
Setelah Tomi di bawa ke ruang IGD, Riki langsung menelepon dokter Atalim dan memberitahu jika Tomi sudah tiba di rumah sakit Harapan Sehat dan sedang berada di ruang IGD.
📱" Assalamu'alaikum dokter, saya Riki adiknya dokter Tomi.
Saya sudah menemukan keberadaan dokter Tomi dan saat ini dokter Tomi tengah ditangani di ruang IGD. " kata Riki pada dokter Atalim setelah dokter Atalim mengangkat panggilannya.
📱" Waalaikumsalam, iya saya ingat sama mas Riki.
Benarkah dokter Tomi sudah ditemukan? Baiklah, saya sedang rapat di luar, sebentar lagi saya akan kembali ke rumah sakit dan kita bertemu di sana." kata dokter Atalim setelah mendapat telepon dari Riki.
Setelah menyampaikan keadaan Tomi, Riki menutup teleponnya dan menunggu kedatangan dokter Atalim di depan ruang IGD sambil menunggu hasil pemeriksaan Tomi.
Setelah menunggu hampir setengah jam, dokter Atalim datang bersama dokter Radit dan dokter Tyas yang baru selesai rapat di luar.
Dokter Atalim, dokter Radit dan dokter Tyas menyalami orang-orang yang ada di sana.
Lalu dokter Atalim mengajak Riki, Arya dan Yudha serta dokter Tyas dan dokter Radit untuk ke ruangan dokter Atalim agar mereka bisa membicarakan masalah Tomi.
Pak Bowo dan keluarganya masih
menunggu di depan ruang IGD karena Riki meminta mereka untuk menunggu di sana.
" Bagaimana mas Riki, mas Arya dan mas Yudha bisa menemukan dokter Tomi? " Tanya dokter Atalim pada Riki dan temannya saat mereka sudah berada di ruangan dokter Atalim.
" Setelah saya kembali dari sini dan mendapat keterangan jika kakak saya Tomi belum ditemukan, keluarga saya dan keluarga mbak Asti memutuskan untuk berusaha mencari keberadaan mas Tomi sendiri karena kami tidak bisa mengandalkan bantuan dari pihak lain. Setelah berembuk, saya dibantu mas Arya dan Bang Yudha memutuskan berangkat ke pulau untuk mencari keberadaan mas Tomi karena kami yakin jika mas Tomi ada di pulau tersebut. "
Kata Riki menjelaskan pada dokter Atalim, dokter Tyas dan dokter Radit tentang pencarian mereka.
" Setelah mendapat kesepakatan, kami bertiga berangkat ke pulau dan mulai mencari keberadaan Tomi dengan bertanya kepada para penduduk yang ada di pulau tersebut dengan membawa foto Tomi. Dari pagi kami keluar dari penginapan dan bertanya pada warga pulau yang kami temui, kami yakin jika kami bisa menemukan Tomi dengan cara seperti ini " kata Arya menyambung cerita Riki.
" Setelah beberapa hari mencari di pulau, secara tidak sengaja kami bertemu dengan Pak Burhan yang pernah melihat Tomi di sebuah desa di pulau tersebut dan memberikan alamat Pak Bowo dimana pak Burhan bertemu dengan Tomi. Hingga akhirnya kami bertiga memutuskan untuk memastikan jika orang yang berada di rumah Pak Bowo itu benar-benar Tomi yang tengah kami cari. " Yudha bergantian menceritakan bagaimana mereka bisa bertemu dengan Tomi.
" Mas Tomi benar-benar tidak mengenali kami saat kami bertemu, hingga saat di speedboat mas Tomi jatuh pingsan setelah ia memegang kepalanya dan seperti tengah meras kesakitan." kata Riki pula.
" Kemungkinan dokter Tomi mengingat sesuatu saat dia berada di atas speedboat sehingga ia merasakan sakit di kepalanya dan jatuh pingsan. " kata dokter Radit mengemukakan pendapatnya.
" Benar, bisa jadi dokter Tomi mengingat kejadian kecelakaan yang dialaminya saat ini berada di atas speedboat. " kata dokter Atalim.
__ADS_1
" Dari hasil pemeriksaan sementara dokter Tomi dalam keadaan baik-baik saja, tetapi kita harus melakukan pemeriksaan ulang, karena menurut cerita Mas Riki bahwa semenjak ditemukan belum pernah dilakukan pemeriksaan terhadap dokter Tomi, dan semoga saat dokter Tomi sadar nanti dia sudah bisa mengingat kembali semuanya." kata dokter Tyas.
" Dokter Tyas benar bahwa kami harus melakukan pemeriksaan terhadap mas Tomi, tetapi jika mas Tomi sudah sadar dan sudah lebih baik, kami akan segera membawa mas Tomi kembali ke Jakarta sesuai dengan permintaan kedua orang tua saya.
Kami akan melakukan pemeriksaan di terhadap mas Tomi di sana karena kedua orang tua saya ingin mendampingi mas Tomi." Kata Riki pada dokter Atalim.
" Baiklah jika dokter Tomi akan langsung dibawa ke Jakarta, karena dokter Tomi sudah menyelesaikan tugasnya selama disini, dan untuk masalah itu akan diselesaikan jika kondisi dokter Tomi sudah lebih baik. " kata dokter Atalim yang mengerti dengan keinginan keluarga dokter Tomi untuk membawa dokter Tomi kembali ke Jakarta.
Sementara itu, Asti yang baru tiba di kota Kendari langsung menuju ke rumah sakit dimana Tomi sedang dirawat saat ini.
Asti menerima pesan yang dikirimkan oleh Ary kepadanya dan memberitahu keberadaan Tomi.
Tiba di rumah sakit, Asti bertemu dengan suster Novi dan suster Mirah yang kebetulan berada di parkiran dan hendak pulang ke rumah mereka karena memang sudah jam pulang kerja.
" Mbak Asti, apa kabar?" tanya suster Novi saat bertemu dengan Asti.
" Alhamdulillah kabar saya baik, suster. Apakah Mas Tomi dirawat di sini suster?" tanya Asti pada suster Novi dan suster Mirah
" Benar mbak Asti, tapi dokter Tomi masih berada di ruang IGD, mungkin sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang rawat. " jawab suster Novi.
" Terima kasih , suster!" kata Asti pada suster Novi dan suster Mirah yang bersedia mengantarnya ke ruang IGD.
Suster Novi dan suster Mirah akhirnya mengantar Asti menuju ruang IGD.
Tiba di sana, Asti tidak menemukan Riki maupun Ary dan Yudha, Asti hanya melihat keluarga Pak Bowo di sana.
" Mungkin mas Riki dan yang lainnya sedang ke ruangan dokter Atalim." kata suster Mirah pada Asti saat Asti bertanya keberadaan Riki dan yang lainnya.
" Terima kasih suster, sudah mengantar saya sampai kesini, saya akan menunggu mereka di sini." kata Asti pada suster Novi dan suster Mirah.
Setelah mengantar Asti, suster Novi dan suster Mirah kembali ke parkiran untuk melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang ke rumah masing-masing.
Asti menghampiri keluarga pak Bowo lalu berkenalan dengan mereka.
" Maaf Pak, apa benar bapak yang bernama Pak Bowo? " tanya Asti pada Pak Bowo yang duduk di kursi tunggu bersama istri dan anaknya.
Ary sudah menceritakan mengenai Pak Bowo dan keluarganya yang telah menolong Tomi pada Asti.
__ADS_1
" Benar mbak, saya Pak Bowo.
Ini istri saya Asnah dan kedua anak saya, Roni dan Bella. " jawab Pak Bowo sambil memperkenalkan keluarganya pada Asti.
Asti menyalami keluarga Pak Bowo dan mengenakan dirinya.
" Saya, Asti. " kata Asti saat bersalaman dengan bu Asnah, Roni dan Bella.
Saat bersalaman dengan Bella, Bella menatap Asti seakan tidak percaya jika Asti tunangan Tomi karena melihat wajah Asti yang masih terlihat muda.
Bella tahu Tomi sudah bertunangan dengan Asti setelah Riki menceritakan semuanya pada mereka saat mereka berkumpul di rumah keluarganya.
" Ternyata tunangan bang Tomi masih sangat muda. " monolog Bella dalam hati sambil terus memperhatikan Asti yang sedang mengobrol dengan ayah dan ibunya.
" Saya dan keluarga sangat berterima kasih pada bapak dan keluarga karena sudah menolong dan merawat mas Tomi dengan baik. " kata Asti pada Pak Bowo dan bu Asnah.
" Sama-sama mbak, sudah kewajiban kami untuk menolong Tomi karena kebetulan saya dan anak saya Roni yang menemukan Tomi saat itu. " kata Pak Bowo pada pada Asti.
Saat mereka tengah berbincang, dokter. keluar dari ruang IGD dan menanyakan keberadaan keluarga Tomi.
Melihat dokter yang keluar dari ruang IGD, Asti segera menghampiri dan bertanya pada dokter tersebut.
" Keluarga dokter Tomi? " kata dokter tersebut saat berada didepan ruang IGD.
" Iya dokter, saya keluarganya. " kata Asti pada dokter tersebut.
Pak Bowo juga menghampiri dokter tersebut untuk. mengetahui keadaan Tomi.
" Bagaimana dengan keadaan dokter Tomi, dokter? " tanya Asti.
" Dokter Tomi baik-baik saja dan bisa dipindahkan ke ruang rawat inap.
Beliau pingsan karena merasa sakit di kepalanya akibat mengingat sesuatu yang terjadi atas dirinya. " jawab dokter menjelaskan keadaan Tomi.
" Terima kasih dokter, jika begitu saya akan mengurus ruang rawat untuk dokter Tomi. " kata Asti pula.
Setelah berbicara dengan dokter tersebut, Asti menuju ruang administrasi untuk mengurus ruang rawat Tomi agar Tomi bisa segera dipindahkan ke ruang rawat.
__ADS_1