
" Ara pah, bagaimana dengan Ara? apa Ara sudah tahu dengan kejadian ini? "
Mamah bertanya pada papah mengenai Asti, tunangan Tomi.
" Nanti biar papah coba telepon sama Ara untuk bertanya, apa Ara sudah mendengar kabar ini. "
Kata papah yang akan menanyakan pada Ara apa dia telah menerima berita mengenai Tomi.
" Mamah sudah bisa bangun? kita pindah ke kamar kita ya? " pinta papah untuk meminta mamah pindah ke kamar mereka.
" Iya pah, mamah sudah bisa bangun. Kita pindah ke kamar kita aja. " kata mamah yang menyetujui permintaan papah untuk pindah ke kamar mereka.
Dengan perlahan papah membantu mamah untuk pindah ke kamar mereka.
Papah memegang tangan mamah dan juga pinggangnya agar mamah bisa berjalan dan tidak terjatuh.
Di dapur, Riki meminta bi Iin untuk menyiapkan makan malam buat mamah.
" Bi Iin, tolong siapkan makan malam buat mamah, nanti biar Riki yang bawa ke atas. " pinta Riki pada bi Iin.
" Baik, den! Apa aden sama bapak tidak makan malam dulu? " jawab dan tanya bi Iin pada Riki.
" Nanti Riki makan sama papah setelah memberi mamah makan dan minum obat. " jawab Riki pada bi Iin.
" Baik, den. " kata bi Iin sambil menyiapkan makan malam buat mamah yang akan dibawa oleh Riki.
"Ini makan malam buat ibu, den.
Apa tidak sebaiknya biar bibi aja yang bawa ke atas den? "
Bi Iin telah menyiapkan makan malam buat mamah diatas nampan dan bermaksud mengantarkannya ke atas.
" Tidak perlu, bi, biar Riki aja yang bawa." kata Riki pada bi Iin sambil mengambil nampan yang berisi makanan diatas meja.
" Oh iya bi, jika pak Sukri datang membawa obat, tolong antarkan ke kamar mamah diatas. " pinta Riki pada bi Iin untuk mengantarkan obat jika pak Sukri telah membelinya.
" Baik den, nanti akan bibi antarkan keatas. " kata bi Iin pada Riki.
Riki naik keatas membawa makan malam buat mamah.
Saat ia membuka kamarnya, mamah sudah tidak ada disana.
Riki langsung menuju kamar mamah dan papahnya.
Riki mengetuk pintu kamar orang tuanya dengan memegang nampan dengan satu tangan dan tangan lainnya mengetuk pintu.
Tok..
Tok..
" Pah, ini Riki. " kata Riki dari luar.
" Masuk aja, Ki! " pinta papah pada Riki.
Kreett...
__ADS_1
Riki membuka pintu dan masuk kedalam kamar mamah dan papahnya.
" Mah, makan dulu ya? agar nanti bisa minum obat. Mamah harus sehat. "
Kata Riki sambil menyimpan makanan diatas meja dekat tempat tidur mamah.
" Sini biar papah yang suapin mamah, kamu makan aja duluan. " kata papah yang mengambil piring berisi makanan untuk mamah.
" Riki nanti saja makan bareng papah." kata Riki yang menolak untuk makan malam terlebih dahulu.
Riki membenarkan posisi duduk mamah agar lebih nyaman, lalu duduk didekat kaki mamahnya.
" Mah, makan ya biar bisa cepat sehat.
Mamah harus sehat demi Tomi, demi kita semua. Jika mamah sakit, maka kami semua akan ikut merasa sakit. "
Kata papah yang membujuk mamah untuk makan.
" Iya mah, mamah harus makan lalu minum obat.
Kami tidak ingin melihat mamah sakit. "
Kata Riki menimpali kata-kata papahnya untuk memberi semangat pada mamah.
Mamah hanya mengangguk, merasa terharu atas perhatian papah dan Riki padanya.
" Aku harus kuat, aku harus sehat! Aku tidak ingin menambah kesedihan keluargaku jika aku sakit.
Sudah cukup mereka bersedih dengan keadaan Tomi saat ini, jangan ditambah dengan memikirkan kesehatanku. "
Mamah berkata dalam hati bahwa ia harus sehat dan kuat agar tidak menjadi beban pikiran bagi keluarganya.
Dia pasti terpukul jika mendengar kabar ini. Jika aku sakit, siapa yang akan menghibur dan menguatkan Ara?
Kasihan Ara jika ia tahu tentang berita ini. "
Mamah juga memikirkan bagaimana keadaan Asti jika nanti menerima berita tentang Tomi.
Dengan telaten, papah menyuapi mamah makan.
Meski terasa hambar dan sulit untuk menelan makanan, mamah berusaha untuk makan agar papah dan Riki tidak cemas memikirkan keadaannya.
Mamah telah bertekad untuk kuat dalam menghadapi musibah ini.
Mamah juga memikirkan keadaan Asti.
Jika ia sakit, siapa yang akan menguatkan Asti.
Sebagai ibunya Tomi, mamah merasa ia harus bisa menguatkan Asti dengan musibah ini, dan akan berusaha meyakinkan Asti jika Tomi baik-baik saja.
" Sudah cukup pah, mamah sudah kenyang. " kata mamah yang menolak saat papah akan menyuapinya lagi.
" Mamah baru makan beberapa sendok, makanlah yang banyak mah, agar mamah ada tenaga dan bisa cepat pulih. " pinta papah pada mamah.
" Tapi mamah sudah kenyang, pah. " kata mamah menolak suapan papah.
__ADS_1
" Sedikit lagi mah, agar lambung mamah tidak kambuh karena kurang makan.
Kalau sudah lambung mamah kambuh, nanti mamah sakit lagi. "
Bujuk papah yang masih berusaha menyuapi mamah makan, karena mamah baru makan beberapa suap saja.
Dengan terpaksa mamah mengikuti kata-kata papah untuk makan lagi.
Walau terasa sulit menelan, demi tidak mengecewakan papah dan Riki, mamah akhirnya makan beberapa suapan lagi.
Setelah merasa tak sanggup menelan lagi, mamah meminta papah untuk berhenti menyuapinya.
" Sudah cukup pah, mamah sudah benar-benar kenyang. " kata mamah yang mengatakan sudah kenyang, padahal mamah sudah tidak mampu lagi untuk menelan makanan.
Papah menghentikan menyuapi mamah dan memberi mamah minum air putih.
" Obat untuk mamah belum ada, Ki? " tanya papah pada Riki.
" Mungkin sebentar lagi pak Sukri sampai membawa obat buat mamah, pah! " jawab Riki pada papah.
Riki membereskan piring dan gelas yang tadi digunakan mamah untuk makan.
Tok..
Tok..
" Maaf pak, ini bibi membawa obat untuk ibu."
kata bi Iin yang berdiri didepan pintu kamar mamah.
" Iya bi, masuk aja! " kata papah yang meminta bi Iin untuk masuk.
" Ini obatnya, pak. " kata bi Iin sambil menyerah obat yang tadi dibeli oleh pak Sukri.
" Iya bi, terima kasih. " kata papah pada bi Iin.
" Bi, ini sekalian bawa kedapur ya? " pinta Riki pada bi Iin untuk membawa piring kotor bekas mamah makan ke dapur.
" Baik den, biar bibi bawa sekalian ke dapur." kata bi Iin sambil mengambil nampan berisi piring kotor.
" Bibi permisi, den! " kata bi Iin sambil keluar meninggalkan kamar orang tua Riki.
" Mah, minum obat dulu ya? lalu mamah istirahat biar bisa cepat sembuh. "
kata papah sambil menyerahkan obat dan segelas air putih pada mamah.
Mamah mengambil dan meminum obat yang diberikan oleh papah.
Setelahnya mamah menyerahkan gelas kosong pada papah.
Papah mengambil gelas itu dan menaruhnya diatas meja dekat kepala mamah.
" Mamah istirahat ya? " kata papah sambil merapikan bantal yang akan digunakan mamah agar mamah bisa tidur dengan nyaman.
Mamah membaringkan tubuhnya setelah dibantu oleh papah untuk berbaring.
__ADS_1
" Papah sama Riki makan aja dulu, ini sudah terlambat untuk makan malam.
Mamah akan istirahat. " kata mamah yang meminta papah dan Riki untuk makan malam.