DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 201 Tomi Merasa Bersyukur.


__ADS_3

Pov Tomi


Hari Ini Riki dan teman-temannya serta keluarga Pak Bowo berangkat dari pulau untuk menuju ke kota.


Mereka akan mempertemukan aku dengan mamah dan papah.


Ada perasaan bahagia saat Riki mengatakan jika mamah dan papah sudah menungguku, juga Asti tunangan ku.


Walaupun aku belum mengingat mereka tapi aku merasa bahagia dan ingin sekali rasanya segera bertemu dengan mereka dan aku berharap saat bertemu dengan mereka aku bisa mengingat masa laluku.


Dari rumah pak Bowo kami naik kendaraan umum untuk sampai ke pelabuhan.


Sampai di pelabuhan untuk menyeberang pulau menuju ke kota, Riki memesan tiket speedboat karena menggunakan speedboat lebih cepat sampai dibandingkan dengan menggunakan kapal feri.


Saat menaiki speedboat awalnya aku merasa biasa saja tapi ketika berada di tengah laut tiba-tiba aku dalam pikiranku terlintas kembali kejadian di mana saat aku dan teman-teman naik speedboat untuk pergi ke pulau guna melakukan acara bakti sosial.


Aku teringat saat kecelakaan itu terjadi, dimana ada ombak besar menghantam speedboat yang kami tumpangi hingga speedboat tersebut terbalik.


Semua bayangan itu seperti baru saja terjadi. Aku merasakan kepanikan dari setiap penumpang speedboat.


Aku mengingat dengan jelas saat dokter Radit berusaha berenang mendekatiku, tapi tiba-tiba ombak menghempaskan tubuhku hingga membentur body speedboat.


Setelah tubuhku terhempas, aku tidak melihat lagi keberadaan dokter Radit hingga aku merasa tubuhku terapung apung di tengah laut.


Ketika itu antara sadar dan tidak aku teringat keluargaku, aku teringat pada mamah, papah dan Riki. Aku juga mengingat Asti.


Aku mengingat mereka semua saat aku tengah terombang-ambing di tengah laut.


Aku hanya bisa berdoa semoga ada keajaiban, akan ada orang yang menolong menyelamatkan aku dari tengah laut.


Disaat aku terombang-ambing, aku mengingat betapa kedua orang tuaku yang sangat menyayangi aku.


Aku juga mengingat Asti calon istri yang sangat aku cintai dan mencintai aku.


Aku berusaha bertahan di tengah laut di tengah rasa dingin yang menyerang tubuhku juga rasa sakit di kepala yang begitu menyiksa. Aku berusaha untuk tidak tertidur walaupun aku memejamkan mata karena merasakan sakit di sekujur tubuh terutama bagian kepalaku.


Aku sudah tidak bisa menggerakkan kedua kaki dan tanganku karena semuanya terasa kaku. Aku hanya pasrah saat ombak mengombang-ambingkan tubuhku di tengah laut.


Sekuat apapun aku bertahan aku tidak bisa menahan rasa sakit di kepalaku sehingga akhirnya semua terasa benar-benar gelap dan aku tidak mengingat apapun lagi.


Saat aku tersadar aku telah dirawat oleh seorang ibu paruh baya dan seorang gadis yang tidak pernah aku kenal dan aku temui sebelumnya.


" Alhamdulillah, dia sudah sadar dan membuka matanya, bu! " kata gadis itu pada ibunya.


" Iya Bel, cepat beri dia minum dan ibu akan menyelesaikan memasak bubur. "


kata ibu itu pada anak gadisnya, lalu ia meninggalkan kami.


" Aku di mana? kamu siapa? " tanya ku pada gadis itu karena aku tidak mengenalnya.

__ADS_1


" Saya Bella anak pemilik rumah ini, sekarang kamu ada di rumah saya. " jawabnya.


Bella dan ibunya merawat ku dengan baik hingga aku merasa jika keadaanku sudah lebih baik.


Hingga akhirnya aku mengetahui jika pak Bowo dan Roni yang telah menyelamatkan aku dari tengah laut serta membawa dan merawat aku di rumah mereka.


Aku bersyukur masih bisa selamat dari kecelakaan itu karena pak Bowo dan Roni sudah menolongku, tetapi aku tidak bisa mengingat apapun, aku juga tidak bisa mengingat keluargaku bahkan aku tidak bisa mengingat diriku sendiri.


Aku tinggal di rumah pak Bowo dan mereka yang merawat ku hingga aku sembuh sampai akhirnya Riki, Ary dan Yudha menemukan Keberadaan ku.


Saat ini akui tidak tahu aku berada di mana. Aku ingin membuka mataku tapi rasanya masih terasa begitu berat, aku tidak bisa membuka kelopak mataku tapi aku bisa mengingat semuanya.


Aku bisa mengingat keluargaku, juga mengingat Asti. Sepertinya ingatanku sudah kembali seperti semula.


Aku berusaha untuk membuka mata dan ingin menggerakkan jari tanganku, tapi rasanya seperti ada yang memegang tangan ku dengan erat.


Perlahan-lahan aku membuka kelopak mata yang terasa begitu berat.


Pertama yang aku lihat seorang perempuan yang duduk di tepi ranjang sambil memegang tanganku dengan erat.


Aku tahu siapa perempuan yang menundukkan kepala disisi ranjang ku, dia Asti calon istriku.


Aku berusaha tersenyum karena ia tidak menyadari jika aku sudah sadar. Aku menggerakkan jari yang digenggam olehnya, memberitahu jika aku sudah sadar, lalu aku berusaha memanggil namanya.


" Ara, kau berada di sini? " tanyaku kepadanya. seketika Ara mendengar suaraku dan langsung mengangkat kepalanya dan memandangku.


Aku tersenyum saat Ara seperti tidak percaya jika aku sudah sadar.


" Alhamdulillah, akhirnya mas Tomi sadar juga. Mas sudah mengingat Ara?" tanya Asti dengan air mata yang jatuh di pipinya.


Aku tersenyum kepadanya dan menggenggam erat tangannya.


Pov author.


Riki yang sedang duduk di sofa baru menyadari jika Tomi sudah sadar setelah ia mendengar Asti mengucapkan hamdalkah.


Laku Riki berjalan mendekati ranjang Tomi dan langsung memeluk Tomi saat melihat Tomi tersenyum kepadanya.


" Aa' Tomi, syukurlah akhirnya Aa' sadar juga. " kata Riki sambil memeluk Tomi.


" Apa Aa' Tomi sudah bisa mengingat Riki? " tanya Riki yang belum mengetahui jika ingatan Tomi sudah kembali.


Tomi ingin menjahili adiknya dengan berpura-pura masih amnesia.


Sebelumnya, Tomi sudah mengedipkan mata pada Asti memberi kode bahwa ia ingin mengerjai adiknya itu.


" Memangnya kamu, siapa? bukankah kamu Riki yang mengaku sebagai adikku? " tanya Tomi pada Riki.


" Bukan ngaku-ngaku sebagai adik Aa' Tomi, tapi Riki memang adik Aa' Tomi, adik yang paling Aa' sayang. " jawab Riki.

__ADS_1


" Masa aku punya adik seperti ini? " tanga Tomi menahan senyumnya, begitu juga dengan Asti.


" Maksud Aa' Tomi apa? memangnya Riki seperti apa? " tanya Riki sewot saat Tomi bertanya seperti itu.


Tiba-tiba Asti tertawa melihat wajah Riki yang cemberut karena kesal pada Tomi, begitu juga Tomi yang tidak bisa menahan tawanya.


" Kenapa kalian malah tertawa, apa ada yang lucu? " tanya Riki sewot.


" Wajahmu seperti anak kecil yang merajuk dan bikin pengen tertawa. " jawab Tomi.


" Ih Aa' Tomi kok seperti itu? jangan-jangan Aa' sudah tidak amnesia, ya? sudah bisa tertawa kompak dengan teh Ara. " tanya Riki yang curiga dengan sikap Tomi.


Karena kasihan melihat Riki yang cemberut dan penasaran, akhirnya Tomi mengakui jika ingatannya sudah kembali.


" Iya Ki, Alhamdulillah Aa' Tomi sudah bisa mengingat semuanya kembali. " kata Tomi pada Riki.


Riki sangat bahagia saat mendengar semua itu, dia memeluk Tomi dengan erat sebagai ungkapan rasa bahagianya.


Riki memanggil dokter jaga untuk memeriksa keadaan Tomi setelah Tomi sadar kembali.


" Bagaimana keadaan mas Tomi, dokter? " tanya Asti setelah dokter selesai memeriksa keadaan Tomi.


" Alhamdulillah, keadaan dokter Tomi sudah jauh lebih baik, besok dokter Tomi sudah diperbolehkan pulang.Nanti setelah botol infus nya habis, infus dokter Tomi bisa dilepas. " jawab dokter yang memeriksa Tomi.


" Alhamdulillah,..terima kasih, dokter. " kata Asti pada dokter tersebut.


Setelah memeriksa Tomi dan berbincang sebentar dengan Asti dan Riki, dokter tersebut keluar lalu meninggalkan ruang rawat Tomi.


" Dimana Ary dan Yudha serta keluarga pak Bowo? " tanya Tomi.


Mas Arya dan bang Yudha sedang mengantarkan pak Bowo dan keluarganya ke hotel agar mereka bisa beristirahat. " jawab Riki.


Setelah keluar dari ruangan dokter Atalim, Riki dan yang lainnya melihat Tomi dipindahkan ke ruang rawat, lalu Riki meminta Ary dan Yudha mengantarkan keluarga pak Bowo untuk beristirahat di hotel, sementara Riki menemani Asti diruang rawat Tomi.


Saat mereka bertiga tengah mengobrol, Ary dan Yudha datang membawa makanan karena mereka tahu jika Asti dan Riki belum makan.


Ary dan Yudha menghampiri Tomi dan mereka berpelukan penuh rasa hari dan bahagia setelah Riki memberitahu jika Tomi sudah sembuh dari amnesia.


Asti menyiapkan makanan yang dibawa oleh Ary dan Yudha, lalu mereka makan bersama.


Setelah maghrib, Tomi mendapat kunjungan dari teman-temannya sesama dokter di rumah sakit tersebut.


Dokter Atalim datang bersama istrinya, dokter Tyas, ada dokter Radit, dokter Siska dan dokter Hermawan.


Mereka semua sangat bersyukur karena akhirnya Tomi sudah bisa kembali mengingat semuanya.


Dokter Atalim juga mengatakan pada Tomi jika ia sudah bisa kembali bertugas di rumah sakit yang ada di Jakarta karena tugasnya di rumah sakit Harapan Sehat sudah selesai.


Tomi merasa bersyukur, dengan demikian ia akan kembali berkumpul dengan keluarganya dan tidak akan berpisah lagi dengan Asti.

__ADS_1


Setelah teman-teman Tomi pulang, Ary dan Asti juga kembali ke hotel untuk beristirahat, sementara Riki dan Yudha yang menemani Tomi di rumah sakit.


__ADS_2