DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 191 Si Pelang.


__ADS_3

Sore ini setelah beristirahat, Riki, Arya dan Yudha memulai pencarian mereka.


Berbekal foto Tomi, mereka berjalan menyusuri jalan desa, bertanya pada nelayan yang mereka jumpai jika ada yang pernah melihat Tomi.


Disebuah kedai kopi yang ramai, Riki dan kedua rekannya mendatangi bapak-bapak yang tengah bersantai dengan mengobrol dan minum kopi, ditemani aneka gorengan yang dijual oleh pemilik kedai.


" Assalamu'alaikum, selamat sore bapak-bapak. " sapa Riki mengucapkan salam pada bapak-bapak yang ada di sana.


" Waalaikumsalam. " jawab bapak-bapak itu serentak.


" Ada apa bang, apa ada yang bisa kami bantu? " tanya salah seorang bapak yang sedang minum kopi.


Bapak-bapak itu melihat Riki dan teman-temannya seperti asing dan bukan pemuda dari desa mereka.


" Sepertinya, kalian bukan pemuda dari desa ini ya? karena saya mengenal anak-anak muda yang ada di desa ini.


Apa kalian berasal dari kota? " tanya bapak-bapak yang lain pada Riki, Arya dan Yudha.


" Maaf mengganggu waktunya sebentar bapak-bapak, nama saya Riki, ini teman saya Arya dan Yudha.


Kami baru datang dari Jakarta siang tadi. Kami datang kesini karena sedang mencari kakak saya yang hilang." Riki mengatakan siapa mereka dan apa tujuan mereka datang ke desa itu.


" Apakah bapak-bapak pernah melihat pemuda yang ada di foto ini? Dia kakak Riki yang bernama Tomi. "


Kata Yudha pada bapak-bapak itu sambil memperlihatkan foto Tomi pada mereka.


" Tomi ini korban kecelakaan speedboat yang terjadi dua minggu yang lalu yang sampai sekarang belum ditemukan.


Mungkin bapak-bapak ada yang pernah bertemu atau melihat Tomi, atau ada yang pernah mendengar ada yang menemukan Tomi. " kata Arya menjelaskan pada bapak-bapak yang ada di sana mengapa mereka mencari Tomi.


Riki, Arya dan Yudha memperlihatkan foto Tomi pada pada semua yang ada di sana. Berharap jika ada yang pernah melihat Tomi atau pernah mendengar tentang keberadaan Tomi.


" Saya pernah mendengar tentang kecelakaan itu, tapi tidak tahu jika ada korban yang hilang. " kata seorang bapak yang mengenakan kaos biru dan mengenakan celana panjang kain berwarna hitam.


" Iya benar, saya juga pernah mendengar tentang kecelakaan itu, tapi lokasi kecelakaan jauh dari sini.


Lokasinya tidak jauh dari pelabuhan desa nelayan yang lain, sekitar satu jam perjalanan menggunakan speedboat jika dari sini. " kata bapak yang pertama menyapa Riki tadi.

__ADS_1


Untuk menghormati bapak-bapak yang ada di sana, sekaligus berusaha mencari informasi, Riki dan kedua rekannya ikut ngopi di kedai itu.


Mereka juga mencari informasi mengenai desa-desa lain yang ada di pulau itu untuk melanjutkan pencarian mereka seandainya mereka tidak menemukan keberadaan Tomi di desa tersebut.


Setelah mengobrol dan minum kopi di kedai, Riki, Arya dan Yudha melanjutkan perjalanan mereka untuk mencari informasi mengenai keberadaan Tomi.


Riki memberikan nomor ponselnya pada pemilik kedai seandainya nanti ada yang mengetahui keberadaan Tomi atau jika ada yang mendapatkan informasi mengenai Tomi, mereka bisa langsung menghubungi Riki.


Hampir menjelang maghrib, Riki, Arya dan Yudha kembali ke penginapan.


Untuk hari ini mereka belum mendapatkan informasi apapun mengenai Tomi.


" Malam ini kita beristirahat dulu, besok pagi kita lanjutkan pencarian ke arah yang berbeda dengan jalan yang kita lalui tadi. " kata Riki pada Arya dan saat mereka melepaskan lelah setelah sore tadi berusaha mencari keberadaan Tomi.


" Iya, lumayan juga perjalanan kita sore ini, walau hanya dua jam tapi lumayan pegel juga kaki berjalan. " kata Arya yang tidak terbiasa berjalan jauh.


" Jadi besok pagi, selesai sarapan kita bisa mulai petualangan kita untuk mencari Tomi. Kita akan jadi si pelang. " seloroh Yudha.


" Apa itu si pelang? " tanya Riki heran pada Yudha.


" Kalau anak-anak kan disebut si bolang, si bocah petualang.


" Ada-ada aja, pake si pelang segala, untung bukan si palang. " kata Arya sambil tertawa.


Malam itu, mereka bertiga lebih cepat beristirahat setelah melakukan makan malam.


Perjalanan mereka sore tadi membuat mereka kelelahan dan sehingga mereka memilih untuk segera beristirahat agar esok hari mereka bisa bangun dalam keadaan lebih bugar.


°


°


Sementara itu sudah hampir satu bukan Tomi tinggal bersama Roni dan keluarganya. Keadaan kesehatan Tomi semakin membaik.


Memar yang ada ditubuhnya pun sudah mulai menghilang, tapi Tomi masih belum mengingat siapa dirinya.


Tomi masih tinggal bersama keluarga Roni. Yang dilakukan Tomi setiap hari belajar membuat hiasan dari kulit kerang kepada ibunya Roni.

__ADS_1


Tomi pernah menawarkan diri untuk ikut Roni dan ayahnya mencari ikan ke tengah laut, namun Roni dan ayahnya tidak mengizinkan karena takut terjadi sesuatu pada Tomi saat mereka berada ditengah laut.


Roni berpikir bahwa, ia dan ayahnya menemukan Tomi yang terombang-ambing ditengah laut, jadi Roni takut jika tiba-tiba Tomi merasa trauma saat berada di tengah laut, sehingga ia dan ayahnya melarang Tomi saat Tomi ingin ikut mencari ikan.


Hubungan Tomi dan Bella pun semakin membaik.


Bella tidak lagi menunjukkan sikap bahwa ia menyukai Tomi.


Bella benar-benar mendengarkan apa yang dikatakan oleh ibu dan Roni sehingga ia membuang jauh-jauh perasaan sukanya pada Tomi sebelum rasa itu menjadi semakin dalam.


Sekarang Bella hanya menganggap Tomi sebagai seorang kakak, sama seperti Roni.


Bella tidak ingin perasaannya pada Tomi akan menyakiti dirinya sendiri ketika Tomi mengingat kembali siapa dirinya sehingga Tomi kembali pada anak dan istrinya.


" Bang, kita cari kulit kerang, yuk? " ajak Bella pada Tomi yang tengah duduk dibawah pohon ketapang seperti biasa.


Hari ini ia duduk sendiri karena Roni dan ayahnya sedang pergi melaut, dan nanti malam mereka baru pulang dari laut.


" Bolehlah, abang juga bosan kalau harus terus duduk disini sendirian sambil memperhatikan anak-anak yang sedang bermain bola di tepi pantai. " kata Tomi yang menyetujui ajakan Bella untuk mencari kulit kerang.


" Sebentar bang, Bella mau ambil ember kecil dulu untuk tempatnya, nanti. " kata Bella, lalu berjalan kearah dapur rumahnya untuk mengambil ember kecil guna tempat ia dan Tomi mengumpulkan kulit kerang.


Tomi mulai pintar membuat hiasan dari kulit kerang, mulai dari membuat bingkai foto sampai membuat bentuk hewan dari kulit kerang.


Semua hasil kerajinan tangan buatan Tomi disimpan di lemari yang ada di ruang tamu sebagai hiasan.


Tomi dan Bella berjalan menyusuri tepi pantai sambil mata mereka memandang kebawah, melihat jika ada kulit kerang yang bagus akan mereka ambil dan dikumpulkan didalam ember yang dibawa oleh Bella.


" Bel, lihat, abang dapat keong yang bagus. " kata Tomi yang tengah mengambil keong yang tertutup pasir pada Bella.


" Eh iya, bang, ini bagus banget corak cangkang keongnya. " kata Bella dengan gembira karena Tomi mendapatkan beberapa cangkang keong yang memiliki corak yang bagus.


" Ini bagusnya dibuat apa ya, bang? " tanya Bella yang memegang sebuah cangkang keong yang agak besar.


Tomi melihat cangkang keong yang dipegang oleh Bella sambil memasukkan beberapa cangkang keong dan kulit kerang kedalam ember.


" Sepertinya itu bagus kalau dibuat tikus, tinggal memberi mata dan kumis, maka akan menjadi seekor tikus yang imut. " jawab Tomi yang sudah memiliki ide untuk membuat seekor tikus dari cangkang keong tersebut.

__ADS_1


" Wah sepertinya akan sangat bagus jika nanti sudah dibuat menjadi hiasan seekor tikus. " kata Bella senang sambil membayangkan apa yang akan dibuat Tomi dengan cangkang keong itu.


Bella dan Tomi masih menyusuri tepi pantai dan mengumpulkan banyak kulit kerang dan cangkang keong.


__ADS_2