fokus menyetir, ia agak ragu-ragu untuk berbicara pada Tomi.
Setelah sekian lama terdiam, akhirnya Indah memecah keheningan dengan meminta maaf pada Tomi.
" Tomi, aku minta maaf jika kata-kata dan nada bicara ku membuat mu tersinggung." ucap Indah dengan hati-hati.
Ia takut jika Tomi berbalik kesal karena perlakuannya tadi.
" Iya, tidak apa-apa Indah, aku mengerti.
Aku cuma merasa heran, mengapa sikap mu pada ku berubah, kau terlihat sangat kesal saat melihat ku, sementara aku merasa tidak melakukan kesalahan apapun pada mu. " Tomi menjawab perkataan Indah.
Mendengar kata-kata Tomi, Indah merasa malu. Ia tahu, ketika melihat Tomi timbul rasa kesal dalam hatinya karena mengingat Tomi yang pergi bersama Asti.
" Sebenarnya ada apa, Indah? Jika ada sesuatu tolong katakan saja, jika aku telah berbuat salah pada mu, aku minta maaf. " tanya Tomi yang menanyakan perihal sikap Indah.
Indah sesat terdiam, ia sedang berfikir dan berkata dalam hati.
" Tak mungkin aku berterus terang pada Tomi sekarang.
Aku ingin mengajak Tomi makan malam, lalu aku akan mengatakan semuanya pada Tomi. "
Melihat Indah yang diam, Tomi kembali fokus pada jalanan yang ada didepannya.
" Tidak ada apa-apa, Tom, aku hanya sedang ada masalah dengan seseorang." jawab Indah berbohong.
" Oh.. Baiklah kalau begitu, semoga permasalahan mu bisa segera teratasi. " kata Tomi sambil tetap fokus pada jalanan.
" Terima kasih, Tom! " kata Indah sambil melihat pada Tomi.
Setelah melakukan perjalanan selama setengah jam mereka tiba di toko oleh-oleh.
Tomi memarkirkan mobilnya dan mencari mobil Erik yang belum terlihat.
__ADS_1
" Sepertinya Erik belum sampai, kita tunggu dulu disini sebentar. " pinta Tomi pada Indah.
Mereka menunggu Erik tak jauh dari pintu utama toko.
Hampir sepuluh menit menunggu, akhirnya mobil Erik terlihat memasuki halaman parkir toko.
" Itu Erik baru sampai. " kata Indah yang melihat mobil Erik.
Tomi sedang mengecek ponselnya, melihat jika ada pesan yang dikirim oleh Asti. Ternyata Asti belum memberi kabar padanya.
" Apa Asti sudah pulang ke Jakarta hari ini? Tapi katanya kemaren, besok ia akan pulang ke Jakarta.
Jika ia belum pesan tiket, lusa kami bisa pulang bareng.
Mengapa belum ada kabar dari Asti? Atau nanti sepulang dari sini aku akan mampir kerumah eyang sekalian mengantarkan oleh-oleh untuk Asti. " Tomi bermonolog dalam hati, bahwa ia akan menemui Asti langsung dirumah eyang.
Sementara didalam toko, Asti tengah mendorong troli sambil melihat-lihat oleh-oleh yang akan dia beli.
Didalam troli nya telah ada bakpia dengan aneka rasa.
Ia ingin mencari makanan lain sebagai oleh-oleh yang akan dia beli buat teman-temannya di kampus.
Karena pak Eko tahu jika Asti ke Yogya, jadi tak mungkin jika Asti tak memberi oleh-oleh.
Jika pak Eko diberi oleh-oleh, maka rekan dosen yang lainpun pasti harus kebagian.
Tak jauh dari Asti, tanpa mereka sadari Tomi dan Erik dan Indah juga sedang berburu oleh-oleh, mereka terhalang oleh rak makanan.
Kebetulan pengunjung toko tidak begitu ramai, jadi mereka leluasa untuk memilih barang dan berbelanja.
Selain membeli oleh-oleh, Asti juga membeli cemilan untuk dirumah eyang.
Setelah merasa cukup, Asti segera menuju kasir untuk membayar barang belanjaannya.
Asti mengantri untuk menunggu giliran membayar di kasir.
Tomi yang ikut mengantri dibelakang Indah tanpa sengaja melihat Asti.
" Bukankah itu Asti? " tanya Tomi dalam hati.
Ia berjalan mendekati Asti yang sudah berada didepan kasir.
Setelah kasir menyebutkan sejumlah harga, ia membuka dompet untuk membayar.
Tiba-tiba, Tomi menyerahkan barang belanjaannya dan berkata pada kasir :
__ADS_1
" Mbak sekalian hitung yang ini, saya sekalian bayar sama punya mbak ini. " pinta Tomi pada kasir, ia menyerahkan belanjaannya sekalian menunjuk belanjaan Asti yang akan dibayar.
Asti terkejut saat melihat kedatangan Tomi dan bermaksud membayar belanjaannya.
" Eh.. Ga usah..! " ucap Asti terkejut.
" Ga papa mbak, hitung aja biar sekalian saya yang bayar.! " kata Tomi lagi.
" Ini mbak uang belanjaan saya.! " kata Asti menyerahkan sejumlah uang untuk membayar belanjaannya.
" Ini aja mbak! " kata Tomi sambil menyerahkan sebuah kartu debit.
Asti terdiam, ia tak mungkin berdebat lagi dengan Tomi, ia malu jika menjadi tontonan orang-orang yang ada disana.
Dengan berat hati, ia mengalah.
Biarlah, nanti ia akan mengembalikan uang Tomi, ucap Asti dalam hati.
" Ini dek belanjaannya.! " kata kasir sambil menyerahkan belanjaan Asti, juga belanjaan Tomi yang sudah dimasukkan kedalam kantong yang berbeda.
Asti menerima kantong itu dengan sedikit kesal. Ia tak terima dipanggil adek oleh kasir karena si kasir terlihat masih sangat muda, jelas usianya berada dibawah usia Asti.
Dengan bersungut-sungut, Asti meninggalkan kasir.
Sementara Indah yang tadi terkejut karena Tomi memotong antriannya jadi tambah terkejut saat menyadari bahwa Tomi menghampiri Asti, bahkan membayar semua belanjaan Asti.
Indah merasa ada sesuatu yang menusuk hingga hatinya terasa amat sakit.
Tadi ia membayangkan akan minta diantar pulang oleh Tomi dan akan mengajak makan malam.
Semua rencana yang telah ia susun dalam hatinya berantakan sudah, hancur seperti hancurnya perasaan Indah saat melihat perlakuan Tomi pada Asti.
Tomi mengejar Asti yang berjalan keluar setelah menyelesaikan pembayaran di kasir dan membawa barang belanjaannya.
Sebenarnya Asti tidak meninggalkan Tomi, tapi ia akan menunggu Tomi diluar dan mengembalikan uang belanjaan yang dibayarkan Tomi.
Asti duduk di kursi yang disediakan di depan toko, ia menunggu Tomi.
Saat melihat Asti yang sedang duduk, Tomi menghampiri nya.
" Hai Asti, sudah selesai belanjanya? Setelah ini mau kemana? Tadi kamu naik apa kesini? " Tomi memberondong Asti dengan beberapa pertanyaan.
" Pertanyaannya kaya gerbong kereta api aja pak, banyak dan panjang, jadi bingung mau jawab yang mana. " kata Asti berseloroh.
Mendengar kata-kata Asti, Tomi jadi tertawa.
__ADS_1
" Ia, maaf.. Jawab aja satu-satu." kata Tomi lagi.
" Aku sudah selesai berbelanja, buktinya sudah dibayar dan aku sudah keluar dari toko. Setelah ini aku mau langsung pulang, dan aku kesini tadi naik ojek online. " Asti memberi jawaban sesuai pertanyaan Tomi.