DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 197 Riki Merasa Terharu.


__ADS_3

Pov Aryanto


Sudah empat hari aku, Riki dan Yudha berada di sebuah pulau terpencil untuk mencari keberadaan Tomi.


Setiap pagi kami keluar dari penginapan, berjalan disekitar penginapan dan bertanya kepada warga yang kami temui sambil membawa foto Tomi.


Sudah beberapa warga kami temui dan menanyakan kepada mereka, mungkin mereka pernah bertemu atau mengetahui keberadaan Tomi.


Sudah beberapa hari pencarian yang kami lakukan, namun kami belum menemukan titik terang mengenai keberadaan Tomi.


Setiap warga yang kami tanyai tidak ada yang pernah melihat Tomi.


Saat siang kami akan beristirahat setelah berkeliling mencari Tomi dan akan kembali ke penginapan.


Sore hari setelah ashar kami pun memulai perjalanan untuk kembali untuk mencari Tomi.


Untuk mendatangi tempat yang lebih jauh kami akan menggunakan angkutan umum dan berhenti ditempat yang biasanya banyak didatangi oleh warga atau nelayan yang ada di desa tersebut.


Kami berharap ada di antara mereka yang mengetahui keberadaan Tomi atau pernah melihat Tomi.


Suatu sore kami berhenti di sebuah warung makan kecil, kami duduk beristirahat setelah berkeliling mencari keberadaan Tomi.


" Sebaiknya kita beristirahat di warung itu, kakiku sudah mulai pegal dan perut aku juga sudah lapar. " kata Yudha yang mengajak aku dan Riki untuk beristirahat dan makan, ia mengusap perutnya saat mengatakan jika ia tengah lapar.


" Sebaiknya kita makan di warung makan yang ada diseberang sana. " kataku pada Riki dan Yudha.


" Kuy lah kalau begitu..!" kata Riki yang menyetujui ajakan aku dan Yudha.


Kami bertiga menyeberang jalan kecil yang ada didepan kami dan berjalan menuju warung makan.


Tiba di warung makan, kami duduk dibangku kayu yang disediakan ditempat itu, lalu memesan makanan masing-masing untuk mengisi perut.


" Dari mana bang? sepertinya kalian bukan pemuda dari daerah sini. " sapa seorang pemuda yang sedang minum kopi kepada kami.


" Benar bang, kami dari Jakarta dan kami sedang mencari saudara kami yang hilang. " aku menjawab pertanyaan pemuda itu.


" Saudara yang hilang? memangnya mengapa bisa hilang? " tanya pemuda itu lagi.

__ADS_1


Beberapa orang yang berada di warung itu mendengarkan obrolan kami saat mendengar bahwa kami dari Jakarta dan mencari saudara yang hilang.


Sambil menikmati makanan yang sudah kami pesan, aku menceritakan mengenai pencarian kami agar bisa menemukan Tomi.


Aku menceritakan bagaimana Tomi yang mengalami kecelakaan dan menghilang setelah kejadian itu hingga saat ini kami belum juga menemukan keberadaan Tomi.


" Siapa nama saudaranya, bang Riki? apa ada fotonya? siapa tahu kami pernah melihatnya. " tanya seorang bapak pada Riki.


Orang-orang yang ada di warung itu mengenal aku, Riki dan Yudha setelah kami memperkenalkan diri sebelum aku menceritakan petualangan kami mencari Tomi.


Riki memperlihatkan foto Tomi pada orang-orang yang ada di sana.


" Namanya, Tomi. " kata Riki menjawab pertanyaan salah seorang bapak yang ada di sana.


" Jadi nama pemuda ini, Tomi? " tanya bapak yang tadi bertanya pada Riki sambil memperhatikan foto Tomi.


" Benar pak,..namanya Tomi, apa bapak pernah mendengar namanya? atau bapak pernah bertemu dengan Tomi? " tanya Yudha antusias saat melihat mimik wajah bapak itu yang seperti tengah mengingat sesuatu.


" Iya, saya pernah bertemu dengan pemuda ini, dan ia memang bernama Tomi. " jawab bapak itu sambil mengingat sesuatu.


" Saya pernah bertemu pemuda ini di rumah teman lama saya.


Saat itu saya menghadiri acara pernikahan anak saudara saya di desa seberang dan saya bertemu dengan pak Bowo, teman lama saya.


Karena sudah lama kami tidak bertemu, saya datang bertandang ke rumah pak Bowo untuk mengobrol dengannya. "


Lalu Pak Burhan menceritakan pada kami tentang pertemuannya dengan Tomi di rumah pak Bowo, Tomi yang menyuguhkan kopi buat pak Bowo dan pak Burhan karena anak dan istri pak Bowo masih berada di rumah tetangga yang sedang hajatan.


Dari cerita pak Bowo mengenai Tomi, pak Burhan jadi mengetahui jika Tomi ditemukan oleh pak Bowo dan Roni ditengah laut.


" Demikian ceritanya, bang Riki. " kata pak Burhan pada kami setelah ia menceritakan pertemuannya dengan Tomi di rumah pak Bowo.


" Alhamdulilah, akhirnya kita bisa mengetahui keberadaan Aa' Tomi. " kata Riki yang menitikkan air mata, merasa bahagia karena sudah bisa menemukan keberadaan Tomi walaupun mereka belum bertemu.


Riki yakin jika Tomi yang diceritakan oleh pak Burhan, benar-benar Tomi, kakaknya yang tengah ia cari keberadaannya.


"Jika pemuda itu benar-benar kakak yang sedang bang Riki cari, maka carilah keberadaannya di rumah pak Bowo, semoga ia masih di sana dan belum diantar oleh Roni ke pihak yang berwajib untuk membantu mencari keberadaan keluarga Tomi. "

__ADS_1


Pak Burhan meminta Riki mencari keberadaan Tomi di rumah pak Bowo untuk memastikan jika orang yang sedang dicari oleh Riki dan teman-temannya memang Tomi yang berada di rumah pak Bowo.


" Terima kasih, pak, atas informasinya, saya akan mencari keberadaan kakak saya di sana. " kata Riki kepada pak Burhan dengan perasaan bahagia dan terharu.


" Kalian baru bisa ke tempat pak Bowo esok hari, karena ini sudah sore dan sudah tidak ada lagi kendaraan yang berangkat kesana. Besok pagi sekitar pukul tujuh, kalian bisa menunggu angkot di depan penginapan kalian dan akan mengantarkan kalian menuju rumah pak Bowo. "


Pak Burhan mengatakan jika kami bisa ketempat pak Bowo esok hari karena sore ini sudah tidak angkot yang menuju ke desa tempat tinggal pak Bowo.


Setelah mendapatkan alamat rumah pak Bowo dan mengucapkan terima kasih kepada pak Burhan dan orang-orang yang ada di warung makan itu, kami meninggalkan warung makan dan kembali ke penginapan untuk beristirahat.


Ada rasa lega dan perasaan yang bahagia setelah mengetahui. keberadaan Tomi, walaupun kami harus menunggu satu malam lagi untuk bisa bertemu dengan Tomi.


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali aku, Riki dan Yudha meninggalkan penginapan untuk menuju desa dimana pak Bowo dan Tomi berada.


Kami sengaja keluar pagi-pagi agar tidak ketinggalan angkot sekalian kami sarapan di warung tempat biasa kami makan.


Setelah melakukan perjalanan selama lebih dari dua jam karena ada kendala diperjalanan, kami tiba di desa tempat tinggal pak Bowo.


Setelah bertanya pada penjual bakso sesuai petunjuk pak Burhan, kami menemukan rumah pak Bowo, tetapi rumah tersebut dalam keadaan sepi, tidak ada orang didalam rumah tersebut.


Kami mencari hingga kebelakang rumah dan menemukan pemuda yang sedang duduk dibawah pohon ketapang sambil mengerjakan sesuatu.


Saat kami dekati, ternyata pemuda itu Tomi yang sedang mengerjakan kerajinan tangan.


Melihat kakaknya ada didepan mata, Riki merasa terharu dan bahagia lalu memeluk Tomi.


Aku memperhatikan penampilan Tomi yang sungguh jauh berbeda, badannya terlihat kurus dan kulitnya sedikit hitam.


Aku berpikir bagaimana perasaan Asti jika bertemu dan melihat keadaan Tomi seperti ini.


Aku mengirimkan pesan dan foto Tomi pada Asti, mengabarkan pada Asti jika kami sudah menemukan Tomi.


Asti pasti sangat bahagia jika mendengar kabar ini.


Aku tidak bisa langsung menelepon Asti karena sinyal disini sangat susah.


Nanti jika sudah ada sinyal aku akan menelepon Asti dan menceritakan keadaan Tomi pada Asti.

__ADS_1


__ADS_2